
Seminggu sudah setelah Reisya sadar , semua berjalan dengan baik - baik saja , semua tampak bahagia karena Reisya sudah bisa ikut becanda dan tertawa bersama tapi masi ada yang tidak di ketahui Reisya yah rahasia mengenai Meisya yanh di simpen rapat - rapat oleh ke empat sahabat nya tersebut dengan alasan takut kondisi Reisya akan drop lagi kalau tau yang sebenarnya .
"Hmm Al , gw pengen ketaman deh ." ucap Reisya merasa bosan berada di kamar .
"Hmmn sekarang lu sarapan dulu yah , nanti abis lu sarapan kita ke taman ." ucap Aldi memberi penawaran pada sahabatnya yah sudah pasti penawaran yang tidak akan bisa di tolak oleh Reisya sendiri .
Pada saat itu Clarisya , Fiko dan Raihan sedang tidak ada di rumah sakit tempat Reisya di rawat hanya ada Aldi yang menemani , orang tua Reisya pun tampak sedang sibuk sehingga tidak bisa menemani putrinya . Reisya tampak biasa saja dengan kesibukan kedua orang tua karena sudah terbiasa menurut Reisya sendiri sahabat - sahabatnya sudah jauh lebih dari kata cukup dan dia tidak akan mau menjadi anak yang egois yang mau memaksakan kehendak kepada orang tua nya yang sedang berusaha paya membiayain kehidupannya di tambah lagi dengan kecelakanaan yang menimpahnya membuat dia tau bahwa Tuhan masih sayang padanya dan memberi kesempatan dalam arti Reisya memberi kesempatan juga untuk orang tuanya dan tak mau menyalahkan .
Aldi dan Reisya berjalan bersama di koridor rumah sakit tentu saja dalam keadaan Reisya yang duduk di kursi roda dan Aldi yang mendorongnya serta ada juga jarum infus yang meletak pada tangan kanan Reisya .
"Akhirnya gw bisa keluar juga yah ." ucap Reisya sambil tersenyum dan melihat - lihat sekeliling .
"Hmm lu harus cepat sembuh Rei , lu harus jadi cewe yang kuat ." ucap Aldi memberi semangat pada Reisya agar bisa cepat sembuh karena dorongan serta keinginan sembuh .
"He he he he siapa dehh , lu tenang aja gw pasti bakalan jadi cewe yang kuat jadi dengan begitu lu gak perlu khawatir lagi ." ucap Reisya bersemangat agar supaya sahabatnya tidak merasa cemas lagi terhadap dirinya .
__ADS_1
"Yah Tuhan apa yang akan terjadi kalau sampe Reisya tau salah satu sahabatnya udah meninggal , dan gimana cara buat menjelaskan nya ." batin Aldi tersiksa tak kuat membayangkan bagaimana respon dari Reisya kalau dia tahu apa yang terjadi .
"Ohiya , Al , kapan mereka akan kemari ." tanya Reisya pada sahabatnya tapi tak mendapatkan jawaban .
"Al . All , Aldi ." teriak Reisya yang berhasil membuyarkan lamunan Aldi .
"Astaga kenapa teriak - teriak Rei , gw masih bisa denger , nanti lu malah tambah sakit kalau lu teriak - teriak kayak gitu ." ucap Aldi kaget dari lamuanan dan langsung memberi pengertian pada sahabatnya kalau tidak bagus untuk berteriak .
"Apaan sih orang tadi gw dah manggil baik - baik tapi dasar lu nya aja yang gak denger ." jawab Reisya ketus karena mendapat ceramah .
"Hmmm , tadi itu gw nanya kapan mereka kemari dan satu lagi gw tadi bicara gak dalam hati yah kalau lu tahu , emang dasar lu nya aja yang pikirannya entah jauh pergi kemana ." jawab Reisya kesal terhadap sahabatnya .
"Hmmm , iya iya deh gw aja yang salah mengalah sama orang sakit kan gak apa - apa dari pada ikut sakit ." celetuk Aldi lirih tapi masih bisa di dengar oleh Reisya .
"Hei apa maksud lu orang sakit , lu gak liat gw sehat - sehat aja sekarang atau maksud lu gw sakit kegilaan , hmmm sunggu sangat - sangat dan sangat menyebalkan kata - kata mu tadi itu ." jawab Reisya jengah sambil memutar bola mata malas .
__ADS_1
"Ha ha ha ha ha diam aja deh lu gak usah marah - marah kan lu udah tahu sendiri kalau lu itu jelek nanti malah makin jelek lagi kalau nangis kan kasian air mata lu , bleee ." ucap Aldi mengejek sambil mengeluarkan lidahnya .
"Ha ha ha hatidak lucu ha ha ha tidak lucu hahaha " ketawa paksa yang sedikit menyebalkan apa bila di lihat .
"Sudah - sudah cukup tertawanya yah , sekarang waktunya buat lu harus balik lagi ke kamar , lu harus banyak - banyak istirahat dulu yah Rei ." ucap Aldi kembali serius karna menurutnya sudah cukup untuk bermain - main dan bercanda sekarang waktunya untuk sahabatnya Reisya beristihat .
"Al kemari lah ." ucap Reisya sambil melambaikan tangan agar Reisya kembali mendekat .
"Ada apa ." tanya Aldi yang kaget karena di peluk dengan sangat erat oleh sahabatnya itu .
"Terima kasih Al , kalian selalu ada dalam hidupku , bahkan kalian tidak perna meninggalkan ku di saat keadaanku seperti ini , terima kasih karena sudah menjadi sahabat yang selalu ada . " ucap Reisya sambil mengeratkan pelukannya .
***Buat kalian semua yang tetap setia buat ikutin novelku , bulan ke lima tanggal 31 aku mau ngasih giveaway buat satu orang pemenang , yang tentunya memiliki syarat yang mudah , cukup setiap membaca novel berikan like serta komen yang mendukung dan jangan lupa juga untuk vote . giveawaynya adalah Tshirt kusus untuk satu orang saja .
kenapa di adain giveaway ? karena aku mau kasih hadiah kecil buat yang selalu setia membaca , jadi aku harap kalian bukan hanya memberikan like dan komen tapi tidak membaca dengan baik karena ada satu satu kuis buat nentuhin pemenangnya , terima kasih .
__ADS_1
Selamat membaca dan menikmati teman - teman ohiya jangan lupa juga buat baca novel "Anak orang kaya" Salam hangat untuk kalian yang selalu setia buat nungguin novelku*** .