
Allura telah mengirim surat tuntutan kepada polisi yang menjadikan pak Alvin sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan seluruh keluarganya termasuk ayah nya allura yang dulu di duga meninggal akibat kecelakaan.
Tapi allura menyertakan nya sebagai kecelakaan yang di sengaja. Pak Alvin kini merasa di tantang oleh allura sekarang dia akan menunjukan dirinya yang sebenarnya.
Untuk kasus kali ini pak Alvin tidak bisa menyelesaikan nya hanya dengan uang, karena allura telah menyertakan beberapa bukti terkait yang dia dapatkan dari anak nya sendiri.
Sehingga tuntutan itu akan segera di tindak lanjuti dan pak Alvin untuk sementara akan di tahan di kantor polisi dan di larang bertemu dengan siapapun kecuali pengacara nya.
Berita itu langsung sampai kepada para petinggi dan pemegang saham di kantor nya sehingga harga saham milik perusahaan nya langsung anjlok.
Hal itu membuat seluruh karyawan dan para petinggi kebingungan atas apa yang terjadi dengan tiba tiba itu.
Untuk menunjukan bahwa dia tidak lagi takut dan lemah, allura sengaja mendatangi pak Alvin secara pribadi.
" Kau lihat aku tidak bisa kau remehkan " ujar allura dengan rasa percaya diri nya.
"Jangan senang dulu, aku hanya memberi mu kesempatan untuk merasa menang tapi hanya untuk sesaat, kau tidak tahu siapa yang kau hadapi sekarang " pak alvin tak kalah terlihat percaya diri dan tetap bersikap tenang.
" Kau akan menggunakan uang mu lagi untuk bebas dari hukum ? Sayang sekali tapi polisi yang korup itu juga sedang di tahan, jadi sekarang kau harus mendapat hukuman yang setimpal "
" Oh ya ? Jangan terlalu percaya diri kau lupa aku selalu punya rencana cadangan jadi berhati hati lah, meski aku sekarang di tahan tapi aku masih bisa melakukan sesuatu yang aku mau "
hal itu membuat Allura merasa gelisah tapi dia berusaha tidak menunjukan nya di hadapan pak Alvin.
" Baiklah, kita lihat siapa yang menang pada akhirnya " tukas allura lalu dia berlalu pergi seraya melemparkan senyum smirk kepada pak Alvin.
Namun setelah keluar dari ruangan itu, allura langsung merasa kaki nya lemas dan sesak nafas.
" Aku masih belum bisa bernafas lega sekarang " benak nya.
****
Sementara kondisi Richard sudah membaik dan telah mendapatkan kesadarannya.
" Aku dimana ?" Richard melihat kesekeliling nya hanya ada tante Sarah dan Zara di sana.
" Kau sudah baikan ?" Tante Sarah menghampiri Richard dengan tatapan datar, dia merasa respect nya hilang setelah mengetahui yang sebenarnya.
" Kenapa aku disini ?"
" Tenanglah uncle, allura sudah mempertaruhkan nyawa nya hanya untuk membawa mu keluar dari tempat itu " ujar Zara.
" Allura ? Dimana dia sekarang ?"
" Dia sedang di kantor polisi, ayah ku sudah di tahan dan sekarang kamu harus jadi saksi untuk membuat ayah ku di hukum "
" Apa ? Kau tahu perbuatan ayah mu ?"
" Iyah, dan kau juga " suara Zara berubah menjadi terdengar lirih.
Richard memejamkan mata nya mengisyaratkan rasa penyesalan didirinya dan juga rasa bersalah yang besar atas apa yang telah dia lakukan kepada seluruh keluarganya.
" Maaf kan uncle, semua di luar kendali uncle Zara " Zara menatap nya dengan tatapan yang bergetar dengan mata yang memerah.
" Sekarang kau uncle Richard yang baik kan ?"
__ADS_1
" Kamu juga mengetahui nya ?"
" Allura sudah menjelaskan semua nya termasuk ayah nya Zara yang juga punya kelainan kepribadian " ucap Tante Sarah.
Lalu allura datang bersama Aidan dan juga Riko
" Kau harus membantu ku " allura segera menghampiri Richard setelah melihat nya sudah siuman.
" Kau sangat berani allura ,"
" Aku harus melakukan nya, walau sebenarnya aku takut ," ucap allura Richard melihat nya nanar.
" Apa yang bisa aku bantu ?"
" Kau harus jadi saksi, tolong ceritakan semua nya dengan jujur di persidangan nanti, semua yang dia lakukan kepadamu juga, mungkin kau juga bisa kena hukuman tapi setidak nya hukuman mu bisa ringan kalau kau bicara jujur ," ujar allura.
" Baiklah, akan aku lakukan aku juga pantas untuk di hukum ," tanpa banyak berpikir Richard langsung menyetujuinya.
****
Seminggu kemudian persidangan pertama akan di mulai, tak tanggung tanggung Richard datang sebagai saksi pertama.
Richard menuturkan semua yang di lakukan Abang nya kepada dirinya sejak dia masih kecil hingga sekarang bahkan saat dia memanipulasi ingatan dirinya yang lain.
Setelah beberapa sesi di laksanakan, beberapa saksi dan juga bukti di hadirkan di persidangan semuanya membuat pak Alvin tidak bisa mengelak.
Tak ada kejahatan yang sempurna memang, seorang psikopat yang gemar menyimpan hasil kejahatan nya sebagai kesenangan nya justru menjadi senjata makan tuan untuk nya.
Sebelum para ajudan nya memusnah kan semua bukti kejahatan nya, Zara lebih dulu mengambil video dan beberapa foto dari dokumentasi kejahatan ayah nya.
Setelah hasil sidang keluar bahwa pak Alvin dinyatakan sebagai tersangka, perusahaan langsung mencopot jabatan nya sebagai CEO.
" Kurang ajar, kalian semua akan aku bunuh " benak pak Alvin saat dia melihat rombongan allura di persidangan.
****
Allura dan juga yang lain bisa sedikit lega karena semua tuntutan mereka di Kabul kan oleh pengadilan.
Namun allura merasakan ada yang janggal, hatinya merasa tidak tenang tiba tiba.
" Kenapa ?" Tanya Aidan melihat allura terlihat melamun.
" Ng - nggak" jawab allura.
" Ayo kita pulang " Aidan menggenggam tangan allura untuk segera pergi dari ruang persidangan.
Richard masih belum bisa menjalani proses hukum karena kondisinya yang masih sakit dan juga masih dalam proses penyidikan.
****
Dalam perjalanan pulang Richard mendapat kan kabar bahwa ayah nya telah meninggal dunia. Semua orang langsung pergi ke rumah kakek allura kecuali Aidan dan Riko.
Setelah sampai keempat orang itu langsung bergegas menuju ke kamar sang kakek, namun hal mencurigakan sudah terasa saat mereka baru Sampai di ruang depan.
Rumah nampak sepi dan seperti tidak ada apa apa, padahal yang meninggal adalah orang paling penting dari sebuah perusahaan besar.
__ADS_1
Setelah mereka masuk ke kamar mereka di kejutkan dengan keberadaan pak Alvin yang sudah bersiap menyambut kehadiran mereka dengan sebuah pistol di tangan nya.
" Welcoming" ujar pak Alvin seraya duduk di sebuah kursi dengan senyuman smirk nya.
" Apa yang kau lakukan disini ?" Tanya Richard
" Aku bosan di penjara jadi sekarang aku mau bermain dulu sebentar " pak Alvin mengelus pistol yang di genggamnya membuat semua orang merasa ngeri.
" Zara ... " Pak Alvin memanggil nama Zara dengan lembut tapi terdengar sangat menakutkan bagi Zara.
Dia sudah gemetaran dan keringan dingin yang sudah membasahi seluruh wajah nya. Allura dan Tante Sarah menggenggam nya supaya dia tidak terlalu takut.
" Sini nak, kau tidak rindu sama ayah mu " ujar pak Alvin lagi malah membuat Zara menangis sesenggukan saking takut nya.
" Kau benar benar orang yang tidak punya malu !" Ucap allura lantang.
" Bukan tak punya malu, tapi tak terkalah kan ! Bawa mereka semua kesini !"
Mereka berempat di paksa untuk berlutut di hadapan pak Alvin. Pak Alvin berjalan mengelilingi mereka untuk mengintimidasi mereka dengan senjata yang dia acungkan ke masing masing mereka.
" Kenapa kau lakukan ini ?" Ucap Richard
" Karena aku menyukai nya " jawab pak Alvin datar.
" Lihat wajah ketakutan ini " pak Alvin menatap satu persatu wajah dari mereka berempat lalu dia tertawa lepas.
" Kalian ... Dasar cecunguk!" Tiba tiba raut wajah nya berubah menjadi dingin.
" Sebenarnya apa yang kau inginkan dari kita ?" Tanya allura mencoba tenang.
" Aku ingin kalian semua mati " ucap pak Alvin seraya mengokang senjata api yang di genggamnya.
Zara dan Tante Sarah semakin panik, sementara Richard mencoba membujuk pak Alvin supaya dia tidak melukai siapapun.
Tetapi jiwa psikopat nya tidak bisa di bujuk, dia tidak menggubrisnya dia malah mengarah kan pistol itu ke arah Zara, anak nya sendiri.
" Kau anak bego ! Kau telah mengacau kan semua nya, sekarang kau harus menerima akibat nya " Zara tidak mau meminta maaf tapi juga tidak mau meninggal, akhirnya dia hanya bisa menangis histeris.
Sebelum pak Alvin melakukan aksi nya Richard langsung mendorongnya hingga pak Alvin terjatuh, dan dia benar benar menarik pelatuk nya untung tembakan nya meleset.
Richard langsung menyuruh semua orang untuk lari sementara dia menahan pak Alvin supaya tidak menembak lagi.
Namun sayang mereka masih tidak bisa pergi kemana mana karena para pengawal pak Alvin sigap menahan mereka.
Tapi dengan berani Tante Sarah mengambil sebuah guci dan memukul kan nya ke pengawal itu hingga Zara dan allura bisa lepas.
" Cepat pergi !!" Teriak Tante Sarah, allura tidak tega meninggal kan nya tapi Tante Sarah memintanya untuk tidak memikirkan keadaan nya.
" Panggil bantuan !!" Teriak Tante Sarah sebelum dia kena tamparan oleh pengawal yang dia hantam pake guci tadi.
Zara dan allura segera pergi namun pengawal yang lain telah berdatangan, allura dan Zara harus mencari tempat untuk bersembunyi.
Mereka pun masuk ke dalam kamar milik pak Alvin sewaktu kecil, dengan perasaan tegang dan takut mereka mengunci dan menahan pintu supaya para pengawal tidak bisa masuk.
" Bantu aku !" Suruh allura kepada Zara untuk membantunya mendorong sebuah rak kecil dan kursi untuk menahan pintu sebelum orang orang itu mendobraknya.
__ADS_1
Usaha nya berhasil menahan mereka tetapi sekarang Zara dan allura harus mencari bantuan sebelum mereka berhasil mendobrak pintu.