
"Beberapa hari lalu kami bertemu dan dia mengatakan tidak bisa melanjutkan hubungan kami, dia bilang dia tidak cinta, hanya rasa balas budi untukku.dan dia juga mengatakan, untuk melanjutkan hubungan kita, perjodohan kita." jelas Satya.
"Apa? Dia juga berkata seperti itu padaku..." ucap Regina lirih.
"Aku juga takut, akan papiku. Dia nekat, Re. Aku nggak mau terjadi sesuatu sama Aliyha." ujar Satya.
"Trus, gimana dong sekarang?" tanya Regina.
"Aku juga nggak tau. Aku mau ajak Aliyha lari, tapi apa dia mau?" tanya Satya.
"Di coba aja," jawab Regina.
"Tapi, dia tak mencintaiku, Re." ucap Satya lagi.
"Aku juga tidak!"
"Aku tau, sejak dulu."
"Sat, serius dong! Gimana sekarang?" Satya hanya tersenyum simpul mendengar Regina.
"Aku nggak mungkin, memaksakan cinta Aliyha. Dari awal dia memang tak mencintaiku, hanya aku yang berharap padanya, hingga kini aku sudah menyerah. Walaupun aku mencintainya, tapi aku juga sayang padanya. Aku tidak mau egois dan aku sudah memutuskan untuk menerima perjodohan kita, jika kamu tidak mau, tidak apa. Kamu bisa membatalkannya kapan saja dan akan ku terima apapun keputusanmu. Maaf, ya, Re. Aku egois, untuk melindungi Aliyha, aku harus menerima perjodohan ini. Tapi itu terserah kamu, aku nggak maksa. Dan jika memang kita akan lanjut menikah, aku akan mencoba mencintaimu. Aku pamit, ya. Aku harap kamu dapat mengambil keputusan berpikir dahulu. Jika ingin menolak, tolak saja. Jika ingin menerima, kita akan mencoba bersama. By, aku pergi." ucap Satya panjang lebar lalu pergi dari tempatnya.
Regina tertegun dengan segala ucapan Satya, dia tak menyangka jika pria itu, sangat cepat untuk menyerah disaat perjuangannya belum selesai.
__ADS_1
"Satya!" geram Regina. Dia mengira datang bertemu dengan Satya akan mendapat solusi fari masalahnya, namun ternyata malah menanmbah masalahnya.
*
"Daniel, sebaiknya kamu pergi!" ucap Aliyha.
"Aliyha! Aku ingin bertanggung jawab atas perbuatanku!" ucap Daniel.
"Tidak! Aku tidak butuh tanggung jawabmu!" ucap Aliyha lantang.
"Darel, yolong bujuk Bunda. Kamu anak ayah, kan?"
"Kata siapa? Kau tidak menikah dengan Bunda, kapan kau menjadi ayahku?" ucap Darel santai dengan ******* eskrimnya.
"Darel, aku ayahmu! Ayah kandungmu!" ucap Daniel meyakinkan.
Aliyha tersentak dengan pengakuan Darel bahwa dia sudah tahu sebelum Daniel tahu. "
"Dari mana dia tahu, dan siapa yang memberi tahunya," batin Aliyha.
"Ayo, Darel. Kita pulang," ajak Aliyha.
"Aliyha! Tunggu!" Daniel mencekal tangan Aliyha saat ingin pergi darinya.
__ADS_1
"Daniel!" ucap Aliyha lantang dengan raut emosi yang membara.
"Aliyha! Ada apa denganmu? Kamu dulu tidak seperti ini!"
"Ada apa dengaku? Ada apa denganmu?" balas Aliyha. "Dulu kau tidak peduli padaku! Dan sekarang jangan sok untuk peduli lagi padaku!" Aliyha menghempas tangan Daniel hingga lepas cengkramannya.
"Aliyha! Aku sudah bercerai dari Rosa, tolong... kembalilah padaku," pinta Daniel.
"Enak saja! Aku tidak menyuruhmu bercerai, jadi jangan mengatur hidupku. Aku akan menikah dengan pria yang kucintai, jangan ganggu aku, atau kau akan tahu akibatnya." ucap Aliyha dengan menunjuk wajah Daniel dengan bara api di matanya.
"Aliyha! Aliyha. Akan kurebut Darel darimu! Ingat itu Aliyha!" ancam Daniel emosi.
Aliyha tak peduli dengan ucapan Daniel, dia pergi dari tempat itu tanpa memandang Aliyha kembali ke arah Daniel lagi.
Sebelumnya, Aliyha berpikir, jika Daniel tak seburuk yang dia kira, namun setelah Daniel memanfaatkan kekuasaannya untuk mendekatinya dan Darel, Aliyha semakin membencinya dan kembali hari ini ucapan Daniel semakin membuat rasa bencinya terpupuk.
.
.
.
.
__ADS_1
By... By...
"