
Saat sudah tiba di rumah, Aidan masih tidak berbicara apapun, dia langsung masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian sedang allura masih berdiri di depan pintu.
Aidan keluar sambil memberikan nya baju ganti baru karena bajunya basah lagi
" Kamar mandinya dimana ?" Tanya allura pelan, Aidan hanya menunjuk tanpa bicara sepatah kata pun, Aidan pun mengeringkan rambut nya dengan handuk sambil membuat teh hangat.
Allura selesai berganti baju dengan Hoodie hangat milik Aidan, karena ukuran nya besar di badan allura celana dan tangan allura hampir tidak terlihat.
Aidan melemparkan handuk kecil ke arah allura untuk nya mengerikan rambut panjang nya.
Aidan memberikan segelas teh hangat pada nya, Aidan masih belum mau bicara membuat allura merasa canggung dan tidak nyaman.
Aidan duduk di kursi dekat jendela sambil meminum teh nya dan terus menatap allura yang masih berdiri sambil meminum teh nya.
Aidan yang pada dasar nya menghawatirkan allura karena dia menyayangi nya tidak tega terus mendiam Kanya seperti itu
" Kesini !" Aidan melambaikan tangan nya, allura langsung menurutinya dia berjalan perlahan
" Kenapa ?" Tanya allura masih canggung, Aidan menarik tangan allura pelan lalu Aidan mengambil handuk yang tergantung di pundak allura, Aidan pun membantu mengeringkan rambut allura.
Aidan yang duduk di bangku yang tidak terlalu tinggi membuat nya jadi sepantaran dengan tinggi allura.
Otomatis wajah mereka saling berhadapan dengan dekat nya, allura masih tidak berani menatap wajah Aidan yang kini sedang fokus mengeringkan rambut nya,
Aidan yang menyadari kalau allura sedang merasa canggung langsung berhenti mengeringkan rambut allura, Aidan menatap hangat allura
" Lihat aku !" Allura pun menatap nya, beberapa saat mereka saling terdiam membuat suasana berubah menjadi syahdu saat kedua mata mereka saling bertatapan.
Allura bisa mengerti dari sorot mata Aidan bahwa dia menyimpan banyak kekhawatiran, Aidan melihat dari sorot mata nya allura kalau dia menyimpan kepura puraan, allura berpura pura kuat dan tegar padahal jauh di dalam lubuk hatinya dia takut dan rapuh.
" Aku mohon, berhenti membuat ku khawatir dan menyiksaku dengan rasa rindu " ucap Aidan pelan
dia pun memeluk allura, pelukan hangat Aidan membuat perasaan allura menjadi lebih baik, allura pun membalas pelukan nya.
Tak terasa air mata aidan menetes perlahan, allura yang merasa Aidan mulai terisak segera merenggangkan pelukannya lalu dia menyeka air mata Aidan
" maaf kan aku !" Ucap allura dengan suara lirih, Aidan hanya terdiam sembari kembali menatap allura
" Kau membuat ku selalu ingin melakukan lebih !" Ucap Aidan dengan pandangan serius membuat Allura berhenti menyeka air mata nya,
Aidan tidak bisa lagi menahan rasa nya untuk allura yang sudah lama tumbuh di hatinya, Aidan pun mengecup bibir allura, jantung allura pun berdetak lebih kencang namun sensasi nya berbeda dari yang selalu allura rasakan ketika cemas, bahkan sekarang allura merasakan sesuatu terjadi di hatinya.
Melihat tidak ada penolakan dari allura Aidan pun mencium allura lagi, kali ini Aidan melakukannya lebih kuat dan lama, tanpa perlu untaian kata allura sudah mengerti maksud Aidan, allura pun membalas ciuman Aidan alhasil mereka berciuman dengan sangat romantis dan bergairah.
Sesekali mereka berhenti untuk menarik nafas lalu melanjutkan nya lagi, tak ingin terlalu terburu buru allura segera menghentikan ciumannya ditakut kan terjadi hal yang lebih, Aidan ikut tersadar dengan nafas agak terengah-engah mereka saling bertatapan lagi, lalu saling memeluk
" Aku tahu kamu mengerti maksud ku tapi aku akan mengatakan nya , aku mencintaimu allura " allura yang sedang berada di pelukan Aidan melepaskan pelukan nya, lalu meraih tangan Aidan
" tapi bagaimana kalau nanti aku merepotkan mu " ucap allura pelan, Aidan balik menggenggam tangan allura
" Merepotkan ? Maksud mu seperti yang terjadi hari ini ?" Tanya Aidan, allura pun mengangguk
__ADS_1
" jika harus di hadapkan lagi dalam situasi seperti tadi aku tetap akan datang untuk menyelamat kan mu, walupun harus lagi dan lagi, karena aku memang ingin melakukan nya, aku mau melindungi mu dan itu tidak merepotkan allura " ujar Aidan, allura merasa tersentuh dengan ucapan Aidan itu
" Jadi aku mohon, aku tidak mau kamu menghadapi nya sendiri, aku mau kamu membagi setiap kesakitan atau apapun itu kepada ku, kamu tidak sendirian allura ada aku disini, aku akan melakukan apapun untuk bisa melindungi mu " allura hanya terdiam mendengar semua keinginan Aidan,
allura tidak bisa berkata ya dengan mudah karena banyak yang harus di pertimbangkan, begitu juga dengan kata tidak karena bagaimana pun juga allura merasa dia membutuhkan sosok Aidan.
" Aku tidak akan mendesak kamu untuk menjawab sekarang, kamu bisa pikirkan itu nanti, tapi sekarang aku mau kamu selalu berada di sisi ku , aku tidak mau hal hal seperti tadi terjadi lagi sama kamu, jadi sementara kamu tinggal bersama ku !" Ungkapan yang terakhir membuat allura tercengang
" Apa ? Itu ..." Belum selesai bicara Aidan memotong bicaranya
" Jangan banyak alasan, nyawa kamu sekarang sedang jadi incaran seseorang di luar sana, jadi aku tidak mau kau berhadapan dengan maut lagi ! " Aidan memperingatkan allura
" Aku akan meminta para pengawal melindungi ku lagi !" Allura mencoba menolak secara halus
" Gak kamu disini saja, dan aku akan mengikuti kamu kemanapun kamu pergi "
" Itu terlalu berlebihan !!" Protes allura
" Apa berlebihan kenapa ? Aku bisa jadi bodyguard kamu, bahkan bisa melakukan hal hal yang tidak bisa di lakukan bodyguard lain !" Aidan sudah mulai menggoda allura lagi
" Memang kelebihan kamu itu apa ?" Nada bicara nya kembali jutes
" Aku bisa melakukan hal hal seperti tadi kepada mu, bahkan mungkin lebih !" Bisik Aidan sambil tersenyum menggoda
" Kau ini, dasar brengsek ! " Allura mendorong badan Aidan yang masih pada posisi awal, lalu pergi dengan muka yang memerah
" Hei allura...allura...sayang..." Aidan mengikuti allura sambil terus menggoda nya
" Hei jangan kepedean ! aku belum menjawab nya yah !" Allura sudah mulai kesal, tapi Aidan malah semakin menggoda nya karena ekspresi wajah allura saat kesal selalu membuat Aidan merasa gemas
" Aaah sakit !" Allura memegang kedua pipinya sambil melotot ke Aidan, Aidan malah tertawa geli
" Kamu lapar ? Ayo kita makan !" Aidan merangkul allura yang masih memegangi pipinya
****
Aidan memasakan nasi goreng buat allura, sembari menunggu makanan siap allura berkeliling melihat lihat isi apartemen Aidan yang cukup luas untuk satu orang dengan interior berwarna abu muda, terlihat tidak banyak barang atau pun furniture, karena Aidan menyukai gaya sederhana dan minimalis.
Allura terus melihat lihat beberapa foto yang terpampang di dinding, beberapa penghargaan dan juga ada sebuah gitar akustik di dekat tv.
Allura kembali ke dapur, dan hidangan malam pun sudah siap, meja nya cukup kecil karena Aidan sering makan sendiri jadi agak sempit tapi bisa di paksakan muat buat 2 orang.
" Kamu bisa masak ?" Tanya allura kagum dengan kemampuan masak aidan
" Tentu saja, aku pria serba bisa dan mandiri, ayo cobain !" Mereka duduk berhadapan, allura pun mulai mencicipi nasgor buatan Aidan
" Gimana ?" Aidan meminta penilaian allura
" Lumayan !" Ucap allura datar, Aidan hanya bisa tersenyum dia lega sikap allura kembali seperti biasanya
" Orang tua kamu dimana ? " Biar tidak sepi allura mulai membuka percakapan
__ADS_1
" Ayah ibu ku...mereka bercerai, ayah ku sekarang tinggal di ausy dan ibu ku dia sudah menikah lagi sekarang dia tinggal di Surabaya " jawab Aidan
" Punya adik ? " Aidan menggelangkan kepala
" Aku anak tunggal "
" Kamu bisa main gitar ?" Tanya allura lagi, dia mulai ingin banyak tahu soal kehidupan Aidan
" Tentu saja itu hobi ku, kau tahu aku orang yang cukup romantis !" Ke PDan Aidan mulai keluar" aku akan terlihat tambah keren saat main gitar, kamu mau lihat ? Tapi awas nanti jatuh cinta " Aidan makin makin dah
" Mau ku siram pake air panas ?" Ucapa allura dengan nada kalem tapi sarkas, Aidan langsung menciut
Mereka pun selesai dengan makan malam mereka, malam sudah larut jam menunjukan pukul 11.00
" Kau mau langsung tidur ? " Tanya Aidan melihat allura yang sepertinya sudah mengantuk
" Aku tidur dimana ?"
" Kamu tidur disini !" Aidan menuntun allura masuk ke sebuah kamar kosong, untung apartemen Aidan mempunyai 2 kamar jadi mereka bisa nyaman tidur tanpa harus ada satu orang yang mengalah atau tidur bersama di satu ranjang.
" Ya udah kamu tidur, istirahat yah ! " Aidan mengelus lembut kepala allura, namun allura seperti sedang merasa cemas, dia menatap Aidan dengan mata sayup
" Kenapa ? Kau takut tidur sendiri ?" Awal nya Aidan hanya bercanda, tapi ekspresi allura mengatakan iya
" Kau benar benar takut tidur sendirian ?" Aidan tak menduga tebakan nya benar, tapi dia juga merasa canggung, dia harus berbuat apa
" Gimana kalau ada seseorang di kamar ini ?" Allura jadi overthinking
" Ya gak mungkin lah, keamanan unit disini bagus tau " Aidan jadi bingung harus berbuat apa supaya allura tenang
" ya udah aku akan memeriksa setiap ruang di kamar ini " Aidan pun memeriksa setiap celah dan ruang di kamar kosong itu
" tidak ada apa apa dan tidak ada siapapun ! kamu bisa tidur dengan nyaman sekarang ! " Ujar Aidan, allura pun naik ke atas kasur dengan perlahan, seperti orang yang sedang waspada,
Aidan yang melihat nya jadi gak tenang
" ya udah aku akan menjaga kamu disini Sampai kamu tertidur!" Aidan berdiri di depan jendela menghadap ke allura, tapi malah membuat allura tidak bisa tidur karena Aidan terus memperhatikannya
" Kau membuat ku tidak nyaman !" Ucap allura, membuat Aidan berasa sedang di uji kesabarannya, Aidan pun memutuskan untuk naik ke kasur dan berbaring di samping allura
" Ya ampun ! Apa boleh seperti ini ?" Allura kaget saat Aidan membaringkan tubuh nya di samping allura
" Ya mau gimana lagi, udah sekarang tidur nanti kalau kamu sudah tidur aku akan pindah ke kamar ku !"
" Oh ok " jawab allura merasa canggung
Allura pun mencoba tidur membelakangi Aidan, setelah beberapa saat allura susah tertidur pulas begitupun Aidan, dia malah ketiduran di samping allura,
tak berapa lama Aidan terbangun lagi mendengar allura mengigau, Aidan pun melihat keadaan nya, sepertinya allura mengalami mimpi buruk, dia seperti ketakutan Aidan pun mencoba membangunkan nya, tiba tiba allura berteriak dan langsung terbangun membuat Aidan kaget setengah mati.
" Allura..kamu tidak apa apa ? " Aidan menyadarkan allura yang terlihat sangat ketakutan dengan nafas terngah engah dan keringat yang mengucur di wajah nya, Aidan menarik allura ke dalam pelukan, dengan perasaan khawatir Aidan mencoba menenangkan allura, allura masih tidak bisa berkata apapun air mata nya tak terasa mengucur di pipinya,
__ADS_1
pelukan Aidan berhasil membuat allura kembali tenang perlahan allura memejamkan mata nya dan kembali tertidur di pelukan Aidan.
Melihat keadaan allura sudah tenang dan tertidur kembali Aidan membaringkan nya perlahan, namun genggaman tangan nya masih kuat memegang tangan Aidan seolah seperti memohon agar Aidan tidak pergi, akhirnya Aidan memutuskan untuk menemani allura, dia pun tidur sambil mendekap allura.