Anak jeniusku mencari ayah

Anak jeniusku mencari ayah
Bab.39 ~Pinalti


__ADS_3

"Ya. Aliyhanya ada? Ada hal penting yang harus ku bicarakan dengannya," ujar Daniel.


"Mau apa lagi?" tanya Regina ketus.


"Aku ada urusan pekerjaan dengan Aliyha," jawab Daniel.


"Aliyha yidak akan bekerja lagi di perusahaanmu, aku juga! Surat pengunduran diri akan di kirim ke perusahaan saat kami kembali! Ujar Regina seraya menutup pintu, namun di cegah oleh Daniel.


Tangan kekar itu, menghadang pintu yang akan di tutup oleh Daniel.


"Jika Aliyha, mengundurkan diri dari pekerjaan, maka dia harus membayar pinalti untuk perusahaan!" ucap Daniel tegas.


"Apa kau menjebaknya?" Regina menatap Daniel dengan nyalang. Dia tak menyangka jika Daniel melakukan itu pada Aliyha.


"Aliyha telah menandatangani surat perjanjian kerjanya dan itu artinya, dia telah menyetujui segala konsekwensinya." jelas Daniel.


"Siapa, Mba?" tanya Aliyha yang keluar dari dapur.


"Kamu!" seru Aliyha.


"Iya. Aku datang untuk mengingatkan pekerjaanmu." ujar Daniel.


"Aku tidak akan bekerja lagi!" ucap Aliyha ketus pada Daniel dengan menatapnya nyalang.


"Ck, kalian sama saja. Apa kau lupa? Kau mempunyai surat perjanjian kerjandengan perusahaan! Apa kau akan membayar pinalti untuk itu?" ucap Daniel.


Aliyha terdiam mendengar ucapan Daniel. Bukan dia lupa akan itu, tapi Aliyha berpikir dia tidak akan mempermasalahkannya karena rasa bersalahnya, namun Aliyha dalah besar. Daniel kini bahkan mengancamnya, jika dia tidak mau bekerja lagi.


"Aliyha, jika kau tidak mau bekerja lagi. Baiklah...," Daniel menjeda ucapannya seakan-akan memberi harapan pada Aliyha.


"Tapi, kau harus membayar pinaltimu dan kalau tidak kau tau apa akibatnya. Ku beri waktu 3 hari kau sini, akan ku tunggu di perusahaan setelah itu." lanjut Daniel kemudian berlalu dari tempat itu.


Aliyha dan Regina menatap kepergian Daniel dari rumah itu. Mereka tak menyangka Daniel melakukan semuanya, setelah apa yang terjadi.


*


Di mobil Daniel, dia sangat bahagia dengan apa yang di lakukannya.


"Aku tidak akan membiarkanmu jauh Aliyha! Tidak akan! Akan ku lakukan apapun untyk bisa membuatmu dekat," gumam Daniel.


Dia tidak akan membiarkan Aliyha jauh. Entah apa yang dia inginkan, untuk mengatakan dia mencintai Aliyha, tapi hatinya berkata tidak. Daniel hanya butuh kepuasan, karena apa yang di inginkannya belum terpenuhi. Sebelumnya, dia tidak pernah di tolak, apalagi hanya seorang seperti Aliyha.


*


"Mas, aku dalam masalah," ujar Aliyha pada Satya di balik telvon.


"Masalah apa, Al?" tanya Satya.


"Mas, apa kita bisa bertemu?" tanya Aliyha.


"Tentu, aku akan ke rumahmu," jawab Satya.

__ADS_1


"Baiklah, tapi kita jangan bicara di rumah. Kita keluar saja,"


"Ok. Aku akan menjemputmu." jawab Satya lalu mematikan sambungan telvon dan bersiap-siap untuk menemui Aliyha.


*


Kini Aliyha dan Satya tengah duduk di sebuah cafe. Aliyha ingin membicarakan tentang surat perjanjian kerjanya pada Satya.


"Ada apa, Al?" tanya Satya yang ingin mendengar apa yang akan Aliyha katakan.


"Mas, kapan balik ke Jakarta?" tanya Aliyha balik.


"Loh, aku tanya, kok kamu balik tanya sih."


"Maaf, Mas. Sebenarnya aku mau bicara tentang pekerjaanku di kantor." ucap Aliyha.


"Pekerjaan? Katanya kamu mau cari pekerjaan lain?" tanya Satya bingung.


"Sebenarnya memang seperti itu, tapi aku punya kontrak dengan perusahaan Daniel. Dan tapi pagi dia datang untuk mengingatkan tentang pekerjaanku," ucap Aliyha lirih.


"Maksudmu? Kau punya kontrak kerja dengan Daniel? Dan dia memaksamu untuk bekerja!" Aliyha mengangguk pelan saat Satya bertanya padanya.


"Sebenarnya, tidak memaksa. Tapi, Daniel bilang, jika aku tidak ingin bekerja lagi maka aku harus membayar pinalti untuk itu." jelas Aliyha.


"Lalu? Aku akan membayarnya!" jawab Satya.


"Pinaltinya besar, Mas! Ini salahku, aku tidak berpikir saat menerima pekerjaan itu," sesal Aliyha.


"Mas, jumlahnya tidak kecil. 1 koma 5 miliar. Aku bodoh! Kenapa juga aku tidak curiga saat pinaltinya sebesar itu, dia mencoba menjebakku!" kesal Aliyha.


"Apa!" Satya terkejut dengan jumlah yang sangat besar itu. Dia berpikir, tabungannya pun tak akan mampu membayar biaya pinalti Aliyha di perusahaan Daniel. Dia hanya mempunyai uang dari sepertiga yang Aliyha ucapkan. Keluarganya pun tak akan mau membantunya.


Uang sebesar 1 miliar, keluarga Satya mempunyai yang berlipat-lipat dari itu, namun jika mereka tahu uang itu untuk apa, mereka tidak akan memberinya dengan percuma. Pikir Satya.


"Mas, Daniel memberiku waktu 3 hari di sini dan setelah itu kembali bekerja bersamanya." ujar Aliyha.


"Baiklah. Aku akan mengurusnya! Aku akan kembali ke Jakarta hari ini, kau kembalilah bersama Regina." ucap Satya.


"Lalu, Mas mau apa?" tanya Aliyha.


"Kau tenang saja. Aku akan mengurus semuanya," jawab Satya.


"Mas, jangan membayar pinaltinya. Aku akan bekerja, dan aku janji akan menjaga jarak darinya. Aku hanya ingin Mas Satya tau, jika aku akan kembali bekerja di sana. Agar Mas tidak berpikir yang macam-macam," jelas Aliyha.


"Tapi, Aliyha. Aku tidak akan tenang selagi kau berada di dekatnya," jawab Satya.


"Berapa lama surat kontrak itu akan berjalan?" tanya Satya.


"3 tahun, Mas. Dan selama itu, aku tidak bisa menikah, juga," jawab Aliyha.


"Itu jebakan Aliyha. Dia pasti ingin kau dekat dengannya!" geram Satya.

__ADS_1


"Sebelum menandatanganinya aku juga berpikir, jika ada yang ganjal dari itu, tapi sudah terlanjur." sesal Aliyha lagi.


"Kau tenanglah. Kembalilah, ke Jakarta, nanti. Kita akan bicarakan hal ini di sana," ucap Satya.


"Mas, benar-banar mau pergi sekarang?" tanya Aliyha.


"Iya. Kau kembali bersama Regina!" pinta Satya pada Aliyha.


*


Di tempat lain, beberapa orang pria dengan pakaian hitam dan salah satu dari mereka sedang menelvon di depan rumah Aliyha.


"Iya, Nyonya. Kami dapat informasi kalau Nona terlihat di sekitar alamat ini." ucap pria yang tengah menelvon.


"Jangan lalai. Temukan Ratu, secepatnya. Dan ingat, jangan sampai dia tergoresbseujung kuku pun." ucap seorang wanita di balik telvon itu.


"Baik Nyonya," jawab pria itu lagi.


Para pria-pria berbaju hitam itu tengah ke sana, ke mari mencari seseorang. Seorang wanita yang hilang dari rumahnya, kini mereka sedang mencari wanita itu.


Di dalam rumah Aliyha Regina tengah berada di kamar, dia keluar setelah mendengar ketukan pintu dari arah luar rumah.


Rahman, Salma dan Darel tak berada di rumah. Mereka pergi ke tempat kerja Rahman.


Tok tok tok tok


"Sebentar!" ujar Regina dari dalam rumah.


Aliyha yang menunggu pintu di buka sebenarnya sedang merasa sedikit takut karena melihat beberapa orang pria di depan rumahnya.


Klek


"Mba! Kenapa lama sekali?" ujar Aliyha yang segera masuk setelah pintu rumah itu terbuka.


"Kenapa?" tanya Regina heran.


Klek


Aliyha segera mengunci kembali pintu rumahnya dengan cepat.


"Itu, Mba. Jangan-jangan mereka orang jahat!" seru Aliyha pelan dengan menunjuk ke arah beberapa orang pria di luar. Regina pun melihat apa yang di tunjuk Aliyha, dan secara tiba-tiba melebarkan matanya melihat orang-orang itu.


.


.


.


.


Giftnya di bagiin dong😁

__ADS_1


__ADS_2