
Allura terkulai lemas di lantai, seorang penjaga mengangkat nya dan membaringkan allura di atas kasur.
Tiba tiba allura menangis memikirkan nasib nya sekarang, lalu dia juga mengkhawatirkan keadaan ibunya dan juga Aidan.
Hari cepat berlalu, kini 3 hari sudah allura lewati di dalam kamar kecil mirip penjara itu. Kewarasan allura sudah hampir hilang karena dia terus di cekoki dengan narkotika dalam dosis tinggi.
Yang terus di suntikan oleh perawat yang sering mendatangi allura, sehingga membuat allura benar benar menjadi gila karena efek samping dari obat itu.
Hal itu sengaja pak Alvin lakukan sebagai rencana dalam menyiksa allura dan membuat semua orang percaya kepadanya.
Dengan begitu saham milik allura dan warisan yang di berikan kepadanya bisa dia ambil alih karena kejiwaan allura bisa menjadi alasan masuk akal untuk mengalihkan wewenang.
****
Hari ini pak Alvin sengaja mengadakan meeting untuk membahas pengambil alihan yayasan yang allura pimpin dan pak Alvin akan membeli sebagian besar saham milik allura.
" Saya telah memikirkan jalan terbaik untuk kita semua, tapi melihat kondisi allura yang semakin parah kita juga harus segera mengambil tindakan terhadap perusahaan sebelum semuanya terlambat," ujar pak Alvin dengan akting nya yang cukup meyakinkan.
Lalu pak Alvin menayangkan video allura yang tengah mengamuk dan kadang seperti orang kebingungan Membuat semua orang dalam rapat itu merasa prihatin.
" Saya harap dia kembali sembuh, tapi seperti yang anda sekalian lihat, kondisinya sekarang tidak memungkinkan dia bisa sembuh sepenuh nya ," ujar pak Alvin dengan mata yang berkaca kaca, tentu saja itu hanya lah aktingnya.
Semua orang disana mengerti apa yang terjadi sehingga mereka menyetujui usulan pak Alvin untuk mengambil alih yayasan dan pembelian saham milik allura.
Saat rapat sudah selesai, pak Alvin tertawa lepas karena rencana nya berjalan sesuai rencana.
" Dasar bodoh.!" Gumamnya
" Sekarang tidak akan ada yang bisa menghalangi ku, aku tinggal membuat anak itu bunuh diri ," ujar nya.
Sementara di rumah nya Zara yang sedang di hukum mencoba berbagai cara untuk bisa kabur. Punggung nya yang penuh dengan lebam membuat nya agak sulit bergerak.
Tapi Zara masih merasa bersyukur karena ayah nya tidak langsung membunuh nya. tapi Seperti tak ada kapok nya dia berusaha kabur untuk bisa menyelamat kan allura.
Walau pun dulu dia membencinya tapi dia masih punya hati nurani dan dia tahu bahwa perbuatan ayah nya sudah sangat keji, dia harus segera di hentikan.
Zara tahu dimana allura di kurung, dan dia akan membebaskannya, namun sekarang dia harus membebaskan dirinya sendiri.
Dia memohon kepada ibunya untuk membiarkan dia keluar dari dalam kamar nya, tapi ibunya tidak bisa menolong nya karena ibunya juga sangat takut kepada ayah nya.
Dia menyalah kan Zara karena telah melawan ayah nya, di rumah itu tidak ada yang berani menentang kehendak pak Alvin, mereka sudah tahu apa yang akan dia lakukan jika kehendak nya di tentang.
__ADS_1
****
Aidan terus mengupayakan supaya kondisinya cepat membaik karena dia harus segera mencari allura.
Sementara Tante Sarah terus menunggu dan berharap harap cemas tanpa ada kepastian, tidak hentinya dia berdoa untuk keselamat allura yang paling dia kasihi.
Sementara itu Zara ternyata telah di ampuni oleh ayah nya,
" Tindakan mu memang membuat ku marah, tapi itu cukup membantu karena kau telah mengirim anak angkuh itu kepadaku, jadi sekarang aku akan mengampuni mu, tapi satu kali lagi kau menentang ku, aku pecah kan kepalamu itu, mengerti .!" Ujar pak Alvin, Zara langsung mengangguk.
Namun dia telah punya rencana lain, dia bertekad dia harus menyelamat kan allura meski nyawa nya yang jadi taruhan nya.
Sekarang Zara akan memanfaatkan keadaan sebaik baik nya, dia tahu kalau allura di kurung di rumah sakit yang waktu itu dia datangi bersama Tante Sarah.
Tanpa membuang waktu dia segera menuju kesana secara diam diam, bahkan tanpa di ketahui oleh ibunya. Saat tiba di rumah sakit Zara dengar cermat memantau situasi di sana.
Tidak sulit mencari keberadaan ruangan tempat allura di kurung karena dari luar terlihat mencolok dengan beberapa orang pria berjaga di depan pintu.
Namun yang harus dia pikirkan bagaimana cara supaya dia bisa bertemu dengan allura dan membawa nya kabur.
Kini dia butuh bantuan, Zara pun pergi kerumah Tante Sarah, dan menceritakan semua niat nya, tentu saja Tante Sarah mendukung nya.
" Itu lah yang sedang aku pikirkan, aku takut sebelum kita berhasil membawa allura, kita sudah tertangkap, " ujar Zara.
****
Setelah Berjam jam memikirkan suatu cara akhirnya Zara dan Tante Sarah menemukan ide, tapi cukup berbahaya dan resiko ketahuan nya tinggi, tapi Zara dengan berani mau melakukan nya demi sepupunya.
Zara kembali kerumah sakit secara diam diam dan pergi ke ruang ganti perawat dan mengambil baju milik seorang perawat yang telah ganti sip.
Dengan memakai masker dan kacamata tidak ada seorang pun yang mengenalinya.
" Kau perawat baru. ?" Tanya seorang perawatan yang kebetulan masuk ke ruang ganti.
Zara sempat gugup tapi dia mencoba menenangkan diri.
" Iyah, kenapa emang .?"
" Ya ga apa apa, kalau udah selesai sana pergi. " ujar nya ketus, Zara sempat kesal tapi ini bukan waktunya dia meladeni orang itu, ada hal yang lebih penting sekarang.
Zara mencoba berbaur dengan perawat disana, tapi Zara harus cepat karena dia hanya punya kesempatan satu kali sebelum ayah nya datang ke sana dan memergokinya.
__ADS_1
Zara menguping pembicaraan perawat yang bertugas menangani allura, namun usaha nya ketahuan dia pun langsung di panggil.
" Kamu menguping." tanya si perawat ketus
" Aku hanya gak sengaja. " jawab Zara semakin gugup
" Kau perawat baru. ?" Tanya nya lagi, Zara mengangguk pelan berharap dia tidak di curigai
" Bagus lah, ikut dengan ku !" Suruh nya, Zara lega karena dia tidak di interogasi lebih lanjut.
Zara pun mengikuti nya, Dewi keberuntungan sedang berpihak padanya karena sekarang dia si suruh menjadi asisten perawat tadi yang kebetulan perawat yang bertugas untuk menjaga allura, Zara di beri tugas untuk membantu nya mengurus allura.
" Terima kasih Tuhan, kau telah memudahkan jalan ku, " benak Zara .
saat Zara masuk dia langsung tertegun melihat keadaan allura yang berubah drastis dari terakhir mereka bertemu.
Zara tidak bisa menahan haru, hingga tidak sadar dia meneteskan air mata
" Hei apa yang kau lakukan, dia harus ke kamar mandi " tegur si perawat melihat Zara hanya berdiri saja.
Zara segera menyadarkan dirinya, dan mencoba mengendalikan dirinya, namun yang semakin membuat nya sedih sekarang allura terlihat linglung dan badan nya sangat lemah hingga dia harus di bantu dengan kursi roda.
Ini benar benar hari keberuntungan mereka berdua karena tidak perlu usaha lebih keras Zara sudah bisa membawa allura keluar .
" Allura, ini aku Zara aku akan menyelamatkan mu, " bisik Zara, tapi allura tidak meresponnya, dia hanya memandang kosong ke depan.
" Apa yang terjadi dengan mu .? " Tanya Zara lirih.
" Aku akan membawa mu pergi dari tempat mengerikan ini, aku akan membantu mu allura," bisik Zara seraya terus mendorong kursi roda allura.
Saat di dalam toilet Zara memanfaat kan waktu untuk menghubungi Tante Sarah untuk segera datang ke tempat titik pertemuan mereka.
Setelah beberapa saat berada di dalam toilet, Zara membawa allura ke luar sambil memantau situasi dan kondisi di sekitarnya, terlebih dia harus bisa menghindari cctv menangkap gambar wajah nya.
Di rasa situasi aman, Zara bergegas membawa allura ke luar dimana Tante Sarah sudah menunggu mereka.
" Ya ampun allura apa yang terjadi, " ucap Tante Sarah sangat tercengang melihat kondisi allura .
" Tante nanti saja terharu nya, kita harus segera pergi, " ujar Zara.
Mereka pun segera memasukan allura ke dalam mobil , dan langsung bergegas pergi.
__ADS_1