Anak jeniusku mencari ayah

Anak jeniusku mencari ayah
Bab.25 ~Pantai 2


__ADS_3

"Kau sangat peduli dengan Daniel, hingga rela bertengkar ditempat umum dengan istrinya." ujar Satya setelah sampai di tempat mereka.


Aliyha menatap Satya bingung. Dia tak tahu, apa kesalahannya hingga pria itu tampak begitu dingin padanya.


"Al! Kamu baik-baik saja?" tanya Regina khawatir.


Aliyha hanya mengganggukan kepala seraya menatap Satya yang pergi dari hadapannya.


"Kamu kenapa sih, Al? Kenapa harus ikut campur dengan urusan orang?" ujar Regina dengan kesal.


"Aku hanya prihatin aja, Mba," jawab Aliyha.


"Iya. Aku tahu. Tapi, sering kali, ada baiknya kita diam untuk hubungan kita sendiri. Jangan mencampuri hubungan orang lain, yang akan menghancurkan diri sendiri." Regina menasehati Aliyha karena melihat Satya yang tidak suka dengan apa yang di lakukan Aliyha.


"Tapi, Mba,"


"Sudah! Kejarlah Satya, dia sangat marah melihatmu bertengkar dengan wanita itu!" pinta Regina dan mendapat anggukan.


"Dar, ayo, sama aunty." ajak Regina.


Di tempat Rosa bersama teman-temannya.


"Siapa sih, wanita itu Ros?" tanya Kiran teman Rosa.


"Dia itu yang suka menggoda suamiku," jawab Rosa dengan kesal pada Aliyha.


"Apa dia tak akan memberitahu suamimu, Sayang?" tanya Benny, pria yang terlihat mesra bersama Rosa itu.


"Daniel tidak akan berani berkata apa-apa padaku. Dia itu seperti k*mbing c*ngek, yang tidak bisa berbuat apa-apa melawanku. Aku saja sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah dan saat aku pulang nanti, dia hanya akan diam tanpa berkata apa-apa," jelas Rosa.


"Tapi suatu saat dia akan bosan dengan sifatmu dan nanti, bagaimana jika dia menceraikanmu?" ucap Kiran.


"Hahaha..., dia tidak akan berani melakukannya. Kalian tau, orangtuanya pun sama sepertinya. Apalagi ibunya, Daniel akan selalu mendengarkan ibunya yang selalu membelahku," ucap Rosa dengan tertawa lebar.


*


Aliyha sedang mengikuti Satya yang sedang berjalan di tepian pantai. Telapak kakinya di terjang air laut, namun Satya membiarkannya saja.


Aliyha menyusulnya dengan mengsejajar lqngkah mereka.


"Mas Satya." Satya melirik sebentar pada Aliyha yang sudah berada di sampingnya.


"Mas, Maafin aku," ucap Aliyha lagi.


"Aliyha..., apa kamu masih ingin melanjuykan hubungan kita?" tanya Satya yang terus melangkah dengan tatapan yang lurus kedepan.


"Apa maksud, Mas?" tanya Aliyha dengan terkejut.

__ADS_1


"Iya. Semenjak kita menjalin hubungan, kita semakin jauh dan sering berselisih paham." Satya terus melangkah dan Aliyha pun terus mengikutinya.


"Maaf, Mas." ucap Aliyha dengan mata berkaca-kaca. "Aku juga tidak mau seperti ini, tapi keadaan tidak mendukung." lanjut Aliyha seraya menggenggam tangan Satya.


Satya menarik tubuh Aliyha masuk ke dalam dekapannya. Dia tak tega melihatnya meneteskan air mata.


"Maaf, aku terlalu sensitif. Aku hanya tidak ingin kau direbut oleh orang lain," jelas Satya dengan mengelus-ngelus kepala wanita yang dalam dekapannya itu.


"Tidak apa, Mas. Aku yang salah. Aku tidak mengerti kamu, aku terlalu sibuk dengan kehidupan orang lain yang bukan siapa-siapa." ucap Aliyha yang sudah mengalirkan air mata di pipinya.


"Sudah." Satya menghapus airmata Aliyha dengan jemarinya. "Kita ke sini tidak untuk bersedih," lanjut Satya.


"Aawk!" pekik Aliyha saat merasa tubuhnya melayang di udara.


Satya membawah Aliyha dalam gendongannya, masuk sedikit ke dalam air dan menceburkan Aliyha dalam air.


"Aawk!" pekik Aliyha saat tubuhnya di sambut oleh air laut di sana.


"Mas!!" pekik Aliyha kesal.


"Hahaha..." Satya terbahak melihat wajah Aliyha yang begitu kesal padanya, kini tubuhnya basah kuyup.


Tanpa mereka sadari Regina dan Darel telah masuk ke dalam air menuju tempat mereka saat ini mulai menyerang Aliyha dengan air laut di sana. Akhirnya mereka pun bermain bersama dalam air laut itu. Aliyha, Darel, Regina dan Satya tampak bahagia, terlihat dari tawa dan canda mereka yang tak henti-hentinya.


*


*


"Terus, teruslah mend*sah, aku suka," ujar Daniel dengan terus mem*mpa tubuh di bawahnya.


Daniel sedang bersama seorang wanita disebuah kamar hotel. Jarangnya Rosa untuk berada di rumah membuat nafkah batin Daniel tak terpenuhi, hingga dia harus mencari wanita lain untuk melampiaskannya.


"*ah..," wanita itu terus saja mend*sah dan itu semakin membuat h*srat Daniel semakin terpacu.


Sebagai seorang pria beristri, Daniel tak sanggup untuk menahan h*sratnya berhari-hari. Rosa jarang pulang, seperti sekarang Rosa sudah empat hari tidak pulang ke mansion dan jika pulang pun akan ada banyak alasan untuknya tidak mau berc*nta dengan Daniel. Maka dari itu Daniel membutuhkan pelepasan di luar untuk dirinya sendiri.


Beberapa saat berpacuh dengan keringat yang sudah menguncur deras, akhirnya sepasang insan itu mendapat titik ken*kmatannya.


"Haa..." Daniel membuang nafasnya puas.


"Daniel, bagaimana jika Rosa tau tentang hubungan kita?" tanya Amel, wanita yang baru saja berbagi keringat dengan Daniel.


"Dia tidak akan peduli dengan apa yang ku lakukan," jawab Daniel.


"Dia pasti akan marah padaku," ucap Amel lagi.


"Tenanglah. Rosa hanya membutuhkan uang dariku. Sudah jagan bicarakan dia lagi," ucap Daniel seraya beranjak dari kasur menuju Kamar mandi.

__ADS_1


Amel adalah sahabat baik dari Rosa. Sebelum Rosa dan Daniel menikah, Amel sudah berhubungan dengan Daniel tanpa di ketahui oleh Rosa. Setelah setahun pernikahan Daniel, Rosa tidak bisa meribah sifatnya maka Daniel pun mengajak Amel untuk berhungan kembali.


Daniel dan Rosa menikah karena perjodohan dua keluarga, karena keluarga Rosa telah membantu perusahaan keluarga Daniel.


Amel sebenarnya tidak tegah menghianati sahabatnya sendiri, tapi dia sangat mencintai Daniel. Dan melihat Daniel yang tidak bahagia dengan Rosa, akhirnya dia setuju untuk menjalin hubungan kembali dengan Daniel.


*


*


Aliyha dan Satya kini sedang duduk di sebuah bangku di pantai itu.


"Mas, kuharap kita tidak lagi berselisih." ujar Aliyha.


"Ya, dan ku harap juga kau tidak menyembunyi sesuatu dariku." jawab Satya.


Aliyha menatap Satya dalam, hatinya seperti tersentuh dengan ucapan Satya. Entah bagaimana caranya dia harus mengatakan kebenaran tentang Daniel dan Darel.


"Bunda!" panggil Darel dari kejauhan.


Aliyha dan Satya beranjak dari duduk mereka, mendekati Darel dan Regina yang telah siap untuk pulang.


"Ayo, kita sudah siap," ujar Regina setelah mereka sampai.


"Kita pulang sekarang?" tanya Satya pada Aliyha yang berada di sampingnya.


"Ayo. Mereka pasti sudah capek," jawab Aliyha.


Akhirnya mereka pulang dari pantai. Hari yang menglelahkan, namun juga membahagiakan. Satya juga sudah tak sedingin sebelumnya pada Aliyha, doa sidah bersikap seperti biasa dan Regina dan Darel tertidur di jok belakang mobil, karena kelelahan.


*


*


Hari kembali bekerja. Siang ini Aliyha berada di kantin bersama Satya dan juga Regina. Angel sudah sangat jarang bergabung dengan mereka.


Selesai makan siang di kantin, mereka bertiga kembali bekerja. Aliyha berjalan menuju ruangan Daniel, di mana tempatnya juga bekerja.


Klek


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa di subcribe❤


__ADS_2