Anak jeniusku mencari ayah

Anak jeniusku mencari ayah
Bab.46 ~Tidak di restui


__ADS_3

Satya mengerti dengan perasaan Aliyha saat ini. Dia pun keluar dari mobil, membiarkan Aliyha menenangkan pikirannya sebentar.


Beberapa menit setelahnya, Aliyha keluar dari mobil dan mendekati Satya yang berada di sisi mobil sebelahnya.


"Apa kita akan masuk sekarang?" tanya Aliyha. Satya menatap Aliyha lekat, memantapkan hatinya untuk membawah Aliyha menemui Nathan dan juga Liana.


Satya menggenggam tangan Aliyha erat, menarik nafas panjang dan menghembuskannya kemudian melangkah maju, masuk ke dalam mansion.


"Siang Mi," sapa Satya pada Liana yang tengah duduk di ruang tamu dengan menatap majalah.


Liana memalingkan wajah ke arah Pria yang tengah menyapanya dan dia tahu jika itu adalah Satya.


"Siapa dia?" tanya Liana sinis.


"Mi, ini Aliyha Mi," jawab Satya dan Aliyha hanya menundukan kepala tak berani menatap Liana yang tengah memandangnya lekat.


"Oh, jadi kamu yang namanya Aliyha? Wajahnya polos, tapi hatinya busuk." ujar Liana.


"Mi! Apa yang Mami katakan?" ucap Satya.


"Itu kebenarannya! Wanita ini hanya mengincar harta keluarga kita saja!" jawab Liana lantang.


Aliyha shock mendengar kata-kata Liana, hari ini bahkan dia baru saja mengenal mereka, dia bahkan baru tahu jika Satya adalah orang yang memiliki harta berlebih dan ibunya berkata jika dia mengincar hartanya.


Rasanya airmata Aliyha ingin jatuh, hatinya sangat rapuh untuk hal-hal seperti ini. Itulah kenapa Rahman membiarkan Aliyha pergi dari rumah saat dia di ketahui sedang hamil. Aliyha hatinya sangat kecil, tidak setegar wanita-wanita lain di luar sana, yang mampu bertahan dengan segala keadaan. Dulu saat hamil dia mendapatkan dukungan dari Satya dan Regina, tapi saat ini tak mungkin baginya meminta Satya untuk melawan orangtuanya sendiri.


"Mi, jangan seperti itu, Mi. Cobalah beri kesempatan untukku dan Aliyha, Mami akan tahu jika Aliyha adalah wanita yang baik," ucap Satya lirih.


"Heg, wanita yang hamil tanpa suami kau bilang wanita baik-baik. Wanita yang melahirkan anak h*ram kau bilang wanita baik-baik. Dari mana baiknya Satya? Apa kau tidak berpikir? Atau pikiranmu telah ditutup oleh wanita ini?" cerca Liana.


"Mi!" bentak Satya dan Aliyha hanya dapat menatap Liana yang telah menghina dirinya.


"Bahkan sekarang kau sudah berani melawan orangtuamu sendiri," ujar Liana.


"Maafkan saya Nyonya, saya memang bukan wanita baik-baik. Saya tidak pantas untuk keluarga kalian yang punya nama besar seperti Anda. Tapi anakku bukan anak haram Nyonya, dia lahir di dunia ini suci, tidak ada anak yang haram yang lahir di dunia ini. Jadi jangan menyebut putraku anak haram," ujar Aliyha, dia mengumpulkan segala keberaniannya saat mendengar penghinaan atas putra tunggalnya.

__ADS_1


"Lalu harus disebut apa? Anak yang lahir tanpa ayah itu, harus disebut apa? Tanpa menikah dan memiliki anak juga harus ku sebut apa?" tanya Liana ketus.


"Mi, tolong jangan seperti ini. Satya mencintai Aliyha tulus, Mi," ujar Satya memohon pada Liana.


"Kamu tulus mencintainya, tapi wanita itu yang tidak tulus padamu!" tunjuk Liana pada Aliyha.


"Mi, bahkan Aliyha tak mengenal Satya sebagai keluarga keluarga orang berada, dia baru tahu sekarang jika Satya dari keluarga besar." jelas Satya untuk meyakinkan Liana.


"Mungkin kamu yang bodoh, dia tidak mungkin tidak tahu tentangmu. Namamu ada di mana-mana!" ujar Liana tegas.


"Itu, benar, Mi. Tolong berikan restu padaku dan Aliyha." ucap Satya memohon.


"Sudahlah, Mas. Sebaiknya aku pergi, hubunganmu dan keluargamu akan tidak baik jika aku di sini," ujar Aliyha dengan suara serak yang hampir menangis.


"Benar! Kau akan menghancurkan hubungan anak dan orangtuanya jika terus berada di sini," ucap Nathan yang baru saja sampai dari kantor.


"Pi," Satya berbalik melihat Nathan yang baru saja datang.


"Sudahlah Satya. Papi dan Mami sudah menjodohkanmu, kau tidak perlu repot-repot meminta restu untuk menikahi wanita yang telah Mami dan Papi setujui, bukan wanita j*lang ini!" ketus Nathan.


"Pi!" bentak Satya yang tidak terima jika Aliyha di hina.


Aliyha hendak pergi dari sana, namun langkahnya terhenti saat Satya meraih lengannya.


"Maaf, Pi, Mi. Entah tanpa restu kalian atau tidak, aku hanya akan menikahi Aliyha, tidak dengan wanita lain!" tegas Satya kemudian segera membawah Aliyha pergi dari sana.


"Satya!" pekik Liana yang melihatnya membawah Aliyha pergi.


"Dasar, anak kurang aj*r. Kamu sudah di pengaruhi oleh wanita itu, hingga berani melawan orang tua!" teriak Nathan saat Satya melangkah bersama Aliyha.


"Aku bukan anak kecil, Pi. Yang bisa di pengaruhi orang lain," jawab Satya lalu memalingkan wajah kembali berjalan ke arah luar.


"Kau lihat, kau telah merusak hubungan keluarga Satya wanita J*lang! Baru hari ini dia membangkang pada orangtuanya dan semua itu karena kau!" pekik Liana dengan airmata. Dia takut jika Satya nekat menikahi Aliyha walau tanpa restu mereka.


"Sudah Mas. Aku akan pergi sendiri, kau tinggallah di sini," ujar Aliyha saat tiba di depan rumah.

__ADS_1


"Tidak Aliyha. Aku akan mengantarmu." Satya tak peduli dengan ucapan Aliyha, dia terus saja membawah Aliyha sampai di mobilnya.


"Mas," ucap Aliyha memohon.


"Jangan larang aku, kali ini saja Aliyha." ujar Satya yang terdengar seperti perintah bagi Aliyha, dan dia tak membantah Satya lagi kemudian masuk ke dalam mobil.


*


Hari ini, seharian Daniel berada di apartemen Amel. Dia tidak pergi ke kantor, setelah kejadian di cafe itu, Amel terus saja mengikuti kemana pun Daniel pergi.


"Bagaimana Daniel, kapan kau akan menikahiku?" tanya Amel.


"Mel, aku juga sekarang ada masalah dengan Rosa saat ini. Kau tahu, kan. Orangtuanya memintaku menceraikannya, tapi Ayah dan Ibu tidak setuju jika aku menceraikannya dan sekarang kau pun mendesakku untuk menikah. Katakan, aku harus bagaimana sekarang?" Ujar Daniel kesal.


"Tapi, aku tak bisa berlama-lama. Ini kehamilan, bukan barang yang bisa kau sembunyikan berlama-lama. Perutku semakin hari akan semakin besar dan kau menyuruhku menunggu," ujar Amel.


Daniel terlihat sangat frustasi, karena masalahnya yang tak kunjung selesai, hingga dia mengacak-acak rambutnya dengan kesal.


"Daniel, beri aku kepastian! Aku tak bisa menunggu lagi," desak Amel.


"Ck, baiklah kita akan menikah di akhir minggu ini. Kita hanya menikah dengan mengundang Penghulu dan saksi saja," ujar Daniel.


"Kenapa seperti itu? Aku mengandung anakmu!" ucap Amel tak terima jika Daniel hanya akan menikah siri dengannya.


"Itu bila kau mau, bila tidak, maka kau uruslah sendiri!" kesal Daniel.


"Ok-ok. Aku mau," ucap Amel cepat yang tak ingin menghilangkan kesempatan yang sudah ada.


"Tak apa walau hanya nikah siri dulu. Sebentar lagi dia dan Rosa akan bercerai, dan aku akan memaksanya mengadakan pesta pernikahan yang besar-besaran," batin Amel.


.


.


.

__ADS_1


.


Like-like, ayo di Like😁


__ADS_2