
" kamu yakin ingin balas dendam ?" Aidan menatap sendu ke allura, allura mengangguk yakin
" tapi..." Allura terdiam beberapa saat
" aku takut " lanjut nya pelan sambil menunduk, Aidan meraih tangan allura terlihat bekas luka yang masih belum sembuh total
" Ini pasti berat ! " Allura mengangguk air mata nya mulai keluar, Aidan pun memeluk nya
" Kamu wanita kuat allura, kamu masih bertahan sampai sekarang itu hebat, jangan khawatir aku akan selalu ada untuk mu aku akan selalu ada di sisi mu, aku akan menjaga mu allura, jangan takut apapun, kita hadapi semuanya bersama !" Ujar Aidan menguat kan allura
****
Hari ini allura dan Aidan akan pergi menemui Richard, mereka sudah janjian bertemu di sebuah restoran China.
" Kau siap ?" Tanya Aidan sebelum menyalakan motor nya
" kalau kamu tidak siap jangan memaksakan diri, kita bisa membatal kan nya !"
" Tidak, ayo kita temui dia nya " allura naik ke atas motor, Aidan pun menancapkan gas nya.
Saat tiba ternyata Richard datang lebih awal, saat melihat nya dari kejauhan allura sudah merasa dadanya panas karena marah
" tarik nafas, kamu harus tenang allura !" Aidan mengingat kan allura, allura menuruti nya untuk menarik nafas panjang lalu mengeluarkan nya perlahan
" Allura, di sini !" Richard melambaikan tangan nya, Aidan dan allura pun berjalan ke arah nya
" Siapa ?" Tanya Richard
" Saya teman dekat nya allura !" Jawab Aidan, allura tidak mengatakan apapun, dia hanya terus menatap sinis ke Richard
" Kamu baik baik saja kan ?" Tanya Richard lagi melihat sikap allura yang terlihat tidak nyaman
" Aku baik baik saja !! " singkat allura sambil memalingkan pandangan nya dari Richard lalu dia duduk,
" Aku punya hadiah untuk kamu " Richard memberikan sebuah kado kecil ke allura, allura membukanya isi nya adalah sebuah jam tangan terlihat sangat cantik dan elegan
" Uncle mau minta maaf, soal waktu itu lalu turut berduka cita atas apa yang terjadi pada Abang Kevin, maaf uncle tidak bisa hadir di pemakaman karena suatu hal " mendengar ucapan duka cita allura menjadi sangat kesal,
Aidan yang yang menyadari emosi allura mulai naik, segara meraih tangan nya untuk menjaga allura agar tidak kumat.
" Apa dia sedang berakting, dia terlihat sangat alami ?" Gumam Aidan di dalam hati sambil memperhatikan sikap tubuh dan cara bicara nya,
sikap Richard terlihat tidak seperti orang yang jahat atau punya Dendam dari awal pertemuan dia terlihat humbel dan ramah, tapi allura tidak mau tertipu, dia tetap waspada terhadap nya
" Kata Zara kalian berdua tidak terlalu akrab ? Kenapa bisa begitu ?" Tanya Richard sembari menikmati hidangan nya
" Kalian sudah dekat rupanya !" Jawab allura ketus
" Belum terlalu sih, aku juga mau mengakrabkan diri sama kamu !" Allura langsung berhenti menikmati makanan nya, walau pun sejak awal pun allura tidak menikmatinya
" Kenapa apa aku mengatakan hal yang salah ?" Richard menjadi merasa canggung karena allura terus menatap nya dengan tatapan yang tajam
" Euh tidak, allura hanya sedang sedikit tidak enak badan, jadi mood nya agak berantakan !" Ujar Aidan
" Kamu sakit ? Harus nya kamu bilang allura kita bisa bertemu lain waktu " Richard terlihat khawatir namun tiba tiba dia mengernyit sambil memegang kepalanya
" Kau tidak apa apa ?" Tanya Aidan melihat Richard terlihat sangat kesakitan
" Tidak apa apa, aku mau ke toilet dulu !" Richard pun pergi
" Allura kamu tidak apa apa ?"
" Kenapa dia bersikap seolah dia orang baik, membuat ku ingin memukul kepala nya !" Gerutu allura,
" Sabar allura, kita harus membuat dia mengakui semua perbuatan nya, tapi kita harus berhati hati karena bisa jadi ada seseorang yang sedang memburu kita !" Bisik Aidan sambil melirik kesekitar
Ponsel allura berdering, ternyata Tante Sarah sudah pulang dan menanyakan keberadaan allura, terus ponsel Aidan juga ikut bergetar ada pesan masuk dari Riko
" arah jam 8, dia sedang mendengar kan percakapan kalian " isi pesan Riko
" Ada seseorang yang mengawasi kita " bisik Aidan sambil pura pura makan
" Kita harus segera pergi, Tante Sarah sudah pulang dia mencari ku " tulis allura di ponsel nya, Aidan pun mengerti, lagian setelah beberapa saat Richard tidak juga kembali allura dan Aidan pergi.
****
__ADS_1
Saat menuju parkiran tiba tiba saja ada seseorang yang menarik keras allura, allura yang kaget berteriak kencang Aidan pun langsung memukul nya.
Ternyata itu Richard tapi dia terlihat berbeda dari sebelum nya, sorot matanya menjadi sangat menakut kan allura yang kelewat kaget jadi lemas, dia kesulitan mengatur nafas nya, Aidan langsung menghampiri allura dan membantu nya berdiri,
belum sempat berdiri tegak Aidan di balas di beri pukulan oleh Richard sampai Aidan tersungkur
" Kau ingat aku ?" Ucap Richard, cara bicara dan nada bicara nya berubah total itu terlihat seperti orang yang berbeda,
allura yang ambruk menatap penuh dendam kepada Richard, Richard yang berdiri di hadapan allura langsung mencengkram baju allura, lalu mengangkat nya dengan kasar
" Lihat dirimu, kau sudah berani menatap ku sekarang, di lihat dari dekat kau semakin mempesona membuat ku ingin melakukan nya lagi !" Ujar Richard tepat di depan wajah allura,
Merasa terancam allura langsung menampar nya keras membuat Richard semakin marah,
dia hampir mau membalas menampar allura namun Aidan yang masih sempoyongan segera mendorong si Richard.
" Siapa lo anjing !! " bentak Richard pada Aidan, sebelum terjadi saling pukul lagi beruntung Riko segera datang menolong mereka, Riko mencoba melerai
" dan, bawa allura pergi dari sini, gue akan tangani dia " Aidan langsung menggendong allura yang mulai kehilangan kesadaran
" Hei, cewek itu punya gue anjing dasar pengecut!! " teriak Richard mengatai Aidan ,
Aidan tidak mempedulikan nya dia langsung membawa allura ke tempat aman, Allura kembali mengalami serangan panik, Aidan mencoba menenang kan nya
" Tidak apa apa allura, aku disini kamu sudah aman sekarang !" Aidan menggenggam tangan allura lalu sesekali memeluk nya
Allura mencoba mengatur nafas nya, hingga beberapa saat allura berhasil menenangkan kepanikan nya,
Aidan yang merasa lega langsung ambruk di pelukan allura
" Kamu berdarah " allura menyeka darah yang keluar dari pelipis Aidan, walaupun nafas nya masih terengah-engah, allura mencoba melihat keadaan Aidan
" Aku tidak apa apa, kamu tidak usah khawatir !" Aidan meraih tangan allura
" Apa itu tadi, kenapa dia jadi seperti itu, tadi dia terlihat baik !"
" Aku juga tidak tahu, tapi dia terlihat seperti orang lain "
" Kalian tidak apa apa ? " Tanya Riko yang muncul dengan sedikit berlari
" Allura kamu baik baik saja ?" Tanya Riko allura mengangguk
" Si Richard kemana dia ? Tanya Aidan
" Dia pergi begitu kalian pergi , tapi Sebaik nya kita juga pergi dari sini, aku khawatir kalau si Richard kembali membawa bala bantuan !" Riko membantu allura berdiri
Mereka bergegas pergi dari tempat itu.
****
Aidan membawa allura ke rumah nya, disana Tante Sarah sudah menunggu kedatangan mereka
" Ada apa ini ?" Tante Sarah kaget, allura di antar oleh dua pria
" Maaf Tante kami tadi pergi main sebentar, ini teman saya Riko !"
" Halo Tante,saya Riko !"
" Oh.. kalian mau masuk dulu ! "
" Boleh Tante !" Tanya Sarah tercengang mereka tidak menolak karena tadinya dia hanya basa basi
" Mari masuk ! " Ucap Tante Sarah seraya tersenyum yang di paksakan sambil menggandeng allura yang terlihat lunglai
" kamu masih sakit sayang ?" Tante Sarah memeriksa kening allura, allura mengangguk karena memang gara gara kejadian tadi badan nya panas lagi
" Ini gimana ? Apa kita kasih tahu ajah apa yang terjadi dan !" Ujar Riko saat Tante Sarah sedang mengantar allura ke kamar nya
" Shuuut jangan keras keras, aku juga bingung ini baiknya gimana ini !" Bisik Aidan
" Silahkan kalian duduk dulu, Tante mau bawa minum dulu yah "
" Iyah Tante !" Jawab Riko dan Aidan barengan
" Kita tidak bisa ninggalin mereka sendirian begini " Aidan terlihat sangat gelisah
__ADS_1
" Kita suruh Tante Sarah untuk memanggil pengawal nya lagi aja !"
" Oh iya gue lupa kalau mereka punya pengawal, biar aku aja yang panggil " Aidan pergi ke kamar allura untuk meminta nomor bodyguard nya, tapi allura tidak ada di tempat tidur nya, Aidan pun mencarinya ke kamar mandi
" Tok tok tok, allura apa kamu di dalam ? "
Tak ada jawaban dari allura, Aidan pun membuka perlahan pintu kamar mandi yang tidak terkunci itu
" apa yang kamu lakukan !" Tanya Aidan mengagetkan allura yang sedang duduk di toilet duduk yang tertutup,
Aidan melihat allura terperanjat kemudian dia menyembunyikan sesuatu lalu segera menutup paha nya yang tadi terbuka,
namun Aidan sudah mengetahui apa yang di lakukan allura tadi
" Apa yang kamu lakukan !" Tanya lagi Aidan sedikit membentak sambil merebut paksa benda yang di sembunyikan allura di belakang nya
" Tidak ada, kamu keluar !" Allura mencoba mendorong aidan keluar
" Ini apa ?" Aidan jadi marah saat berhasil merebut sebuah gunting dari tangan allura yang terdapat noda darah
" Sini kamu !" Aidan mendudukan lagi allura di atas toilet, lalu membuka sedikit rok nya allura, benar saja allura menyakiti dirinya lagi dia menyayat paha nya dengan gunting itu
" Apa yang kamu lakukan !!" Bentak Aidan sampai terdengar sampai keluar, Riko dan Tante Sarah pun langsung berlari menuju ke sumber suara,
tapi allura hanya diam dia malah menekan luka yang cukup dalam itu membuat darah keluar semakin banyak
" Berhenti melakukan itu !!" Aidan menahan tangan allura
" Ada apa ini ? Ya ampun allura !! " Teriak Tante Sarah melihat paha allura berdarah, Riko yang ikut melihat keadaan nya langsung memalingkan muka nya
" kamu kenapa lagi ?" Tante Sarah mengambil tisu toilet untuk menyeja darah allura yang keluar banyak,
Tante Sarah sudah merasa lelah melihat allura menyakiti dirinya lagi, allura masih tidak berkata apa apa, dia hanya menatap nanar semua orang di sana dengan mata yang berkaca kaca
Aidan mengusap rambut nya kasar, tak ada yang berbicara saat itu namun suasana nya terasa mengharukan
" Ayo kita obati luka nya di luar " Aidan menggendong allura ,
Riko hanya duduk saja di sofa tak tahu harus berbuat apa, Aidan berdiri sambil bolak balik sesekali mengurut kepalanya tentu saja dia pasti sangat stres dengan semua yang dia alami hari ini.
Tante Sarah selesai mengobati luka allura, dia pergi untuk menyimpan kotak p3k tanpa berkata apapun pada allura, begitupun allura dia masih tak bersuara, allura pun pergi masuk ke kamar nya.
" Sebaik nya kita bahas masalah hari ini besok saja, kau sepertinya butuh istirahat !" Ucap Riko
" Gue akan berjaga disini, lo sebaik nya pulang besok gue hubungi !" Ucap aidan, Riko pun pergi dari rumah allura
Aidan benar benar berjaga malam ini, sesekali dia berkeliling di luar untuk memeriksa keadaan di luar rumah takut nya ada orang yang mengintai mereka,
Tante Sarah yang penasaran dengan sikap waspada Aidan itu pun memberanikan diri untuk bertanya
" Sebenar nya apa yang terjadi Aidan ?" Tante Sarah menyusul Aidan keluar rumah
" Ya ampun !! Anda belum tidur ?" Aidan kaget tiba tiba Tante Sarah ada di sebelah nya
" Aku sudah tidur, tapi aku mendengar seseorang keluar, jadi aku melihat nya "
" Maaf kan saya Tante, saya membuat Tante tidak nyaman !" Aidan jadi merasa canggung
" Tidak apa apa, Tante hanya mau tau apa yang sebenar nya terjadi, sampai kamu sewaspada ini ?" Aidan terdiam sejenak, mungkin Aidan sekarang harus memberi tahu Tante Sarah tentang apa yang terjadi pada allura selama dia pergi
" Sebenar nya akhir akhir ini allura mengalami teror pembunuhan Tante !"
" Apa ?" Tante Sarah langsung tercengang
" kenapa kalian tidak memberi tahu Tante ?"
" Maaf Tante, allura hanya tidak mau membuat Tante khawatir "
" Ya ampun allura yang malang " Tante Sarah menjadi merasa bersalah ke allura
" apa kau tahu pelakunya ?"
" Aku dan riko sudah menemukan orang yang di curigai, tapi kami sedang mencari bukti nya "
" Setelah semua ini ! kenapa masih ada saja orang yang mau mencelakai nya, apa salah nya ?"
__ADS_1
Karena merasa kesal dan juga merasa iba kepada allura, Tante Sarah jadi meluapkan semua unek unek nya kepada Aidan, untung Aidan seorang psikolog jadi dia bisa jadi pendengar yang baik dan sabar.