Anak jeniusku mencari ayah

Anak jeniusku mencari ayah
Bab.65 ~Rasa balas budi


__ADS_3

"Saya minta untuk kamu meninggalkan Satya. Dia sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah!" ucap Liana.


"Nyonya tidak perlu khawatir. Nyonya yakinkan saja sama mas Satya tentang pertunangannya. Saya tidak akan mengganggu." ujar Aliyha. "Dan soal pertunangan dengan putri dari nyonya Marina Wirawan, saya sudah mengetahuinya. Maka dari itu saya memutuskan untuk tidak bersama mas Satya, karena mba Regina adalah Kakak saya dan nyonya Marina sudah saya anggap sebagai ibu saya sendiri. Apalagi saya tinggal bersama mereka sekarang," lanjut Aliyha dengan menatap Liana tanpa rasa takut.


Aliyha beranjak dari duduknya, dengan Liana yang terpaku dengan ucapannya. Aliyha pergi dari tempat di mana Liana duduk sekarang, tanpa berpamitan padanya.


"Sudah selesai?" tanya Kenan saat Aliyha telah kembali.


"Iya. Tidak masalah. Kami hanya mengobrol seadanya," jawab Aliyha memperjelas. "Ayo, Mas kita balik."


*


*


Hari ini Aliyha kembali untuk bekerja dan Darrl juga kembali ke sekolahnya.


"Aliyha, seperti biasa, kamu diantar Kenan ya, sekalian sama Darel!" pinta Marina.


"Baik, Nyonya." jawab Aliyha. "Dar, pamit sama Oma sana!"


"Oma, Darel pamit ke sekolah, ya." Darel menyalami tangan Marina dan kembali kepada Aliyha.


Seperti perkataan Marina, Kenan sudah menunggu mereka berdua untuk berangkat.


"Ayo, Mas!" ajak Aliyha. "Mas lain nggak usah pake buka-bukain pintu segala, deh. Aku jadi nggak enak, kayak siapa aja! Kitakan sama-sama pekerja, Mas!" lanjut Aliyha.

__ADS_1


"Tapi itu tugasku," jawab Kenan.


"Nanti, deh. Tugas-tugasnya sama nyonya dan mba Regina aja!" Sela Aliyha.


"Terserah kamu!" ucap Aliyha lagi.


"Iya, dong. Kan aku masih punya tangan buat buka pintu." jawab Aliyha dengan senyuman khasnya yang di sukai Satya.


Beberapa saat setelah mengendarai mobil, Kenan dudah memasuki halaman kantor tempat Aliyha bekerja setelah sebelumnya telah mengantar Darel di sekolahnya.


"Makasih, Mas!" ucap Aliyha setelah terun dari mobil itu sambil melambaikan tangan pada Kenan dan diangguki olehnya.


Hari ini Regina tidak ikut ke kantor, hanya Marina yang datang. Regina masih marah dengan Marina yang melakukan perjodohannya dengan Satya, bahkan Regina tak mau bicara padanya.


Sudah sejak beberapa waktu lalu, Aliyha sudah merasa tak nyaman dengan Satya. Bukan karena rasa cemburu Satya padanya, namun karena dia benar-benar tak bisa menumbuhkan rasa pada Satya, yang di rasakan Aliyha hanyalah rasa balas budi untuk tetap berhubungan dengan Satya karena segala kebaikan-kebaikan yang Satya berikan padanya dan Darel. Berbeda dengan rasa yang di rasakannya pada pria yang belum lama ini dia kenal.


Jam makan Siang telah tiba, dan kini Aliyha keluar dari ruangannya menuju kantin kantor yang terletak di lantai bawah gedung itu.


Aliyha telah memesan dan tengah menikmati makanannya sekarang.


"Aliyha," sapa seorang pria di sampingnya.


Aliyha memalingkan wajah perlahan, dia sangat mengenal suara itu dan benar..., pria itu adalah Satya.


"Mas Satya. Ada di sini?" tanya Aliyha dengan menghentikan acara makannya.

__ADS_1


"Iya, aku kangen. Aku ingin bertemu denganmu. Apa kau punya waktu nanti selesai bekerja?" tanya Satya.


"Iya. Aku juga ingin bicara penting dengan Mas. Bagaimana kalau, Mas jemput aku setelah pulang nanti?" ucap Aliyha.


"Penting?" tanya Satya memastikan.


"Iya. Bisa?" tanya Aliyha lagi.


"Tentu saja." jawab Satya.


"Sudah, ya Mas. Aku masih banyak kerjaan, Mas. Aku balik dulu, ya." Aliyha segera beranjak dari duduknya, meninggalkan Satya sendiri di kantin itu.


"Apa Aliyha sudah tau?" batin Satya tentang perjodohannya dwngan Regina.


"Aku tanya Regina saja," gumam Satya.


.


.


.


.


By... By...❤

__ADS_1


__ADS_2