
Malam menunjukan pukul 12.10, allura masih belum bisa tertidur. Terbersit di ingatan nya soal sikap Zara dan ayah nya yang terlihat janggal.
Entah kenapa hal itu terus mengganggu pikirannya. firasat buruk tiba tiba muncul di hati nya, allura pun pergi ke ruangan kerja ayah nya untuk mencari informasi terkait pak Alvin.
Allura berhasil menemukan sebuah foto keluarga, di dalam foto itu terlihat ayah, paman dan uwa nya masih kecil sekitar usia SD. Hal yang membuat allura heran adalah ekspresi dari uwa nya pak Alvin dan paman nya Richard.
Kedua orang itu terlihat sangat menonjol karena pak Alvin terlihat tidak berekspresi dan tatapan mata nya kosong dengan wajah nya yang datar, sementara sang paman terlihat sangat ceria, tidak nampak dari dia seorang anak yang mengalami depresi.
Sedangkan informasi yang allura ketahui bahwa paman nya mengalami depresi sejak dia sekolah dasar.
Allura menjadi bingung, apa mereka berubah seiring dengan pertumbuhan mereka ? Atau ada hal lain yang di rahasiakan ?
Semakin penasaran, allura mencoba mencari dokumen penting tentang keluarga ayah nya, dia yakin pasti ayah nya menyimpannya di suatu tempat.
Namun dicari sampai ke sela sela ruangan pun allura tidak menemukan nya,
" Apa mungkin kakek menyimpan nya ? Tentu saja dia pasti memiliki sesuatu yang harus di rahasiakan kepada semua anak anak nya " benak allura.
****
Hari ini allura mempunyai janji makan siang bersama Aidan, allura segera bersiap siap dan memilah baju yang cocok dia kenakan hari ini.
Saat allura keluar kamar nampak Tante Sarah sedang berada di ruang tv, tapi ternyata dia masih marah ke allura, saat allura mengambil minum niat nya allura mau meminta maaf tapi Tante Sarah terlihat tidak mempedulikan nya.
Allura sadar kalau semua perkataan nya kemarin itu keterlaluan tapi setelah di pikir lagi Tante Sarah juga sudah melewati batas tadi, jadi allura sekarang berpikir kalau mereka berdua salah.
" Kita berdua salah, tapi kenapa hanya aku yang merasa bersalah !" Benak nya.
" baiklah aku juga akan bersikap tidak peduli sekarang !" Ucap nya sambil menyimpan gelas nya agak keras, lalu Allura pergi sambil membanting pintu.
Allura pun berangkat dengan menggunakan mobil nya, saat di lampu merah dia berpapasan dengan Aidan .
Aidan sengaja berhenti tepat di samping mobil allura lalu dia mengetuk nya, membuat allura terkejut.
" Waah kau tak mau membuat ku menunggu ya ?" Ucap allura sambil membuka kaca mobil nya.
" Tentu saja, aku pria yang sempurna kan !" Jawab Aidan dengan senyum manis dan mode kepedean nya, membuat allura ikut tersenyum,lampu merah pun telah berubah jadi hijau.
" Kita bertemu di sana yah !" Teriak Aidan.
" Ok " jawab allura sambil melihat motor Aidan yang melaju lebih dulu, namun tanpa di sangka tepat di depan allura motor Aidan tertabrak mobil cukup keras hingga badannya terpelanting beberapa meter.
Mata Allura langsung terbelalak menyaksikan kejadian itu dan berteriak histeris dengan mata yang mulai berair.
Orang - orang mulai berkerumun untuk menolong Aidan yang nampak terluka parah. Allura yang syok mencoba mendekati Aidan untuk melihat kondisi nya, namun sesaat setelah melihat darah yang mengucur kaki nya terasa sangat lemas hingga akhirnya dia ambruk.
Suara sirine mobil ambulance dan mobil polisi semakin membuat kepala allura pusing, namun allura merasa dia harus kuat dia harus menolong Aidan, allura pun memaksakan bangkit di bantu orang yang ada di sekitar nya.
" Kau mengenal nya ?" Tanya seseorang, allura mengangguk dengan wajah yang panik.
" Pak polisi dia mengenal orang itu !" Orang tadi memberitahu seorang polisi supaya allura bisa di beri jalan untuk melihat kondisi Aidan.
" Kau mengenal nya ?" Tanya polisi
" dia pacar ku !" Allura mulai menangis.
" Baiklah lewat sini, " polisi mengantarkan allura, badan Aidan sudah di angkat untuk di bawa ke ambulance setengah tersadar Aidan melihat allura mendekatinya sambil menangis.
" Allura..!" Ucap nya pelan sebelum akhirnya Aidan kehilangan kesadarannya lagi, allura masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
__ADS_1
" Anda baik baik saja ?" Tanya seorang polisi
" Iyah, aku akan ikut masuk ke ambulance!" Allura memaksakan dirinya untuk bisa menemani Aidan.
Aidan mengalami cedera di kepala, kaki dan tangan nya, lukanya cukup parah hingga Aidan harus di tangani di ICU.
Allura menunggu sendirian di luar ICU dengan perasaan campur aduk antara khawatir, takut dan sedih. Allura kini sadar mungkin inilah yang selalu Aidan dan Tante Sarah rasakan saat dirinya mengalami kecelakaan atau melakukan sesuatu yang berbahaya.
Wajar jika mereka selalu memarahi nya karena rasanya memang terasa sangat menyesakkan dada.
Polisi datang untuk melihat keadaan Aidan yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas, karena pelakunya mau bertanggung jawab jadi kasus ini tidak berkepanjangan.
Dokter pun sudah keluar dari ruang ICU, dan memberitahukan bahwa kondisi Aidan sudah stabil, benturan di kepalanya menyebabkan Aidan mengalami gegar otak tingkat satu, kaki kanan dan tangan kanan nya mengalami patah tulang dan beberapa luka lebam dan goresan di badan nya.
" Syukurlah !" Allura bisa menarik nafas lega karena Aidan tidak harus menjalani operasi serius, Aidan yang masih belum sadar di pindah kan ke ruang perawatan.
" Kenapa kita sering sekali mengunjungi rumah sakit ini !" Ujar allura sambil menggenggam tangan Aidan yang masih terkulai lemah.
" apa kita sedang bergantian ?" Lalu Allura mengelus lembut kepala Aidan yang dibalut perban
" lihat bahkan kau memakai perban yang sama dengan ku !" Matanya mulai berkaca kaca.
" Ting "
ponsel allura berbunyi, ada satu pesan masuk lagi lagi dari nomor yang tidak di kenal.
✉️" Itu peringatan buat dia agar tidak ikut campur ! Lain kali aku akan mengirimnya ke kuburan !" Isi pesan itu membuat allura geram.
Benar dugaan allura bahwa kecelakaan Aidan di sengaja dan itu perbuatan orang yang sama yang telah mencelakai nya juga.
Allura pergi dengan perasaan marah untuk menemui Richard.
" sudah ku bilang kalau mau melawan ku maju sendiri jangan menyuruh orang lain, dasar pengecut!!" Ucap allura dengan nada tinggi, Richard yang sedang melayani pembeli terpaksa harus menutup tokonya karena keadaan nya mungkin tidak akan kondusif.
" Apa yang kau lakukan ? Apa kau tak punya sopan santun ? " Richard balik membentak.
tak peduli allura yang sedang emosi menampar Richard dengan kerasnya, dengan sorot mata tajam allura menatap wajah Richard yang malah tersenyum smirk setelah menerima tamparan dari allura.
" apa kau kesal karena pacar mu masuk rumah sakit ?" Ujar Richard
" Jangan kau sentuh dia atau ibu ku, ini urusan kita jangan bawa bawa mereka !!" Allura mencengkram kerah baju Richard.
Richard hanya menatap datar allura lalu melepaskan cengkraman allura dengan santainya.
" Bukan aku yang melakukan nya !" ucap nya tegas.
" Kau pikir aku percaya, kau yang membunuh keluarga ku, membuat orang celaka mungkin hal yang mudah bagi mu !"
" aku memang yang melakukan nya tapi ... Semua itu bukan kehendak ku, sekarang aku sudah tidak mau lagi di jadikan kambing hitam, jadi semua hal buruk yang menimpamu bukan ulah ku " ujar Richard mencoba menahan emosinya.
" Siapa bajingan itu ?" Tanya allura dengan nafas terengah. Richard terdiam seraya menatap tajam allura.
" Katakan siapa ?" Teriak Allura
" Kau tidak akan bisa melawan nya "
" Siap bajingan itu, aku akan membunuh nya !" Allura kembali mencengkram baju Richard.
" Aku peringat kan, sebelum kau sempat menemui nya dia duluan yang akan membunuh mu !" Allura melepaskan cengkraman nya dengan sedikit mendorong Richard.
__ADS_1
Wajah terlihat menjadi dingin dan penuh kemarahan.
" Kau tak mau memberitahu ku ? Baiklah aku akan mencari tahu dia sendiri, sebelum itu aku akan membunuh mu dulu !" Ujar Allura kemudian berlalu pergi.
Saat Richard mengira allura sudah pergi ternyata allura balik lagi masuk ke dalam toko nya kali ini Allura membawa sebuah botol berisi air keras.
sepertinya allura benar benar akan membunuh Richard, tanpa aba aba allura langsung menyiramkan seluruh isi botol itu ke seluruh tubuh Richard, Richard langsung mengerang kesakitan allura tidak peduli karena dia sekarang sedang di selimuti amarah .
Allura menyaksikan Richard yang sudah tergeletak tak berdaya dengan tatapan datar tanpa rasa iba.
" Apa orang itu akan menolong mu sekarang, hah ? Dimana dia ? " Ujar allura.
Setelah puas melihat Richard kesakitan, Allura pun memanggil ambulance untuk menolong Richard, polisi juga datang karena ada seseorang yang melaporkan bahwa ada keributan terjadi di toko.
Melihat situasi menjadi seperti itu, allura pun di amankan karena cuma allura yang ada di sana jadi polisi menduga bahwa allura juga yang telah melukai Richard.
Tanpa banyak dalih allura langsung mengakui nya, allura pun terancam di pidana namun ,Seorang atasan polisi di kota itu mengenali allura .
" Kau anak nya pak Kevin kan ?" Tanya polisi itu.
" Iyah, memang nya kenapa ?" Jawab allura datar dan tak menunjukan tanda tanda penyesalan.
" Sudah ku duga, aku mengenalimu, kalau begitu aku tidak akan memanggil wali mu !"
" Kenapa ? Aku hampir membunuh orang !"
" Shut kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan damai !" Allura tidak mengerti apa yang di katakan polisi yang sudah memiliki 2 bintang itu.
" Kamu tidak boleh membuat nama keluarga besar dan almarhum ayah mu ternoda, jadi mari kita selesai kan dengan cepat biar kamu bisa segera pulang " lanjut nya lagi.
allura masih bingung dengan maksud orang itu hingga akhirnya dia mengeluarkan sebuah cek yang sudah di isi nominal nya, allura pun langsung mengerti dia tersenyum sinis sambil memegang cek itu.
" Jadi begini cara main nya, pantas saja setiap orang yang mencelakai ku mereka selalu lolos dari hukum !"
" Kalau kau setuju kau tinggal menanda tangani nya !"
" Kau sering melakukan ini ?"
" Tidak aku hanya melakukannya sesekali !"
" Mungkin sekarang kau akan sering melakukan nya, karena aku akan melakukan banyak hal buruk sekarang " tanpa banyak penawaran allura langsung menandatangani cek yang tertulis nominal 500 juta rupiah.
" Aku akan senang jika anda sering datang kesini !" Ucap polisi itu sambil melipat cek itu lalu tersenyum menyebalkan.
Allura pun bisa bebas dengan cepat, dia di tahan hanya satu jam, tentu saja jaman sekarang dengan uang hukum pun bisa di beli.
allura segera pergi untuk kembali ke rumah sakit selama perjalanan pikiran allura terus berkecamuk tentang siapa orang yang di maksud Richard itu, orang yang sudah pasti orang yang selalu meneror allura.
" Siapa kau sebenarnya brengsek !" Ucap allura.
Allura merasa luka di punggung dan tangannya kembali sakit.
" aww kenapa ini terasa sakit sekali !" Keluh nya tapi allura masih bisa menahannya , saat tiba di kamar Aidan nampak masih belum siuman.
Setelah hari yang melelahkan sekaligus menegangkan, allura ingin segera istirahat, kali ini gantian giliran dia yang tidur di atas sofa.
" Aku lelah sekali ! " Allura sudah ingin tidur tapi rasa sakit di seluruh luka nya membuat nya sulit terlelap, allura pun pergi ke dokternya untuk membantu mengobati luka sekalian meminta obat penghilang rasa sakit.
Saat ingin kembali allura merasa ada seseorang yang mengikuti nya, tanpa takut allura malah mencarinya, saat menemukan orang itu allura langsung mengejarnya tapi orang itu berlari sangat cepat hingga allura kehilangan jejaknya.
__ADS_1
" Sialan siapa orang yang terus mengirimiku penguntit ! Dasar pengecut !" Gerutunya.