Anak jeniusku mencari ayah

Anak jeniusku mencari ayah
Bab.27 ~Bertemu Darel


__ADS_3

"Aliyha!!" panggil Daniel saat akan masuk ke dalam mobil.


Aliyha dan Satya berpaling ke arah suara yang memanggil Aliyha.


"Tuan," sapa Aliyha saat Daniel sudah berada di dekatnya.


Satya memandang sinis ke arah Daniel.


"Ini. Ponselmu, tertinggal," ujar Daniel seraya mengambil tangan Aliyha dan meletakan ponselnya.


Satya mendengus melihat kedua tangan yang saling bertumpukan itu.


"Pekerjaan sudah selesai, Tuan. Saya pamit," ujar Aliyha seraya berbalik tanpa menunggu jawaban dari Daniel.


Aliyha masuk ke dalam mobil dan berlalu dari sana bersama Satya. Daniel hanya dapat memandang mobil yang di kendarai Satya dengan nanar, padahal dia ingin mengantar Aliyha pulang untuk melihat jelas anak yang berada di rumah Aliyha.


*


*


"Bunda," Panggil Darel.


"Ya," jawab Aliyha yang sedang duduk di sofa dengan menonton tv.


"Bun, besok Darel ikut ke kantor, ya?" ujar Darel.


"Iya. Tapi kamu sama Aunty, ya." ujar Aliyha. "Bunda belum punya ruangan sendiri, ruangan Bunda masih satu dengan bos, jadi kamu sama Aunty atau Uncle." ucap Aliyha.


"Baiklah, nggak apa." jawab Darel.


Tit tit tit tit


"Mas Satya," gumam Aliyha ketika mendengar suara klakson mobil.


"Hai," sapa Satya ketika melihat Aliyha dan Darel di ruang tamu.


"Ayo, masuk, Mas." ajak Aliyha dari sofa.


"Hai, Dar," sapa Satya juga pada Darel.


"Uncle, bawah apa?" tanya Darel.


"Ini, kesukaanmu. Martabak spesial," jawab Satya seraya mengangkat dua kantong yamg di bawahnya.


"Yeih, ada martabak. Aunty, Aunty, kita dapat martabak!" teriak Darel.


"Haa! Mana martabaknya?" ujar Regina dengan cepat keluar dari kamarnya.


Entah mengapa kedua orang itu sangat suka dengan martabak, hingga mereka sangat sulit berbagi. Karena itulah Satya membawah 2 kotak martabak hanya untuk mereka berdua saja. Sedangkan Aliyha tidak suka dengan yang manis-manis, Satya mengangkat 1 kantong lagi


*


*


Pagi harinya, Aliyha, Regina dan Darel seperti biasa mereka sudah di jemput oleh supir langganan mereka.


"Ayo, berangkat!" ajak Satya dari dalam mobil.

__ADS_1


Mereka bertiga bergegas menuju mobil Satya untuk berangkat. Seperti janji Aliyah semalam Darel akan ikut ke kantor.


Beberapa saat perjalanan, mereka akhirnya sampai di kantor. Ketiganya berpisah di lobby karena ruang kerja yang berbeda, kecuali Darel yang ikut bersama Regina.


"Aunty!" panggil Darel.


"Ada apa?" tanya Regina.


"Aunty, aku ingin ke toilet," ujar Darel.


"Toilet di sini rusak, Dar. Kau bisa pergi di toilet satpam di depan belok kiri," ujar Regina dengan menghadap leptopnya.


"Ok, Aunty!" jawab Darel.


"Jangan lupa, Toiletnya di luar!" ujar Regina saat anak itu menjauh darinya.


"Ok!" Darel terus berlari ke arah lobby karena sudah kebelet ke kamar mandi.


"Aawk!" pekik Darel saat terhempas karena menabrak seseorang.


"Hei! Kau tidak apa-apa?" tanya seorang pria yang di tabrak oleh Darel.


Darel bangkit, karena perutnya yang tidak bisa kompromi Darel kembali meneruskan langkahnya dengan cepat.


"Tidak apa-apa, Uncle. Aku harus pup dulu..." ujar Darel disela-sela langkahnya.


Daniel menatap kepergian Darel hari hadapannya.


"Anak itu, seperti. Aliyha!!!" batin Daniel setelah mengingat anak yang berada di foto Aliyha.


Daniel begitu penasaran dengan Darel, dia mengikuti ke mana langkah anak itu. Hingga sampai di gerbang lobby dia bertanya pada satpam.


"Mungkin ke toilet, Tuan. Tadi katanya mau pup." jawab satpam itu.


Daniel bingung dengan kata 'pub' dari satpam dan juga Darel tadi. Dia berpikir apa itu pup dan harus ke kamar mandi, namun Daniel menepis pikiran itu dan melanjutkan lagkahnya ke toilet yang di tunjuk satpam iru.


Daniel menunggu anak kecil yang akan ke luar dari bilik yang berada di hadapannya dan yang ditunggu-tunggu pun keluar dari dalam seraya mengancing ban celananya.


Darel terkejut melihat Daniel yang berada di hadapannya setelah ban pinggang yang pakainya selesai terpasang.


"Uncle!" sapa Darel.


"Kamu. Kamu datang sama siapa di sini?" tanya Daniel.


"Aku. Aku datang sama Bunda, Uncle dan Auntyku." jawab Darel seraya beranjak dari sana.


"Tunggu-tunggu!" panggil Darel seraya menyusul langkah Darel.


"Siapa namamu?" tanya Daniel.


"Darel,"jawab Darel singkat.


"Darel..." Daniel seperti berpikir dengan nama Darel. "Bundamu siapa?" Tanya Daniel lagi.


"Aliyha!" jawab Darel ketus, dia kesal mendengar Daniel menanyakan Aliyha.


"Kenapa tidak bertanya beberapa tahun silam tentang bunda?" tanya batin Darel bersedih.

__ADS_1


Kini dia sudah tahu tentang masa lalu Aliyha semenjak dari iya sekolah SMK dan sampai akhirnya bekerja di perusahaan milik Daniel. Dia juga tahu kehidupan Daniel setelah pergi meninggalkan Aliyha. Tak ada satu pun info yang tertinggal dari apa yang di cari Darel, dia mengetahui itu semua setelah menerobos akun sosial Aliyha dan Daniel sejak mereka masih sekolah, hingga akun mereka yang sekarang ini, namun setelah itu dia memgembalikan kembali akun-akun yang sudah di hacknya, seperti semula.


"Lalu ayahmu?" tanya Daniel lagi dengan penuh penasaran.


"Kau!!!" jawab batin Darel.


Mulut Darel terkunci rapat untuk pertanyaan Daniel yang satu ini, sedangkan hati Daniel cemas-cemas menunggu.


"Apa kau mendengarku?" tanya Daniel seraya terus mengikuti langkah Darel yang sudah dskat dengan lobby. Entah mengapa dia tak suka jika Darel berpisah di lobby itu.


"Aku tidak punya ayah!" ketus Darel.


"Apa! Bagaimana mungkin? Kau pasti punya ayah, walaupun sudah berpisah atau..." Daniel menjeda ucapannya saat mulutnya akan berkata 'meninggal'.


"Aku tidak punya ayah!!!" bentak Darel dan segera berlari dari dekat Daniel.


"Darel! Darel, tunggu!" panggil Daniel.


Darel terus berlari menuju tempat di mana Regina bekerja, namun dia berhenti di lorong menuju ke sana untuk membuang tangisannya.


"Hiks..." tangis Darel dalam diam. Dia sangat merindukan sososk ayah, namun setelah mengetahui Daniel meninggalkan dia saat masih di perut Aliyha, Darel menjadi membencinya.


Darel menginginkan sosok ayah seperti teman-temannya yang lain. Memiliki keluarga sempurna dan bahagia, namun kenyataannya berbeda. Ayah yang di rindukan oleh Darel tak menginginkan kehadirannya, bahkan dia pun tak tahu jika Darel ada di rahim bundanya.


Daniel yang tertinggal di lobby, tak lagi mengejar Darel, karena ada miting yang harus dihadirinya pagi ini.


Daniel sampai di ruangannya Dan melihat Aliyha yang sudah berada di sana.


"Al, berkas miting sudah selesai?" tanya Daniel setelah sampai.


"Iya. Semua sudah siap," jawab Aliyha. Tak membuang waktu mereka segera pergi ke ruang miting.


Dua jam berlalu, miting akhirnya pun selesai dan ruangan Daniel bersama Aliyha sedang duduk di kursi masing-masing.


"Al," panggil Daniel.


"Ya, ada yang perlu dikerjakan lagi?" tanya Aliyha.


"Tidak. Aku hanya ingin bertanya," ujar Daniel.


"Tanya saja. Saya akan menjawab." jawab Aliyha yang tak tahu pertanyaan Daniel.


"Apa kau punya anak?" Pertanyaan Daniel sontak membuat Aliyha terkejut, namun dia tetap tenang dan memilih tidak menjawabnya.


"Aku tadi bertemu dia," ungkap Daniel.


"Apa!!!!" pekik Aliyha.


.


.


.


.


Hai readers, jangan lupa di coment😁

__ADS_1


Yang baik-baik, ya. Jangan yang marahin author, nanti author nangis nih😢


__ADS_2