Anak jeniusku mencari ayah

Anak jeniusku mencari ayah
Bab.56 ~Darel dan Kenan


__ADS_3

"Kamu/Om!" kejut Kenan dan Darel bersamaan dengan mata yang melebar.


"Kamu," ucap Kenan pada Darel.


"Apa kalian saling mengenal?" tanya Aliyha seraya menatap mereka bergantian.


"Jadi waktu itu...," ucapan Kenan terhenti saat Darel menyelahnya.


"Itu, Om Kenan pernah nganterin Darel pulang dari sekolah waktu itu," ucap Darel cepat dan Kenan pun mengerti maksudnya, jika dia tidak ingin Aliyha tau kejadian di mana saat mereka bertemu dan saling kenal.


"Kapan?" tanya Aliyha.


"Itu, waktu ban sepedaku kempes," jawab Darel.


"Oh...,"


"Bagus dong kalau sudah saling kenal," ujar Aliyha.


Darel dan Kenan saling tatap dengan pikiran masing-masing mereka membayangkan saat di mana mereka bertemu.


Flashback


Darel tengah mengendarai sepedanya di jalan menuju pulang ke kontrakan lama mereka dan tiba-tiba sebuah mobil melewatinya dan....


Paank


Ciiiitttttttttttt


Suara ledakan ban mobil begitu kuat mengema di telinga Darel, beruntunglah orang yang mengendarai mobil itu sigap dan dapat memberhentikan mobilnya dengan aman.


Kenan turun dari mobil, dengan mengenakan jas lengkap seperti orang yang bekerja di kantor. Saat itu Kenan tengah di perintahkan oleh ayahnya untuk menggantikannya untuk pertemuan penting di salah satu hotel yang tak jauh dari sana.


Tiba-tiba empat orang berandal yang berada di atas motor berhenti tepat di samping mobil yang di tumpangi Kenan.


Kenan dedang melihat ban mobilnya yang tengah meletus itu, lalu mereka menghampirinya.


"Ada yang bisa di bantu?" ucap salah satu dari mereka.


Kenan berdiri dari jongkoknya yang tengah melihat-lihat ban mobilnyabyang kempes itu. Kenan sudah mencurigai mereka bukan orang yang baik-baik, dia sudah siap siaga melihat empat orang yang telah mengelilinginya.


Tiba-tiba salah seorang dari mereka menyerang Kenan, dengan sigap Kenan menghindari serangan yang akan berlabuh padanya dan terjadilah perkelahian di antara mereka.


Empat lawan satu, pertandingan yang sangat seru di tonton oleh Darel dari seberang jalan dengan masih duduk di atas sepedanya. Kenan dapat menghindar dari serangan-serangan mereka dan memberikan serangan pula di saat ada kesempatan untuknya, namun beberapa saat berlalu Kenan mungkin sudah lelah karena harus mengerahkan tenaga melawan empat orang dengan badan yang kekar-kekar itu. Kenan terpental saat salah seorang mendapat celah menyerangnya.

__ADS_1


Buukk


Darel melihat Kenan yang sudah terpental itu dan segera mendekatinya. Saat salah seorqng mendekat ke arah mereka Darel turun dari sepedanya.


"Hei sedang apa kau? Pergi sana, mereka orang berbahaya!" ujar Kenan memerintahkan Darel untuk pergi.


Darel hanya menatap Kenan dengan tatapan yang sulit di artikan, dia tak beranjak dari tempatnya berdiri sekarang dan Kenan segera berdiri untuk melindungi anak yang menurutnya menambah masalah untuknya.


"Mau apa kalian?" tanya Kenan ketus.


"Hahaha. Serahkan barang-barangmu, kalau mau selamat." ucap pria yang telah berdiri di hadapan Kenan dan Darel.


"Dasar per*mpok, jah*nam!" umpat Kenan seraya merogoh kantongnya, mengeluarkan dompet untuk menyerahkan apa yang mereka mau. Bukan Kenan tak sanggup lagi melawan mereka, tapi ada anak yang harus dia jaga saat itu.


"Aaaakkkkhhhh!" pekik ria yang akan mengambil dompet dari tangan Kenan.


Seketika Darel telah memelintir tangan pria itu dan menendang kakinya hingga berlutut di hadapan Kenan, Saat tangan pria yang ingin mengambil dompet yang di serahkan Kenan.


Kenan sampai melebarkan matanya melihat aksi Darel yang begitu cepat dan saat tiga orang lagi ingin menyerang Kenan segera menghadapi mereka.


Pertarungan pun kembali terjadi, menjadi 4 lawan 2, tapi pria yang berada di bawah Darel saat ini telah pingsan karena saat 3 orang tadi menyerang Darel segera memukul tengkuknya hingga hilang kesadaran. Dan sekarang pertarungan menjadi 3 lawan dua dan itu sangat memudahkan bagi Kenan, tak sampai beberapa menit 3 orang itu telah kalah dalam pertarungan mereka dan segera pergi dari sana.


"Wah, kau hebat juga!" puji Kenan. "Belajar di mana?" lanjut Kenan.


"Belajar sama Aunty!" jawab Darel dan segera mengambil sepedanya.


"Aku mau pulang, Om!" jawab Darel.


"Biar aku antar pulang!" pinta Kenan.


"Pake apa, Om!" tanya Darel seraya menunjuk ban mobil Kenan yang telah sata dengan aspal.


"Ha! Kau benar. Apa kau punya ponsel? Batrey ponselku habis, aku ingin menghubungi seseorang." ucap Kenan.


Darel mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan menyerahkan pada Kenan.


"Om, mau ke mana?" tanya Darel tiba-tiba.


"Aku. Astaga aku ada pertemuan penting, hampir terlambat!" ucap Kenan.


"Om, mau, kemana? Berikan ponselnya!" pinta Darel.


"Hei, aku hanya ingin menghubungi seseorang! Aku ingin ke hotel xxxx yang, berada di sana!" ucap Kenan saat ponsel itu di rebut darinya.

__ADS_1


Seketika Darel membuka sebuah aplikasi diponselnya, 2 menit kemudian Darel selesai mengotak-atik ponselnya.


"Tunggulah di sini, 2 menit taksi online akan tiba. Dan..., kau cocok untuk menjadi seorang ayah." ujar Darel dan segera berlalu dari Sana.


"Hei, siapa namamu?" tanya Kenan dengan setengah berteriak karena Darel sudah menjauh darinya.


"Darel!" jawab Darel.


Tiba-tiba taksi yang dikatakan Darel pun tiba. Kenan melihat jam di tangannya, tinggal 10 menit lagi.


"Tuan, apa Anda yang memesan, taksi online?" tanya pengendara mobil itu.


"Pak, ke hotel xxxx. Cepat ya, Pak. waktuku tinggal 10 menit lagi!" pinta Kenan.


"Tuan, Anda benar yang memesan taksi online?" tanya supir itu lagi dengan antusias.


"Kenapa memangnya?" tanya Kenan karena supir itu bertanya sejak tadi.


"Setengah jam tadi yang memesan seorang wanita dan alamatnya juga masih agak jauh dari sini. Tapi setelah dekat dengan tempatmu tadi, alamatnya berubah dan akun yang memesannya pun berubah." jelas Supir itu.


Kenan menjadi berpikir dengan perkataan dari supir itu. Mana bisa setengah jam lalu, orang lain memesan taksi online itu dan Darel memesannya bahkan belum 10 menit saat Darel memesan taksi online yang di tumpanginya sekarang.


"Ada sesuatu. Dia juga barkata jika aku cocok untuk menjadi seorang ayah, apa ada yang hamil?" gumam Kenan dengan mengerutkan keningnya.


"Apa Anda megatakan sesuatu Tuan?" tanya supir itu.


"Tidak. Iya, maaf. Itu tadi ada yang salah, aku mengganti profilku," jelas Kenan bohong.


Flash on


Setelah beberapa saat berlalu di rumah orangtua Aliyha. Kenan pamit untuk mencari hotel tempatnya menginap, tapi Rahman menawarkannya untuk menginap di rumah itu karena dia merasa mendapatkan teman mengobrol yang sama dengan pemikirannya.


"Baiklah, Om, Tante. Aliyha, aku permisi, cari hotel dulu untuk menginap." pamit Kenan.


"Kenapa harus menginap di hotel, di sini saja. Ada kamar Darel, bisa tidur di situ, darel akan tidur bersamaku dan istriku akan tidur bersama Aliyha," ucap Rahman dan Kenan menatap Aliyha dengan permintaan ayahnya.


"Tapi...."


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa di Like😊


__ADS_2