Anak jeniusku mencari ayah

Anak jeniusku mencari ayah
Bab.45 ~Surat perjanjian kerja


__ADS_3

Aliyha sungguh, sungguh sangat terkejut, namun dalam pikirannya, apa Mba Regina menyewa rumah ini, ya? Sungguh pemikiran yang bodoh, namun keraguannya masih tertanam di benaknya. 10 tahun hidup bersama Regina, yang dia tahu Regina adalah orang seperti dirinya.


"Ma," keluh Regina seraya menyembunyikan wajahnya di bahu Marina karena kesal.


"Salah kamu sendiri! Siapa suruh senengnya hidup di luar berlama-lama," ledek Marina.


"Sat, kamu juga?" tanya Regina dan mendapat gelengan kepala dari Satya.


"Huuf.., syukurlah..." Regina merasa lega, karena Satya tidak ikut-ikutan dengan Aliyha yang tak percaya padanya.


"Sudah. Sekarang katakan siapa yang harus mama bantu?" ucap Marina.


"Ini, Ma. Aliyha, kan temen aku. Dijebak sama Daniel di kantornya, kontrak kerja 3 tahun nggak boleh nikah dan nggak boleh mundur dari pekerjaannya, kalau Aliyha nekat, dia harus bayar pinalti 2 miliar!" jelas Regina.


"Haa!" kejut Aliyha mendengar jumlah 2 miliar dari Regina.


"Bu-"


"Mama mau bantu, kan?" sela Regina saat Aliyha ingin membantahnya.


Regina menatap nyalang ke arah Aliyha, hingga dia menundukan wajahnya.


"Kamu sudah bilang syaratnya apa?" tanya Marina.


"Jadi Al, Mama mau bantu kamu lepas dari jerat Daniel. Tapi, setelah itu kamu harus bekerja di perusahaan Mama dan gajimu akan di potong setiap bulannya 5 persen," jelas Regina.


"5 persen? Siapa yang bilang gitu?" tanya Marina.


"Aku, Ma." jawab Regina dengan tersenyum.


"Ok. Tapi kamu jangan lupa dengan janji kamu sama Mama!" tegas Marina.


"Iya-iya. Aku ingat, kok," jawab Regina.


"Tunggu di sini, akan ku ambil surat perjanjiannya!" pinta Marina.


"Surat perjanjian?" tanya Regina balik, namun tak mendapatkan jawaban dari ibunya.


"Re, aku nggak nyangka, loh. Ternyata kamu bukan orang biasa," ujar Satya.


"Maaf, ya. Aku bohong sama kalian selama ini, tapi aku punya alasannya, kok. Tapi nanti saja ceritanya," ujar Regina dan Satya mengangguk.


"Mba, aku jadi linglung melihat, Mba seperti ini," ucap Aliyha.


"Seperti ini? Maksudmu? Seperti ini bagaimana?" tanya Regina bingung.


"Aku, seperti lupa ingatan mengetahui Mba Regina yang sekarang, aku sampai lupa kalau Mba pernah tinggal sama aku, kerja sama aku, makan sepiring, berbagi kamar dan lain-lain. Aku jadi minder, Mba," jawab Aliyha dengan nada sendu.


"Ini, bacalah! Jika setuju, tandatangani segera." Marina menyodorkan sebuah kertas bertulis tinta hitam pada mereka.


Aliyha menyambut selembar kertas itu, lalu membacanya dengan teliti, dia takut jika hal yang terjadi padanya terulang lagi.


...----------------...


...SURAT PERJANJIAN KERJA...


...Nomor : 000/SPK-XX/XXX/2023...


Pada hari ini, Selasa 21 februari 2023, telah di buat kesepakatan oleh kedua belah pihak, yakni perjanjian kerja antara


Nama : Marina Hardi Wirawan

__ADS_1


Jabatan : Presiden Direktur


Alamat : jl.xxx no.xxx


Dalam hal ini bertindak dan atas nama perusahaan WIRAWAN GROUP yang di sebut juga sebagai pihak pertama


Nama : Aliyha Sutesja


Tempat/Tanggal lahir : Surabaya, 00 xxx 0000


Nomor KTP : 00000000000


Jabatan : Sekertaris


Alamat : jl.xxxxx


Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri dalam perjanjian kerja yang mana selanjutnya akan di sebut sebagai pihak kedua.


Kedua belah pihak sepakat untuk mengikat dalam perjanjian kerja dengan ketentuan sebagai berikut :


...PASAL 1 KETENTUAN UMUM...




Pihak pertama punya kuasa penuh atas pihak kedua. Pihak pertama pun berhak untuk pemutusan ataupun melanjutkan kontrak dengan pihak kedua.




Pihak kedua akan menjalankan segala perintah pihak pertama.






Pihak kedua harus menaati isi dari surat perjanjian ini.




...PASAL 2. WAKTU BERLAKU KONTRAK...


1.Surat perjanjian ini berlaku sejak hari ini hingga waktu yang di tetapkan oleh pihak pertama.


...PASAL.3 GAJI DAN UPAH...


1.Pihak kedua akan menerima gaji/upah dari perusahaan sesuai dengan ketentuan dan kebijakan perusahaan.


Demikian surat perjanjian ini di buat dan akan digunakan sebagaimana mestinya tertulis dalam pasal-pasal surat perjanjian kerja.


Pihak Pertama Pihak kedua


Marina H. Wirawan Aliyha Sutesja

__ADS_1


...----------------...


Aliyha menyodorkan surat itu pada Satya, memintanya untuk melihat dan membacanya.


"Ini Mas,"


Satya menyambut lembaran kertas itu dan mulai membacanya, tak ada yang ganjal kalau di lihat dari isinya. Sesuai dengan bagaimana biasanya mereka membuat surat perjanjian kerja.


"Bagaimana Mas?" tanya Aliyha dan Satya menganghukan kepalanya tanda setuju.


"Iya. Tidak ada yang ganjal dalam surat perjanjian, sama seperti surat perjanjian kerja di perusahaan lainnya." Jawab Satya.


"Baiklah." Aliyha mulai membubuhkan tanda tangannya pada kertas yang dia pegang dan setelah selesai dia menyerahkan kembali pada Marina.


"Bagus!" jawab Marina dengan tersenyum.


"Ratu akan mengurus uang yang kau butuhkan, dan membantumu keluar dari perusahaan tempatmu bekerja. Dan mulai besok kau juga sudah harus masuk bekerja," lanjut Marina.


"Baik, Nyonya!" jawab Aliyha. Sebenarnya dia masih sedikit ragu dengan isi dari surat kontrak itu, namun dia menghargai usaha Regina yang mencoba mengeluarkan dia dari masalahnya.


"Regina, kau juga harus mulai belajar bekerja di perusahaan kita. Perusahaan itu nantinya kamu yang akan memegangnya." ucap Marina lagi.


"Iya, Mamaku." jawab Regina.


Regina begitu bahaagia dapat membantu Aliyha. Tak sia-sia dia kembali ke mansion, pikir Regina.


"Setelah ini kalian mau ke mana?" tanya Regina.


"Aku pikir, aku akan mengajak Aliyha ke rumah, bertemu dengan kedua orangtuaku," jawab Satya.


"Hm, baiklah. Sebenarnya aku mau ajak Aliyha jalan-jalan, tapi nggak apa, lain kali bisa." ujar Regina.


Satya berpikir, sudah saatnya juga Aliyha tau tentang dirinya. Setelah melihat Aliyha yang sedikit shock dengan kebenaran Regina, kini dia pun harus segera memberitahu kebenarannya, jangan sampai Aliyha mengetahuinya sendiri maka dia akan menganggap jika dia sudah di bohongi selama ini.


Hari menjelang sore, Satya dan Aliyha telah pamit pada Regina dan kini mereka pergi menuju mansion keluarga Satya.


"Al, apapun yang terjadi di sana nanti, aku mohon kamu jangan pergi, ya. Kita akan hadapi ini bersama-sama." ucap Satya yang sedang menyetir dan mengenggam tangan Aliyha dengan sebelah tangannya.


"Memangnya kenapa, Mas. Apa ada sesuatu yang tidak Mas katakan padaku?" tanya Aliyha pensaran.


"Tidak. Cuman menjaga kemungkinan saja," jawab Satya.


Beberapa menit berlalu, akhirnya mereka sampai di mansion. Aliyha memandang rumah yang berada di hadapannya dengan masih duduk di dalam mobil. Rumah itu tak jauh beda dengan Mansion tempat Regina, hanya saja yang ini lebih sedikit kecil.


"Ini rumah siapa, Mas?" tanya Aliyha.


"Ini mansion keluargaku," jawab Satya.


"Maksud, Mas? Sama seperti mba Regina, Mas juga seperti itu!" kejut Aliyha. "Aku tak menyangka, jika di sini hanya aku yang mempunyai rumah yang sangat kecil dari kalian," lanjut Aliyha dengan segala sesalannya.


"Maaf, Al. Sama seperti Regina yang punya alasan, aku juga punya alasan." ujar Satya meyakinkan Aliyha.


"Maaf, Mas. Mungkin aku yang terlalu sensitif. Mas, keluar duluan aja, nanti aku nyusul," jawab Aliyha.


Satya mengerti dengan perasaan Aliyha saat ini. Dia pun keluar dari mobil, membiarkan Aliyha menenangkan pikirannya sebentar.


.


.


.

__ADS_1


.


Tekan tombol favoritnya, ya❤


__ADS_2