Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
rubah licik


__ADS_3

" kita ketahuan, laksanakan rencana b nya " ujar pak Alvin santai sambil melihat sebuah papan tulis yang tertera semua rencana yang sudah dia atur mulai dari rencana pembunuhan keluarga allura dua tahun yang lalu hingga sekarang dia menuliskan rencana baru untuk membunuh allura.


" Kau mau melawan ku ? Kita lihat siapa yang mati duluan ?" Ucap nya lalu dia tertawa lepas.


Sementara allura bersiap menyusun sebuah rencana untuk melawan pak Alvin, tapi dia butuh bantuan dari Riko.


Tapi setelah di telpon beberapa kali Riko tidak menjawab nya, bahkan WhatsApp nya sudah tidak aktif sejak 3 hari lalu membuat allura bingung.


" Kemana dia ?" Gumamnya.


Allura berniat untuk mendanginya saja, tapi tiba tiba allura mendapatkan pesan dari Zara yang isinya membuat allura tercengang.


Zara mengirimkan semua bukti perbuatan jahat ayah nya dan juga rencana ayah nya yang akan dia lakukan kepada allura.


" Jadi ini sebab nya dia bersikap aneh ? Dia tahu rahasia ayah nya ternyata " ujar allura.


Karena sudah mengetahui apa yang akan di lakukan pak Alvin, allura sekarang berencana mengacaukan rencana yang sudah dia susun dengan rapi.


Tanpa ragu allura pergi ke kantor pusat dengan percaya diri dia berjalan menuju ke ruang meeting membuat pak Alvin sedikit terkejut karena ini di luar dugaan nya.


" Kenapa kau datang kesini ?" Tanya pak Alvin datar


" Aku hanya ingin datang saja, dan aku punya pengumuman penting yang harus kalian semua dengar " ujar allura santai sambil tersenyum membuat pak Alvin kesal.


Untuk menjaga image pak Alvin tidak memperpanjang perdebatan dan dia segera memulai rapat.


setelah selesai allura memberi tepuk tangan paling kencang bermaksud untuk meledek pak Alvin.


Setelah semua orang pergi, allura masih duduk di kursinya begitupun pak Alvin.


" Kenapa kau membunuh keluarga ku ?" Tanya allura serius


" Aku tidak membunuh mereka !" Jawab nya santai


" Sialan, kau tidak mau mengaku ? Harus kah aku memberitahu orang orang bahwa kau seorang pembunuh ?" Ujar allura mulai geram dengan sikap pak Alvin yang terlihat santai dan tidak ada rasa bersalah di dirinya.


" Apa buktinya kalau aku seorang pembunuh ? " Tanya pak Alvin masih dengan ekspresi datar dan nada bicara yang santai.


" Kau mau bukti ? Aku akan memberimu bukti nya, dasar psikopat " ujar allura.


Mendengar kata psikopat pak Alvin langsung merubah ekspresi wajah nya menjadi dingin dan menakutkan.


Dia segera menghampiri allura dengan perlahan


" kau ... Hanya seorang gadis lemah, kau berani menantang ku ?"


" Kau akan membunuh ku ? Tapi aku akan membawa mu ikut dengan ku " ujar allura tak gentar saat pak Alvin si pembunuh sudah berada di hadapan nya.


" Dasar kau gadis angkuh !" Bentak pak Alvin hendak mencekik allura, namun sebelum dia melakukan nya, sekretaris nya datang untuk memberitahukan sesuatu.


Allura tersenyum smirk lalu bergegas keluar ruangan kedap suara itu. Ternyata di luar sudah ramai orang orang membicarakan pak Alvin.


Setelah allura memasang video pendek tentang bukti perbuatan pak Alvin yang tadi dikirim kan Zara di papan iklan di dalam perusahaan.


Hal itu langsung menjadi buah bibir semua karyawan di kantor dan saat pak Alvin keluar semua mata langsung tertuju padanya, namun pak Alvin mencoba bersikap tenang.

__ADS_1


Dia tiba tiba membungkuk kepada setiap orang termasuk para petinggi perusahaan yang segera datang untuk meminta penjelasan kepadanya.


" Saya minta maaf kepada semua orang, saya sudah sangat bersalah dan teledor, saya minta maaf " ujar pak Alvin terus membungkuk kepada semua orang .


Allura menyaksikan nya dari kejauhan, dia mau melihat apa yang akan terjadi pada pak Alvin setelah semua orang tahu kedok nya selama ini, tapi pak Alvin yang licik ternyata sudah punya rencana lain.


" Sekali lagi saya minta maaf karena telah membuat keadaan tidak nyaman di kantor ini, seharusnya saya tidak mengijinkan keponakan saya masuk ke kantor ini " ujar nya, semua orang bingung dengan apa yang hendak dia katakan termasuk allura.


" Keponakan saya mengalami gangguan kejiwaan setelah ayahnya meninggal, saya kira dia sudah sembuh tapi ternyata dia malah menyebabkan kegaduhan ini, sekali lagi saya minta maaf atas nama allura keponakan saya, saya harap anda semua bisa memakluminya " ujar pak Alvin sangat meyakinkan.


Sehingga semua orang langsung percaya dengan ucapan nya, para petinggi dan karyawan di kantor jadi menganggap video tadi sebagai keisengan orang gangguan mental saja dan tidak menganggap nya serius.


Tapi tidak dengan allura, dia menjadi geram karena pak Alvin dengan mudah nya mempengaruhi orang-orang dengan aktingnya yang natural.


Allura lupa akan hal itu bahwa selama ini pak Alvin selalu berakting di hadapan semua orang termasuk dirinya, saking natural nya dia sampai tidak menyadari bahwa uwa nya adalah pembunuh keluarga nya.


Allura menatap tajam pak Alvin dari kejauhan, sedang kan pak Alvin menatap nya sambil tersenyum smirk.


Kemudian beberapa orang menghampiri allura untuk membawa nya, allura sempat berontak sehingga orang orang berpikir bahwa perkataan pak Alvin benar bahwa allura mengalami gangguan jiwa.


" Allura, kita pulang yuk " ujar pak Alvin


" Lepaskan aku, dasar tua bangka kurang ajar " bentak allura, pak Alvin kembali berakting dia berpura pura sabar menghadapi allura.


Sehingga orang orang semakin percaya dengan ucapan nya. Langkah allura sekarang gagal karena orang orang malah menjadi merasa kagum kepada pak Alvin, dan dia kini di sangka orang gila.


Tidak tanggung-tanggung pak Alvin benar benar membawa allura ke rumah sakit jiwa, kini allura terkurung di kamar kecil dengan tangan nya yang di borgol.


" Alvin sialan ! Aku gak gila ! Aku akan membunuh mu !" Teriak allura sesekali dia berusaha melepaskan borgol di tangan nya.


Allura terus berusaha untuk keluar dari sana namun tiba tiba datang seorang perawat membawa beberapa obat dan suntikan.


" Aku tidak gila, kenapa aku harus meminum obat-obatan itu " ujar allura, si perawat tidak berkata apapun dia malah mengambil sebuah suntikan dan menarik tangan allura.


" Apa itu ? Aku tidak sakit ,!" Allura menarik lagi tangan nya, dia terus menolak di beri obat atau suntikan apapun itu .


Tapi si perawat itu cukup kuat dia menarik kembali tangan allura dan langsung menancapkan suntikan di lengan atas allura.


" Aaah, apa yang kau lakukan !" bentak allura.


tapi lama kelamaan pandangan nya kabur dan allura pun kehilangan kesadaran nya.


Si perawat pun merapihkan posisi allura kemudian dia melapor kepada sekretaris pak Alvin bahwa dia sudah memberi obat penenang dan obat tidur kepada allura.


Di luar kamar beberapa penjaga berdiri di depan pintu, sekarang allura telah terkurung dan tidak bisa berbuat apa apa.


" Dasar anak kurang ajar, berani berani nya dia menantang ku " gumam pak Alvin seraya melihat cctv yang terpasang di kamar allura.


" Tunggu sebentar, nanti aku akan mengirim mu ke keluargamu lagi " ujar nya seraya tertawa jahat.


****


Di rumah sakit Aidan sudah mulai siuman, nampak hanya ada ibunya di sana, dengan wajah khawatir dia segera menghampiri Aidan yang sudah mulai membuka matanya.


Sementara tante Sarah lagi dan lagi di buat khawatir oleh allura, sejak kemarin malam allura tidak memberi kabar atau pun pulang tentu saja dia sangat khawatir, terlebih sekarang ponsel nya pun tidak aktif, membuat Tante Sarah jadi semakin geram pada kelakuan allura.

__ADS_1


Bahkan saat mencoba menghubungi Aidan ponsel milik Aidan pun tidak aktif, dia belum tahu kalau Aidan mengalami kecelakaan.


" Anak ini malah makin ngelunjak, apa aku harus mengurung nya lagi ?" Gerutu Tante Sarah


Kedua pengawal nya pun belum menemukan keberadaan allura, tapi mereka bilang terakhir kali mereka mengetahui keberadaan allura di kantor pusat untuk mengikuti meeting.


Tidak bisa lagi menunggu, Tante Sarah memutuskan untuk mencarinya sendiri. Tante Sarah datang ke rumah pak Alvin untuk menanyakan allura.


Kebetulan pak Alvin tidak ada di rumah dan Tante Sarah bertemu dengan Zara.


" Ada apa Tante ? " Tanya Zara penasaran melihat raut wajah Tante Sarah khawatir.


" Zara, kamu tahu allura dimana ?"


" Allura ?" Zara langsung kepikiran mungkin allura di kurung ayah nya karena allura pasti langsung menemuinya setelah dia mengirimkan bukti kejahatan ayah nya.


Zara jadi ikut khawatir. " Aku tidak tahu Tante, tapi aku bisa bantu mencarinya " ujar Zara mencoba terlihat tenang.


" Baiklah, Tante khawatir kalau terjadi sesuatu kepada allura " ujar Tante Sarah, Zara pun sebenarnya khawatir karena jika sudah tertangkap ayah nya kemungkinan kecil untuk bebas dengan selamat.


Walaupun Zara tahu bahwa tindakan nya sekarang akan membuat ayah nya semakin marah, setelah mengirimkan bukti itu saja sudah membuat zara sangat takut akan akibat nya.


Tapi hati kecilnya mengatakan dia harus membantu allura dan dia juga mau ayah nya di hukum atas kejahatan nya kepada keluarga allura


Hari telah menjelang malam, ayah Zara akan segera pulang Zara memanfaatkan keadaan untuk bisa menghindari amukan ayah nya hari ini.


Dia bergegas pergi dari rumah nya bersama Tante Sarah.


" Kenapa kau terlihat tegang ?" Tanya Tante Sarah.


" Ng -nggak tante, aku hanya ikut khawatir" jawab Zara dengan raut wajah yang tegang.


Takut jika ayah nya akan menangkap nya, dan mengurung nya lagi seperti waktu itu saat pertama kali Zara mengetahui ke kejian yang ayah nya lakukan.


Wantu itu dia sedang mencari anak anjing nya yang masuk ke dalam ruang kerja ayah nya, padahal dia sudah tahu bahwa siapapun di larang masuk keruangan itu.


Namun karena ingin mengambil anak anjing nya dia terpaksa masuk, namun apa yang ada di dalam membuat nya penasaran, akhirnya dia memeriksanya.


Betapa terkejutnya dia melihat semua rencana ayah nya yang terpampang di sebuah papan tulis besar di hadapan nya, Zara pun memvideo nya.


Namun saat Zara keluar dari sana ayah nya datang dan memergokinya alhasil dia dimarahi bahkan sempat di pukul lalu di kurung selama seminggu di kamarnya.


Setelah kejadian itu ayah nya selalu mengancam akan membunuh nya juga jika dia memberi tahu allura, tapi karena merasa tindakan ayah nya harus di ketahui allura akhirnya Zara mengirimkan video hasil rekaman nya yang tidak di ketahui ayah nya ke allura.


****


Aidan sudah sadar sepenuhnya, tapi kaki dan tangan nya masih terasa kaku untuk di gerakan.


" Allura dimana ?" Tanya Aidan kepada ibunya.


" Allura ? Siapa ? Pacarmu ?" Tanya ibunya. Aidan mengangguk, ibunya langsung tersenyum .


" Kau sudah punya pacar rupanya, tapi mamah tidak melihat siapapun sejak kemarin " ujar mamah Aidan


Aidan pun merasa kecewa karena allura tidak berada di sisi nya saat dia sedang sakit.

__ADS_1


Sementara allura masih dalam pengaruh obat tidur di dalam kamar rumah sakit jiwa tanpa ada yang tahu keberadaan nya.


__ADS_2