Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
hal paling sulit adalah memulai


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul 10 malam, namun allura masih terjaga, karena dia belum merasakan kantuk, allura pun memutuskan untuk pergi keluar rumah untuk melihat bintang lagi, saat keluar kamar dia tidak melihat kesekeliling jadi dia tidak tahu jika Aidan sedang berada di ruang tamu, saat allura keluar Aidan melihatnya namun tidak mau menegurnya, dia mau tahu apa yang akan di lakukan allura malam malam seperti ini di luar rumah.


Aidan terus mengawasi allura dari balik jendela, terlihat allura sesekali tersenyum memandangi langit malam yang cerah, tak sadar dia pun ikut tersenyum, lalu Allura berjalan menyusuri halaman rumah nya yang tidak terlalu luas lalu dia mengintip dari balik gerbang suasana di luar sana, nampak sepi tapi allura tidak berani keluar karena takut tiba tiba ada orang yang menyerang nya. Aidan yang sedari tadi masih terus memantau allura, memutuskan untuk menghampirinya, dia sekarang tahu sebenarnya allura ingin kembali bersosialisasi namun dia hanya tidak berani memulainya


" Apa yang kamu lakukan malam malam begini ?" Tanya Aidan membuat allura menjerit karena kaget


" Aaaaaah !!! " Saking kaget nya allura hampir kehilangan keseimbangan nya, lalu Aidan dengan sigap menahan badannya


" Maaf kan aku, aku mengagetkan mu !" Ujar nya menyesal, allura masih mengatur nafas nya dan memegangi dadanya,


" Kenapa kau di sini !!" Bentak allura


" Euh aku..aku hanya di suruh ayah mu !"


" Kau menyebalkan !" Pungkas allura lalu dia pergi menuju ke dalam rumah, tapi Aidan menahan nya


" Kamu mau jalan jalan keluar ?"


" Kau gila, aku bilang aku gak mau !!" Tolak allura kasar


" Ini malam hari, lihat jalanan nya sepi !" Bujuk Aidan, allura terdiam seperti sedang mempertimbangkan sesuatu, lalu dia melihat sekitarnya


" Gimana kalau ada orang yang mengintai kita, lalu tiba tiba dia menyerang !" Ucap allura dengan nada ketakutan


" Kan ada aku, aku akan melindungi mu ! Aku janji ! " Ucap Aidan mencoba meyakinkan allura, allura menatapnya dengan serius


" Kamu tidak percaya ? Ayo kita coba, supaya kamu bisa yakin, dijalankan sana tidak ada orang kok, kamu mau coba ?" Aidan masih terus meyakinkan allura ,


Allura masih terdiam


" Ayo coba dulu, nanti kalau kamu takut kamu tinggal sembunyi di belakang punggung ku, aku akan melindungi kamu !"

__ADS_1


Allura mulai luluh dan percaya kepada Aidan, Aidan pun menggenggam tangan allura dan menuntunnya menuju luar pagar


" Aidan aku gemetar ini !" ucap allura ketakutan, Aidan melihat ke arah nya, wajah allura terlihat pucat dan tangannya mulai dingin, Aidan pun berinisiatif untuk merangkul pundak allura biar allura lebih rileks, dan ternyata itu berhasil allura tidak gemetaran lagi dan dia berhasil keluar rumah tanpa ada drama atau kehuru haraan.


" Tuh kan gak apa apa, kamu bisa allura ! ayo kita jalan lebih jauh lagi !" ucap Aidan senang dengan kemajuan allura


" Apa tidak apa apa ?" Allura masih takut tapi tubuh dan pikirannya sudah mulai rileks


" Enggak ! kita akan terus berjalan seperti ini untuk sementara !" saran Aidan dengan masih dalam posisi merangkul allura, tiba tiba ada sepeda motor datang dari belokan di depan membuat allura kaget, dia langsung bersembunyi di belakang punggung Aidan dan mulai berkeringat dingin namun refleks Aidan memeluk allura


" saat kamu takut pejamkan mata kamu dan tarik nafas dalam dalam lalu keluarkan perlahan " ucap Aidan, allura pun menurutinya


" gadis pintar, saat kamu bertemu seseorang nanti kamu lakukan itu lagi yah, kalau kamu masih kaget seperti tadi kamu bisa menundukkan kepala mu dan aku akan memeluk mu ! " mendengar perkataan itu entah kenapa allura jadi merasa senang dan di peluk Aidan membuat perasaan panik allura cepat tenang.


" Kamu mau lanjut ?" Tanya Aidan, allura pun mengangguk pelan


" siap, inget yah kata kata ku tadi " allura mengangguk lagi, tak terasa allura telah berjalan cukup jauh dari rumah nya, bahkan dia sudah bisa mengontrol ketakutan dan kepanikannya saat bertemu orang asing mengikuti instruksi Aidan tadi, dan itu cukup efektif baginya, sesekali jantung dan badan nya bergetar namun Aidan selalu bisa menenangkan nya. Saat ini allura dan Aidan berhenti untuk istirahat di sebuah taman, Aidan pun melepas rangkulannya, lalu Aidan berdiri di hadapan allura


" kau tidak apa apa ?" Tanya Aidan khawatir melihat allura tak bergerak, allura hanya menggelengkan kepala


" Aku senang sekarang kamu bisa lebih banyak bicara !" Ujar Aidan sambil tersenyum menatap allura yang sedang menatapnya nya juga dengan matanya yang berbinar


" Sekarang bagaimana rasanya bisa menghirup udara di luar rumah lagi ?" Tanya Aidan lagi, allura melihat kesekeliling dan menarik nafas nya


" not bad " ucap nya singkat, Aidan pun tersenyum


" Hal yang paling sulit itu memang memulai, saat kamu sudah memulai kamu akan sadar bahwa ternyata itu tidak sulit " ujar Aidan lagi, allura hanya menyimak nya


" di sana ada lapangan basket, kamu mau coba bermain ?" Aidan menunjuk ke sebuah lapangan yang kebetulan bersebrangan dengan Taman


" Aku tidak bisa bermain basket !"

__ADS_1


" Aku akan ajarin kamu, ayo ! " Aidan berlari ke lapangan, allura pun pasrah mengikuti nya, pada awal nya allura hanya melihat Aidan bermain, karena Aidan memaksa dia untuk ikut bermain allura pun terpaksa mencoba nya dan malah keasyikan, sampai lupa waktu, ketika Aidan melihat jam di tangan nya dia baru sadar bahwa sekarang sudah tengah malam, dia pun mengajak allura untuk segera pulang, karena suasana semakin menyeramkan.


Sesampainya di rumah allura langsung tidur, karena sudah malam juga, Tante Sarah dari sejak allura keluar rumah dia sudah tertidur pulas, jadi dia gak tau kalau allura dan Aidan bermain keluar rumah tengah malam, karena pak Kevin masih belum pulang juga, Aidan ingin ikut istirahat di kamar tamu, sambil tiduran dia malah senyam senyum sendiri entah apa yang membuat nya begitu, yang jelas dia seperti orang yang sedang kasmaran.


***


" Aku pulang duluan " pamit pak Kevin kepada semuanya, mereka masih berkumpul padahal jam sudah menunjukan pukul 00.30


" Kau tidak menginap saja, udah malam juga " ucap pak Alvin


" Gak ah, aku khawatir di rumah allura dan Sarah cuma berdua, aku pamit yah !" pak Kevin pun pergi bersama supir pribadinya


" Siapa Sarah ? " Tanya Richard dia tidak tau kalau Kaka nya yang satu itu sudah menikah lagi


" Dia istri barunya, adik nya alm Laras " bisik pak Alvin


" Hah ? Itu sangat mengagetkan ! " ucap Richard tercengang mendengarnya " dia benar benar luar biasa "


" Ya dia memang sesuatu, aku juga mau pulang, Lena kau akan menginap ? " Ucap pak Alvin " Iyah, aku udah ngantuk banget " jawab Lenatan, pak Alvin pun pergi, tinggal Lenatan dan Richard


" Hei, selama 15 tahun ini kamu kemana ?" Tanya Lenatan ke Richard yang sedang membereskan meja


" Kenapa kau bertanya, bukan kah kalian yang membuang ku !"


" Kita tidak membuang mu! Kau tahu waktu itu pas kamu pergi ibu tidak berhenti nangis tau dan ayah selalu mengkhawatirkan mu, tapi apa yang kamu lakukan selama 2 tahun disana kabar yang kami terima hanya kabar buruk terus, membuat kita semua frustasi disini, dan setelah itu kau tidak ada kabar bahkan kau memutus komunikasi dengan kami, melihat kelakuan mu yang sudah tak tertolong itu membuat ayah muak, akhirnya dia memutuskan untuk melupakan mu ! " omel Lenatan panjang lebar


" Jadi semua ini karena salah ku sendiri ?" Richard menunduk menahan kekesalan nya


" Menurut mu ? Sudah lah aku mau tidur " Lenatan pun pergi meninggal kan Richard, Richard membuang nafas dan melanjutkan membersihkan meja yang berantakan dan banyak sampah.


Semua orang memiliki luka hati dan masalah masing masing, hanya saja ada yang bisa menghadapi nya dengan tegar dan ada yang menghadapinya dengan banyak air mata karena lemah nya hati. Namun seiring waktu semua luka bisa sembuh, semua masalah bisa teratasi, caranya tergantung diri kita masing masing.

__ADS_1


__ADS_2