
Hari ini Aidan bersiap untuk pergi ku pusat kebugaran, namun kali ini Aidan mau mengajak seseorang
" Hah apa ? Ke gym ?" Allura heran tiba tiba Aidan datang ke rumah nya dan mengajak dia untuk ikut olahraga
" Ini bagus untuk memulihkan stamina dan melatih otak kamu supaya selalu berpikiran positif" dalih Aidan
" Gak mau ah, pasti melelahkan ! " allura merebahkan badan di atas sopa
" Hei jangan seperti ini terus, nanti mood kamu jadi kacau lagi, ayo ayah kamu juga setuju kalau kamu harus banyak berolahraga" Aidan menarik tangan allura agar dia bangun, allura pun pasrah.
Aidan dan allura sampai di lokasi kebugaran tempat biasanya Aidan berolahraga, mereka sudah siap dengan setelan olahraga nya, Aidan memakai bokser di atas lutut dan singlet saja membuat otot tangan,dada dan punggung nya terlihat jelas.
sementara allura mengenakan legging olahraga dan sport bra warna hitam, membuat allura terlihat **** di tambah rambut yang di ikat ekor kuda membuat pundak indah allura terexpose membuatnya agak kurang nyaman, tentu saja allura sudah dewasa sekarang allura mempunyai body yang di impikan semua wanita kebanyakan.
" Ayo kita pemanasan dulu " ucap Aidan
" Aku malu !" allura celingukan melihat kesemua arah dan orang orang yang ada di sana
" Ayo gak usah malu, gak banyak orang ini !" Aidan memegang kedua pundak allura dari belakang lalu mendorong nya pelan
" nah disini, kita mulai pemanasan kamu ikutin aku tah " Aidan mengajarkan beberapa gerakan pemanasan ke allura
" Krekkk krekkk" terdengar suara tulang tulang allura berbunyi di setiap gerakan yang dia lakukan
" nah ini orang yang jarang olahraga jadi badan dan tulang tulang nya kaku " ucap Aidan sambil bertolak pinggang, allura hanya bisa memalingkan mukanya dengan kesal karena yang di ucapkan Aidan benar.
Allura di suruh berdiri di atas treadmill oleh Aidan, untuk melenturkan otot katanya, baru beberapa menit allura sudah kelelahan dan meminta istirahat, membuat Aidan tertawa.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka selesai, keringat keduanya mengucur deras membasahi pakaian mereka
" Bagaimana ?" Tanya Aidan sambil cengengesan
" Bagaimana apanya, aku lelah sekali dan kakiku mati rasa " keluh allura
" Ya itu karena kamu tidak pernah olahraga " ledek Aidan, allura yang masih ngos-ngosan menatap kesal ke Aidan
__ADS_1
" ayo kita pulang ! " Aidan beranjak dari tempat duduk nya
" Hei..bantu aku, aku tidak bisa jalan ! " allura menjulurkan tangan nya, tapi Aidan malah kabur sambil tertawa membuat allura makin kesal
" Kurang ajar !" Umpatnya
Merekapun berganti pakaian di ruang ganti masing masing, terlihat banyak orang yang juga sedang berganti pakaian di ruang ganti perempuan, allura agak was was tapi allura mencoba memberanikan diri,
sebelum masuk dia menarik nafas panjang lalu Allura masuk, awal nya allura berjalan perlahan karena merasa canggung berada satu ruangan dengan orang orang asing ini,
tapi tak seburuk yang allura pikirkan allura tak merasakan ketakutan atau kepanikan didirinya sekarang, bahkan saat orang orang yang berpapasan dengan allura selalu tersenyum padanya membuat allura percaya diri.
Aidan telah berganti pakaian dengan celana training dan kaos hitam, dia sedang berdiri di depan pintu ruang ganti wanita untuk menunggu allura, tak lama allura keluar dengan kaos crop top dan celana training longgar berwarna abu abu nya.
" Sudah selesai !" Tanya Aidan, allura mengangguk dengan ekspresi datar nya
" Kita ke cafe dulu yuk, kamu pasti lapar sekalian makan siang " ajak Aidan, allura tadinya mau menolak karena masih kesal, tapi allura berpikir lagi boleh juga setelah menghabiskan banyak energi saat olahraga tadi sekarang dia butuh asupan energi lagi.
Sambil menunggu pesanan datang, allura merasa gabut, dia duduk sambil menyilang kan tangan dan kakinya, kakinya terus di goyangkan nya sambil memandang ke luar cafe, tanpa allura sadari sedari tadi Aidan terus memandanginya
" Kamu tidak membaca profil ku ?" Jawab allura datar
" Aku ragu kalau kamu masih 20 tahun " ucap Aidan sambil menyilang kan tangan nya, allura pun menoleh ke arah Aidan
" Emang kenapa ?"
" Kamu terlihat lebih dewasa !"
" Maksud mu ?"
" Umur kita beda 8 tahun, tapi orang orang di gym tadi menyangka kamu adalah pacarku karena kita terlihat seumuran, kata mereka !" Ujar Aidan dengan nada meledek allura,mendengar itu allura tersenyum smirk
" Itu bukan karena aku terlihat lebih dewasa, tapi karena muka kamu terlihat seperti anak laki laki yang baru puber " allura balas meledek Aidan
" Kasar sekali !" Aidan langsung kena mental
__ADS_1
" kau tau orang orang bilang aku ini pria yang maskulin dan keren " Aidan masih tak mau kalah
" Benarkah " melihat reaksi Aidan yang mulai kesal, allura jadi ingin membuat nya makin kesal, Aidan mencondongkan badan nya ke atas meja di depan nya
" Kamu meremehkan ku ! Aku ini adalah tipe pria idaman semua wanita " ucap Aidan dengan PD nya
" Wanita mana ? Apa kamu punya pacar sekarang? " Tanya allura memojokkan Aidan
" Euh itu....kita sudah putus " Aidan gelagapan menjawab pertanyaan allura
" Kenapa ? Dia menolak tidur dengan mu ?" Ucap allura sarkas
" Hei aku bukan pria seperti itu " Aidan langsung menyanggah nya " aku selalu menjaga kehormatan semua wanita yang dekat dengan ku "
" Benarkah ? Tapi...kau bukan kaum pelangi kan ? " Dengan wajah mengintimidasi Allura lagi lagi membuat pertanyaan yang membuat Aidan kesal
" Kenapa kau ini ? Apa kau kesal pada ku hah ?
perdebatan itu pun terlerai karena pramusaji datang mengantarkan pesanan mereka.
Setelah selesai makan, mereka pun pulang menggunakan motor sportnya Aidan, Aidan masih kesal dengan allura yang menuduh nya sebagai gay.
tapi Aidan masih mau membantu memakaikan helm ke kepala allura dengan raut muka cemberut, allura yang melihat nya seperti itu malah senyam senyum
" kau marah ?" Tanya allura sembari menggodanya, Aidan tidak menjawab dia malah langsung menyalakan motornya, allura sengaja tidak naik karena dia masih mau menggoda Aidan yang sedang ngambek itu
" ayo naik !" Suruh Aidan jutek
" Ya ampun kamu lucu sekali saat ngambek kaya gitu ! jangan sering ngambek yah nanti aku suka !" Celetuk allura sambil naik ke atas motor, mendengar allura mengatakan hal manis seperti itu Aidan langsung luluh dia mau tersenyum namun dia tahan karena jaim, tapi hatinya senang.
Sebelum menancap gas, Aidan mau modus dulu sama allura, dia menyuruh allura untuk berpegangan ke pinggang nya
" begini ?" Tanya allura sambil memegang baju Aidan " bukan begitu, begini " Aidan melingkarkan kedua tangan allura di pinggang nya, allura hanya tersenyum menyadari kemodusan Aidan itu.
Tanpa allura sadari kehadiran Aidan membawa perubahan besar di hidup nya, selain menyembuhkan trauma dan depresinya Aidan juga perlahan membawa kebahagiaan baru di hidupnya allura.
__ADS_1
Begitupun dengan Aidan sejak awal bertemu sampai sekarang dia selalu berusaha membuat allura tersenyum yang justru membuat nya tidak bisa jauh dari allura, tanpa mereka sadari perasaan cinta hadir di antara mereka berdua seiring dengan waktu yang sering mereka habiskan bersama akhir akhir ini.