Anak Orang Kaya

Anak Orang Kaya
Eps 25


__ADS_3

Tempat Meisya , Reisya dan Fiko .


Sementara di sekolah Meisya , Reisya dan Fiko .


“Haii , welcome to semester II .” ucap Meisya pada sahabatnya .


“Hei Mei , pagi – pagi udah brisik aja sih heran deh .” omel Reisya .


“Ihhh lu juga pagi – pagi masa dah ngomel aja sih .” jawab Meisya tak mau kalah .


“Brisik .” ucap Raisya sambil emnjulurkan lidah .


“Bodo ahhh .” jawab Meisya tak peduli sambil memutar bola mata .


Tiba – tiba saja Fico datang dan menghampiri mereka .


“Hai girl .” sapa Fiko ramah .


“Hai .” jawab keduanya sambil tersenyum .


“Gimana liburannya ?” tanya Fiko penasaran .


“Asik dong hehehe , seru juga yah kan Rei .” jawab Meisya meminya persetujuan dari sahabatnya .


“Hehehe iya asik kok , lu sendiri gimana ?” jawab Reisya .


“Lumayan kok , gw liburan ama temen ama sepupu juga .” jawab Fiko .


“Gak liburan sama nyokap , bokap lu Fik ?” tanya Meisya .


“Hmmm , mereka lagi sibuk sqama bisnis , lagi gak ada waktu buat gww hehehe .” jawab Fiko sambil tersenyum paksa .


“Hmmm , kita juga kok .” jawab Reisya sambil tersenyum manis .


“Udah biasa .” jawab Meisya sambil mengembangkan senyum .


“Heheheheh .” tiba – tiba merek ketawa dengan nasib yang sama , meski fisik mereka tertawa tapi tidak dengan hati mereka yang seolah – olah menolak untuk tersenyum .


“Bagaimana kabar sahabat lu berdua ?” tanya Fiko yang sudah berhasil menguasai diri .


“Baik kok .” jawab Raisya .


“Ohhh , bagus dong kalau gitu , salam buat mereka bertiga yah .” ucap Fiko kepada Raisya dan Meisya .


“Siap – siap , tenang aja nanti gw sampain .” ucap Raisya sambil tersenyum .


“Ehhh , ini Clarisya nelpon gw , ada apa yah ?” tanya Meisya .


“Entah coba aja lu angkat dulu .” jawab Raisay sambil mengangkat bahu .


Tittt … Tittt


“Hallo .” ucap Clarisya dari seberang telepon .

__ADS_1


“Hai .” sapa Raiysa dan Meisya bersamaan .


“Kalian lagi pada ngapain?” tanya Aldi kepada dua sahabatnya yang terpisah .


“Lagi duduk aja sih sambil ngobtol-ngobrol , emang kenapa ?” tanya Raisya .


“Kumpul yukkk ,nanti kita jemput ?” ajak Raihan .


“Bole , mau kemana emang ?” tanya Meisya .


“Nongs kayak biasa sih .” jawab Clarisya .


“Hahaha hoke .” jawab Raisya sambil tertawa kecil .


“Sepakat .” jawab Meisya .


“Ehh Fiko boleh ikut ? “ tanya Raisya …


“Hmm , ajak aja kalau dia mau .” jawab Aldi singakat .


“Oke , nanti sambung lagi yah , mau makan dulu , kalian jangan lupa buat makan .” ucap Clarisya .


“Siap “ jawab keduanya dan langsung mematikan telpon .


Kantin .


“Ehmmm , tumben lu bareng ama mereka Fiko .” tanya teman Fiko melihat ke arah Raisya dan Meisya bergantian .


“Hmmm baiklah .” jawab temannya tak mau menggangu dan mendapat masalah .


“Raisya , Meisya lu pada mau makan apa , sekalian aja gw pesanin .” tanya Fiko setelah mereka mendapat tempat untuk duduk .


“Nasi goreng .” jawab keduanya kompak .


“Oke , sebentar yah .” jawab Fikooo .


Tanpa mereka sadari dari tadi ada tiga pasang mata yang memperhatikan mereka , dari tatapan mereka bisa di pastikan tiga pasang mat aitu tak suka kedekatan Fiko dengan Raisya dan Meisya .


“Cihhh , Fiko cuma buat gw .” ucap Ulfi .


“Hahahaha kayaknya Fiko gak pernah ngelirik lu .” jawab sahabatnya memanasi .


“Iya , caper banget mereka sama Fiko .” jawab stemannya yang satu lagi .


“Hmmm sepertinya gw harus kasih peringatan buat dua ulat bulu itu .” jawab Ulfi sambil tersenyum licik .


Setelah menunggu cukup lama akhirnya Fiko kembali membawa makanan .


"Hai , sorry yah lama hehehe ." ucap Fiko sambil tersenyum kecil .


"Gak apa - apa kok , thanks yah." jawab Raisya mewakili .


"Ehemmm ini sekolah yah bukan tempat buat romantis - romanitisan . " ucap Meisya memperingati sahabat dan teman baru itu .

__ADS_1


"Iya kenapa sih sensitif banget banget ." ucap Fiko sambil tertawa .


"Diam , awas lu ledekin gw lagi yah , gw gak restuin sama Reisya ." ucap Meisya mengancam Fiko agar tidak melewati batasan .


"Hehehe ampun bos ." jawab Fiko


"Hahaha takut juga ternyata . " jawab Meisya sambil meledek .


"Diam aja , makan dulu buruan keburu masuk ni ." ucap Reisya menengahi perdebatan yang tidak bermutu dan tidak penting sama sekali , hanya menggangu waktu makan saja menurut Reisya .


"Iya . " jawab keduanya bersamaan .


Mereka sangat asik dan harmonis , sehingga membuat siapa pun yang melihat menjadi iri , Fiko cowo badboy dan ganteng bisa akrab dengan dua cewe yang tergolong susah untuk di dekati .


Tiba - tiba .


Byurrrr air jeruk tumpah ke muka Reisya , membuat semua yang ada di kantin menoleh dan menatap mereka sehingga menjadi pusat perhatian .


"Perhatian semuaa.


Nama gw Ulfi , di sini gw mau kasih pembelajaran untuk cewe yang kegatelan , hari ini gw mau kasih peringata buat siapa pun yang berani ngedekatin dan kegatelan sama Fiko bakalan berurusan langsung sama gw . " tegas Ulfi kepada semua orang yang ada di kantin , banyak yang menatap jijik kepadanya dan merendahkan pastinya .


"Apa maksud lu ." tanya Meisya yang sudah mencapai batas kesabaran .


"Buat temen gak ngedeketin Fiko lagi , karena Fiko milik gw , ngerti ." ucap Ulfi sinis .


"Heee lu ngaca dong , Fiko gak suka sama lu , gaya aja kampungan mana pantas lu sama Fiko ." jawab Meisya dengan tenang tapi ekspresinya menatap jijik .


"Cihh ingat yah , kalau sampe lu atau temen lu deketin Fiko lagi gw bakal .. " ucap Ulfi memperingati , tapi belum selesai sudah di potong oleh Meisya .


"Apa , lu pikir gw takut sama lu ? ingat yah lu cuma ulat bulu yang kegatelan , cihhh Fiko apa lu mau sama ulat bulu ini ." potong Reisya yang sejak tadi diam mulai emosi .


"Hmmm , satu sekolah juga jijik sama cewe bar - bar kek dia . " jawab Fiko berusaha menahan amarah .


"Tuhhh dengerin , Fiko aja gamau sama lu , kasiannn ." ejek Meisya sambil tertawa dan menjulurkan lidah .


"Fiko gw itu suka sama lu , kurang apa coba gw , cantik iya , kaya juga kok , dari pada sama gembel - gembel itu , mending sama gw ." ucap Ulfi tak tahu malu .


"Perhatian semua , gw sama Reisya udah pacaran sejak bulan lalu dan siapa pun yang berani ngeganggu Reisya bakalan berhadapan sama gw , dan untuk Meisya dia adalah temen gw siapa pun yang nyentu dia udah pasti berhadapan sama gw , ingat itu baik - baik kalian bisa nyentu siapa pun tapi tidak dengan mereka berdua , apa lagi nyentuh pacar gw . " ucap Fiko sambil menekan di setiap kata pacar gw . membuat satu kantin berbisik - bisik .


"Upsss malu dong ." jawab Meisya mengejek Ulfi .


"Iuuuu , jangan jadi pelakor kali , kemana - mana juga cakepan Reisya di banding lu Ulfi ." ucap salah satu siswi .


"Denger tuhhh , jangan ketigian nanti sakit upsss gak salah ngomong kan ." ucap siswa yang lainnya .


"Hahaha namanya juga gak tau malu . gw harap buat semua yang ada disini bisa menjaga harga diri masing - masing terutama perempuan jangan ada yang ngikutin sifat menjijikan Ulfi " ucap Meisya memperingati kepada yang lain kalau tindakan yang di ambil Ulfi adalah salah dan membuat diri malu .


"Udah yukk , kita bersihin dulu baju lu ." ucap Fiko kepada Reisya .


"Yauda , Meisya ayoo ." ucap Reisya sambil menarik sahabatnya .


Semua orang membubarkan diri , Ulfi masih tak terima dengan perlakuan ketiga orang tersebut dan merencanakan sesuatu .

__ADS_1


__ADS_2