Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
semua akan berubah pada waktunya


__ADS_3

Pak Kevin memberikan kabar ke rumah bahwa dia akan pulang telat, dia telah menyuruh Aidan untuk berada di rumah nya sementara dia tidak ada, karena Aidan punya waktu luang jadi dia tidak punya alasan untuk menolak. Akhirnya Aidan memutar arah untuk kembali ke rumah allura.


" Ting nong " suara bunyi bel


" Siapa yang datang ?" Tanya Tante Sarah sembari melihat ke layar keamanan " Aidan ? Kenapa dia balik lagi ?" Gumam nya, lalu dia membukakan kunci


" Maaf Tante, saya di suruh pa Kevin untuk tetap stay disini sampai nanti beliau pulang !" Ujar Aidan


" Oooh, Yaudah ayo masuk !" Tante Sarah dengan senang hati mempersilahkan Aidan untuk berada di rumah nya.


***


Richard sedang berdiri di hadapan ayah nya yang terbaring lemah dengan banyak selang yang di pasang ke tubuhnya


" hai ayah, aku pulang sepertinya keadaan mu sedang tidak baik ! " ujar nya, namun ayah nya itu tidak mendengarnya karena memang sejak sebulan lalu beliau mengalami koma.


" Banyak yang berubah selama aku pergi, tapi suasana rumah ini masih sama ayah, apa ayah merindukan ku ? Aku merindukan ayah dan ibu tapi aku tidak tau kalau ibu sudah meninggal, Kaka Kaka ku sangat jahat mereka tidak memberitahu ku ! " Ujar nya lagi, setelah beberapa saat berada di dalam kamar ayah nya Richard pun melangkah ke luar, dia melangkah ke setiap sudut rumah itu sambil merasakan suasana yang lama dia rindukan dan aroma rumah yang khas membuat Richard merasa sedang bernostalgia.


Richard menyusuri setiap sudut ruangan di rumah besar itu, tak ada yang berubah, namun saat dia melihat foto keluarga dia kembali kecewa, foto keluarga nya sudah di ganti dan tak ada foto dirinya di sana " aku benar benar di buang " gumam nya, kemudian dia melihat foto ibunya


" apa kau tidak sedih anak mu di perlakukan tidak adil ibu ? Oh aku lupa kau dan ayah pasti sudah merasa cukup dengan hanya ada mereka , mereka anak anak yang sempurna bagi kalian ! " Richard berbicara sendiri sambil menatap foto keluarga yang cukup besar terpampang di ruang utama, mata nya mulai berkaca kaca lagi.


Tak mau terus bersedih, Richard pun pergi ke kamar nya dulu semua barang masih rapi pada tempat nya, bahkan keadaan nya bersih seperti di bersihkan setiap hari, memang sengaja kamar itu di biarkan seperti itu oleh ayah nya bahkan menyuruh art nya untuk membersihkan nya seminggu sekali agar tetap bersih, Richard tak tau kenapa tapi syukurlah dia masih di anggap ada.


pak Alvin datang lebih dulu dari pada yang lain, dia segera mencari keberadaan Richard, dan dia menemukannya sedang tidur dengan nyaman nya.


" Hei bangun " pak Alvin menendang nendang ranjang untuk membangunkan Richard


" Aku baru saja tidur, kau mengganggu ku saja !" keluh Richard dengan muka kesal


" Kau bisa tidur, setelah membuat kami semua terkejut " omel pak Alvin sambil menjitak kepala Richard

__ADS_1


" Aaaw ! harusnya kalian senang aku kembali dengan keadaan sehat kalian tahu sekarang aku sudah berubah !" protes Richard, pak Alvin pun menghela nafas panjang


" Kau benar, seharusnya kita tidak terlalu keras sama kamu !"


" Iya lah, kalian sudah mendapatkan banyak sedangkan aku tidak dapat apa apa, harusnya kalian kasian pada ku dan berterima kasih karena aku bagian kalian menjadi bertambah !"


" Kau ini, sudah aku bilang dari dulu nurut saja sama kemauan ayah, ngeyel sih jadi nya kan seperti ini dasar keras kepala !" Pak Alvin malah mengomelinya lagi


" Memang tidak ada yang peduli padaku !! " keluh Richard lagi


" Sudah lah, Kaka kakamu yang lain sedang menuju kesini, sebaik nya kau bersiap !"


" Bersiap untuk apa ? Acara penyambutan ?"


" Berandal ini !" pak Alvin melempar kan bantal ke wajah Richard " penyambutan apa bahkan mereka gak mau melihat wajah mu itu !" Pungkas pak Alvin lalu dia pergi dari kamar Richard di ikuti Richard


Diantara yang lain, pak Alvin memang yang paling dekat dengan Richard bahkan selalu membelanya dulu, tapi waktu Richard mau di kirim ke luar negeri dia tidak bisa apa apa karena itu keputusan ayah mereka, dan pak Alvin tidak berani menentang nya. Bahkan sampai sekarang sebenarnya pak Alvin lah yang masih peduli sama dia, karena bagaimanapun pak Alvin adalah yang tertua dan Richard masih adik nya sudah jadi tugas nya untuk mengurusnya.


" Jadi kamu mau tinggal disini sekarang ?" Tanya Lenatan, Richard mengangguk dengan enteng nya


" Kau sudah gila ?" Bentak Lenatan


" Ya terus aku harus kemana lagi, selama 17 tahun sudah cukup bagiku di asingkan dari keluarga ku sendiri !" jawab Richard


" Dasar tak punya malu! Setelah mempermalukan keluarga ini kau masih berani menunjukan wajah menjijikan itu, dasar berandalan kau bahkan kau sudah di buang kau masih berharap di terima di sini hah ?" Pak Kevin mulai emosi


" Cukup ! jangan terlalu keras padanya, toh dia sudah mau berubah sekarang ! " pak Alvin mencoba menengahi agar tidak terjadi konflik yang lebih besar lagi


" Benarkah ? Apa dia bisa di percaya ?" Tanya Lenatan dengan sinis nya


" Tolong percaya padaku, aku mau menebus semua kesalahan ku di masa lalu, tolong beri aku kesempatan sekali ini saja !" Richard mencoba meyakinkan Kaka kakanya dan memohon dengan sungguh, suasana jadi hening, mereka saling melirik satu sama lain

__ADS_1


" Aku akan memberi nya kesempatan, apa salah nya kalau dia bertingkah lagi toh dia tidak bisa apa apa, dia sudah tidak punya apa apa lagi kan !" Ujar pak Alvin menyatakan pendapatnya


" Baiklah aku juga, kamu adik ku satu satunya jadi cobalah hidup yang bener brengsek " walau masih dengan nada judes, tapi terlihat kalau sebenarnya Lenatan masih menyayangi adik nya itu, sedang pak Kevin mungkin akan sulit karena sejak dulu mereka berdua lah yang selalu huru hara bahkan pernah saling adu jotos juga


" Kamu gimana ? " Tanya pak Alvin


" Terserah lah !! " singkat pak Kevin dan pergi menuju ke kamar ayah nya untuk menengok keadaan nya


" Kita anggap itu setuju !" ucap pak Alvin


" Awas ya kalau bertingkah lagi, aku akan benar benar membunuh mu !" ancam Lenatan


" Aku tidak akan mengecewakan kalian semua Kaka Kaka ku ! " ujar Richard dengan senang nya


Semua orang pun ikut pergi ke kamar ayah mereka


" Apa ayah bisa sembuh lagi ?" Tanya Lenatan


" Dia harus sembuh, aku mau meminta maaf kepada ayah " ucap Richard


" Semoga saja, kita semua disini berharap ayah bisa segera siuman " ucap pak Kevin


" Kau harus merawat nya Richard, kau harus menunjukan kepada nya bahwa kau menyesal telah menentang ayah " ujar pak Alvin


" Baiklah, dengan senang hati aku akan merawat nya sekarang, kalian tidak perlu khawatir ! " mendengar perkataan adik nya itu Lenatan sedikit agak khawatir, Lenatan menatap sinis ke Richard


" Aku berjanji mbak , aku tidak akan berbohong kali ini " Richard kembali meyakinkan Kaka perempuannya itu


" Awas loh, kita masih ngawasin kamu, disini juga ada perawat, nanti aku akan suruh dia memperhatikan kelakuan mu juga ! " ancam Lenatan lagi


" Kau ini benar benar menakutkan sekarang ! " Richard sangat segan dengan Kaka nya yang sangat garang itu

__ADS_1


Richard mengajak semua saudara untuk menginap, tapi ketiga kakak nya itu menolak, Richard tidak menyerah untuk membuat semua kakaknya tetap stay, Richard mengajak mereka untuk minum wine dan untuk wine mereka tidak bisa menolak, mereka bertiga langsung setuju dan kembali duduk.


__ADS_2