Anak jeniusku mencari ayah

Anak jeniusku mencari ayah
Bab.47 ~Mulai bekerja


__ADS_3

"Tak apa walau hanya nikah siri dulu. Sebentar lagi dia dan Rosa akan bercerai, dan aku akan memaksanya mengadakan pesta pernikahan yang besar-besaran," batin Amel.


*


*


Hari berganti pagi, Aliyha akan memulai harinya di perusahaan WIRAWAN GROUP. Dia telah bersiap-siap untuk pergi bekerja. Hari ini adalah hari barunya, dan dia akan semangat menjaninya.


Selesai bersiap-siap, Aliyha keluar ddari dalam rumah, ternyata di luar sebuah mobil yang di kenalnya, mobil yang di tumpanginya dari terminal bus waktu itu.


Seorang pria turun dari mobil itu, lalu menatapnya yang sedang berdiri di depan teras kontrakannya. Pria yang sama, yang telah menghadangnya dan Regina pas turun dari bus.


"Ada apa, ya, dia kemari? Nggak mungkin juga jemput aku, kan," gumam Aliyha pelan.


Tiba-tiba Pria itu mendekat ke arahnya, jantung Aliyha berdetak kencang saat pria itu melangkah kearahnya.


"Kok dia kemari?" tanya batin Aliyha yang menjadi gugup karena kedatangannya.


"Nona Aliyha," sapa pria itu dan Aliyha hanya menatapnya tanpa berkedip.


Tak bisa di pungkiri, pria yang berada di hadapan Aliyha saat ini terlihat sangat tampan dengan tubuh kekar, tinggi di atas rata-rata dan hidung mancung, membuat mata Aliyha tak bisa berpaling menatapnya, walau hanya dengan mengenakan pakaian khas seorang pengawal biasa.


"Nona Aliyha!" panggilnya lagi sedikit kencang karena Aliyha tak meresponnya sambil melambai-lambaikan tangan di depan wajah Aliyha.


"Haa! Maaf-maaf, saya nggak denger," ujar Aliyha yang menjadi salah tingkah dengan sikapnya sendiri dan pria itu tersenyum manis padanya.


"Nggak, nggak boleh!" ujar batin Aliyha yang mengagumi pria di hadapannya.


"Nona, saya dipintahkan nyonya besar untuk menjemput Anda," ucapnya.


"Nyonya Marina?" tanya Aliyha memastikan dan mendapatkan anggukan dari pria di hadapannya.


"Mari Nona," ajaknya seraya mempersilahkan Aliyha untuk berjalan lebih dulu.


Hati Aliyha tersentuh dengan perlakuan pengawal Regina itu, namun Aliyha berpikir kembali, jika itu memang tugasnya.


Setelah hampir di dekat mobil, Pria itu mendahuluinya, dan membukakan pintu belakang mobil yang akan di kendarainya, namun Aliyha membuka pintu depan untuknya naik.


"Nona, sebaiknya Anda duduk di belakang, biar saya yang menyupiri Anda." ujarnya.


"Tidak, Mas. Di depan aja, nggak enak kalo duduk di belakang sendirian." jawab Aliyha dengan tersenyum.


Pria itu tak membantah Aliyha, dia membiarkan saja apa yang Aliyha inginkan, dan dengan segera dia menekan pedal gas menuju mansion keluarga Wirawan.


Saat mobil yang di tumpangi Aliyha baru keluar dari parkirannya, ternyata dari kejauhan Satya telah melihat mereka dan mencoba untuk mendahui mobil yang akan berjalan itu, namun mereka sudah keburu pergi.


"Akh!" kesal Satya yang tak bisa menghadang mobil itu.


"Dengan siapa Aliyha pergi? Apa benar kata mama?" gumam Satya yang melihat mobil mahal yang di tumpangi Aliyha. Dia menjadi ragu dengan Aliyha.

__ADS_1


*


Di dalam mobil, hening tanpa suara, hingga saat mobil itu mengarah ke jalan yang salah menurut Aliyha.


"Mas, bukannya kita mau ke kantor? Ini bukan jalan ke kantor, kan?" tanya Aliyha saat melihat mobil itu tak menuju jalan yang akan menuju perusahaan Wirawan Gruop.


"Tidak, Nona. Kita akan ke mansion dulu untuk menjeput nona Ratu," jawabnya.


"Oh! Mas, jangan panggil aku Nona, serasa gimana gitu. Panggil Aliyha aja!" pintanya yang merasa tidak enak saat di panggil dengan sebutan itu.


"Baik." jawabnya singkat. Padahal Aliyha berharap mendapatkan teman mengobrol di dalam mobil itu.


"Mas, namanya siapa?" tanya Aliyha yang sudah tak tahan dengan kebisuan mereka.


"Kenan,".jawabnya lagi singkat.


"Mas, sudah lama bekerja sama Nyonya?" tanya Aliyha lagi. Biarlah dia yang bertanya walau hanya di jawab sesingkat mungkin, yang penting suasana mobil itu tak seperti kuburan di malam hari.


"15 tahun," Jawab Kenan lagi singkat, membuat Aliyha sedikit kesal karena jawaban-jawaban singkat itu dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Lama juga, ya," ujar Aliyha dan tak di tanggapi olehnya.


"Mas," panggil Aliyha.


"Ya."


"Mas, ngomongnya irit, ya," ujar Aliyha sambil cekikan, yang merasa lucu sendiri, karena dia kesal dengan pria yang kurang bicara itu.


Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di mansion keluarga Wirawan dan Regina tengah menunggu mereka di depan mansion.


"Kok lama sekali?" tanya Regina yang segera masuk ke dalam mobil.


"Waaw!! Mba Regina!" seru Aliyha terpana.


"Apa?"


"Mba, seperti namanya, Ratu Putri. Penampilan Mba, berubah 180 derajat, makin cantik aja," ujar Aliyha dengan bangga.


"B aja kali." bantah Regina. "Hei, kamu pindah sini! Ngapain duduk sama dia?" pintah Regina pada Aliyha yang duduk di kursi depan mobil.


"Mba, tadikan cuma berdua," jawab Aliyha.


"Hei! Kamu jangan keganjenan, ya. Sama dia! Sudah ada yang punya!" ucap Aliyha pada kenan dengan menepuk keras pundak pria itu.


"Enggak kok, Mba. Mas Kenan ini, irit bicara," ungkap Aliyha.


"Irit bicara?" tanya Regina.


"Iya. Tadi sewaktu di mobil aku yang banyak bicara, Si Mas, cuma jawab, iya, tidak, iya, tidak." jelas Aliyha.

__ADS_1


"Ump, baguslah. Ayo jalan!" pinta Regina.


*


Tak berselang lama, Aliyha dan Regina sudah berada di perusahaan WIRAWAN GROUP. Mereka naik ke lantai paling atas, di mana ruangan Marina berada.


"Mba! Perusahaan keluarga Mba, besar banget, ya. Nggak nyangka aku!" seru Aliyha saat mereka sedang berjalan menuju ruangan Marina.


"Iya. Kamu tau, karena itulah aku malas, di sini. Karna akan ada banyak pekerjaan," ungkap Regina.


"Iya, Mba! Makannya, Mba harus mulai belajar dari sekarang mengelolah perusahaan. Kalau bukan, Mba siapa lagi? Bisa bangkrut nih perusahaan, kalau Mba nggak mau belajar," jelas Aliyha.


"Iya juga, sih," sambung Regina.


Tok tok tok tok


Klek


"Pagi, Ma," sapa Regina.


"Pagi, Nyonya," sapa Aliyha.


"Pagi-pagi," jawab Marina.


"Duduklah, kalian!" pinta Marina seraya menunjuk kursi di depannya.


"Baiklah, Aliyha. Ruangan kerja kamu ada di sebelah, dan bawah ini untuk kamu pelajari!" pinta Marina.


"Dan kamu Ratu, ini cek sebesar 2 miliar, segera urus masalah Aliyha. Berikan uang pinalti sebesar 1,5 miliar itu pada perusahaan itu!" ucap Marina.


"Haa! Mama tau?" kejut Regina.


"Kamu pikir bisa menipu Mama? Mama tahu segalanya, jadi jangan sekali-sekali mau menipu Mama! 500 juta itu mama berikan sebagai gajimu mengurus masalah Aliyha, hingga selesai!" jawab Marina tegas.


"Maaf," ucap Regina dengan menunjukan giginya dan mengangkat kedua jari membentuk huruf V.


"Mulailah pekerjaan kalian sekarang dan kamu Ratu! Pergi bersama Kenan. Jangan coba-coba pergi sendiri!" pinta Marina lagi.


"Ok. Ma!" jawab Regina dan mereka segera pergi untuk menyelesaikan pekerjaan masing-masing.


*


Di perusahaan Daniel, dia sedang menunggu kedatangan Aliyha. Dia sangat yakin jika Aliyha akan datang untuk bekerja, karena uang yang begitu besar tak mungkin di dapat Aliyha dengan mudah.


.


.


.

__ADS_1


.


Yang coment, yang bijak, makasih🙏


__ADS_2