Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
tak ada keluarga yang sempurna


__ADS_3

" Jeger..."


Suara keras pintu yang di banding


" Ya ampun ! apa itu ? " Ucap Tante Sarah kaget, lalu dia memeriksa apa yang terjadi, tepat saat itu Aidan keluar dari dalam perpustakaan


" Apa yang terjadi ?" Tanya Tante Sarah


" Allura ngambek lagi !" Jawab Aidan


" Apa ? Kenapa lagi sekarang ?"


" Gak usah khawatir Tante, ini tidak terlalu serius ! tadi aku memancing nya supaya dia mau bicara,dan yah seperti inilah jadinya tapi..yang terpenting allura mau bicara dengan ku walau pun sambil marah marah !" Ujar Aidan sambil sesekali mengelus leher belakang nya


" Oooh, Tante minta maaf yah kamu pasti tersinggung sama sikap allura ! " Tante Sarah jadi merasa tidak enak lagi sama Aidan karena kelakuan allura


" Gak apa apa Tante ! Aku sudah bilang aku sudah biasa menghadapi hal hal seperti itu, jadi jangan terlalu khawatir !" Ujar Aidan


" Saya pamit Tante ! Allura nya jangan dulu di ganggu, biar dia tenang dulu !" Ucap Aidan sembari pamit pulang, Tante Sarah mengangguk mengerti apa yang di maksud Aidan.


***


Selama 2 tahun ini pak Kevin sedang berusaha mencari pelaku pembunuhan sang istri dan anaknya yang masih buron , karena polisi tak kunjung bisa menemukannya maka pak Kevin yang sudah bersumpah akan membalas dendam melakukan nya sendiri dengan uang dan koneksi yang dia punya dia selama ini berusaha menemukan orang itu tanpa sepengetahuan istrinya dan allura, bahkan pada saat tengah di kantornya pun, dia masih berkutik dengan semua informasi yang baru saja dia dapat, yang berupa rekaman cctv yang merekam pelaku sebelum kejadian terjadi, namun dari rekaman cctv itu pak Kevin tidak bisa melihat wajah terduga pelaku karena cctv yang menangkap nya berjarak terlalu jauh sehingga dia masih belum bisa mendapatkan identitas orang itu.


Walau pun belum menemukan informasi dan petunjuk yang kuat, pak Kevin tetap berusaha untuk menemukan orang itu


" Orang ini pasti sangat lihai melakukan kejahatan nya, semua yang kita dapat ini tidak bisa kita pakai untuk mendapatkan sebuah nama atau pun identitas asli nya " gerutu pak Kevin sedikit takjub dengan kerapihan setiap gerak gerik yang di lakukan si pelaku bahkan di setiap cctv yang merekam keberadaan dia, si terduga pelaku selalu berhasil menutupi seluruh wajah nya, dan juga karena dia selalu merubah identitas dan penampilan nya membuat dia bisa mengecoh polisi bahkan pak Alvin dan seorang detektif suruhannya mungkin juga sudah terkecoh, karena jika dia bisa berubah menjadi siapa saja kemungkinan dia bisa berada di sekitar mereka selama ini.


" Bagaimana dengan 2 pelaku yang sudah tertangkap ? Mereka sudah mau bicara ?"

__ADS_1


" Mereka masih enggan bicara jujur pak, bahkan waktu eksekusi mereka tinggal 1 Minggu lagi, tapi mereka masih bungkam, sepertinya mereka akan membawa informasi yang mereka punya sampai ke kuburan mereka " ujar Riko detektif yang membantu pak Kevin mencari informasi selama ini


" Apa kita juga tidak mendapatkan petunjuk apapun dari mereka latar belakang mereka ? "


" Mereka tidak memiliki identitas bahkan mereka tidak memiliki keluarga, mereka berdua sudah hidup di jalan sejak kecil, mereka adalah preman yang tidak menetap di suatu tempat mereka selalu berpindah pindah, mereka juga orang yang akrab dengan kriminal mereka selalu keluar masuk penjara pak, tapi saat saya bertanya pada orang orang yang berada di tempat terakhir mereka singgah mereka tak ada yang mengenal mereka berdua , tapi ada informasi yang bisa kita gali, seseorang disana bilang dia pernah melihat mereka berdua bertemu seseorang, penampilan nya terlihat rapi tapi katanya dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah nya karena dia memakai masker dan kacamata hitam, saya masih menyelidikinya dan masih menemukan kendala pak " ujar Riko


" Apa dia masih ingat dengan perawakan nya ciri ciri perawakan nya ? "


" Sebentar waktu itu aku sempat menanyakan hal itu !" Riko membuka sebuah buku catatan kecil


" Oh ini dia , perawakan nya tinggi sekitar 189 cm dan gemuk itu saja pak !" pak Kevin malah menjadi bingung


" Tapi yang aku ingat semua pelaku berperawakan ideal dan kekar berotot, mungkin bukan dia orang nya " ucap pak Kevin sembari memikirkan sesuatu


" Entah lah, tapi saya merasa ada sesuatu yang mengganjal di pikiran saya mengenai dia, saya akan terus mencari informasi lain pak !" naluri detektif Riko cukup kuat memang, walaupun dia sudah jadi mantan detektif.


" Iya baik pak, saya permisi dulu !" Riko pun keluar dari ruangan kerja kantor pak kevin


Pak Kevin termenung sambil melihat ke luar jendela ruangan kantor nya, masih ada rasa takut di dalam hatinya bagaimana jika sewaktu waktu orang itu datang lagi dan membahayakan lagi keluarga kecil nya, terutama keselamatan allura yang paling dia khawatir kan. Di luar ada seorang pria bertubuh tinggi besar berjalan menuju ke ruangan pak Kevin, dia sempat berpapasan dengan Riko tepat di lorong tadi, sekilas Riko sempat merasa ada yang aneh dan mencurigakan dari pria itu sampai dia terus memperhatikan nya dari arah belakang.


"Krek"


terdengar suara pintu terbuka membuyarkan lamunan pak Kevin, dia terkejut melihat siapa yang datang,


" apa kabar my second brother, you Miss me ?" Ternyata dia adalah adik bungsu pak Kevin namanya Richard,


" kenapa kau disini ?" Pak Kevin malah tidak senang dengan kedatangan adik nya itu


" Kau kejam sekali ! kalau kau tidak mau memeluk ku untuk sambutan setidak nya kau menanyakan kabarku !" keluh nya

__ADS_1


" Sejak kapan kamu pulang ?" pak Kevin bersikap dingin pada Richard seperti yang biasa dia lakukan sejak dulu


" Ya ampun kau ini masih sama seperti dulu, bahkan dalam keadaan seperti itu kau masih angkuh ! " Richard melirik ke arah kaki pak Kevin yang kini tidak bisa berjalan lagi


" apa karena kau seorang CEO sekarang ? Padahal aku pulang karena merindukan keluarga ku, juga mau melihat keadaan mu dan keponakan cantikku bagaimana keadaan allura sekarang ? Aku dengar dia..." Richard tidak melanjutkan ucapannya karena pak Kevin sudah melototi nya


" Pergilah ! aku masih tidak mau melihat wajah orang penuh aib sepertimu !! " pak Kevin mengusir Richard dengan ucapan yang menyakitkan bagi Richard sambil pergi berpaling dari hadapan Richard


" jangan temui allura, kamu akan mengganggu dan membuat dia tidak nyaman !" Tegas nya lagi, Richard yang merasa tersinggung menjadi kesal dan matanya mulai merah menahan air matanya


" Baiklah kalau kalian baik baik saja aku senang, tapi aku tidak akan pergi kemana-mana lagi !" ujar Richard lalu pergi meninggal kan ruangan itu. Di sepanjang jalan Richard melamun dengan mata yang berkaca kaca, kenapa semua keluarga nya membenci dirinya itulah yang selama ini dia pertanyakan, apa karena dia berbeda dari semua Kaka kakanya ?


Sikap pak kevin itu bukan tanpa alasan karena Sejak dulu Richard memang paling berbeda dari semua Kaka kakanya, dia adalah anak paling nakal dan bodoh, bahkan saat SD dia sampai tidak naik kelas 3 kali, dia paling sulit di atur saat semua kakanya sibuk belajar dan ikut les, dia malah sibuk pacaran dan ikut geng geng gak jelas, karena pergaulan nya itu dia menjadi perokok sejak masih SMP dan sudah berani mabuk mabukan bahkan **** bebas juga dia lakukan, bagaimana tidak di bilang aib keluarga semua kelakuannya mengacu pada hal hal yang negatif.


Bahkan ayah dan ibunya sudah cape menasihati dan mengurus semua kekacauan yang dia buat, di pukuli pun dia gak kapok kapok, bahkan pak Kevin pernah sampai mau menggorok nya saking emosi dengan kelakuan nya yang terus membuat keluarga malu, apalagi ayah mereka adalah orang terpandang sesuatu sekecil apapun akan menjadi perhatian banyak orang, apalagi kelakuan Richard yang sudah termasuk aib besar.


Ayah dan ibu nya pun memutuskan untuk merehabilitas Richard di Jerman, supaya tidak di ketahui orang orang dan menjadi bahan gunjingan. usia nya waktu itu 18 tahun, namun Richard malah berpikir bahwa keluarga nya itu membuangnya. Selama berada di Jerman bukannya tobat, kelakuan Richard malah semakin tak terkendali, rehabilitasi yang dia lakukan tidak memberi perubahan apapun pada dirinya, karena faktor lingkungan juga yang justru malah membuat dia bertindak semaunya dia, bahkan jauh dari rumah membuat dia semakin leluasa bertingkah semaunya tak ada yang melarang atau menasihati nya.


Saat semua kakanya membangun karir yang cemerlang Richard malah membuat hidupnya hancur dan terpuruk sampai ke dasar jurang yang berlumpur. Karena itu, semua keluarga sudah menganggap Richard tidak punya harapan dan memutus hubungan keluarga dengan nya.


Pak Kevin yang merasa cemas dan terganggu dengan kepulangan Richard segera menghubungi Kaka dan adiknya yang lain, mereka semua bereaksi sama, namun mereka tidak memberi tahu ayah mereka yang sedang sakit, karena takut membuat kesehatan beliau semakin menurun.


" Terus kita harus gimana ? Dia pasti bakal pulang ke rumah ayah ! " tanya Lenatan adik kedua pak Kevin


" Kita sebaik nya malam ini pulang ke rumah ayah dulu, kita diskusikan gimana baiknya " ucap pak Alvin kaka tertua mereka


" Iyah baiklah aku setuju, sebelum dia bertingkah yang aneh-aneh, sebaiknya kita membicarakan nya secara langsung ! " ujar pak Kevin, dan ternyata dugaan mereka benar, sekarang Richard tengah dalam perjalanan menuju rumah orang tua mereka.


" Apa yang sudah aku lakukan ? Kenapa semua orang sangat membenciku!!" Gumam Richard merasa tak berdosa sambil melamun di dalam taksi.

__ADS_1


__ADS_2