Anak jeniusku mencari ayah

Anak jeniusku mencari ayah
Bab.57 ~Vila


__ADS_3

"Kenapa harus menginap di hotel, di sini saja. Ada kamar Darel, bisa tidur di situ, darel akan tidur bersamaku dan istriku akan tidur bersama Aliyha," ucap Rahman dan Kenan menatap Aliyha dengan permintaan ayahnya.


"Tapi...."


"Nggak apa, Mas. Nginap aja," selah Aliyha.


"Iya, Om." sambung Darel yang baru saja keluar dari dalam rumah.


"Baiklah." ucap Kenan pasrah.


Sebenarnya Kenan merasa tidak enak untuk menginap di rumah itu. Tapi karena semuanya meminta seperti itu dia tidak ingin mengecewakan mereka dan salah satu alasan dia tetap tinggal di rumah itu iyalah Darel.


Kenan menjadi sangat penasaran dengan anak itu, dan dia ingin menghilangkan rasa penasarannya itu.


*


Di mansion keluarga Regina. Dia dan Marina sedang, duduk di ruang TV sambil menonton.


"Ratu, besok siang kita akan bertemu dengan calon suamimu, di vila kita." ujar Marina yang sedang duduk bersamanya.


"Kenapa di vila, Ma?" tanya Regina dengan menatap Marina dengan banyak pertanyaan.


"Mama juga mau refreshing sedikit, bersantai di vila rasanya lumayan." jawab Marina.


"Terserah Mama, deh!" jawab Regina yang tak mau berdebat masalah itu, apalagi perjodohannya.


Regina tak menolak lagi masalah perjodohan, dia berpikir Marina hanya ingin yang terbaik untuknya. Tapi satu masalah untuknya, siapa yang akan menjadi walinya nanti, sedangkan sedari kecil dia tak pernah tahu siapa sebenarnya ayahnya. Kehidupannya persis seperti Darel, yang tak mengenal ayah sejak kecil, tapi sekarang Darel sudah mengetahui siapa ayah kandungnya sedangkan Regina tak tahu sama sekali hingga sekarang.


"Ma...," panggil Regina. Dia ingin mengatakan sesuatu, namun di urungkan karena dia tahu Marina tidak akan suka.


Hingga saat ini Marina tak pernah menikah, bahkan tidak ingin didekati oleh pria manapun. Pernah sekali sahabat dari Marina mencoba menyatakan perasaannya pada Marina, namun dia di tolak mentah-mentah olehnya dan saat kejadian itu terjadi Marina mengurung dirinya selama sebulan tak pernah keluar dari kamarnya, bahkan makan dan minum akan di antarkan ke kamarnya. Hingga kini Marina menjadi anti kepada pria dan tak menikah lagi.


"Ada apa?" tanya Marina.


"Nggak ada, cuma kepikiran Aliyha," jawab Regina walau bukan itu sebenarnya yang ada di pikirannya. Regina tak mau mengorek luka lama pada Marina yang tengah dia pendam.


"Iya. Mama mau telvon Aliyha, tapi kamu saja! Katakan padanya, jangan kembali besok. Kembalilah setelah dua hari di sana!" pinta Marina.


"Kenapa memangnya?" tanya Regina bingung.


"Besok kita akan ke vila dan dia tidak akan mungkin pulang saat kita tak ada di rumah. Sebaiknya mereka kembali setelah kita balik dari Vila," jelas Regina.


"Tapi, Kan, Ma. Aliyha sama Mas Kenan bisa nyusul ke vila kita. Mas kenan, kan tau," ucap Regina mengusulkan.


"Tidak! Biarkan mereka di Surabaya. Ini adalah acara keluarga!" jawab Marina.

__ADS_1


"Kenapa? Aliyha sudah aku anggap keluarga sendiri," bantah Regina.


"Turuti kata-kata mama. Sekali tidak, tetap tidak!" ucap Marina kemudian berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Regina sendiri.


Regina hanya menggelemgkan kepalanya dengan sikap Marina. Dia tak tahu apa yang membuat Marina tidak ingin Aliyha datang ke acara mereka, padahal dia sendiri tahu walau Marina terlihat tegas pada siapapun, namun dia juga menyayangi Aliyha sebagaimana dia juga menyayanginya.


*


Di rumah Rahman, kini mereka sedang makan malam, bersama Kenan juga. Aliyha dan Salma telah memasak untuk makan malam mereka dan mereka pun makan bersama termasuk Darel.


"Aliyha, Kenan ini orangnya asik di ajak bicara. Dan dia juga sopan," ucap Rahman pada Aliyha.


"Iya, Pak. Sama Bapak, asik dia ngobrolnya nggak tahu sama yang lain." jawab Aliyha yang tengah jenuh, karena sejak siang tadi mereka tak habis-habisnya memuji Kenan, apalagi Rahman dan Darel yang sangat cepat akrab dengannya.


"Bun, Om Kenan juga baik, kok!" tambah Darel yang sedang makan bersama mereka.


"Kamu kok, jadi ikut-ikutan Kakek," ucap Aliyha sopan.


"Wong yang di bilang mereka benar," lanjut Salma juga.


"Ibu, juga! Hiks, aku serasa anak tiri di sini. Dari tadi yang di puji hanya Mas Kenan saja," sesal Aliyha.


"Hehehe..."


Mereka hanya terkekeh dengan kekesalan Aliyha dan yang tengah dibicarakan hanya melemparkan senyum lebarnya seraya menyuap nasi ke dalam mulutnya.


"Huu, kekesalanku akan berakhir di hari senin nanti. Mas Kenan!" panggil Aliyha dengan wajah masamnya.


"Ya," jawab Kenan.


"Tadi mba Regina telvon. Katanya jangan kembali besok, karena nyonya Marina dan mba Regina akan pergi ke vila untuk acara perjodohannya." ucap Aliyha.


"Iya, nyonya Marina juga menelvonku tadi." jawab Kenan.


"Oh, jadi kalian tidak jadi balik Jakarta besok?" tanya Salma yang mendengarkan perbincangan mereka.


"Iya, Bu." jawab Aliyha.


"Bagaimana kalau besok kita ke pantai?" ucap Darel antusias.


"Betul. Kan ada waktu sehari, kita bisa bersantai di pantai. Bagaimana Kenan? Bisakan?" ujar Rahman, setuju dengan usul Darel.


"Saya ikut saja. Terserah kalian," jawab Kenan.


"Bagaimana, Bun?" tanya Darel antusias.

__ADS_1


"Baiklah. Terserah kesayangan bunda, saja!" ucap Aliyha seraya mencubit kecil pipi anak itu.


"Bunda!" kesal Darel.


"Hahaha, anak bunda kesal," ujar Aliyha dengan tawanya dan yqng lainnya hanya terkekeh dengan tingkah anak dan ibu itu.


*


Besok harinya di mansion keluarga Regina, mereka berdua tengah bersiap-siap untuk pergi ke Vila.


"Ratu! Kamu sudah selesai?" tanya Marina.


"Iya, Ma!" jawab Regina dari kamarnya.


"Ayo, supir sudah menunggu di luar!" pinta Marina.


"Iya-iya! Mama duluan aja, nanti aku nyusul." ucap Regina yang tengah sibuk dengan riasannya. walaupun Regina tidak terlalu menyukai acara perjodohannya tapi, dia tidak akan lupa dengan dandanannya.


Setelah selesai Regina pun turun dan menyusul Marina yang telah menunggunya di mobil.


"Jalan, Pak!" pinta Marina saat Regina telah duduk.di dalam mobil.


Jarak tempuh antara mansion dan Vila sekitar satu jam, memang agak sedikit jauh, tapi Marina mengatur semua itu karena Satya sudah tahu dengan mansion mereka.


Satu jam kemudian mereka telah sampai di Vila. Marina dan Regina turun dari mobil dan memasuki vila yang sudah berada beberapa orang di dalamnya untuk menyambut sang pemilik dan putrinya.


"Slamat siang, Nyonya dan Nona Ratu," sapa beberapa pelayan yang berada di depan pintu dan Marina hanya menganggukan kepalanya.


"Apa semua sudah siap?" tanya Marina seraya terus berjalan masuk ke dalam vila dan disusul oleh Regina di belakangnya.


"Sudah Nyonya, seperti yang Anda perintahkan. Kamar-kamar tamu jugansudah siap seperti perintah, Nyonya." jawab pelayan yang berada di samping Marina.


"Ok. Kalian boleh pergi, saya mau istirahat dulu!" pinta Marina.


"Ma, jam berapa mereka akan datang?" tanya Regina.


"Jam 3," jawab Marina.


"Oh, Regina mau berenang dulu kalau begitu." ucapnya seraya meninggalkan Marina di ruang tamu.


.


.


.

__ADS_1


.


Comentnya, yang positif aja. Kalau yang negatif disimpan aja, ya😄


__ADS_2