Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
aku tidak akan gentar


__ADS_3

Aidan terus menyusuri jalan kecil itu dan semakin masuk ke dalam hutan. Hingga dia menemukan sebuah bangunan seperti gudang.


" Apa mungkin dia disana .?" Benak Aidan. Aidan memberanikan diri untuk pergi mendekati bangunan itu, bangunan itu tampak terawat berarti ada pemilik nya.


Tapi saat Aidan mengintip dari sebuah jendela kecil nampak sangat gelap di dalam dan semakin membuat Aidan penasaran.


Setelah menemukan jalan masuk Aidan masuk perlahan dan hati hati, menggunakan handphone sebagai alat penerangan Aidan tidak menemukan apapun di dalam sana, hanya ruangan besar yang kosong.


" Tempat apa ini .?" Aidan mencoba memeriksa ke sekeliling ruangan itu, tidak ada apapun benar benar hanya ruangan kosong.


Lalu dia berjalan ke salah satu sudut dan dia menemukan sebuah ruang bawah tanah yang nampak gelap.


Karena penasaran Aidan masuk ke dalam sana, terdapat lorong gelap cukup panjang di dalam, Aidan terus menyusuri nya hingga dia menemukan beberapa ruangan seperti penjara


Dengan hanya di cahayai oleh beberapa lampu yang cahayanya remang remang.


" Ada orang di sini ,?" Ucap Aidan pelan tapi suaranya menggema di sana.


" Tolong keluarkan aku dari sini .!" Terdengar jawaban dari sudut lorong.


" Riko ? Kau kah itu .?" Aidan berjalan mendekati asal suara itu


" Aidan ? Ya ini aku Riko, syukurlah kau menemukan tempat ini ," ujar nya merasa bersyukur karena Aidan datang untuk menolongnya.


" Gimana kau bisa berada disini .?" Ujar Aidan seraya mencari cara supaya bisa membuka kunci pintu teralis besi itu.


" Aku jelaskan nanti, sekarang kita harus bergegas sebalumnpara penjaga kembali ,"


" Memang mereka sedang pergi kemana.?"


" Entahlah, hanya saja mereka mungkin akan segera kembali ,"


Tak mau membuang waktu Aidan terus berusaha menghancurkan kunci itu, tapi gagal karena kunci terbuat dari besi tebal membuat dia kesulitan membukanya.


" Sebentar aku akan mencari sesuatu untuk menghancurkan gembok ini ." Aidan bergegas berlari ke luar berharap menemukan sesuatu yang bisa membantu nya.


Aidan berkeliling ke seluruh ruangan dan sekitar gudang hingga dia menemukan sebilah besi kecil mungkin bisa dia manfaatkan.


Aidan segera bergegas kembali menuju Riko, dan dengan sekuat tenaga dia mencungkil gembok yang lumayan besar itu dan setelah beberapa menit berusaha dia berhasil membukanya.


Riko dan Aidan segera bergegas pergi sebelum mereka berdua berpapasan dengan para penjaga.


****

__ADS_1


Sementara para wanita sedang berusaha melarikan diri, namun sayang mereka sudah di ikuti oleh beberapa mobil dan salah satunya adalah mobil milik pak Alvin.


" Bagaimana ini, mereka berhasil mengejar kita ." Zara terlihat sudah sangat ketakutan, sedang Tante Sarah mencoba menenangkan dirinya dan tetap fokus menyetir.


" Tenang Zara, kita pasti selamat kita harus melawan ayah mu ," ujar allura mencoba menenangkan Zara walaupun dia sendiri sedang tegang.


Karena jalanan sedang ramai mobil pak Alvin sulit untuk menyalip mobil milik Tante Sarah, sehingga mereka tidak punya kesempatan untuk menghadang mobil para wanita.


Lalu lintas semakin padat sehingga laju mobil Tante Sarah perlahan melambat namun dia dengan lihai bisa menyelip di antara mobil yang lain sehingga menyulitkan pak Alvin dan antek nya untuk menyergap mobil mereka.


" Apa kita sudah aman .?" Tanya Zara dengan suara bergetar.


" Semoga saja kita bisa lolos ," jawab Tante Sarah juga terdengar tegang.


" Sepertinya tidak,kita dalam masalah sekarang, " allura tiba tiba menghancurkan prasangka baik mereka berdua.


" Kita harus segera lari !" allura segera membuka sabuk pengaman nya dan menyuruh yang lain juga keluar karena antek pak Alvin sedang berjalan di antara kendaraan dan mengarah ka arah mereka.


Semua orang keluar dari dalam mobil dan bergegas lari meninggalkan mobil mereka di tengah kemacetan.


Allura, Zara dan Tante Sarah bersembunyi di antara mobil yang terkena macet, masih ada untung nya karena kemacetan itu bisa menghambat pergerakan para pengawal pak Alvin.


" Gimana sekarang .?" Tanya Zara


Zara dan Tante Sarah mencoba menolong nya dengan memukul dan berteriak sehingga menarik perhatian orang orang.


Melihat ada keributan beberapa orang menghampiri mereka antek itu pun melepaskan allura. Dirasa mempunyai kesempatan untuk lari mereka segera bergegas pergi.


" Dasar goblok.!" Umpat pak Alvin kesal karena antek nya gagal menangkap allura.


Mereka bertiga pun segera masuk ke dalam sebuah bis, mereka berbaur dengan orang orang supaya pak Alvin dan antek nya tidak bisa melakukan apapun.


Dengan nafas terengah-engah dan keringat yang mengucur mereka bertiga bisa beristirahat sejenak dan menenangkan jiwa dan raga mereka setelah aksi saling kejar tadi.


****


Aidan dan Riko bergegas meninggal kan tempat itu, Aidan memberi tahu Riko bahwa dalang di balik semua kejadian buruk yang menimpa allura adalah pak Alvin.


Riko tidak terlalu kaget karena dia sudah mencurigai nya.


" Sudah kuduga, dia sudah mencurigakan dari sejak awal aku menangani kasus ini, "


" Lalu kenapa kau tidak segera menemukan bukti .?"

__ADS_1


" Dia terlalu cerdik dan licik, dia selalu menjadikan orang lain sebagai kambing hitam atas kejahatannya, "


" Tapi bagaimana keadaan allura sekarang. ?"


" Dia baik baik saja, tapi pak Alvin akan terus mengejar nya ,"


" Kita harus segera menemuinya, sebelum pak Alvin dia akan melakukan apa saja asal kan keinginan nya terpenuhi ," ujar Riko.


Saat mereka sampai di rumah Aidan mereka terkejut karena mereka sudah tidak ada di rumah, Aidan jadi panik dia segera menghubungi Tante Sarah.


Beruntung Tante Sarah masih ingat untuk membawa ponsel nya dan dia memberi tahu posisi mereka sekarang Aidan dan Riko segera menyusul mereka.


" Kalian baik baik saja.?" Tanya Aidan sesaat setelah mereka bertemu.


" Kami baik baik saja, tapi keadaan kita semakin terpojok gimana ini.?" Jawab Tante Sarah.


" Kita bicarakan itu nanti, sekarang kalian harus mencari tempat untuk sembunyi," ucap Riko.


Riko membawa mereka semua ke sebuah rumah di pinggiran kota, terlihat kecil namun lumayan untuk tempat tinggal sementara mereka.


****


Setelah kondisi kondusif dan para wanita sudah merasa tenang, Riko mulai membahas topik pembicaraan yang tadi tertunda.


Allura berkata bahwa mereka tidak bisa terus menghindar, dia ingin pak Alvin segera di hukum maka semuanya bisa kembali seperti semula.


" Aku tidak mau mengatakan ini, tapi yang bisa menghentikan pak Alvin cuma kamu dan Zara ," ujar Riko


" Apa ? Itu sangat berbahaya.!" Protes Aidan


" Resikonya memang tinggi, makanya kita harus mengatur strategi, kita harus lebih cerdik dari dia " Riko mencoba meyakinkan semua orang.


" Allura kamu yang menjadi korban kamu bisa menuntut dia seberat-beratnya dan kamu Zara kamu tahu dimana ayah mu menyimpan semua bukti kejahatan nya jadi maaf kalau aku mengatakan ini, kita akan memanfaat kan mu " jelas Riko.


Semua orang belum ada yang berpendapat terlihat mereka masih memikirkan resiko yang akan mereka terima.


Tapi allura dengan percaya diri dan yakin mengatakan dia akan menghadapi pak Alvin secara langsung.


" Apa ! Kau mau nyawa mu terancam lagi.?" Tante Sarah langsung menyelanya.


" Aku tahu itu, tapi setidak nya aku harus menghukum dia dulu sebelum aku meninggal," ujar allura.


Aidan terlihat sudah sangat stres menghadapi kenyataan bahwa allura selalu berhadapan dengan maut.

__ADS_1


Namun dia tidak bisa melakukan apapun karena memang allura lah yang punya kartu yang bisa membuat pak Alvin jatuh.


__ADS_2