
Malam telah berganti, pagi ini Aidan bangun lebih pagi untuk menyiapkan semua kebutuhan allura, melihat allura masih terlelap Aidan tidak mau membangunkannya, dia pergi ke luar tanpa bersuara.
Aidan pergi ke super market untuk membeli bahan makanan dan beberapa hal yang akan di butuh kan allura.
Saat pulang Aidan melihat allura di sofa depan tv
" apa dia hanya berpindah tempat ?" Aidan heran melihat allura melanjutkan tidur nya di sofa
" Kau tak bangun ? Ini sudah siang !" Ucap Aidan sambil menyimpan semua belanjaan nya, allura tidak menjawab, Aidan melihat nya lagi untuk memastikan allura mendengar nya
" Hei, ayo bangun !" Aidan berjongkok di sisi allura
" kau baik baik saja ?" Tanya Aidan karena wajah allura terlihat pucat lalu dia memeriksa suhu badan nya, ternyata allura demam
" Ya ampun kamu demam !"
" Dingin !" Lirih allura, Aidan membawakan nya selimut
Merasa khawatir Aidan segera pergi ke apotek untuk membeli obat, lalu Aidan juga sibuk membuat kan sarapan untuk allura bahkan hari ini Aidan ijin tidak masuk kerja untuk menjaga allura.
Setelah beberapa saat allura pun bangun dari tidur nya
" Kepala ku sakit !" Keluh nya, melihat allura sudah bangun, Aidan yang masih sibuk mengolah makanan segera menghampiri allura
" Kepala mu sakit ? Apa kau mual ? Atau badan mu sakit ? Apa kau mau ke rumah sakit ?" nampak Aidan sangat mengkhawatirkan kondisi allura
" Gak usah, aku hanya demam nanti juga sembuh " ucap allura sambil mengumpul kan nyawa
" kau masak sesuatu ?" Allura mencium aroma yang enak
" Oh iya aku lupa, aku sedang masak " Aidan bergegas pergi lagi ke dapur
" kamu cuci muka dulu, lalu sarapan trus nanti minum obat yah !" allura tersenyum melihat Aidan berusaha mengurus nya dengan baik
Setelah selesai makan mereka pun bersantai sambil menonton tv, tiba tiba Tante Sarah menelpon allura
" Ya Tante ?" Jawab allura
" Kamu sakit allura ?" Tante Sarah langsung bisa menebak keadaan allura karena suara allura memang jadi sedikit serak
" Aku hanya demam Tante, gak usah khawatir !"
" Ya ampun maaf kan Tante allura, besok Tante pulang yah !"
" Gak apa apa Tante, aku bisa mengurus diri ku sendiri sekarang "
" Tapi Tante khawatir, kamu masih tidur di hotel ?" Allura dan Aidan seketika langsung saling tatap, gak mungkin ngasih tau Tante Sarah kalau mereka tinggal bersama, Aidan mengisyarat kan allura untuk bilang iya
" I..iya Tante, aku takut di rumah sendirian !"
" Ya udah nanti kalau ada apa apa bilang sama Tante yah, oh iya mau Tante suruh Aidan nemenin kamu ?"
" Nggak usah Tante, nanti aku merepotkan Aidan !" Tentu saja orang dari kemarin Allura sudah bersama Aidan, Aidan pun tertawa mendengar allura berbohong sama Tante nya
" Yaudah Tante tutup telepon nya yah, kamu baik baik ya sayang !"
" Iya Tante, bye "
" Kenapa kita gak kasih tahu kalau kita bersama ?" Tanya allura
" Euh nanti saja, kalau kita kasih tahu sekarang, Tante Sarah bakalan nanya ada apa atau kenapa , nanti dia makin khawatir sama kamu, kamu pasti gak mau Tante Sarah terlibat dalam masalah ini kan ?"
__ADS_1
" Kau benar, dia jangan sampai tahu !"
Aidan memberikan 2 butir obat dan segelas air hangat
" minum obat nya , biar mendingan " allura pun meminum nya lalu dia kembali berbaring di atas sofa, lalu Aidan duduk di pinggiran nya lalu dia membelai lembut rambut allura
" Kenapa kamu bisa datang tepat waktu ?" Tanya allura yang sedang memandangi Aidan
" Entah lah, aku selalu berfirasat saat sesuatu yang buruk akan terjadi padaku, aku selalu mengikuti nya dan yang selalu mengheran kan ku semua firasat ku tentang kamu selalu benar " Aidan mengelus lembut pipi allura
" Kenapa bisa seperti itu ?"
" Entah lah, aku juga sedang mencari alasannya tapi sekarang perlahan aku tahu " Aidan beralih menggenggam tangan allura
" Apa memang ?"
" Nanti juga kamu akan tahu sendiri " Aidan mengecup tangan allura
" Ih geli " allura menarik tangannya
" Semalam kamu bermimpi buruk apa ?" Aidan mengalihkan pembicaraan
" Aku...tidak mau membicarakannya !" Allura menarik selimut untuk menutupi wajah nya
" Ayolah, aku pendamping psikologis mu, kamu bisa menceritakan semua nya kepada ku " Aidan menarik selimut nya
" Nanti saja !" Allura membalik kan badannya
" Ya udah, gak apa apa kamu bisa cerita saat kamu siap " Aidan mengelus belakang kepala allura lalu beranjak dari duduknya
" Aku mau mengambil pakaian sama barang mu di hotel, kamu gak apa apa ya sendirian dulu !"
" Hem " jawab singkat allura, lalu Aidan mengambil jaket dan helm nya
" Hem " allura menjawab singkat lagi
" Kamu mengerti ?"
" Hem "
" Apa ?"
" Iya aku mengerti !" Teriak allura sambil membuka selimut yang menutupi wajah nya, Aidan malah tersenyum mendengar nya
" Aku pergi dulu yah !" Aidan berpamitan pergi sebelum pergi Aidan mengecup kening allura
" aku akan segera kembali !" allura memandangi kepergian Aidan, sesaat setelah Aidan menutup pintu seketika suasana jadi hening dan terasa berbeda.
Allura mulai merasa bosan seharian berdiam diri di rumah, allura mencari sesuatu yang bisa dia kerjakan, biasa nya untuk menghilangkan bosan allura akan membaca buku tapi walaupun Aidan seorang psikolog, allura tidak menemukan satu buku pun di rumah nya itu, allura pun meraih sebuah gitar dan mencoba memainkannya
petikan jari allura yang lihai memetik setiap senar gitar menimbulkan nada yang indah terdengar, harus nya Zidan mendengarnya, dia akan sangat takjub dengan kemampuan musikalitas zakira yang masih terasah dengan baik
Saat sedang asik bermain gitar, ada panggilan masuk dari no yang tidak di kenal
" siapa ini ?" Allura mempertimbangkan untuk menerimanya tau menolak nya, tapi pada akhirnya allura mengangkat nya
" Heh ****** ! Dimana lo ?" Langsung terdengar perkataan sarkas allura langsung mengenalinya
" Kau tau dari mana nomor ku tolol !" Allura balas menghujat Zara
" Alah itu gak penting, gue ada di depan rumah lo sekarang, lo dimana ? "
__ADS_1
" mau ngapain datang kerumah ku ?"
" Ini nih, ada orang nyebelin yang katanya mau ketemu sama Lo !"
" Siapa ?"
" ini Lo ngomong sendiri sama dia !" Allura langsung kaget mendengar Richard mencarinya, Zara memberikan telepon nya ke Richard,
" Hai Allura, gimana kabar kamu ? " Ucap Richard ramah, allura tertegun mendengar suara Richard di telepon
" allura ? Kamu masih di sana ?" Richard bertanya lagi karena allura tidak menjawab
" Ak..aku baik baik saja sekarang !" Jawab allura terbata bata
" Kamu dimana ? Kata ibu art di rumah 3 hari yang lalu kamu datang ke rumah kakek katanya kamu juga nanyain aku, aku jadi mau ketemu sama kamu ! Apa kamu sedang sibuk ? " Nada bicara dan suara Richard terdengar seperti pria baik baik, namun allura masih yakin dengan prasangka nya, sekarang allura bingung harus jawab apa, tapi tiba tiba allura mendapatkan keyakinan dan keberanian untuk menghadapi penyebab traumanya
" Aku sedang sibuk sekarang, mungkin besok kita bisa ketemu !" Jawab allura mencoba terdengar santai
" Yaaah, padahal aku mau ketemu kamu nya sekarang, yaudah besok janji yah nanti aku hubungi kamu !" Allura langsung menutup panggilan nya, sebenarnya dia masih merasa takut tapi allura yang sudah bertekad mencari kebenaran untuk balas dendam harus menghadapinya langsung.
Terdengar Suara pintu terbuka membuat allura kaget, ternyata Aidan sudah pulang
" Kamu kenapa ?" Tanya Aidan melihat allura berdiri sambil memegangi dadanya
" Kamu membuat ku kaget !"
" Maaf kan aku, harus nya aku mengetuk dulu, kamu tidak apa apa ?" Aidan jadi merasa bersalah
" Im ok !"
" Syukurlah, ini semua barang kamu aku masukan ke dalam koper !" Aidan memberikan sebuah koper
" Makasih ! aku mau mandi sekarang !"
" Iyah, tapi jangan lama lama nanti panas kamu naik lagi !"
" Iya...h !" Jawab allura sambil pergi ke arah kamar mandi
****
" Tring " suara notifikasi pesan berbunyi bersamaan, satu pesan masuk ke ponsel mereka berdua, mereka langsung membuka nya, ternyata itu pesan dari Riko isi pesan nya sama menyuruh mereka untuk bertemu di suatu tempat rahasia.
" Kamu mendapat pesan nya ?" Tanya Aidan, allura mengangguk
" Kau mau pergi ?"
" Sepertinya ada hal penting, kita harus pergi " ucap allura
" Baiklah ayo kita pergi !"
Beberapa saat kemudian Merekapun sudah siap untuk pergi, kali ini allura berpakaian santai saja tidak nyentrik seperti yang akhir akhir ini dia pakai
" Pakai ini dan ini juga !" Aidan memberikan Hoodie Jumper dan sebuah topi
" Kenapa harus pake ini ?" Allura mencoba protes
" Ini agar kami tidak masuk angin, kamu kan sedang kurang sehat !" Aidan memakai kan Hoodie itu ke allura
" lalu ini, agar kamu tidak dikenali " lalu Aidan memakai kan topi nya juga
" jadi jangan banyak protes kamu pakai saja " .
__ADS_1
" Ok ok aku akan pakai !"
Merekapun pergi menggunakan motor ke tempat rahasia Riko.