Anak jeniusku mencari ayah

Anak jeniusku mencari ayah
Bab.59 ~Perjodohan


__ADS_3

"Ya, siapa tau aja. Kalau sudah jodoh tidak akan lari ke mana," jawab Rahman.


"Bapak tau, kan! Ada mas Satya, terus maunya gimana?" ucap Aliyha.


"Di buang aja ke laut. Anaknya juga nggak sopan-sopan amat!" jawab Rahman.


"Bapak! Bercandanya ketelaluan," ujar Aliyha dengan menggelwngkan kepalanya.


*


Satya dan Regina kini tengah duduk bersama keluarga mereka. Saat ini mereka tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan pada mereka.


"Baiklah. Kita sudah sepakat, pertunangan akan di adakan hari ini, malam ini." ucap Nathan.


"Iya. Itu yang terbaik." jawab Marina.


"Berarti malam ini, kita akan menginap di vila ini?" ujar Liana.


"Tentu saja. Dan kita akan kembali besok," jawab Marina lagi.


Satya dan Marina hanya duduk diam tanpa berkata apapun. Saat ini mereka tidak bisa melakukan sesuatu dan membantah apa yang di katakan oleh para orangtua itu. Mereka akan mengatur rencana untuk membatalkan perjodohan mereka.


Apa, yang akan Aliyha katakan pada mereka jika tahu tentang hal ini, pikir Regina. Entahlah, mereka harus menjelaskan pada Aliyha dengan sebaik mungkin agar tidak terjadi kesalah pahaman antara mereka.


Selesai dengan diskusi tentqng perjodohan dan pertunangan yang akan dilaksanakan, Marina mengajak mereka untuk beristirahat dan memberi waktu kepada pasangan yang akan bertunangan malam ini juga.


"Sat, bagaimana sekarang?" tanya Regina dengan cemas.


Saat ini mereka sedang duduk di pinggir kolam renang, yang terletak di samping vila itu.


"Aku juga tidak punya solusi, Re. Aku bingung sekarang, bagaimana kita menjelaskan pada Aliyha. Dia akan salah paham nanti," jawab Satya.


"Sat, lakukan sesuatu untuk membatalkan ini!" pinta Regina.


"Aku tidak bisa!"


"Kenapa tidak? Tolak saja perjodohan kita!" ujar Regina.


"Kenapa tidak kau saja?" ucap Satya membalik perkataan Regina.


"Kenapa aku? Aku tidak bisa!"


"Jadi kita sama-sama tidak bisa menolak dan hanya bisa menerimanya. Pikirkan Aliyha, bagaimana perasaannya jika tahu apa yang terjadi sekarang. Apa kita akan pulang dengan menunjukan cincin pertunangan kita padanya? Lalu berkata, Aliyha lihat ini kami sudah bertunangan tadi malam!" ucap Regina kesal.


"Lalu apa yang akan kita lakukan. Tidak ada jalan. Papi mengancam akan menyakiti Aliyha jika aku menolak perjodohan kita!" jawab Satya yang tak kalah kesalnya dengan Regina.


"Apa? Tega sekali papimu, melakukan itu." kejut Regina.


"Iya, dan dia tidak akan segan-segan melakukan itu karna dia sudah pernah melakukannya pada kekasih kakakku!" jelas Satya.

__ADS_1


Dari balik tembok tempat Regina dan Satya duduk membahas permasalahan mereka, seseorang tengah mendengarkan perbincangan mereka.


"Biarlah seperti ini. Semua akan baik pada waktunya," batin Marina lalu meninggalkan tempatnya.


"Aku juga tidak bisa berbuat sesuatu, mama tidak akan membiarkan aku membatalkan perjodohan ini, mama mempunyai segala cara untuk membuat keinginannya terjadi. Dan aku tidak tahu apa yang akan mama lakukan, yang aku takut mama akan mengirim Aliyha jauh dari sini atau menjauhkan Darel dari Aliyha. Mama tidak akan sekejam yang akan papimu lakukan, tapi mama punya trik dan caranya sendiri untuk membuat semuanya terjadi sesuai dengan apa yang mama inginkan," jelas Regina lirih.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Satya.


"Aku tidak tahu, pikiranku buntuh," jawab Regina seraya menyandarkan kepala di kursinya.


"Menurutku kita jalani saja dulu, jangan beri tahu Aliyha tentang ini sampai mendapatkan cara untuk membatalkan ini semua." ujar Satya.


"Lalu jika tidak menemukan cara, apa kita akan tetap menikah?" tanya Regina tegas.


"Kita akan menemukan caranya!" jawab Satya.


"Baiklah. Tapi aku tidak janji untuk tidak mengatakannya pada Aliyha, dia akan semakin terluka jika tahu dari orang lain." ujar Regina kemudian beranjak pergi ke kamarnya.


Di kamar Nathan dan Liana sedang berbincang, mereka sangat senang akhirnya apa yang direncanakan akan terlaksana juga.


"Pi, mami sangat bahagia, kita akan berbesan bersama Marina." ujar Liana dengan senyum kebahagiannya.


"Papi juga. Perusahaan kita akan semakin besar dan akan punya nama di mana-mana saat pernikahan Satya dan putri Marina berlangsung. Saat pernikahan mereka sudah selesai, papi akan mengajukan untuk proposal untuk membuat perusahaan kita semakin besar," ucap Nathan dengan ambisius.


"Papi hebat!" ucap Liana memuji.


*


Tubuh sixpack milik Kenan menjadi pujaan wanita yang berada di sana, sampai mereka bersorak meneriaki pria yang berjalan ke arah Aliyha dan keluarganya.


"Wah-wah! Kenan menjadi pusat perhatian para wanita di pantai ini!" puji Rahman dengan melirik Aliyha yang berada di sampingnya.


"Iya, Kek. Tubuh Om Kenan, membuat wanita tergila-gila. Sebentar lagi wanita-wanita itu akan menempel padanya." Sambung Darel yang juga berada bersama mereka.


"Huuss, masih bocil!" ujar Rahman dengan menoyor kepala anak itu.


"Hiss, tebar pesona!" gumam Aliyha dengan kesal.


"Apanya yang tebar pesona. Itu kenyataannya," bantah Rahman yang mendengar gumaman Aliyha.


"Halo Mas Tampan," ujar Seorang wanita yang mendekati dan menghadang jalannya. Kenan hanya tersenyum pada Wanita yang menyapanya.


Wanita itu sangat seksi dalam cara berpakaian, sebenarnya Kenan risih melihat wanita yang berpakaian seksi itu, namun dia tidak ingin di sangka sombong dan membalas senyuman sapaannya.


"Mas tampan, sendirian aja. Boleh dong temenin aku," ucap wanita itu lagi.


"Saya ke sana dulu," pamit Kenan dengan tersenyum.


"Eits! Tunggu dulu, setidaknya kita bisa kenalan." ucap wanita itu lagi dengan mengahadang arah jalan Kenan.

__ADS_1


Kenan sangat takut akan tergoda, kini wanita itu tengah menusuk-nusukan jarinya di perut sixpack miliknya dan itu berhasil membuat Kenan menelan salivanya kasar, apalagi wanita yang berada di depannya sangat seksi.


"Ayo Mas!" ujar wanita itu yang tetap bergeming di hadapan Kenan, tak mau beranjak dari pijakannya, bahkan saat Kenan ingin menghindar wanita itu terus mengikuti langkahnya.


Kenan tidak tahu, jika di sebrangnya seorang wanita sangat kesal dengan tingkah mereka dan sedang berjalan ke arahnya dengan membawah handuk di tangannya.


Dengan kesal Aliyha melempar handuk yang berada di tangannya tepat di wajah Kenan yang berdiri di hadapan wanita yang menghadangnya, lalu kembali dengan cepat.


Kenan terperangah melihat Aliyha yang telah berbalik arah menuju gazebo keluarganya.


"Al!" panggil Kenan dengan setengah berteriak karena Aliyha sudah meninggalkannya.


Kenan memakai handuknya lalu mengejar Aliyha dengan meninggalkan wanita yang berada di depannya, namun wanita itu terus mengejarnya.


"Al," panggil Kenan dengan meraih pundaknya Aliyha dan berjalan bersamanya.


Aliyha menepis tangan kekar itu. "Dasar tukang tebar pesona!" kesal Aliyha.


"Aku tidak tebar pesona! Mereka saja yang terlalu lebay, melihatku." ucap Kenan.


"Mas Tampan!" panggil wanita tadi dengan mengandeng tangan Kenan.


Reflek saja Kenan menghempas tangan wanita yang telah menggandengnya.


"Awk! Mas tampan!" ucap wanita itu yang terdengar seperti rengekan.


"Maaf, ya Nona. Ini istriku, jadi jangan di kejar-kejar lagi mas tampanmu ini!" ucap Kenan asal.


"Apa?" pekik Aliyha dan wanita itu bersamaan.


"Iya, Nona. Nanti kalau dia marah, mas tampan nggak dapat jatah!" jawab Kenan.


"Hiks, Mas Tampan sudah punya istri," ucapnya dengan lebay dan Kenan segera membawah Aliyha pergi darinya.


"Hei, apa yang Mas katakan pada wanita itu?" ketus Aliyha.


"Maaf! Tidak ada cara lain, untuk membuat wanita itu tidak ikut lagi," jawab Kenan dengan masih merangkul oundak Aliyha dan berjalan bersama.


"Kenapa juga harus mengatakan tidak akan mendapat jatah. Dasar, fiktor!" Kesal Aliyha dengan terus berjalan.


"Siapa Fiktor?" tanya Kenan bingung.


Aliyha melirik Kenan dengan mata tajamnya lalu melepas rangkulan Kenan juga.


"Fiktor! Fikiran kotor!" jawab Aliyha lalu meninggalkan Kenan di tempatnya.


Kenan hanya menggelengkan kepalanya dengan tersenyum mendengar penjelasan Aliyha. Seumur-umur Kenan tidak pernah mendengar istilah itu, dan sekarang dia mendengarnya dari Aliyha. Wanita itu kesal padanya, apa benar apa yang ada dipikirannya? Pikir Kenan dan kembali berjalan menyusul Aliyha.


Gift, gift, gift🌷

__ADS_1


__ADS_2