Anak jeniusku mencari ayah

Anak jeniusku mencari ayah
Bab.58 ~Ambilin jiwaku


__ADS_3

"Oh, Regina mau berenang dulu kalau begitu." ucapnya seraya meninggalkan Marina di ruang tamu.


Regina pergi menuju kolam renang yang berada di vila itu dan Marina mengeek persiapan untuk kedatangan calon besannya.


*


Di Surabaya, Aliyha bersama keluarganya sudah berada di pantai. Aliyha sedang bersama Salma dan Rahman di sebuah gazebo yang berada di pantai itu, sedangkan Darel dan Kenan sedang asik bermain dengan air laut.


Kenan mengajak Darel untuk bermain jetsky bersamanya, namun Darel menolak dan mengajak Aliyha untuk ikut bermain bersama Kenan.


"Dar, Ayo!" ajak Kenan.


"Tunggu, Om!" ujar Darel. Dia berlari ke arah Aliyha yang berada di gazebo dan segera mengajaknya untuk ikut.


"Bun, ayo!" ajak Darel, seraya menarik tangan Aliyha untuk ikut bersamanya.


"Kemana, Dar?" tanya Aliyha Seraya mengikuti langkah anak itu.


"Ikut saja, Bun!" pintar Darel.


"Ayo, Bun! Naik!" pinta Darel.


"Tapi...," tolak Aliyha merasa ragu.


"Om! Biar Bunda yang naik!" ujar Darel dan Kenan pun mengangguk setuju.


"Dar, bunda takut!" seru Aliyha.


"Nggak apa, Bun! Nanti pegangan yang erat." ucap Darel.


"Tapi...." Lagi-lagi Aliyha menolak.


"Ayo, Aliyha!" ujar Kenan.


Darel memasangkan baju pengamanan untuk Aliyha dan mendorongnya untuk ikut. Dengan hati yang was-was Aliyha pun naik ke atas jetsky itu.


"Pegangan, Al!" pinta Kenan.


Dengan ragu-ragu Aliyha melingkarkan tangannya di pinggang Kenan karena sebenarnya dia pun merasa takut untuk naik jetsky. Aliyha tidak pandai berenang dan dia takut jika jatuh dari sana.


Kenan, menancapkan gas jetsky itu dan Aliyha mulai, menutup matanya karena takut dan melingkarkan tangannya dengan erat, di perut Kenan.


Kenan yang merasakannya pun mengerti jika Aliyha takut dengan keadaan mereka sekarang, namun dalam hatinya sedikit jahil hingga dia menambah kecepatan jetsky itu dan rangkulan Aliyha pun semakin kencang.


Salma dan Rahman yang melihat itu tersenyum senang, dan begitu pula dengan Darel. Dia yakin jika Kenan dapat menjaga ibundanya.


*


Di vila, Marina dan Regina sudah siap untuk menyambut kedatangan calon besan dan calon menantu Marina.


Regina masih berada di kamarnya, bersiap dengan pakaian yang sopan dan dandanan yang tidak terlalu tebal.

__ADS_1


"Slamat siang," sapa Liana pada Marina yang berada di ruang tamu vila itu. Setelah sampai mereka segera di antarkan pelayanan untuk menemui Marina yang berada di ruang tamu.


"Hai, apa kabar?" tanya Marina.


"Baik. Kalau tidak, tidak mungkin kami sampai di sini," jawab Liana dengan tersenyum lebar.


"Ya, di mana Satya?" tanya Marina.


"Masih di luar. Sebentar lagi dia akan masuk.", jawab Liana.


"Ayo duduk, Tuan Nathan." ajak Marina.


"Jangan panggil tuan, Nathan saja. Kau sahabat Liana, kan? Berarti sama sepertiku," ucap Nathan dengan senyuman.


"Owh, baik sekali. Kita baru pertama bertemu, saya Marina," ucapnya memperkenalkan diri.


"Ya, saya tau. Sejak dulu Liana sering sekali bercerita tentang Anda," ucap Nathan.


"Yang baik-baik, kan?" canda Marina


"Tentu saja," jawab Nathan.


"Baiklah. Ayo duduk. Aku akan panggilkan putriku dulu." ucap Marina seraya berjalan ke arah kamar Regina.


Beberapa saat kemudian Satya masuk dan duduk di samping Nathan.


"Tunggu sebentar. Sahabat mami sedang mengajak putrinya ke sini," ucap Liana dan Satya sangat tidak peduli dengan itu.


"Nah! Ini orangnya sudah datang!" seru Liana yang menunjuk ke arah belakang Satya dan Nathan.


Seketika wajah kedua calon yang akan dijodohkan itu berubah pias saat Satya memalingkan wajahnya ke arah yang di tunjuk Liana.


"Kamu!!!" kejut Satya juga Regina bersamaan, saat mata keduanya saling bertatapan.


"Tante!" ujar Satya.


"Ma!" bantah Regina saat melihat Satya.


"Ma, ini nggak bisa!" lanjut Regina dan segera beranjak meninggalkan ruangan itu.


"Tunggu Regina! Kamu sudah berjanji sama, mama!" ujar Marina.


"Tapi, Ma! Satya itu kekasih Aliyha!" tolak Regina.


"Jadi, kamu mau membantah sekarang?" tanya Marina tegas.


Regina sangat tahu, kalau Marina akan berbuat sesuatu jika tidak mengikuti perintahnya. Kalau itu di lakukan padanya, Regina tidak keberatan sama sekali, tapi pasti Marina sudah merencanakan ini, dan dia akan berbuat sesuatu pada Aliyha dan Darel.


Regina menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Marina, dia harap Satya dapat melakukan sesuatu agar perjodohan ini tidak terjadi.


"Mi, Pi! Satya tidak bisa meneruskan perjodohan ini. Kami bersahabat, bersama juga Aliyha!" tolak Satya.

__ADS_1


"Satya!" bentak Nathan dengan geram. "Papi sudah memperingatkanmu! Jangan salahkan papi jika kau tak mau mendengarkan papi!" lanjutnya.


Kembali Satya terdiam dengan ucapan Nathan. Bukan tanpa alasan Satya takut dengan ancaman papinya karena itu pernah terjadi pada kakaknya Surya. Saat Surya nekat untuk memilih kekasihnya Nathan membuktikan ucapannya pada Surya. Kekasih kakaknya terbaring di rumah sakit dengan keadaan koma dan hal itu berhasil membuat Surya untuk menerima segala apa yang inginkan Nathan dan kini dia takut jika Nathan akan kembali melakukannya pada Aliyha, sedangkan Regina takut dengan ketegasan Marina. Marina pun tak sungkan-sungkan untuk mengirim Aliyha jauh darinya dan Satya dengan menggunakan surat kontrak kerja yang di tanda tangani oleh Aliyha.


*


"Huuf, huuf, huuf," deru nafas Aliyha yang baru saja turun dari atas jetsky.


"Hore, Bunda hebat!" ucap Darel setelah melihat Aliyha yang turun dari jetsky dwngan nafas yang tersengal-sengal dan menopang badannya dengan tangan yang di letakan di bukuknya.


"Hebat apanya? Jiwa bunda tertinggal di laut sana karena ketakutan!" ujar Aliyha seraya menunjuk ke tengah laut yang dilaluinya dengan Kenan di atas jetsky.


"Nggak apa. Yang penting hebat! Kan udah balik dengan selamat," ujar Darel dengan tersenyum.


"Al, kamu tidak apa-apa?" tanya Kenan yang mendekati Aliyha dari belakang.


"Kamu balik, Mas!" pinta Aliyha dengan sisa deru nafasnya.


"Balik ke mana?" tanya Kenan bingung.


"Balik ke laut. Ambilin jiwaku yang tertinggal di sana!" ucap Aliyha dan itu sukses membuat tawa lebar dari Kenan.


"Hahaha..., kamu ada-ada aja. Masa jiwa ketinggalan di laut!" seru Kenan. "Ayo, Dar! Kita main," ajak Kenan seraya kembali ke arah masuk ke dalam air laut dan di susul oleh Darel


"Da, Bunda!" ujar Darel di tengah langkahnya menuju Kenan.


"Haa! Mereka berdua mengerjaiku," gumam Aliyha lalu kembali ke gazebo tempat di mana Rahman dan Salma duduk saat ini.


"Kenapa, Al? Kok, mukanya asam sekali?" tanya Salma.


"Cuka kali, Bu. Asam!" kesal Aliyha.


"Iya. Tuh, wajahmu cemberut begitu," tunjuk Salma di wajah Aliyha.


"Aku di kerjain, Bu. Sama anak sendiri yang bersekutu dengan mas Kenan." ujar Aliyha.


"Hahaha, setan kali Kenan. Bersekutu!" protes Rahman dengan terbahak dan Aliyha tambah kesal.


"Tapi, Kenan itu orangnya ganteng. Memangnya kamu, nggak naksir?" lanjut Rahman.


"Bapak. Jangan gitu dong, gimana kalau di dengar sama orangnya?" protes Aliyha.


"Ya, siapa tau aja. Kalau sudah jodoh tidak akan lari ke mana," jawab Rahman.


.


.


.


.

__ADS_1


Boleh dong, bagiin votenya buat author😍


__ADS_2