
Pak Kevin memutuskan pulang lebih awal Hari ini karena dia sudah tidak bisa fokus dengan pekerjaan nya, dia merasa khawatir gara gara Richard menemui istri dan anak nya, dia pun bergegas pulang untuk menemui allura dan istrinya, Saat tiba di rumah perasaan nya sudah lebih baik ketika melihat anak dan istrinya baik baik saja
" syukurlah kalian baik baik saja " ucap pak Kevin lega
" Kenapa memang ? Apa kita dalam bahaya ?" Tanya Tante Sarah khawatir
" Shut jangan terlalu keras, dimana allura ?"
" Dia di perpustakaan !" jawab Tante Sarah heran " sebenarnya ada apa sih ?" Lanjut nya jadi penasaran
" Nanti aku jelaskan, aku mau bertemu sama anak ku " pak Kevin pergi menuju ke perpustakaan
" Ayah..." Teriak allura saat melihat ayah nya datang
" Aduh aduh my princess, kamu hebat sayang ! "
" Makasih ayah ! " allura
" Iyah sayang sama sama, ayah janji ayah akan selalu menjaga kamu dan membuat kehidupan kita jadi normal lagi seperti dulu, ayah akan selalu ada di sisi kamu sayang !" pak Kevin memeluk allura
" Tapi ayah mau bicara sesuatu, kita bicara di luar yu " ajak pak Kevin hendak membicarakan hal yang serius
" Allura, Sarah ! mulai sekarang kalian akan di jaga sama bodyguard !"
" Kenapa ? " Ucap allura dan Tante Sarah bersamaan " tiba tiba ?" Tambah Tante Sarah
" Euuh gini, ayah bukan mau menakuti kalian, tapi pelaku yang buron masih belum di ketahui keberadaan nya, dan ayah mendapat kabar kalau pelaku itu bisa menyamar menjadi siapa saja dan bisa berada di sekitar kita tanpa kita sadari, jadi ayah khawatir dengan keselamatan kalian, jadi mau yah kalau kalian di jaga sama bodyguard !" pak Kevin menjelaskan alasan kenapa dia selalu khawatir
" Untuk aku tidak apa apa, tapi allura .." Tante Sarah melnoleh ke allura
" Entah lah ayah, allura masih belum siap tapi jika bodyguard nya berjaga di luar rumah saja, its ok ! " allura masih merasa agak kurang nyaman jika harus terus berdekatan langsung dengan orang asing
" Gak apa apa sayang, untuk sementara para bodyguard nya berjaga di luar rumah, tapi nanti kalau kamu sudah siap ayah mau kamu di jaga bodyguard kemana pun kamu pergi yah !" allura mengangguk
Mencoba memahami situasi dan kondisi saat ini
Perbincangan keluarga selesai, namun Tante Sarah melihat pak Kevin masih gelisah
" Ada apa sayang ? Kamu masih memikirkan hal lain ?" Tanya Tante Sarah mencoba menenangkan nya
__ADS_1
" Apah ? Enggak aku hanya khawatir kalau orang itu datang lagi !" pak Kevin masih tidak berani mengatakan apa yang sebenarnya membuat perasaan nya gelisah, takut nya malah membuat istrinya ikutan gelisah jika dia tahu kalau pelaku yang buron kemungkinan besar adalah kerabat nya.
***
Keesokan harinya, Aidan datang ke rumah allura baru di depan pagar dia kaget ada 2 orang berbadan besar dan bermuka garang menghalau dia, dan mengintrogasi nya, salah satu dari mereka malapor ke pak Kevin, saat sudah di konfirmasi, baru mereka mengijinkan Aidan masuk.
" Sorry ! Apa kamu kaget ?" tanya pak Kevin menyambut nya di depan pintu depan, karena hari ini hari Minggu jadi pak Kevin ada di rumah
" Sedikit , tapi ada apa ini ?" Aidan sedikit kepo
"Emmm Begini, sebaiknya kamu ikut keruangan kerja saya, saya mau memperlihatkan sesuatu " pak Kevin berniat untuk menjelaskan situasi dan kondisi
keamanan keluarga nya sekarang.
" aku lihat kamu orang baik, jadi aku percaya sama kamu !" Aidan tidak mengerti dengan ucapan pak Kevin itu.
" Kamu sudah tahu permasalahan keluarga saya, jadi kamu akan mengerti apa yang akan saya sampaikan sama kamu !" Ujar pak Kevin, Aidan mendengarkan dengan seksama saat pak Kevin menjelaskan tentang pelaku yang buron dan siasatnya yang membuat keadaan masih mengancam keluarganya, kemudian pak Kevin menunjukan semua hasil pencarian nya selama 2 tahun ini
" Kenapa anda mempercayai saya ?" Tanya Aidan serius
" Entah lah, saya hanya melihat allura percaya sama kamu, jadi aku yakin kalau kamu orang yang bisa di percaya sama kita semua disini ! "
Selain itu Pak Kevin juga memberi tahu Aidan bahwa selama ini dia menyewa seorang detektif untuk menyelidiki dan mencari pelaku yang buron tanpa sepengetahuan allura dan Tante Sarah, pak Kevin menghela nafas panjang
" Sudah banyak usaha yang saya kerah kan untuk mencari satu orang ini, tapi kami masih belum menemukan titik terang ! Ujar pak Kevin
" Orang macam apa dia ? Kenapa dia lihai sekali bersembunyi !" Lanjut nya sedikit kesal, Aidan hanya memandang iba kepada pak Kevin yang berdiri memunggungi Aidan di depan jendela.
***
Saat mereka keluar dari ruangan itu, kondisi di luar sangat sepi, tak terlihat allura atau Tante Sarah disana. Aidan pun ijin ke pak Kevin untuk menemui allura, saat Aidan mencari allura di perpustakaan, allura tidak ada disana, dia pun mencari di tempat lain, mungkin saja allura sedang berada di kamar nya benak Aidan.
saat Aidan berada di depan pintu kamar allura, Aidan tidak langsung masuk dia mengetuk pintu yang sedikit terbuka itu, namun tak ada jawaban dari allura, Aidan pun membukanya perlahan terlihat allura sedang berdiri di depan jendela kamarnya, nampak nya dia sedang larut dalam lamunan nya, seperti biasanya saat melamun allura tidak bisa mendengar atau merasakan kehadiran seseorang di sekitarnya.
Begitupun saat ini, allura tidak mendengar ketukan pintu dan panggilan Aidan, bahkan saat Aidan mulai masuk ke kamar nya allura masih tidak berkutik, langkah Aidan terhenti sesaat setelah dia melihat sesuatu yang nampak indah di hadapannya, dia terpana dengan tampilan allura yang nampak cantik dan anggun dengan rambut hitam bergelombang tergerai bebas dan gaun selutut berwarna hitam menambah aura kecantikannya, Aidan langsung menyadarkan dirinya lalu dia menghampiri allura lalu dia menepuk pelan pundak nya, baru allura tersadar dari lamunan nya.
" Apa yang sedang kamu pikirkan ?" Tanya Aidan dengan senyum ramah nya
" Sejak kapan kamu disini ?" Allura langsung menoleh ke arah Aidan yang sudah berada di samping nya
__ADS_1
" Emmmm sudah cukup lama !" Aidan mencoba menggoda allura
" Benarkah ?" Allura ragu dengan ucapan Aidan
" Euuuh sebenarnya aku baru sampai "
" Oooh !" ucapa allura datar, membuat Aidan mengerutkan keningnya
" Kamu belum menjawab pertanyaan ku, apa yang sedang kamu pikirkan sampai seserius itu?" Aidan mengulangi pertanyaan nya lagi, allura kembali menoleh kan pandangan nya ke luar jendela
" Aku...aku hanya berpikir..saat aku kembali ke dunia luar sana bisakah aku kembali menjalani hidup ku dengan normal lagi ? tanpa ada rasa takut atau mengkhawatir kan sesuatu buruk yang mungkin terjadi lagi ? Dan bisakah aku sembuh dari luka hati ini ? " Jelas allura, Aidan terdiam sejenak dan menghela nafas nya
" Itu pilihan kamu allura, kamu yang menentukan hidup mu ingin seperti apa, kalau kamu mau menjalani kehidupan yang normal, jadilah normal, lakukan hal yang normal Dan berpikirlah normal allura! jalan pikiran mu yang menentukan semuanya kamu mau jadi normal atau seperti apa itu tergantung cara berpikir kamu !" ujar Aidan dengan serius
" Dengar allura dalam kehidupan ini kita tidak bisa menghindari rasa sakit, rasa sakit dan kecewa selalu berdampingan dengan kehidupan manusia, siapapun dan dimana pun pasti pernah mengalaminya, terus apa yang harus kita lakukan ? Kita tidak bisa menghindarinya kita hanya perlu menghadapi dan menjalaninya saja semua akan berlalu seiring waktu , percaya dan yakin saja allura !" Pungkas aidan
Allura mendengarkan dengan seksama ucapan Aidan yang seolah memberi sugesti ke otak dan hati allura untuk memberanikan diri menghadapi rasa takut, rasa khawatir dan semua kemungkinan yang akan terjadi tentang orang dan dunia di luar sana.
Allura sadar luka di hati dan rasa sakit yang dia rasakan selama ini karena otak dan pikirannya menyimpan semua kenangan yang menyedihkan dan menyakitkan, sehingga membuat semua kenangan pahit itu terus membayangi nya bahkan di dalam mimpi nya seolah semua kejadian itu terulang ulang terus, membuat luka di hati nya terus terasa sakit dan lama untuk sembuh.
Allura memberanikan diri untuk menatap Aidan
" kau bisa menyembuhkan luka hati ku ?" Tiba tiba allura bertanya seperti itu membuat Aidan tertegun, Aidan pun ikut menatap wajah allura yang masih menatap kepadanya, Aidan terdiam begitu lama menatap dalam mata allura membuat dia merasakan sesuatu telah terjadi di hatinya, sesuatu yang menggelora tapi tidak bisa dia ungkapkan dengan jelas, Aidan tidak bisa berkata kata sekarang, mereka masih saling menatap selama beberapa saat membuat suasana menjadi hening.
" Kamu mau berjalan jalan sore ?" Tanya Aidan memecah keheningan dan mencoba mengalihkan pertanyaan allura tadi, allura jadi heran dengan reaksi Aidan yang nampak gugup
***
Allura mengikuti langkah Aidan hingga ke luar rumah tepat di depan sepeda motor sport nya dia berhenti lalu mengambil helm untuk allura
" apa ini ? Kita mau kemana ?" Tanya allura, Aidan mencoba mengembalikan raut wajah nya yang sempat tegang kembali menjadi ramah lagi,
dia tersenyum simpul dan membantu memakaikan helm ke kepala allura
" kamu harus mencoba menghadapi dunia ini allura, aku akan menunjukan sisi baik dari dunia ini !" ujar nya lembut
" ayo naik !" Suruh nya yang sekarang sudah standby di atas motor hitam nya dan menyalakan nya lalu allura menurut saja pada perkataan Aidan.
***
__ADS_1
sebelum nya Aidan sudah meminta ijin kepada ayah allura untuk membawa allura keluar rumah hari ini, ayah allura mengijinkan tapi dengan syarat Aidan harus melapor setiap keadaan allura dan keadaan sekitar allura, selalu waspada pada sesuatu yang membuat allura merasa tak nyaman atau merasa terganggung, dan yang paling penting menghindari orang asing untuk berjaga jaga.