Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
sekarang bagaimana ?


__ADS_3

Zara dan Tante Sarah segera membawa allura pergi sebelum si perawat menyadari nya.


Dengan perasaan tegang Tante Sarah mencoba tetap tenang dan fokus dengan kemudinya.


Sementara di dalam rumah sakit, perawat tadi segera mencari keberadaan allura karena hampir 15 menit mereka belum juga kembali.


Saat menyadari bahwa allura telah di bawa kabur, perawat itu segera melapor kepada para pengawal dan juga pak Alvin, sehingga keadaan menjadi genting.


" Dasar bodoh ! Cari dia sampai ketemu .!" bentak pak Alvin langsung murka sesaat setelah mendengar kabar itu.


Beberapa pengawal pun di kerah kan untuk mencari keberadaan allura keseluruh penjuru rumah sakit dan di perluas keseluruh jalan yang mungkin akan dia lewati.


Mengingat keadaan allura yang tidak mungkin bisa melarikan diri sendirian pak Alvin langsung berprasangka anak nya yang membantu melarikan nya..


Dia pun pergi memeriksa nya ke kamar nya dan benar saja Zara tidak ada di kamar nya,


" Dasar anak sialan, aku benar benar akan membunuh nya kali ini " gerutu pak Alvin.


Pak Alvin segera meminta rekaman cctv ke rumah sakit untuk memastikan dugaan nya.


Dan benar saja, walaupun Zara menyamar menjadi sangat berbeda ayah nya akan mengenalinya, alhasil Zara juga menjadi incaran nya sekarang.


****


Zara terus mengelus lembut rambut allura yang tengah tertidur di dekapan nya. Kini kebencian nya telah berubah menjadi rasa iba.


" Tante kita tidak boleh kembali ke rumah Tante, ayah ku pasti akan datang ke sana, dia juga akan membunuh ku " Zara mengingatkan Tante Sarah.


" Kau benar, kita akan mudah di temukan kalau di sana, lalu kita harus kemana ?" Kini mereka bingung mencari tempat persembunyian.


Namun Tante Sarah tahu orang yang bisa mereka andal kan, Yap tentu saja Aidan, Tante Sarah segera menelpon nya.


📞 " Aidan apa kau sedang di rumah ?"


📞 " Tidak Tante, memang nya kenapa ?"


📞 " Tante sudah menemukan allura, dan sekarang Tante butuh tempat untuk sembunyi, Tante mau minta tolong sama kamu "


Aidan langsung terperanjat, dan bergegas pergi walaupun keadaan nya masih belum sembuh total.


📞 " Baik Tante, aku akan segera pulang, saya akan kirimkan lokasinya "


" Anda mau kemana ?" Tanya seorang perawat kepada Aidan.


" Aku mau pulang, aku sudah sembuh " ujar nya sambil bergegas pergi.


****


Mereka telah sampai di apartemen Aidan, sekarang mereka sedang membopong allura menuju ke lift.


Saat itu juga mereka berpapasan dengan Aidan di lobi


" Ya ampun, apa yang terjadi dengan mu ?" Tanya Tante Sarah kaget melihat tangan dan kaki Aidan di perban.


" Aku jelaskan nanti Tante, biar aku yang membawanya " Aidan berniat menggendong allura


" Tidak usah Aidan, lihat kondisi mu juga sedang sakit " ujar Tante Sarah.


" Baiklah Tante "

__ADS_1


Saat tiba di rumah, Aidan segera memeriksa keadaan allura yang tengah terkulai lemas dan menatap orang orang yang di hadapan nya dengan tatapan kosong dan bingung.


" Allura ? Ini Tante sayang, maaf kan Tante kau harus mengalami hal seperti ini " ucap Tante Sarah dengan suara mulai bergetar


Allura menatap nya dengan seksama lalu dia tersenyum


" Ibu ? " Ucap nya lirih


" Iyah ini ibu sayang " Tante Sarah mengelus lembut pipi allura


" Ibu ?" Tiba tiba allura menangis, sontak Tante Sarah jadi ikut menangis dan segera merangkul nya.


Aidan dan Zara pun tak kuasa ikut menangis melihat pemandangan haru dihadapan mereka.


" Ibu ... " Hanya itu yang terucap dari mulut allura seraya terus menangis hingga sesenggukan.


" Ibu disini, kamu aman sekarang, ibu akan menjaga kamu sayang ."


Setelah beberapa saat allura kembali tertidur, Tante Sarah terus mendekap nya dengan hangat.


" Kau tahu allura di kasih obat apa ?" Tanya Aidan kepada Zara


" Aku tidak tahu, tapi aku membawa salah satu obat yang akan di kasih ke allura tadi " Zara memberikan sebuah botol Kevin berisi cairan bening.


Aidan melihat nya dengan seksama, karena tidak tertera label dan nama obat nya, Aidan pun harus memeriksanya di leb.


" Aku harus memeriksanya dulu, sebaiknya kalian istirahat kalian pasti kelelahan "


" Terimakasih banyak " ucap Zara, Aidan pun mengangguk.


****


Pak Alvin terlihat semakin marah karena rencana nya mulai kacau.


" Aku akan menemukan kalian, kalian tidak akan bisa lepas dari cengkraman ku !" ancam nya dengan sorot mata tajam dan menakutkan.


" Periksa semua cctv yang ada di setiap jalan, aku harus segera membunuh mereka semua !" Suruh nya kepada pengawal nya.


" Baik,pak " ucap salah satu pengawal .


****


Pada saat tengah malam saat suasana tengah hening Aidan mendengar suara rintihan, Aidan mencari asal suara itu yang terdengar samar.


Suara rintihan itu terdengar dari arah kamar mandi, Aidan segera memeriksan nya, saat membuka pintu betapa kaget nya dia melihat allura tengah duduk di lantai sambil memegangi kepalanya.


Aidan segera menghampirinya dan memeriksa keadaan nya.


" Sakit " ucap allura lirih


" Kepalamu sakit ?" Tanya Aidan sambil merangkul tubuh allura yang mulai dingin.


Mendengar suara allura menangis Tante Sarah dan Zara ikut terbangun dan menghampiri mereka.


" Allura kenapa Aidan ?" Tanya Tante Sarah khawatir


" Kepalanya sakit, bisa tolong ambilkan obat penghilang sakit di kotak p3k " suruh Aidan .


Zara segera bergegas mengambil nya, sementara Aidan mengangkat tubuh allura dan membawa nya ke kamar.

__ADS_1


Rasa sakit yang allura rasakan semakin hebat membuat allura tidak berhenti berteriak dan menangis.


" Ya ampun bagaimana ini ?" Tante Sarah semakin khawatir melihat kondisi allura sekarang, sementara Aidan masih mendekap allura untuk mencegah allura menarik narik rambutnya.


" Kita harus menelpon dokter, sepertinya obat nya tidak berpengaruh " ujar Aidan. Tante Sarah segera menelpon dokter yang biasa menangani allura.


Walaupun tengah malam tapi dokter itu bersedia datang. Tanpa harus menunggu lama sang dokter telah tiba dan segera memeriksa keadaan allura.


" Sebelumnya allura pernah minum obat apa ?" Tanya dokter.


" Barusan dia minum obat pereda sakit tapi kemarin kemarin saya tidak tahu dok " jawab Tante Sarah.


" Sakit kepalanya ini bisa di akibat kan dari efek samping obat penenang yang berlebihan, dilihat dari kondisi allura yang seperti sepertinya obat penenang nya mengandung narkotika."


" Apa .?" Tante Sarah mulai gemetar dan matanya mulai berkaca kaca. Begitupun dengan Zara dia sudah tahu itu pasti perbuatan ayah nya.


" Sebaiknya jangan di berikan lagi , karena takut nya malah membuat dia kecanduan. " ujar dokter lagi seraya memberi allura infusan dan obat penghilang rasa sakit yang lebih kuat.


" terus gimana supaya allura bisa kembali pulih ?" tanya Aidan


" mungkin efek nya akan perlahan hilang jika tidak di berikan lagi, kita lihat berkembangnya setelah beberapa hari " jawab dokter.


Pak dokter itu segera berpamitan setelah allura mulai tenang, sesaat setelah itu Tante Sarah langsung merasa pusing.


" Tante , Tante tidak apa apa ?" Tanya Zara mengkhawatirkan kondisi Tante Sarah yang terlihat sangat lelah.


" Sebaiknya Tante istirahat, allura biar aku dan Aidan yang urus "


" Terimakasih Zara " ujar Tante Sarah.


****


Aidan terus menemani allura yang masih terjaga, allura masih linglung dengan orang orang yang ada di sekitarnya sekarang.


Aidan membelai rambut allura sampai allura tertidur, melihat situasi nya semakin runyam, Zara rasa dia harus menceritakan yang sebenar nya terjadi kepada Aidan dan Tante Sarah.


Zara memanggil Aidan dan Tante Sarah untuk mulai menceritakan yang sebenarnya.


Tante Sarah semakin terpukul setelah mendengar penjelasan Zara sementara Aidan mencoba terlihat tegar walaupun di dalam hatinya dia merasa sangat marah.


" Maaf kan aku, harus nya aku memberitahu dulu kalian sebelum ke allura, aku sangat merasa bersalah " Zara tiba tiba berlutut di hadapan Aidan dan Tante Sarah sambil menangis .


" Sudah ini bukan salah mu, kamu tidak tahu apa apa, ayo bangun " ujar Tante Sarah


" Sekarang ayah ku akan membunuh ku juga, aku takut " ujar Zara, Tante Sarah langsung memeluknya walau sebenarnya dia pun merasa takut karena sekarang tidak ada yang bisa menjamin keselamatan mereka.


" Kita harus segera melapor kan dia, sebelum dia bertindak lebih jauh " ujar Aidan


" Sebelum kita melakukan nya, dia sudah akan membunuh kita " ujar zakira


" Kita harus melakukan nya, dia harus di hukum "


" Itu tidak akan bisa menghentikan tindakan ayah ku, dia mempunyai banyak anak buah hampir di setiap sisi kota ini "


" Sekarang kita harus gimana ? Mungkin sekarang anak buah ayah Zara sudah menyebar mencari kita " ujar Tante Sarah semakin gelisah.


Aidan mengusap rambut nya kasar, dia sudah hampir frustasi dengan yang terjadi sekarang.


Dia tidak tahu harus meminta bantuan siapa lagi karena Riko masih belum ada kabarnya juga sampai sekarang.

__ADS_1


__ADS_2