Anak Orang Kaya

Anak Orang Kaya
Episode 53


__ADS_3

"Sebaiknya lu makan dulu sekarang, baru abis itu kita langsung berangkat." Ucap Aldi pada sahabatnya Raihan


"Tapikan .." Jawab Raihan terpotong.


"Gak ada tapi-tapian, sekarang cepat makan abis itu kita berangkat." Jawab Aldi dingin dan tak terbantahkan.


-----


Jangan lupa buat LIKE, KOMEN DAN VOTE, ingat JANGAN LUPA BUAT **LIKE , KOMEN DAN VOTE.


Baca juga nih


>Anak orang kaya


>Menikah


>Kebahagian & kehancuran


>Goresan Takdir


> Broken Life


Bisa langsung cek di profile yah :)


_____


Follow instagram juga nih kalau pada mau hehehe


@angelicaclaudiatengker**


-----


"Huft, baiklah." Jawab Raihan pasrah, pasalnya ia tidak bisa membantah ucapan Aldi yang terdengar tegas tapi sekilas dingin


Aldi dan Raihan tampak masih perduli satu sama lain, bagaimana pun keduanya harus saling melindungi dalam keadaan apapun itu.


"Al, sebaiknya .." Ucapan Raihan terpotong ketika ada seseorang yang datang menghampiri mereka.


"Permisi, tapi jet pribadinya sudah siap dan akan berangkat dalam waktu lima menit lagi." Ucap salah satu bodyguard.

__ADS_1


"Apa semua sudah kamu masukan kedalam ?" Tanya Aldi pada pengawal tersebut.


"Sudah tuan muda, semua sudah siap." Jawab bodyguard tersebut.


"Baik." Jawab Aldi.


"Raihan, sebaiknya lu abisin dulu makan lu sekarang, kita harus segera berangkat." Ucap Aldi sambil menatp sahabatnya.


Raihan yang mengetahui itu dengan segera menghabiskan makanan, keduanya sama-sama terburu-buru selama makan.


Dua menit, akhirnya keduanya selesai menghabiskan makanan dan segera berpamitan pada ketua pelayan.


"Bi, kita pergi dulu yah, kalau ada apa-apa langsung hubungin saja." Ucap Aldi seraya berpamitan.


"Baik, kalau begitu kami semua mengirim salam untuk tuan dan nyonya, dan juga kami semua turut berdoa bersama untuk kesembuhan nona muda Clarisya." Jawab kepala pelayan tersebut sambil tersenyum ramah.


"Baiklah kalau begitu kalian juga jaga diri baik-baik, kami pergi dulu." Akhir ucapan Aldi sambil tersenyum.


"Hati-hati tuan muda." Ucap semua pelayan sambil melambaikan tangan ke arah Raihan dan Aldi, keduanya hanya menggaguk sebagai respon.


Akhirnya Aldi dan Raihan meninggalkan kediaman keluarga Clarisya, mereka beserta beberapa pengawal tambahan, sekitar dua puluh pengawal tambahan yang diminta khusus untuk menjaga Clarisya selama perawatan.


Perjalanan menempuh waktu satu jam, satu jam dimanfaatkan untuk tidur oleh mereka, tapi beberapa juga susah untuk memejamkan mata, termasuk Aldi, ia seakan berat untuk memejamkan mata.


"Tapi kenapa sih dia sampai sekarang tidak ada kabar, kemana sebanarnya dia, apa dia sudah melupakan sahabat-sahabatnya ?" Batinnya kembali bertanya.


Akhirnya keduanya sampai di rumah sakit tempat Clarisya di rawat, ketika masuk dalam ruang perawatan Clarisya, tampak Frico sedang menggunakan laptob seperti fokus bekerja, dan Klara juga yang kian sibuk dengan duniannya sendiri.


Keduanya memang pasangan pebisnis ternama, mereka selalu bekerja sama dalam meraih apa yang mereka inginkan, apa pun itu akan mereka lakukan.


"Selamat malam om." Sapa Aldi dan Raihan bersamaan, keduanya langsung mengahlikan tatapan pada Aldi dan Raihan yang baru sampai.


"Malam nak Raihan, nak Aldi." Jawab Klara sambil tersenyum kecil, dan jangan lupakan juga nada bicaranya yang selembut kain sutra.


"Om, tante apa kalian sudah makan ?" Tanya Aldi pada kedua orang tua sahabatnya.


"Belum nak, kalau kita makan, nanti siapa yang jagaim Clarisya ?" Ucap Klara sambil menatap sendu pada putrinya.


"Om dan tante makan aja dulu, biar Clarisya Aldi dan Raihan yang jaga." Jawab Aldi sambil tersenyum hangat pada kedua orang tua yang tepat berada di depannya.

__ADS_1


"Benar om, nanti Raihan dan Aldi aja yang jaga, dan juga kebetulan kita bawah makanan rumahan tadi, siapa tau aja tante dan om mau makan makanan yang udah kita bawa." Tambah Raihan sambil tersenyum.


"Terima kasih yah, anak tante sangat beruntung bisa punya sahabat kayak kalian." Ucap Klara dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Frico yang melihat sang istri hampir menangis, dengan segera membawah ke dada bidang, ia mendekap Klara, memberikan ketenangan untuk istrinya yang sedang sedih, pasalnya putri mereka sedang terbaring lemah di atas ranjang.


"Tidak tante, kita yang beruntung bisa punya sahabat kayak Clarisya." Jawab Raihan sambil menundukan kepala dan memejamkan mata.


"Sebaiknya sekarang om dan tante makan dulu, kalau sakit nanti om dan tante gak bisa buat jaga Clarisya." Ucap Aldi mengahlikan, ia tidak mau orang-orang yang ada didekatnya berlarut dalam kesedihan.


"Iya om, tan lebi baik sekarang om dan tante makan dulu, yang Aldi katakan tadi memang benar adanya, kalau om dan tante gak makan, nanti takutnya om dan tante sakit." Timpal Raihan yang langsung mengangkat kedua kepala, ia juga tidak ingin terlalu larut dalam kesedihan.


"Baiklah, kalau begitu om dan tante makan dulu yah, om titip Clarisya yah." Jawab Frico sambil tersenyum kecil.


"Baik om, om tenang saja, saya dan Aldi bisa menjaga Clarisya, lagi pula ada beberapa pengawal di depan." Jawab Raihan penuh keyakinanan.


"Yah sudah, om sama tente pergi dulu yah, apa kalian tidak ingin menitip sesuatu ?" Tanya Frico sebelum benar-benar pergi meninggalkan Clarisya.


"Tidak om, terima kasih." Jawab keduanya kompak.


Frico hanya tersenyum kecil, Frico dan Klara akhirnya meninggalkan ruangan Clarisya di rawat, keduanya ditemani oleh beberapa pengawal, mengingat keamanan keduanya.


Dalam ruangan Clarisya di rawat, hanya tinggal Aldi dan juga Raihan, serta tiga pengawal yang diam di dalam, dan dua di depan pintu Clarisya.


Penjagaan Clarisya memanglah sangat ketat. mereka menginginkan keamanan Clarisya benar-benar ketat, Raihan dan Aldi tidak merasa risih sama sekali, keduanya tampak senang dan bersyukur setidaknya banyak pengawal yang menjaga dan memastikan keamanan sahabat mereka Clarisya.


Aldi dan Raihan tampak hanya diam saja, entah apa yang keduanya pikirkan, keduanya sama-sama menatap Clarisya dengan tatapan sendu, apa yang mereka pikirkan tidak ada yang tahu.


Dalam keheningan Aldi tiba-tiba saja mengeluarkan suaranya.


"Rai." Panggil Aldi dengan tetap memandang sahabatnya Clarisya.


"Hmm." Hanya dibalas dengan dheman singkat dari Raihan.


"Sebaiknya kita cari Reno sampe ketemu, gw mau tahu keadaan dia sekarang apa sedang baik-baik saja, atau sedang sekarat, atau ........." Ucap Aldi sambil menatap sekilas pada Raihan, Raihan yang mendengar itu hanya menatap sekilas pada Aldi, sedangkan Aldi tidak mau melanjutkan perkataannya, dan untuk Raihan dia paham benar apa lanjutan dari ucapan Aldi.


"Yah, gw rasa kita benaran harus nyari Reno sampai ketemu, gw juga pengen tahu keadaan dia, gw harap dia dalam keadaan baik-baik saja." Jawab Raihan dengan suara pelan, ia kembali teringat pembicaraan di panti asuhan.


"Hmm, gw juga harap dia dalam keadaan baik-baik saja." Sambung Aldi.

__ADS_1


Keduanya memang sedikit kesal dan menunjukan kesan tidak perduli dengan sahabat mereka Reno, tapi keduanya tetaplah sayang dengan sahabat mereka, mereka tetap peduli serta khawatir tentang keadaan sahabat mereka Raihan.


Sampai jumpah di episode berikut :)


__ADS_2