Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
semua nya menjadi lebih rumit


__ADS_3

Allura berdiri di depan cermin kamar mandi, dia ingin melihat kondisi luka di punggung nya, dia perlahan membuka perban yang melilit hampir seluruh badan nya itu nampak sebagian kulit punggung nya melepuh.


Di beberapa titik malah ada yang mengeluarkan cairan bening, itu sangat mengerikan namun allura melihat nya biasa saja, dia selalu menikmati sensasi perih dari setiap luka di tubuh nya, memang aneh tapi allura memang seperti itu.


Tante Sarah datang membawakan baju ganti allura, hari ini allura meminta untuk rawat jalan saja padahal dokter menyarankan supaya allura tetap menjalani perawatan intensif dulu di rumah sakit karena di khawatirkan luka nya mengalami infeksi.


tapi allura keukeuh mau pulang karena merasa keadaan nya sudah baik baik saja, dengan persetujuan dari wali nya allura pun di boleh kan pulang.


Tante Sarah sepertinya masih marah sama allura sedari tadi pagi Tante Sarah tidak bicara sepatah kata pun bahkan setelah mereka sampai di rumah membuat allura jadi canggung.


" Maaf kan aku " allura memberanikan diri untuk mengakui kesalahan nya. Tante Sarah hanya menatap nya dengan mata yang masih sembab tanpa bicara sepatah kata pun.


Hal itu semakin membuat allura merasa bersalah, lalu Tante Sarah mengelus wajah allura setelah itu dia berlalu pergi. Allura mengerti sikap ibu nya itu adalah bentuk kekecewaan nya terhadap allura.


****


Dari dalam rumah allura mencoba memperhatikan situasi di luar halaman rumah nya, dia yakin kalau dia masih di ikuti penguntit. lalu kemudian ada notifikasi pesan masuk di ponsel allura.


✉️" Aku melihat mu !" Isi pesan itu tanpa rasa takut allura pergi keluar untuk mencari orang yang mengirimi nya pesan, allura yakin orang nya ada di sekitar rumah nya.


dan Benar dugaan nya, bahwa dia akan terus di ikuti kemana pun dia pergi


✉️" Keluar kau pengecut, jangan bersembunyi aku tidak takut !" balas allura.


✉️" Baiklah, tapi ada seseorang yang lain yang harus aku awasi !" Balas nya lagi di tambah sebuah foto Tante Sarah yang sedang berada di dapur.


Namun kali ini allura sudah punya strategi , sebelum nya allura sudah mengetahui keberadaan dia dan pengawal nya sedang akan menyergap nya.


✉️" Sepertinya akan seru kalau aku menembaknya ya, kau mau lihat,?" nomor tak di kenal itu masih mengirimi pesan kepada allura.


hal itu membuat allura jadi bingung karena saat itu dia di beri tahu salah satu pengawal nya bahwa dia menangkap si penguntit tapi pesan dari nomor itu masih terus mengirimi nya pesan.


Allura terus memandangi layar ponsel nya dengan perasaan bingung.


✉️ " kau mau melihat pertunjukan seru ?"


✉️" Kau mau dia pergi ke tempat mu favorit mu atau ke tempat ayah ibu mu ?" Isi pesan dari nomor itu lagi.


allura berfirasat ada orang lain lagi yang mengawasi nya, tapi siapa ? benak allura.


****


Penguntit yang tertangkap itu di geledah lalu di amankan ke kantor polisi, dari hasil penggeledahan di temukan sebuah pistol, kamera, dan earphone tanpa kabel yang terhubung ke ponsel milik nya.


saat di interogasi dia mengatakan bahwa dia hanya menjalan kan perintah dari seseorang, saat allura melihat isi ponsel nya benar saja dia hanya menguntit dan melapor kan semua yang dia dapat ke nomor yang sama yang meneror nya, tentu saja ada satu nama yang langsung terbersit di pikirannya, dalang nya pasti Richard.


Allura menjabel ponsel milik si penguntit itu, dia akan menghubungi nomor rahasia yang tertera di panggilan masuk dan keluar nya untuk memastikan siapa yang menyuruh nya.


Allura kini sedang berada tidak jauh dari toko milik Richard, allura akan mengawasinya untuk memastikan bahwa dia benar benar yang menyuruh penguntit itu.

__ADS_1


saat allura menelpon benar saja tersambung ke ponsel Richard, namun Richard menolak panggilan itu, allura beberapa kali menelpon nya tapi Richard terus menolak nya.


✉️" Kau tidak mau menjawab nya ? Aku sudah menangkap orang suruhan mu, dasar pengecut !" Allura pun mengirimkan pesan ke nomor itu, tapi allura di buat semakin terkejut lagi, nampak Richard tidak sedang memegang ponsel nya tapi nomor itu membalas pesan nya.


✉️" Waw kau hebat juga sekarang, tapi dia hanya salah satu, aku masih punya banyak kartu !" Balas nomor itu.


✉️" Siapa kau sebenar nya ?" Allura membalas pesan itu lagi sambil masih mengawasi Richard dari kejauhan.


✉️" Aku hanya orang yang tidak akan bisa kau lawan "


allura mengabaikan pesan itu lalu pergi menemui Richard, tapi allura di buat terkejut lagi dan lagi saat dia menemui Richard ternyata sekarang Richard sedang dalam mode baik.


padahal allura tadinya mau melabrak nya tapi Richard malah menyambut nya dengan hangat, hal itu membuat allura jadi bingung, alhasil allura basa basi hanya mampir dan hanya ingin menyapa nya saja.


Allura tak mau berlama lama karena tujuan nya juga tidak bisa terealisasi kan jadi allura segera pergi, tapi Richard malah memberi allura sebotol parfum katanya khusus dibuat untuk nya membuat allura bimbang tapi allura tidak bisa menolaknya.


di dalam mobil nya allura bergerutu frustasi


" aku tidak boleh plin-plan, aku tidak boleh ragu, dia juga ikut andil membuat ku menderita." allura meyakinkan hatinya yang sempat goyah karena paman nya sebenarnya orang yang baik. lalu allura pergi menuju ke tempat Riko.


" braakk" allura langsung menerobos masuk membuat Riko yang sedang berada di depan komputernya terkejut.


" Tolong bantu aku lagi !" Allura melemparkan ponsel milik si penguntit


" Apa ini ?" Tanya Riko heran


" Itu ponsel milik orang yang menguntit ku." Riko langsung tercengang.


" Tentu saja, tapi kau sedang menyelidi siapa ?"


" aku sedang mencari pelaku penyiraman air keras mu , tapi kau benar menangkap nya sendiri ?" Riko masih tidak percaya allura bisa seberani itu.


" Ya nggak lah, pengawal ku yang nangkap dia !"


" Waah tapi kau benar benar gak ada takut nya sekarang, kau mau di gampar lagi !" Allura menatap sinis Riko.


" Jangan melewati batas !!" Ucap nya mengancam Riko.


" Maaf " Riko langsung menutup mulu nya " kau mau aku apakan ponsel ini ?"


" Tadi aku mencoba menghubungi nomor ini. " allura menampilkan sebuah chat dari ponsel si penguntit.


Allura menceritakan apa yang dia ketahui tadi, bahwa bukan Richard yang menerornya.


" Tunggu kau juga menemui si Richard sendirian ?" Riko lagi lagi tercengang dengan tindakan allura


" Sudah lah itu tidak penting !!" allura mengalihkan pembicaraan supaya Riko fokus ke urusan ponsel itu.


" kalau nomor ini punya Richard kemungkinan ponsel Richard di sadap atau mungkin di hack seseorang atau mungkin memang ada orang lain lagi " jelas riko

__ADS_1


allura terlihat terdiam memikirkan apa yang sedang mereka rencana kan untuk membuat nya semakin menderita, mereka terlihat sangat berniat sekali menjalankan aksi nya itu.


ternyata ini menjadi semakin rumit dari dugaan allura, jika begitu berarti bukan hanya Richard yang ingin menghancur kannya tapi ada orang lain lagi.


" aku pergi dulu !" Allura sekarang tahu apa yang harus dia lakukan dulu, allura akan mengintimidasi Richard dan berharap bisa memancing orang lain itu keluar, allura berpikir kemungkinan orang itu memanfaatkan keadaan jadi dia akan mengacaukan nya.


****


terlepas dari semua rencana balas dendam nya, allura lupa bahwa ada orang yang selalu mengkhawatirkan nya dan tidak akan membiarkan allura melakukan hal berbahaya seperti itu.


Tante Sarah menelpon allura menyuruh nya segera pulang, kali ini allura akan kena marah lagi , karena pergi tanpa berpamitan lagi, sesaat setelah panggilan dari tante Sarah mati, Aidan juga menelponnya


" ya ampun apa lagi sekarang !" Gerutu allura


" Apa yang kamu lakukan !!" Bentak Aidan langsung menggelegar sesaat setelah allura mengangkat telepon nya


" memang aku melakukan apa ?" Allura pura pura tidak tahu apa apa


" Kau, kau tunggu aku disana !!" Aidan langsung menutup panggilannya


" dasar Riko ember, dia pasti menceritakan semuanya !" Gerutu allura sambil menarik nafas panjang mempersiap kan diri untuk apa yang akan dia hadapi sesaat lagi.


Sementara itu Tante Sarah menunggu dengan perasan yang gelisah, dia sudah di beri tahu oleh para pengawal bahwa allura mengikuti orang yang telah meneror nya.


Tentu saja hal itu semakin membuat Tante Sarah marah karena saking mengkhawatirkan keselamatan allura.


Baru saja perasaan nya tenang, sekarang allura sudah bertingkah lagi, itu cukup membuat stres dan tekanan batin.


Tante Sarah sudah siap siaga berdiri di depan pagar rumah siap menunggu kepulangan allura.


" Dari mana ?" Tanya Tante Sarah sambil menyilang kan tangan sesaat setelah melihat allura keluar dari mobil nya.


" Aku hanya berkelingling komplek sana " dalih allura.


" Jangan bohong kamu ! Aku tahu apa telah kamu lakukan! Bentak Tante Sarah.


" kau ini gak ada kapok nya, udah begitu juga masih berani pergi sendirian tanpa pengawal lagi !"


Belum selesai Tante Sarah mengomel datang Aidan, mereka pun menyelesaikan perdebatan di dalam rumah.


di dalam rumah allura di suruh duduk menghadap Tante Sarah dan Aidan, sambil menunduk allura pasrah kena Omelan lagi hari ini.


" Apa ini memang efek samping dari penyembuhan trauma ? Kenapa dia jadi liar dan sulit di atur !" Ujar Tante Sarah kembali marah.


" Aku hanya ... "


" Diam !" Bentak Tante Sarah


" Allura, kamu jangan ceroboh kamu jangan terlalu berani menghadapi bahaya seperti itu sendirian !" Ujar Aidan.

__ADS_1


Melihat semua orang mencoba mengatur nya allura menjadi kesal, sedangkan dia tidak bisa berdiam diri saja di rumah sedangkan nyawa nya terus terusan berada dalam bahaya.


__ADS_2