
Malam sudah larut, namun Aidan masih terjaga, dia masih memikirkan perkataan Tante Sarah tadi siang, Sambil melihat video video allura sebelum hari naas itu terjadi, video itu yang dikirim kan ayah allura yang berharap allura bisa kembali ceria seperti yang terlihat di rekaman itu. Aidan memutar satu persatu dari rekaman video itu, terlihat allura sangat cerita di semua video itu sampai tanpa sadar Aidan pun ikut tersenyum melihat nya.
" Dia memang sangat cantik dan manis saat tersenyum seperti itu " ucap Aidan menghentikan putaran video saat menampilkan wajah allura yang terekam jelas dan menzoom nya Aidan terus memandanginya " kenapa hal buruk seperti itu harus menimpa kamu ? " tanya nya pada diri sendiri.
***
Allura terbangun pada saat tengah malam, karena sejak tadi sore dia tertidur dan baru bangun sekarang . Dia memandang keluar jendela, suasananya sangat tenang membuat allura berani untu keluar rumah, mendengar seseorang pergi keluar pak Kevin pun terbangun dan memeriksa nya, terlihat pintu depan terbuka pak Kevin mulai khawatir namun saat dia melihat dari jendela ada allura di luar di pun lega, pak Kevin pun mengikuti allura yang sedang berkeliling di halaman . Pak kevin sudah mengetahui apa yang terjadi kepada allura tadi siang, dia sempat memeriksa keadaan allura namun dia enggan membahasnya lagi.
Kebetulan cuacanya cerah, terlihat bulan dan bintang menghiasi langit malam itu, tanpa di sadari allura pak Kevin memperhatikan allura yang sedang asyik menatap langit yang memang sangat indah dan menenangkan itu
" Bulan nya sangat terang yah ?" Tanya pak Kevin membuat allura terkejut
" Ayah belum tidur ?"
" Ayah tadi terbangun, tapi sekarang ayah tidak mengantuk ayah mau melihat pemandangan langit yang sangat cantik itu ! "
" Iyah, bintang nya sangat banyak "
" Kamu menyukainya ? " Allura mengangguk, mereka berdua duduk berdampingan sambil menikmati suasana malam yang tenang
" Ayah ? "
"Hemm !"
Ayah benci aku ? "
" Apa ? Kenapa kamu bertanya seperti itu ? " Pak Kevin tercengang mendengar pertanyaan allura
" Maaf kan aku ayah, sekarang aku jadi seperti ini aku membuat malu ayah dan selalu membuat sedih ayah " lanjut allura sambil tertunduk
" Tidak allura , jangan berpikir seperti itu, ayah masih sayang sama allura dan akan tetap seperti itu selamanya, dalam keadaan seperti apapun ayah akan selalu mencintai kamu, kamu segala nya bagi ayah sayang " ucap pak Kevin sambil membelai wajah allura
" Sini ayah Peluk sayang " pak Kevin merangkul lalu memeluk allura
" ya ampun anak gadis ayah udah dewasa sekarang, sehat terus yah cantik nya ayah, kamu akan selalu jadi gadis kecil ayah " pak Kevin terus memuji allura lalu mengecup kening allura, terlihat bahwa begitu besar kasih sayang pak Kevin kepada allura.
***
Malam yang indah telah berganti dengan pagi yang cerah, keadaan allura sudah membaik , tapi luka di kaki nya masih mengeluarkan darah karena allura terus berjalan kesana kemari, tapi dia tidak merasa kesakitan sedikitpun justru sensasi sakit membuat allura merasa tenang. Saat sarapan Tante Sarah mencoba menyampaikan sesuatu
__ADS_1
" Allura kata Aidan sesi konseling kamu di ubah jadi setiap hari "
" Kenapa ? Karena kejadian kemarin ?" Jawab nya datar
" Kamu tidak membenci Aidan ?" Tanya Tante Sarah hati hati
" Haruskah ?"
" Ng..nggak juga, itu hal yang bagus ya kan ayah " Tante Sarah melirik pak Kevin dengan ekspresi senang karena perubahan sikap allura yang bisa lebih tenang, kemarin malam Aidan memang mengusulkan dan meminta izin agar kegiatan konseling allura di lakukan setiap hari agar progres nya bisa terawasi, lagi pula untuk saat ini Aidan hanya memiliki satu pasien saja sehingga Aidan bisa konsentrasi dengan allura
Aidan sudah datang saja, kali ini Aidan tidak menyusun rencana dia hanya mau mengobrol santai dengan allura, dia mengakui kemarin itu kesalahan nya dia terlalu terburu buru dan memaksakan allura, jadi sekarang dia hanya akan melakukan nya pelan pelan saja biarlah semuanya mengalir saja.
" Ini untuk kamu " Aidan memberikan sebuah hadiah, allura mengambil tanpa berkata apapun dan segera membukanya , allura heran dengan isinya sambil menoleh ke Aidan
" kamu akan cocok memakai jepit rambut itu, sini aku bantu ! " Aidan mengambil jepitan hadiah darinya itu dan memasangkan nya di rambut allura
" seperti dugaan ku, kamu tambah manis " ucap nya sambil tersenyum, allura lagi lagi tak bereaksi apapun dia hanya terus memandang ke wajah Aidan
" Kenapa? Kamu mau mengatakan sesuatu ? " Tanya Aidan masih tersenyum dia kira allura Mau bicara, tapi allura malah menggelengkan kepalanya membuat Aidan sedikit kecewa, tapi seakan terbawa suasana Aidan membalas tatapan allura, jadilah mereka saling menatap, suasana nya malah menjadi romantis.
Setelah sekian jam mereka bersama allura tidak berkata apapun, dia masih sibuk dengan kegiatan membacanya
" Kamu selalu membaca buku, kamu tidak penasaran dengan apa yang ada di luar sana ? " Allura tidak merespon, " kamu akan terus seperti itu ?" Karena allura tidak mempedulikan Aidan dan terus fokus membaca Aidan pun menarik terus menutup buku yang di pegang allura,
" kamu harus melihat orang yang sedang bicara sama kamu, itu adalah attitude yang selalu di ajarkan di sekolah ataupun di rumah ya kan ? " allura pun menatap sinis Aidan dan mencoba merebut kembali buku nya, namun Aidan dengan cepat mengambil buku itu dan menjauhkan nya dari jangkauan allura
" apa kau sedang marah pada ku ?" Allura menggelengkan kepala nya lagi membuat Aidan mulai kesal
" berhentilah menggelengkan kepala dan jawab dengan perkataan iya atau tidak "
" Kau tidak sopan " sekalinya bicara, ucapan allura langsung menyinggung Aidan
" Bukan tidak sopan, tapi..." Aidan langsung terpikirkan sesuatu " aku memang tidak sopan karena sekarang aku bukan psikolog kamu, sekarang aku akan jadi teman kamu !" Ucapan Aidan membuat allura mengerutkan keningnya
" Kau tau teman itu harus saling percaya ya kan ?" ujar Aidan sambil tersenyum
" Aku tidak butuh teman !" Balas allura sambil mengambil buku baru dari rak di belakang nya, tapi Aidan merebut dan menaruh nya lagi di rak, lalu Aidan menarik allura ke depan jendela
" Apa yang kamu lakukan !!" Protes allura
__ADS_1
" Lihat orang orang itu " Aidan berdiri di belakang allura sambil memegang pundak allura lalu dia menunjuk beberapa orang yang sedang beraktivitas di luar sana
" apa kamu takut juga saat melihat mereka dari kejauhan ?" Allura mencoba memalingkan pandangan nya
" kamu takut juga bahkan saat mereka terlihat kecil ? Kenapa kamu takut ? "
" Ak...aku " suara allura bergetar " aku hanya takut ! " Allura memejamkan matanya
" Mereka tidak akan menyerang atau menyakitimu ! Percaya sama aku !"
" Benarkah ? Tapi kenapa saat aku berada di dalam rumah yang penuh dengan penjagaan hal seperti itu bisa terjadi ? Haruskah aku percaya kepada mereka atau bahkan kamu ? " pungkas allura dengan mata nya yang memerah dan berkaca kaca, Aidan pun terdiam
mendengar jawaban allura, Aidan jadi tau jika ketakutan allura selama ini adalah bentuk pertahanan dan kewaspadaan dirinya, namun karena depresi berat otak allura menjadi overthinking dan menganggap bahwa semua orang adalah orang jahat sehingga menciptakan ketakutan yang berlebihan pada dirinya sendiri
" aku bahkan takut saat mereka menatapku " allura mulai terisak,
" jadi Itu yang kamu pikirkan selama ini ?" Allura mengangguk
" dengar allura tidak semua orang jahat ok, kamu dengar kan aku yah, apa yang kamu lakukan sudah benar, kamu hanya waspada itu wajar sekali, tapi semua yang kamu pikirkan tidak semuanya benar, coba lihat mereka anak anak kecil yang polos mereka tidak akan berbuat jahat kepada mu !"
" Kamu bicara seperti itu karena kamu tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan !" Ujar allura
" Aku memang tidak pernah merasakan nya tapi aku tahu rasanya, semua pasien ku rata rata merasakan hal yang sama dengan kamu, tapi mereka bisa sembuh dan kembali hidup normal, kamu tahu apa yang mereka lakukan ?" Allura menyimak dengan seksama perkataan Aidan
" Mereka melawan nya allura ! rasa takut itu harus di hadapi bukan di hindari ! Pungkas aidan, mereka berdua pun terdiam sembari saling menatap serius
" Aku belum siap untuk itu !" Ucap allura
" Kamu bukan belum siap, kamu hanya tidak mau bersiap !" Aidan terus mencoba meyakinkan allura bahwa dia bisa menghadapi semua ketakutannya,
" Kenapa kamu melakukan nya kepadaku ?"
" Melakukan apa ?"
" Kenapa kau terus meyakinkan ku bahwa aku bisa melalui semua ini ?"
" Karena memang kamu bisa !"
" Aku hanya akan melakukan nya jika aku mau, untuk sekarang aku tidak mau melakukan apapun ! Jadi pergilah dan jangan datang lagi !!" Allura pergi dari hadapan Aidan setelah dia mengusir Aidan. Tapi Aidan malah merasa semakin ingin membuat allura sembuh, apa karena dia mulai tertarik pada allura ?
__ADS_1