Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
night change


__ADS_3

" tolong cari tahu keberadaan orang ini" perintah pak Kevin kepada Riko lewat telepon untuk menyelidiki Richard selama dia berada di luar negeri.


Dia pun memberi tahu Tante Sarah bahwa dia akan pergi dulu sebentar karena ada urusan penting dalih nya


" sialan ! Kursi ini memperlambat gerak ku " umpat pak Kevin kesal


Tante Sarah berjaga bersama dua pengawal yang bersiaga di depan kamar allura, malam sudah larut namun Tante Sarah masih belum bisa tidur, karena kejadian tadi banyak hal yang membuat pikiran nya tidak tenang,


untuk mengisi waktu tante Sarah mengelap wajah allura dengan lap basah karena keringat allura terus keluar


" apa yang kamu mimpikan, sampai berkeringat seperti ini allura, apa orang jahat itu datang lagi ke mimpi mu ?" Ucap Tante Sarah pelan


" mas Kevin juga mau pergi kemana coba malam malam begini ?" Gerutu nya sambil terus mengelap wajah allura sesekali dia mengelus rambut nya.


Setelah beberapa jam, pak Kevin kembali ke rumah sakit, saat tiba di kamar allura pak Kevin melihat allura sedang berdiri di dekat jendela dengan tatapan kosong ke luar jendela


dia tidak menyadari saat ayah nya masuk , sepertinya kebiasaan nya muncul lagi.


Pak Kevin menghampiri allura dengan perlahan karena takut membangunkan istrinya yang baru terlelap


" Sayang, maaf kan ayah harus nya ayah tidak memaksa kamu untuk datang ke acara itu !" Pak Kevin memulai perbincangan untuk menyadarkan allura dari lamunan nya, allura menoleh ke arah ayah nya yang berada di belakang nya


" Tidak ayah, aku yang minta maaf aku pasti menyebabkan kekacauan besar !"


" Itu tidak penting, yang terpenting sekarang adalah keselamatan mu, tapi ayah lega melihat keadaan mu sekarang " ujar pak Kevin yang sudah berpikiran bahwa allura akan mengalami depresi lagi


" entah kenapa ayah sekarang aku merasa seperti memiliki kekuatan baru di hati ku, mungkin karena dia !" Allura kembali menatap ke luar jendela, melihat lampu lampu gedung di luar sana Allura jadi teringat Aidan


" Ayo kita hadapi bersama ayah, aku tidak akan takut siapapun atau apapun lagi, aku akan menghadapi apapun yang akan menghancurkan ku aku akan melawan sekarang !" ujar allura meyakinkan diri nya untuk menghadapi dunia yang penuh dengan keserakahan dan kemunafikan manusia.


Allura menyadari bahwa trauma nya harus di hadapi bukan di hindari,bangkit dari keterpurukan dan meenghadaoinsemua kemungkinan yang akan terjadi bisa menjadi salah satu cara untuk membayar nyawa ibu dan kakanya dari pada terus menyesali dan menyalahkan takdir atas peristiwa yang telah terjadi.


Melihat anak nya kembali mendapatkan semangat hidup nya lagi, pak Kevin tak bisa menyembunyikan kebanggaan dan kebahagiannya


" sini peluk ayah nak !! " allura memeluk erat ayah nya yang mulai terisak


" ayah akan selalu ada di samping mu nak ! "


" Iyah ayah, aku juga akan selalu ada di samping ayah,mulai sekarang aku akan jadi allura yang lebih kuat !" ucap allura sambil menyeka air mata ayah nya yang mulai jatuh


" Ada apa ribut ribut ?" Tante Sarah terbangun karena mendengar suara mereka mengobrol


" allura kamu tidak apa apa nak ?" Tante Sarah yang masih mengumpul kan nyawa mencoba bangkit dari tempat tidur nya untuk menghampiri allura


" Yah seperti inilah !" Singkat allura


Tante Sarah menatap nanar kepada allura, baru saja melihat dia bisa tersenyum lagi kemarin kini senyuman allura memudar kembali


****

__ADS_1


Di tempat lain Richard kembali mengalami sakit kepala yang terus menyiksanya dan sering membuat dirinya sampai hilang kesadaran.


Lalu ketika sadar kembali Richard merasa dia bukan dia yang asli tapi ada orang lain di dirinya, dia bertingkah seperti bukan dirinya bahkan ingatan nya pun berbeda


Tidak ada yang menyadarinya karena tidak ada yang peduli dengan nya.


****


Aidan bergegas untuk menjenguk allura di rumah sakit, saat dia tiba Aidan menabrak seseorang yang membawa kamera, sampai kameranya terjatuh dan beberapa foto hasil jepretan nya berserakan


Orang itu langsung membereskan semua foto yang berserakan dengan terburu bahkan dia langsung merebut lembaran foto saat Aidan hendak membantunya


Orang itu segera bergegas pergi, tingkah nya membuat Aidan bingung, tapi Aidan tidak peduli


****


Di dalam kamar Aidan melihat allura tengah melamun, lalu dia masuk dengan perlahan sambil menyodorkan sebuket bunga


" Selamat pagi !" Sapa Aidan mengagetkan allura


" Maaf, apa kau kaget ?" Tanya Aidan khawatir, allura malah menatap nya dengan tatapan serius


" Kenapa ? Kau tidak suka aku datang ?"


" Terimakasih!" Singkat allura


" Kau melihatnya ?" Tanya Aidan, allura cuma mengangguk


" Dia orang nya ?" Allura mengangguk lagi


" Siapa dia ?" Allura menggelengkan kepala


" Apa yang mau kau lakukan terhadap nya ?"


" Aku mau membunuh nya !" Ucap allura dengan tatapan tajam


Aidan mengerti sekarang, selama ini yang allura sembunyikan adalah keinginan nya untuk balas dendam


" Selama dendam ku belum terbalaskan, aku tidak akan bisa hidup bebas !" Ucap allura masih dengan sorot mata yang tajam dan penuh amarah


Aidan tidak melihat lagi sosok allura yang kemarin, allura yang terlihat hangat, dalam satu malam allura telah berubah total


" Kau harus mengikuti konseling lagi !" Ujar Aidan


" Aku tidak gila !!" Bentak allura


" Kamu memang gak gila, tapi kamu masih butuh bimbingan psikolog!"


" Aku tidak butuh siapapun, aku hanya butuh diri ku sendiri ! " Ujar allura

__ADS_1


" Kalau urusan mu sudah selesai pergi lah !" Aidan hanya bisa menghela nafas melihat perubahan sikap allura yang tiba tiba itu, Aidan berpikir kalau di biarkan kemungkinan dia bisa jadi seorang psikopat


****


Allura pergi ke taman rumah sakit untuk menghirup udara segar bersama 2 pengawal nya, allura nampak melihat sesuatu yang mencuri perhatian nya


Allura segera menghampirinya


" Boleh aku minta ?" Ucap allura dengan nada dingin dan raut wajah judes, seorang pria memberikan allura sebatang rokok beserta korek nya


Allura nampak menikmati rokok pertamanya itu, untuk pemula kelihaian nya patut di acungi jempol, tapi 2 pengawal nampak tidak senang melihat apa yang di lakukan allura itu


" Nona, anda tidak boleh merokok !" Salah satu pengawal mbeeanikan diri untuk menegur allura


allura langsung memberi tatapan yang mengintimidasi dan langsung membuat pengawal itu mingkem.


Tak lama kemudian Tante Sarah datang mencari allura, awal nya dia terlihat ceria namun saat melihat apa yang di lakukan allura seketika memudarkan senyuman di bibir nya


" Apa yang kau lakukan ?" tanya tante Sarah, tapi allura hanya melirik tanpa menggubrisnya


" Buang itu allura !"


" Sayang sedikit lagi !" Jawab allura santai, Tante Sarah jadi kesal dan merebut rokok yang hampir habis lalu menginjak nya


" Apa yang kau gila ? "


" Aku tidak gila, aku waras puas !" Jawab allura sarkas


Tante Sarah tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan, allura menjadi sangat berbeda


" Apa yang terjadi dengan mu ?"


" Bukan kah kau sudah tahu, lihat ini !" Allura menyodorkan tangan nya ke muka Tante Sarah


" Bukan itu maksud ku, tapi sikap mu ? Kenapa kau menjadi berbeda seperti ini !" Tante Sarah masih bingung dengan perubahan drastis allura


" Entah lah, aku hanya tertidur dan bangun dan inilah aku !" Ujar nya lalu allura pergi meninggal kan tente Sarah yang terlihat masih bingung dengan apa yang terjadi.


****


Entah apa yang terjadi pada diri allura, dia terlalu banyak berubah dan terlalu singkat membuat semua orang tidak terbiasa dengan allura yang baru ini


" Aku lebih suka allura yang kemarin !" Ujar Aidan


" Apa dia bisa kembali lagi seperti kemarin ?" Tanya Tante sarah


" Entah lah, aku tidak bisa memastikan, karena traumanya yang menyebabkan perubah sikap dan kepribadian pada nya !"


Semua orang hanya bisa berharap untuk apa yang terbaik bagi allura, asalkan dia tetap sehat dan bisa merasakan kebahagian nya lagi.

__ADS_1


__ADS_2