
Pak Kevin masih termenung memikirkan perkataan Riko tadi, jika benar saudara nya ada yang terlibat itu akan membuat hati dan perasaan nya hancur terlebih jika allura mengetahuinya dia akan merasa sangat terluka lagi. Tiba tiba handphone nya berbunyi membuyarkan lamunan nya
πSayang, kamu harus mendengar kabar baik ini " Tante Sarah terdengar sangat excited
π Ada hal apa sampai membuat kamu begitu senang ?"
π" Allura sekarang sudah berani pergi keluar rumah !! ini sangat mengejutkan tapi aku senang !" Ujar Tante Sarah terdengar bersemangat
π" Benarkah ?" Pak Kevin tak percaya dengan apa yang dia dengar, mata nya mulai berkaca kaca
π " ya ampun allura, anakku yang dulu akan kembali ini luar biasa, terima kasih Tuhan !! " pak Kevin pun tidak bisa menyembunyikan kegembiraan nya
π" Aku akan mengajak nya ke luar sekarang, aku tutup yah teleponnya !"
Pak Kevin masih tidak percaya namun dia tahu allura wanita yang kuat, walaupun luka di hatinya sangat dalam dan membekas tapi dia tahu kalau allura bisa menyembuhkan nya. Rasa senang bercampur khawatir karena dalang dari para pelaku masih berkeliaran di luar sana dan dia bisa menyamar menjadi siapa saja
" haruska aku menyewa pengawal untuk allura ?" Benak pak Kevin " tapi allura akan merasa tidak nyaman jika orang asing terus mengikutinya! " Pak Kevin jadi bimbang
***
Allura dan Tante Sarah benar benar hangout, tapi allura meminta agar dia berada di dalam mobil saja, dia mau perlahan untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang lain. Saat dia melihat orang lain dari balik kaca terkadang dia merasa gugup dan berkeringat dingin, bahkan badan nya sesekali bergetar namun sekarang allura bisa mengendalikan nya, dia selalu mengingat tips dari Aidan supaya dia bisa tenang.
" Are you ok allura ?" Tanya Tante Sarah yang sedari tadi memperhatikan keadaannya allura, takut nya allura tiba tiba pingsan atau histeris, Tante Sarah merasa khawatir saat mereka menuju ke keramaian
" im ok !" jawab allura sambil menarik nafas dan menutup matanya
" Perlahan saja sayang, Tante yakin kamu bisa !" Tante Sarah menggenggam tangan allura yang dingin
" im ok, aku bisa ayo allura kamu bisa, mereka bukan orang jahat " allura meyakinkan dirinya sendiri, allura pun sudah merasa tenang walaupun dia melihat orang orang hilir mudik dari balik jendela mobil dia sudah bisa menghadapi mereka walaupun belum secara langsung
Tante Sarah tersenyum senang melihat allura berusaha keras untuk pulih dan dia bisa melihat usahanya perlahan membuahkan hasil, allura pun menyadarinya bahwa dia bisa melakukan nya allura ikut tersenyum bahagia, dia merasa bangga pada dirinya sendiri. bahkan ketika ada seorang pengamen yang menghampiri mobil mereka allura sudah tidak lagi takut saat orang asing begitu dekat dengan nya. Allura pun berpikir bahwa selama ini yang memperburuk keadaanya adalah pola pikir nya sendiri yang selalu berprasangka terhadap dunia luar.
***
Allura dan Tante Sarah pun pulang, karena dirasa cukup untuk hari ini
__ADS_1
" Ternyata ini tidak sesulit yang aku kira Tante, benar kata Aidan, aku hanya perlu mencoba nya ! " ucap allura
" Dia berhasil membuat kamu kembali allura, dia perlahan menghilangkan rasa sakit kamu selama ini, kemungkinan dia juga bisa mengobati luka hati kamu allura ! " ujar Tante Sarah sambil menatap hangat allura, allura terdiam mendengar perkataan ibu sambung nya itu
" Tante mau ke rumah temen Tante dulu sebentar, kamu gak apa apa kan di rumah sendirian ?" Allura mengangguk
" nanti kalau ada orang datang jangan langsung di buka yah, kamu lihat dulu siapa itu, ok !" Tante Sarah mengingatkan allura
" Ok " jawab allura
Selang beberapa waktu, ada orang yang membunyikan bel rumah, allura melihat dari layar di dekat pintu, terlihat seorang pria tinggi besar berdiri di depan pintu membuat allura tersentak
" Siapa ?" Tanya nya agak takut
" Saya Richard, apa itu kamu allura ? Ini uncle Richard kamu masih ingat ? " Ternyata itu Richard, dia datang untung berkunjung, tapi allura tidak ingat dengan dia, karena sudah lama sekali allura tidak bertemu dengan Richard, terakhir mereka bertemu saat itu usia allura masih sekitar 3 tahunan, jadi allura mana ingat.
" Maaf saya tidak kenal !" ucap allura datar, membuat Richard genok
" Apa ayah di rumah ?" Tanya nya lagi
" Siapa ya ? " Tanya Tante Sarah ke Richard
" saya adik nya Abang Kevin, perkenal kan saya Richard " Richard mengulurkan tangannya
" Oh adik bungsunya Kevin, saya Sarah, senang bertemu anda ! " Tante Sarah menjabat tangan Richard dengan ramah
" oh maaf yah sebentar " Tante Sarah masuk duluan untuk menyuruh allura masuk ke kamar nya, kemudian dia membukakan pintu untuk Richard, Tante Sarah tidak tau orang seperti apa Richard di masa lalu, jadi dia menerima nya dengan senang hati.
Richard pun di persilahkan masuk, dengan senang hati dia tidak menolak, setelah masuk dia celingukan ke sekitar
" kemana allura ? Tadi dia ada ! "
" Allura ? Emm dia ada di kamarnya, keadaan nya sekarang sedang tidak baik, mungkin lain waktu dia akan menyapa kamu ! " jawab Tante Sarah sambil tersenyum " kamu mau minum apa ?"
" Teh hangat saja "
__ADS_1
" Baiklah, tunggu sebentar yah ! "
Sambil menunggu Richard berkeliling melihat lihat seisi rumah, yang tak terlalu luas bergaya modern itu, mata nya tertuju pada sebuah foto keluarga yang tergantung di ruang tamu
" kau terlihat bahagia meski kau telah kehilangan istri, anak dan kakimu, kau tidak peduli dengan ku yang hidup nya kau hancurkan " gumam nya, Tante Sarah berdehem mengagetkan nya
" Maaf agak lama !"
" Tidak apa apa " jawab nya ramah sambil tersenyum " kenapa rumah nya lebih kecil dari rumah yang dulu " tanya Richard untuk mengakrabkan diri
" Sebenarnya bisa saja kita tetap tinggal di rumah yang lama, namun kau tau kan setelah kejadian yang mengerikan itu, allura dan ayah nya tidak mau kembali ke rumah itu, pasti berat bagi mereka jika tetap tinggal di sana " ujar Tante Sarah
" Itu pasti sangat berat bagi mereka !"
" makanya kita memilih rumah minimalis agar kita bisa saling mengawasi keadaan satu sama lain ! "
" Oh iya saya mengerti, tadi nya aku mau bertemu dengan allura, tapi ini bukan waktu yang tepat mungkin lain waktu aku bisa menemuinya ! "
" Maaf yah, hanya saja allura masih belum siap bertemu orang lain secara langsung ! " Tante Sarah merasa gak enak
" Aku bisa memaklumi nya, ya sudah aku pamit dulu ! " Richard beranjak dari tempat duduk nya " allura...!uncle pulang dulu yah !" pamit Richard ke allura sedikit teriak karena allura berada di dalam kamar, allura mendengarnya tapi dia mengabaikan nya.
Richard pun pulang dengan motor sport nya, selepas Richard pergi Tante Sarah mengabari pak Kevin bahwa adik nya Richard datang berkunjung ke rumah , kabar itu membuat pak Kevin kesal karena pak Kevin tidak mau keluarga nya berhubungan dengan orang itu, Richard adalah orang nya tidak bisa di tebak dan di duga duga membuat pak Kevin khawatir jika sesuatu terjadi pada keluarga kecilnya lagi akibat kelakuan Richard
" sialan ! apa maksud nya dia datang ke rumah ku " pak Kevin tak sadar mengumpat
****
Aidan sedang berada di pusat kebugaran, ini adalah rutinitas mingguan nya untuk nge gym, pantas saja badan nya sangat kekar dan berotot, dia pun selalu terlihat bugar dan segar setiap hari. 2 jam cukup untuk membuat keringatnya mengucur dari seluruh badan, saat hendak pulang tiba tiba dia teringan sama allura
" dia sedang apa yah? " Gumam nya
" ya ampun kenapa aku jadi kepikiran dia terus, tapi setidak nya aku harus punya nomor WhatsApp nya" gumamnya lagi, lalu Aidan berlalu cukup cepat dengan motor nya, di tengah jalan Aidan kembali kepikiran sama allura
" ada apa dengan ku, kenapa aku terus memikirkan dia " Aidan mengomeli dirinya sendiri dan menancap gas semakin cepat.
__ADS_1
Note : ( cara penyembuhan yang karakter Aidan berikan kepada karakter allura bukan dari sisi medis, itu merupakan karangan penulis untuk menonjolkan karakter Aidan sebagai psikolog yang memiliki cara nya sendiri yang berbeda dalam menyembuhkan pasien nya dengan psikolog lain )