Anak jeniusku mencari ayah

Anak jeniusku mencari ayah
Bab.43 ~Ratu Putri Regina Wirawan


__ADS_3

Aliyha turun dari mobil dan menatap mobil itu pergi dari hadapannya. Aliyha sangat penasaran, ada apa dengan Regina? Siapa dia? Aliyha berpikir-pikir, namun dia tak bisa menjawabnya sendiri. Yang bisa menjawab semua pertanyaan di benaknya saat ini hanyalah Regina sendiri dan dia harus menunggu untuk itu, entah kapan Regina akan kembali.


*


"Hm, habis sudah kebebasanku. Kembali lagi ke penjara Marina," keluh Regina.


"Itu bukan penjara Nona. Itu rumah Anda," jawab Pria yang berada di samping kursi kemudi.


"Diam kau! Rumah itu bagai penjara untukku," kesal Regina.


Beberapa saat berlalu. Kini mobil yang di tumpangi Regina masuk ke sebuah mansion besar dan mewah.


Mobil itu parkir di depan depan mansion, pengawal yang bersama Regina turun dan membukakan pintu mobil untuknya, namun Regina ragu untuk turun.


"Mari, Nona. Nyonya besar sudah menunggu Anda di dalam," ucap Pengawal.


Regina turun lalu menghembuskan nafasnya malas dan berlalu masuk ke dalam mansion mewah itu.


"Selamat datang kembali, di mansion Nona." ujar pengawalnya dengan tersenyum.


Regina tak menjawab, dia terus melangkah menuju ruang tamu dan menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Selamat datang Ratu Putri Regina Wirawan," ucap seorang wanita yang berdiri di atas tangga menuju lantai dua.


Regina sangat mengenal suara itu, dan dia tak memalingkan wajahnya untuk melihat wanita yang telah menyapanya.


Wanita paruh baya itu turun dengan sangat elegan menuju di mana Regina berada sekarang.


"12 tahun. 12 tahun kau pergi meninggalkan mansion dan sekarang baru kembali, dasar anak kurang asem," ujar Wanita itu.


"Hmm,"


"Anak durhaka kamu! Setelah 12 tahun bertemu, hanya itu reaksimu pada mama!" kesalnya.


"Hm, iya Nyonya Besar Marina Hardi Wirawan. Aku kangen sini peluk cium," ucap Regina.


"Hm, baguslah. Kau masih mengingat nama lengkapku. Sesuai perjanjian kita, jika aku menemukanmu, kamu akan mengikuti semua perintahku." ujar Marina.


"Ma! Aku nggak mau dijodohin," rengek Regina.


"Kau tidak bisa menolak. Kau sudah berjanji. Kalau mama mau, jangankan 12 tahun, 12 menit saja mama bisa menemukanmu. Tapi mama membiarkanmu hidup di luar sana 12 tahun. Dan sekarang kamu mau menolak perintah mama," ujar Marina.


Regina terdiam, tapi bukan karena Marina, melainkan karena sedang memikirkan Aliyha.


"Baiklah! Tapi...," Regina menjeda ucapannya dsn Marina tahu bahwa dia sedang memikirkan sesuatu.


"Katakan maumu!" pintah Marina.


"Hm," Regina tersenyum dengan penuh maksud pada ibunya. Dia tidak akan menolak perjodohannya lagi, tapi dia akan memanfaatkannya sekarang.


"Katakanlah, sebelum mama berubah pikiran." Ucap Regina tidak main-main.


"Emp, ok. Itu, berikan aku uang 2 miliar," ucap Regina dengan mengangkat kedua jarinya dan menampakan giginya yang putih.

__ADS_1


"2 miliar?" tanya Marina memastikan.


Untuk Marina yang memiliki kekayaan dan uang yang tak bisa dihitung yang tak bisa dihitung lagi nol-nya itu. 2 miliar adalah jumlah yang kecil untuknya.


Regina mengangguk membenarkan perkataan Marina.


"Untuk apa uang 2 miliar itu?" tanya Marina.


"Mama nggak usah tahu. Yang penting uang itu aku pakai untuk membantu seseorang," jawab Regina.


"Nggak usah tahu, kok, di bilang juga," bantah Marina pada ucapan putrinya.


"Ya, maksudnya. Nggak usah tau orangnya," jelas Marina.


"Kamu mau memanfaatkan mama, ya?" ujar Marina.


"Ya, sudah. Kalau mama nggak ngasih, aku akan melajang seumur hidup." jawab Regina.


"Ratu! Jangan sembarangan bicara kamu," ucap Marina.


"Yang pastinya, aku itu mau bantuin temen aku, Ma. Nggak di pakai yang macam-macam, kok, uangnya." jelas Regina.


"Ok. Siapa temanmu itu? Kenapa perlu uang sebanyak itu?" tanya Marina.


"Itu sama aja, Mama mau tau,"


"Memang apa salahnya jika mama tau?"


"Ya, nggak apa-apa. Cuman dia nggak kenal aku yang sebagai Ratu Putri Regina Wirawan, dia hanya kenal aku sebagai Regina aja. Nggak pake nama besar, cuma Regina yang kerja di kantor sebagai staf biasa, sedangkan jabatannya lebih tinggi dari aku." jelas Regina.


"Dengan senang hati," ucap Regina lebay seraya merentangkan tangannya, berpindah posisi lalu memeluk Marina. "Akan ku hubungi dia," lanjut Regina sambil mengeluarkan ponselnya.


"Tunggu, tapi itu tidak gratis. Setelah itu, mama mau dia bekerja unyuk kita di perusahaan." ujar Marina. "Dia harus berhenti dari pekerjaannya dan bekerja di perusahaan kita, setelah itu gajinya akan di potong setiap bulan," lanjut Marina.


"Setuju!" ucap Regina cepat.


"Keberuntungan! Setelah berhenti dari pekerjaannya, Aliyha langsung mendapat pekerjaan baru. Ah! Masalah gaji bisa di atur. Aku juga dapat 500 juta. Yeah...," Batin Regina bersorak sambil tersenyum.


Regina segera menghubungi Aliyha untuk datang ke rumahnya.


*


Di kontrakan Aliyha, dia sedang bersama Satya.


"Mas, mau kopi?" tanya Aliyha.


"Nggak Al." tolak Satya lembut.


"Besok aku harus mulai kerja lagi, Mas," ujar Aliyha.


"Maaf, ya. Aku nggak bisa bantu," sesal Satya.


"Nggak pa-pa kok, Mas. Aku akan menjaga jarak dari Daniel. Apalagi jika istrinya tau, tentang masalah kami, dia pasti akan membuat masalah." ucap Aliyha.

__ADS_1


"Ya, tapi mungkin istrinya bisa bantu, untuk mengeluarkan kamu dari masalah ini. Bagaimana jika istrinya yang meminta untuk membebaskanmu dari pekerjaan itu." usul Satya.


"Kayaknya, nggak deh, Mas. Istrinya itu hanya butuh uang, dia tidak peduli sama sekali tidak peduli dengan Daniel," jelas Aliyha.


"Maksudmu?" tanya Satya.


"Apa, Mas ingat kejadian di pantai. Seperti itulah sifatnya. Dia hanya membutuhkan uang, dia tidak membutuhkan Daniel." Jelas Aliyha dan di angguki oleh Satya.


Mereka tidak mempunyai cara lagi, Aliyha harus bekerja kembali bersama Daniel. Mereka tidak tahu saja, jika bantuan sebentar lagi akan datang pada mereka.


Tit tit tit tit


Tiba-tiba ponsel Aliyha yang berada di meja berbunyi, dan terdapat nama Mba Regina di sana.


"Siapa Al?" tanya Satya sebelum Aliyha menjawab.


"Mba Regina," jawab Aliyha dan segera menggeser tombol hijau di ponselnya.


"Halo, Mba," jawab Aliyha.


"...."


"Buat apa, Mba?" tanya Aliyha.


"...."


"Baiklah, aku akan pergi bersama Mas Satya,"


Tut tut tut tut


"Apa katanya, Al?" tanya Satya, penasaran dengan pembicaraan mereka.


Sebelumnya, Aliyha hanya mengatakan pad Satya jika Regina sedang keluar, karena ada urusan. Aliyha tak memberitahunya, jika Regina di bawah oleh orang-orang yang terlihat aneh menurutnya.


Ting


Sebuah pesan dari Regina, bertuliskan sebuah alamat yang harusndi tujunya.


"Mba Regina nyuruh aku pergi ke alamat ini," jawab Aliyha seraya menujukan ponselnya yang berisikan pesan alamat dari Regina.


"Ngapain?" tanya Satya.


"Katanya datang aja," jawab Aliyha lagi.


"Ya, sudah. Ayo," ajak Satya yang juga merasa suntuk dengan pikirannya.


.


.


.


.

__ADS_1


Votenya mana nih, buat nambah semangatnya.


__ADS_2