
Setelah di beritahu tentang terduga pernah tinggal di apartemen punya kakak nya, pak kevin langsung pergi kesana guna mencari tahu langsung identitas orang tersebut, apartemen itu termasuk ke anak perusahaan jadi pak Kevin punya wewenang untuk mengetahui informasi tentang siapa saja yang menyewa atau membeli unit di apartemen tersebut.
Semua karyawan di sana terkejut saat pak Kevin tiba tiba datang ke pusat informasi, tanpa basa basi pak Kevin langsung menanyakan hal yang ingin dia ketahui kepada salah satu karyawan disana,
belum mendapat kan yang dia cari tiba tiba pak Alvin juga datang kesana, entah dapat info dari mana pak.
Alvin mencegah karyawan itu memberikan informasi terkait dengan pembeli unit.
" Apa yang kamu lakukan disini ?" Tanya pak Alvin dengan nada kesal
" Kenapa memang ? Apartemen ini juga anak perusahaan ku, kenapa aku tidak boleh mengetahui informasi mengenai para pemilik unit ? " Jawab pak Kevin dengan angkuh
" Apa milik mu ? kau baru menjadi CEO bukan jadi pemilik, jangan angkuh ! kau itu adikku jangan berpikir untuk melangkahi ku ? " Suasana mulai memanas
" Kenapa kau jadi kesal, aku hanya ingin mencari seseorang jadi jangan halangi aku ! " karena tidak mau memperbesar masalah pak Kevin pun pergi sambil menyenggol pak Alvin dengan kursi roda nya
" Sialan ! Kenapa dia tiba tiba datang, mengganggu saja !" Umpat Pak Kevin, dia jadi kesal karena kehadiran pak Alvin dia jadi tidak bisa mendapat kan info yang dia mau
tak kehabisan akal pak Kevin pun menyuruh Riko dia ahli dalam bidang ini, namun pak Alvin sudah bersiaga untuk menjaga kerahasiaan informasi tentang semua penghuni apartemen nya, termasuk dari pak Kevin bahkan orang suruhan nya.
Entah apa yang di sembunyikan pak Alvin dari pak Kevin sampai sampai dia tidak mau memberi tahu perihal informasi para penghuni apartemen
Pak Kevin yang sedang berada di dalam mobil untuk menuju ke rumah sakit tidak sadar kalau dia di ikuti oleh seseorang.
Hari mulai gelap lampu lampu di sepanjang jalan mulai menyala, mobil yang mengikuti pak Kevin terus memepet mobil nya, untung nya sang sopir menyadari hal itu dan bisa menghindari tubrukan,
" Sepertinya kita di ikuti pak !" Ucap nya
" Apa ?" Pak Kevin tercengang, dia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya
sopir pak Kevin mangacu mobil nya lebih cepat supaya bisa lepas dari mobil yang membuntutinya, namun tanpa mereka sadari mereka sudah di incar dan mereka telah masuk jebakan.
ketika mereka melewati perempatan jalan tiba tiba datang sebuah truk dengan kecepatan tinggi dan "braaakk" truk itu menabrak mobil pak Kevin dengan keras sampai mobil nya terpental dan berguling beberapa kali, sang sopir tewas si tempat sedang pak Kevin masih bernafas namun sepertinya keadaan nya kritis.
Sementara di rumah sakit allura sudah merasa jenuh, dia memotek kelopak bunga satu persatu dari beberapa buket pemberian keluarganya.
Semua kelopak bunga itu di biarkan berserakan di lantai begitu saja, dan saat semua bunga telah habis allura kembali berbaring di atas tempat tidur.
Saat seorang perawat masuk dia langsung kaget melihat penampakan kamar allura yang penuh dengan kelopak bunga di mana mana
" Kenapa ? Ini terlihat bagus, seperti kamar pengantin !" Ujar allura seraya tersenyum smirk
Si perawat hanya bisa tersenyum kaku. Beberapa saat kemudian Tante Sarah masuk sambil menangis, lalu dia merangkul allura
__ADS_1
" Kenapa tante menangis ?" Tanya allura bingung, Tante Sarah menatap wajah allura dengan serius
" Kau harus tabah ya sayang !" Ucap Tante Sarah dengan suara bergetar
" Ada apa ?" Allura mulai takut
" Ayah kamu ! Dia kecelakaan !!" Sontak allura terperanjat lalu berlari ke luar kamar
" Allura..allura !!" Teriak Tante Sarah
Allura tidak menggubris nya, dia terus berjalan melewati orang orang yang menatap nya iba
Air mata mulai membasahi pipinya, dan entah kenapa lutut nya terasa lemas membuat nya beberapa kali terjatuh
Pada waktu yang tepat Aidan datang dan membantu allura berdiri dan mengantar kan dia ke IGD tempat ayah nya di tangani
Suasana menjadi hening, hanya terdengar suara isakan sang ibu tiri yang mencoba menghentikan tangisan nya
Sedang allura duduk di ujung kursi dan menatap kosong ke pintu ruangan di depannya
" Kau tidak apa apa allura ?" Tanya aidan
" Harus kah aku baik baik saja dalam situasi seperti ini ?" Jawab allura dengan suara bergetar
" Maaf kan aku !" Aidan memegang tangan allura untuk menguat kan nya
" Kenapa kau bicara seperti itu !" Ucap Aidan
" Aku melihat dia melambaikan tangan !" Aidan langsung menarik allura ke dalam pelukan nya
Pada akhir nya allura tidak bisa menahan air matanya untuk keluar, dan dia merasakan sakit yang sangat di dalam dadanya hingga membuat nya sulit bernafas
Hingga akhirnya allura kehilangan kesadaran nya. Dia segera di bawa ke kamar nya untuk kembali mendapatkan perawatan intensif.
****
Hal yang tak di harap kan sering kali malah terjadi, ayah allura di nyatakan telah meninggal beberapa jam setelah menjalani operasi, nyawanya tidak dapat di selamat kan karena luka di kepalanya teramat parah hingga menghancurkan terngkorak nya
Seseorang yang bisa membuat nya kuat selama ini kini telah pergi membawa senyuman yang selama ini dia perjuang kan bahkan semangat hidup nya pun terasa perlahan memudar yang tersisa hanya jiwa yang lemah dan jasad yang rapuh
Allura merasa dunia teramat kejam kepada nya, dia tahu tidak ada kisah hidup manusia yang akan selalu baik baik saja
****
__ADS_1
Jasad sang ayah akan segera di makam kan, seluruh keluarga dan beberapa pelayat ikut menyaksikan acara pemakaman
Acara pemakaman telah selesai, semua pelayat telah pulang, namun allura belum juga beranjak dari tempat nya berdiri
" Aku turut berduka cita !" Ujar Aidan menghampiri allura
" Aidan ? "
" Iyah "
" Aku merasa hati ku mati rasa, aku tidak bisa merasakan nya ! Apa artinya itu ?" Aidan bingung dengan pertanyaan allura
" Ayo pulang, kamu harus istirahat!" Jawab Aidan khawatir
" Kau benar aku harus istirahat !" Ucap allura datar, Aidan semakin khawatir dengan keadaan mental allura. belum juga sembuh total sekarang dia harus kembali mengalami kehilangan orang yang sangat di sayangnya
semua orang menatap nanar kepada nya dan memberi kata kata penyemangat namun, rela tak semudah kata.
allura jadi merasa kesal kepada setiap orang yang mencoba menguat kan dan mengasihani nya.
" diam lah kalian semua, aku tahu kalian hanya bicara omong kosong, kalian tidak akan ada yang bisa mengerti dengan keadaan ku !" ucap nya saat melihat orang orang yang mencoba bersimpati padanya.
****
Kemalangan seakan tiada henti menghampiri allura, duka harus dia rasakan lagi, kehilangan seseorang harus dia alami lagi dan luka menyayat lagi hati nya dimana luka lama masih meninggal kan bekas.
tapi rasa sakit allura tidak lagi merasakan nya, entah sudah kebal atau sudah mati rasa.
Suasana rumah terasa berbeda sekarang, terasa sunyi dan sepi sesekali terdengar Tante Sarah menangis dari balik kamarnya,
sedang allura sedang ingin menyusuri setiap sudut ruang di rumah nya masih tak percaya kalau sang ayah pergi begitu cepat,
hingga akhirnya allura sampai di ruang kerja mendiang sang ayah, banyak dokumen dan foto tergeletak di atas mejanya allura melihat satu persatu dari foto itu dia tidak mengerti maksud dari foto foto itu,
karena terlihat seperti potongan video cctv yang di screen shot lalu dia mencoba membuka setiap dokumen yang ada di hadapannya, betapa tercengang nya allura dengan isi dokumen dokumen itu, dia baru mengetahui bahwa selama ini ayah nya berusaha dengan keras untuk menemukan pelaku yang buron
Mata nya bergetar saat dia membuka sebuah draf email yang dikirimkan atas nama Riko, allura baru tahu sekarang betapa ayah nya sangat ingin melindunginya,
namun sayang perjuangan nya harus terhenti karena kini dia yang menjadi korban
" baiklah ayah sekarang aku akan melindungi diri ku sendiri, aku tidak takut siapapun atau apapun sekarang aku akan menemukan orang itu dan membalaskan semua dendam kita ayah !" Ucap allura penuh dendam dan keyakinan dengan mata yang berkaca kaca.
" Aku akan meneruskan apa yang belum selesai ini " allura kembali melihat semua dokumen dan foto mengenai pencarian tersangka.
__ADS_1
Allura menghubungi Riko orang yang selama ini sangat di andal kan oleh ayah nya. Riko yang awal nya merasa bahwa kasus yang sedang dia dan pak Kevin kerjakan tidak akan selesai karena pak Kevin telah meninggal dan dia tidak tau apa yang harus dia lakukan
namun tak di sangka allura menghubungi nya dan mengajak nya bertemu untuk menanyakan kelanjutan dari kasusnya membuat Riko terkejut