Anak Orang Kaya

Anak Orang Kaya
Episode 49


__ADS_3

Aldi sudah kembali, ia melihat Raihan masih setia pada posisi awalnya, duduk dan termenung dengan tatapan kosong, entah apa yang ia pikirkan tidak ada yang tahu, hanya Raihan dan Tuhan yang tahu.


Aldi hanya menghela nafas melihat keadaan sahabatnya, dan kemudian langsung menyamperi sahabatnya untuk memberikan makanan yang sudah ia beli.


"Ni, sebaiknya lu makan dulu." Ucap Aldi, saya Raihan tak bergeming sama sekali, melihat itu Aldi kembali berbicara.


"Makan dulu, nanti kalau Clarisya udah sadar, gw gak mau lu gantian sakit." Ucap Aldi penuh penekanan, hal itu sontak berhasil membuat Raihan menatap datar pada sahabatnya.


"Aku tidak lapar." Tiga kata yang membuat Aldi tampak kesal campur frustasi, setelah mengatakan itu Raihan langsung menatap ke arah depan dan kembali diam.


"Yah, lu gak laper, tapi kalau sampe lu sakit, gw bakalan repot buat urusin lu, setidaknya lu bisa jagain Clarisya kalau lu dalam keadaan yang baik-baik saja." Jelas Aldi dengan tatapa memperingati.


"Apa kalau gw makan Clarisya bakalan sadar, huft lagian kalau pun gw sampe sakit, gw gak bakalan minta bantuan sama lu, lu cukup rawat dan jaga Clarisya dengan baik, karena gw bisa urus diri gw sendiri, tanpa bantuan lu sama sekali." Jawaban Raihan yang benar-benar membuat Aldi kesal.


"Yah terserah lu saja, tapi gw harap lu gak lupa kalau dokter bilang jangan buat Clarisya kepikiran, bayangin aja kalau sampe dia tahu lu sakit, pasti dia bakalan terus perhatiin lu, tanpa dia mau memperhatikan diri sendiri, gw harap lu bisa mikir pake otak yang jernih, gw gak mau debat sama lu." Sambil menatap tajam dan juga penuh penekanan, dan langsung saja meletakan kantong plastik berisikan makanan ke depan Raihan.


"Huft, Thanks Aldi, gw cuma lagi gak bisa mikir dengan bener dulu sekarang, pikiran gw sekarang lagi kebagi, gw harap lu gak marah sama gw." Lirih Raihan yang merasa bersalah, ia seharusnya tidak mengatakan kata-kata yang tidak seharusnya pada sahabatnya.


"Udah, gw tahu sekarang pasti lu khawatir banget sama Clarisya, tapi sekarang lu juga harus perhatiin kondisi lu sendiri, gw juga gak marah kok sama lu." Jawab Aldi, ia paham benar dengan kondisi sahabatnya, dan juga ia tak maksud sama sekali untuk memarahi Raihan, ia hanya berusaha bersikap tegas dan berusaha melindungi sahabatnya.


Raihan hanya tersenyum menanggapi ucapan dari sahabatnya, ia bersyukur sahabat yang satu ini bisa bersikap dewasa disaat dia seperti ini.


Raihan akhirnya makan dengan lahap, ia memakan sampai habis semua makanan yang dibelikan Aldi untuknya.


Aldi tersenyum kecil melihat tingkah Raihan, meski hatinya tidak tenang memikirkan sahabat yang satu sedang terbaring lemah, belum juga yang satu hilang bak ditelan bumi.


Dua jam lebih akhirnya dokter yang menangani Clarisya keluar, muka yang tampak sedikit memancarkan kesedihan.


"Dok, bagaimana keadaan sahabat saya?" Tanya Aldi yang langsung berdiri melihat dokter keluar dari ruangan, Raihanpun demikian ia langsung menegakan badan sambil menanti jawaban dari dokter.

__ADS_1


"Keadaan sahabat kalian terbilang tidak baik-baik saja, mungkin ia terlaluh syok, bahkan ia menolak untuk sadar pada saat ini, bisa dikatakan sahabat kalian jatuh koma." Ucap Dokter berusaha tersenyum untuk menguatkan keluarga pasien.


Deg deg deg


Bagai sambar petir, keduanya seperti sedang berhenti bernafas mendengar kata koma membuat mereka mengingat salah satu sahabat mereka.


"Dok, sah abat sa ya ak kan sa dar kan ?" Tanya Raihan terbata-bata, bahkan mukanya terlihat sangat pucat ketika mendengar kata koma.


Aldi, jangan tanya lagi, ia sudah terduduk lemas di lantai, bayangan Meisya dan Reisya yang pergi jauh meninggalkannya membuat ia lemas, sekarang tatapan mata kosong.


"Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien, untuk masalah sadar atau tidak, kembali lagi sama yang di atas, sebaiknya kita semua sama-sama berdoa." Ucap dokter dengan tenang, ia tidak mungkin untuk menentukan kehidupan manusia, ia hanya manusia biasa yang tidak tahu apa yang akan terjadi kedepan.


Raihan langsung terduduk lemas, kekawatiran terpancar jelas dari raut wajah kedua lelaki tampan tersebut.


Yang biasa terlihat dingin dan cuek, kini keduanya duduk sambil menahan tangis, mereka saat ini benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.


"Jangan tinggalin gw sendirian sa, lu harus selalu ada sama gw hiks, lu harus cepat-cepat bangun hiks." Tangis Raihan pecah begitu saja, ketakutan melanda dalam dirinya.


Ada apa sebenarnya, kenapa Clarisya ampe jatuh koma, kok bisa Clarisya sesyok itu, apa Clarisya gak terlalu lebay, kenapa aneh sekali, kenapa sosok Reno sangat berharga untuk Clarisya, nikmati alur ceritanya.


"Raihan, sebaiknya sekarang lu kasi tahu, tante Kaira soal keadaan Clarisya, tante Kaira pasti khawatir kalau Clarisya gak pulang hari ini." Ucap Aldi, pasalnya sedeket- dekatnya ia dengan kedua orang tua Clarisya, tetap saja Raihan yang lebih dekat, ditambah Raihan adalah sahabat kecil Clarisya dan bertetangga dengan Clarisya.


"Baiklah, lu benar Al, semoga aja tante baik-baik saja pas tante baik-baik aja, dan gak syok." Jawab Aldi, yah pasalnya ia tahu Clarisya dan tante Klara atau Clarisya dam mommynya sangatlah dekat, ia takut tante Klara akan syok dan sedih setelah mendengar keadaan Clarisya.


Tanpa beranjak dari tempat ia terduduk lemas, Raihan langsung saja mengotak atik ponselnya.


Panggilan terhubung.


"Hallo, sore tante." Ucap Raihan sedikit serak.

__ADS_1


"Hallo Raihan, apa kamu baik-baik saja ?" Sapa seseorang dari seberang, dan segera bertanya keadaan Raihan.


"Raihan baik-baik saja tante." Jawab Raihan yang tidak mampu untuk melanjutkan ucapannya, ia merasa begitu kaku.


"Ada perlu apa nak, tumben nelpon tante." Ucap tante Klara, yang tak lain adalah mommy dari Clarisya.


"Raihan mau kasih kabar tan, kalau sekarang kita lagi dirumah sakit." Jawab Raihan sambil memejamkan mata.


"Loh, kalian sedang apa dirumah sakit, apa kalian tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja ?" Tanya Kaira yang mulai merasakan kekhawatiran.


"Nanti Raihan jelasin tan, tapi sekarang sebaiknya tante datang kesini, nanti alamatnya Raihan kirimin, sekaliah shareloc." Ucap Raihan dan kemudian langsung mematikan panggilan telepon secara sepihak, ia tidak bisa menjawab pertanyaan yang lain jika tante Klara bertanya lebi jauh, lidahnya terasa begitu kaku.


Baik guys, sampe disini dulu yah, jangan lupa Like dan komen, serta kasih vote juga, dan lagi makasi atas semua dukungan kalian selama ini.


Maaf kemarin author ultah, jadi gak sempat buat upp :)


Jangan lupa juga buat baca novelku.


> Anak orang kaya


> Menikah


> Kebahagiaan dan kehancuran


Story Chat


> Broken Life


Coming soon bulan Mei

__ADS_1


>Goresan Takdir


Semoga bahagia All :)


__ADS_2