Anak jeniusku mencari ayah

Anak jeniusku mencari ayah
Bab.53 ~Lesehan


__ADS_3

"Siapa yang jemput Aliyha? Apa pria itu? Aku harus menemuinya!" Seru batin Satya dengan kesal dan berlalu dari sana.


Satya masuk ke mobilnya dengan perasaan kesal. Dia memukul setir mobilnya, karena kesal dengan dirinya sendiri yang bisa lupa dengan janji bersama Aliyha.


"Akh, sial! G*blok!" umpat Satya.


*


Pagi hari di mansion Satya, dia sangat kesal karena rencananya pagi ini untuk menemui Aliyha dan pria yang di anggapnya dekat dengan kekasihnya, tak bisa tersampaikan lantaran telah dipaksa oleh Nathan dan Liana untuk bekerja di kantor. Dan ancaman Natha pada Satya, cukuo membuatnya untuk was-was. Nathan tidak ragu-ragu untuk mempersulit Aliyha jika dia tak menuruti permintaannya.


"Sudah selesai?" tanya Liana dan Satya mengangguk. "Papi menunggumu di depan," lanjutnya.


Satya melangkah menuju luar. Wajahnya masam, karena tidak suka dengan apa yang akan dilakukannya saat ini.


"Ayo," ajak Nathan dan mereka pun segera pergi dari mansion.


*


Hari ini Aliyha tidak pergi ke kantor, dia di berikan libur untuk menjeput Darel di Surabaya. Rencana awalnya akhir pekan untuk menjeput Darel, namun Marina telah memerintahnya untuk menjemput Darel hari ini bersama Kenan.


"Nyonya, saya naik bus saja, tidak enak merepotkan kalau ajak mas Kenan," tolak Aliyha sopan.


"Tidak ada bantahan! Anggaplah ini sebagai pekerjaan yang tidak bisa kau tolak," ujar Marina yang bersih keras.


"Iya, Al. Sebaiknya sama Kenan saja. Selain cepat sampai, kamu juga pasti cepat kembali," sambung Regina dengan tersenyum dan Aliyha tidak bisa menolak lagi.


Dengan terpaksa Aliyha bersama dengan Kenan pergi ke Surabaya menggunakan mobil yang biasa di kendarai oleh Kenan.


"Silahkan," ujar Kenan dengan membukakan pintu depan untuk Aliyha.


Aliyha masuk ke dalam mobil seraya melambaikan tangan pada Regina dan Marina yang berada di depan mansion.


"Kau tidak lapar, kan? Sudah sarapan?" tanya Kenan, yang merasa was-was dengan kejadian semalam. Kenan berpikir jika semalam Aliyha sangat lapar hingga dia kesal sepanjang perjalanan ke mansion dan sekarang dia harus memastikan jika Aliyha sudah sarapan dan tidak kelaparan.


"Aku tidak lapar, dan aku juga sudah sarapan!" jelas Aliyha. "Memangnya ada apa, Mas bertanya seperti itu?"


"Tidak apa. Jika kau lapar, maka kita akan mampir untuk makan, biar aku yang bayar!" jawab Kenan menawarkan.


"Nanti saja, jika aku lapar. Hari ini, Mas banyak bicara?" Aliyha merasa heran dengan perubahan tingkah Kenan, dan yang mendapat pertanyaan, tak lagi membuka suara.


Setelah Aliyha pergi bersama Kenan, Marina mengajak Regina untuk bicara di dalam mansion.


"Ada apa, Ma?" tanya Regina setelah mereka duduk di ruang tamu mansion itu.


"Ratu," panggilan Marina kepada putrinya. "Akhir pekan ini, mama ingin kita bertemu dengan calon besanmu dan calon suamimu juga," lanjut Marina.


"Tapi, Ma. Kenapa secepat itu?" protes Regina.

__ADS_1


"Tidak ada bantahan, Ratu! Ingat, usiamu sudah tidak mudah lagi," ujar Marina.


Usia Regina kini sudah 32 tahun, karena itulah Marina ingin segera mempercepat perjodohan antara Regina dan Satya.


Regina tak pernah tahu jika dia dijodohkan dengan Satya, jika dia tahu pada akhirnya entah apa reaksinya bila mereka berdua bertemu.


"Baiklah. Terserah Mama saja," jawab Regina.


*


Di dalam mobil, Aliyha dan Kenan hanya duduk diam tanpa bicara sesuatu apapun, hingga siang menjelang Kenan memberhentikan mobilnya di sebuah restoran.


"Kenapa berhenti?" tanya Aliyha.


"Makan siang," jawab Kenan.


"Makan siang, tapi aku belum lapar." balas Aliyha.


"Sebaiknya makan sebelum lapar, aku akan risih melihat tingkahmu ketika lapar," ujar Kenan.


"Di bungkus saja. Aku akan makan nanti," ujar Aliyha.


"Kenapa nanti? Ayo makan sekarang!" pinta kenan yang mulai kesal.


"Mas, memerintahku?"


"Apa? Jadi, Mas pikir aku kesal karena kelaparan semalam! Tapi, memang salah satunya itu," kejut Aliyha dengan pemikiran Kenan, namun akhirnya dia membenarkan perkataan Kenan.


"Itu, benerkan. Ayo turun!" ajak Kenan.


"Jangan di sini, Mas," tolak Aliyha.


"Terus di mana?"


"Naik dulu, ada tempat makan yang bagus tidak jauh dari sini. Ayo!" ucap Aliyha dan Kenan menurutinya karena tidak ingin berdebat lagi.


Kenan menjalankan kembali mobilnya, menuju tempat yang di katakan Aliyha.


"Di mana restonya?" tanya Kenan yang mulai ganjal dengan melihat mereka telah memasuki sebuah pasar tradisional.


"Sabar, Mas. Itu-itu, kiri sekarang!" pinta Aliyha setelah sampai di ujung pasar dan terdapat sebuah tempat makan lesehan di pinggir jalan.


"Di mana?" tanya Kenan lagi setelah melihat ke kiri dan kanannya.


"Itu," tunjuk Aliyha antusias, ke sebuah tempat makan yang berada di depannya.


"Apa? Itu!" ucap Kenan dengan menganga, melihat resto ala-ala Aliyha.

__ADS_1


Aliyha membuka pintu mobil untuk turun menuju tempat makan itu, tapi tiba-tiba gerakannya terhenti karena Kenan yang menghentikannya dengan meraih tangannya.


Aliyha menatap intens tangan yang tertumpu di belakang tangannya, menggenggam erat untuk menghentikannya, keaadaan itu membuat keduanya salah tingkah dan Kenan segera melepaskan genggamannya.


"Ada apa, Mas?" tanya Aliyha bingung.


"Eh, tidak. Apa kamu yakin, akan makan di sini?" tanya Kenan.


"Iya! Makanan di sini enak, Mas. Aku udah pernah nyobain, kok. Ada bebek panggang dan cumi," jawab Aliyha dengan antusias.


"Apa? Cumi!" kejut Kenan. Itu adalah makanan yang paling tidak di sukainya, Kenan merasa aneh dengan yang namanya cumi, dia juga geli saat melihat makanan itu.


"Iya! Enak loh! Ayo!" ajak Aliyha lalu segera turun dari mobil itu.


Kenan menelan salivanya dengan sangat susah. Dia sangat anti dengan makanan yang bernama cumi itu dan bebek..., dia juga tidak pernah memakannya.


"Iisshhh!" Batin Kenan dengan segala bayangannya tentang cumi dan bebek yang di katakan Aliyha.


Bayangan cumi yang sedang menari-menari dengan jari-jari yang menjuntai, di pikiran Kenan tiba-tiba lenyap karena pintu mobil yang terbuka dengan tiba-tiba.


"Ayo, Mas!" ajak Aliyha.


"Tunggu, apa kita bisa ke restoran saja? Atau tempat lain." usul Kenan tidak di terima dengan baik oleh Aliyha. Dia di paksa untuk turun dari mobil dan memasuki lesehan itu.


"Nggak ada! Aku cuma mau makan di sini! Ayo!" jawab Aliyha lalu dengan segera meraih lengannya untuk turun dan membawahnya masuk ke dalam lesehan.


"Mas, mau makan apa?" tanya Aliyha.


"Nggak, aku nggak makan!" jawab Kenan cepat.


"Nggak bisa! Mas juga harus makan!" desak Aliyha.


"Tapi..."


"Bang, bebek panggangnya dua!" seru Aliyha kepada abang penjual di sana.


"Bagaimana caraku makan itu?" Batin kenan yang melihat bebek panggang yang berada di piring para pelanggan yang makan di sana.


.


.


.


.


Votenya ditinggallin ya😊

__ADS_1


__ADS_2