Anak Orang Kaya

Anak Orang Kaya
31 .


__ADS_3

Mereka melewati liburan tahun ini hanya bertiga , ini adalah tahun pertama mereka liburan tanpa ketiga sahabat , terasa kurang dalam liburan tahun ini , liburan ini benar jauh lebih berbeda dari liburan sebelumnya .


Sekarang mereka sedang berada di tempat berlibur dan akan segera kembali ke Jakarta .


"Clarisya , apa lu udah siap ?" tanya Aldi .


"Sebentar yah Al ." jawab Clarisya .


"Okay , jangan lama - lama ." ucap Aldi .


"Al , lu udah siap kan ?" tanya Raihan yang tiba - tiba saja keluar dari dalam kamar dan menghampiri sahabatnya sambil membawa koper .


"Ohhh , udah kok tinggal tunggu Clarisya aja , sebentar lagi dia selesai ." jawab Aldi dengan jelas .


"Okay ." ucap Raihan sambil mendaratkan bokongnya di sofa samping sahabatnya yang tak lain adalah Aldi .


"Selesai ." ucap Clarisya sambil menarik - narik koper nya berjalan kearah Raihan dan Aldi yang ada di sofa .


"Yaudah yuk ." ucap Aldi sambil membantu menarik koper yang di bawah oleh Clarisya .


"Terima kasih ." uca Clarisya yang melihat sahabatnya membantu .


Tahun ini mereka menghabiskan liburan bersama di pula dewata atau pula Bali ,


selama tujuh hari lamanya mereka menghabiskan waktu di Bali , tanpa terasa sudah hari terakhir dan mereka memutuskan untuk segera kembali ke Jakarta .


Soerkarno Hatta .


"Akhirnya sampai juga ." ucap Raihan sambil tersenyum .


"Iyaa , yuk pulang ." ucap Aldi .


"Yukkk ." jawab Clarisya .


Mereka berpisah di bandara Clarisya pulang bersama Raihan di jemput supir dan Aldi pulang bersama supir keluarga .


#Rumahsakit.


Kondisi Raisa tetap sama , Reisya tampak diam dan menutup mata seola dia sangat nyaman dalam mimpinya .


Tok .. tok ... tok .


"Hai Reisya apa kabarmu sekarang " tanya Clarisya memasuki ruangan sahabatnya .


"Apa kamu baik - baik saja , kenapa kamu tak mau bangun juga ?" tanya Clarisya lagi .


"Ahh iya , apa kamu tak rindu dengan ku , coba lihat aku Aldi dan Raihan baru selesai liburan , ayooo bangunlah , jangan tidur terus ." ucap Clarisya lagi .


"Apa salahku sekarang , kenapa kamu menghukum ku seperti ini , ayoo bangun lahhh ." ucap Clarisya yang mulai meneteskan air mata.


Sementara Aldi dan Raihan hanya bisa melihat Clarisya , merasa iba dengan sahabat tentu nya sehingga mereka tak kuat untuk memandang terlalu lama dan memutuskan untuk mengahlihkan pandangan .


Satu jam mereka berada di ruangan Reisya , Aldi , Raihan dan Clarisya tampak sedang beristirahat di sofa .


tiba - tiba saja terdengar suara ketokan pintu ..


Tokkk . tokkk ... tokk kk .


"Hai Reisya sayang ." ucap pria yang memasuki ruangan tersebut .


"Selamat pagiii , apa kamu tidak bosan terus menerus tidur ." tanya pria tersebut .

__ADS_1


"Bangunlah , sudah cukup waktu tidur mu ." ucap nya kembali .


"Kenapa kamu tak merespon setiap ucapan ku , apa kamu tak ingin berbicara dengan ku , apa kah kamu tidak merindukan ku ." tanya nya lagi .


"Bagaimanana kalau kamu sudah bangun aku nyanyikan lagi ?" tawarnya lagi .


"Ayolah sudah cukup , ohiya aku mau bercerita teman - teman mu sedang berlibur aku dengar mereka sudah kembali kemarin jadi mungkin hari ini mereka akan datang ." ucapnya kembali .


"Jadi sebelum mereka kembali , ayoo buka mata mu , biar mereka tak sedih kan kamu tak mau kalau mereka bersedih ." ucap nya kembali .


"Baiklah - baiklah , aku akan bernyanyi jadi setelah aku selesai bernyanyi kamu haru bangun yah ." ucap nya kembali .


Saat ku sendiri, ku lihat foto dan video


Bersamamu yang telah lama ku simpan


Hancur hati ini melihat semua gambar diri


Yang tak bisa, ku ulang kembali


Ku ingin saat ini, engkau ada di sini


Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Hati ini hanya rindu


Segala cara telah kucoba


Ho-oh


Namun semua, berbeda


Sulitku menghapus kenangan bersamamu


Ku ingin saat ini, engkau ada di disini


Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah


Bukan diri ini tak terima kenyataan


Hati ini hanya rindu,


Ho oh


Hanya rindu


Ho-oh


Ku ingin saat ini, engkau ada di disini


Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyataan, ho oh

__ADS_1


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Hati ini hanya rindu


Ho-oh


Hati ini hanya rindu, hmm


Ku rindu senyummu, sayang


"Bagiamana apa kamu senang " tanya pria tersebut setelah selesai menyanyikan lagu .


Pria itu tak lain adalah Fiko kekasih Reisya , Fiko sangat menyayangi Reisya orang yang selama ini selalu setia menunggu Reisya untuk kembali membuka mata nya .


Ketiga sahabat yang ada di ruangan itu hanya meneteskan air mata , melihat kesungguhan Fiko , mereka hanya mampu berdoa semoga sahabat mereka bisa kembali sadar dan bersama dengan Fiko , sehingga Aldi dan Raihan berjanji tidak akan menghalangi mereka lagi .


"Re , aku tunggu di sofa dulu yah , kamu bangunin aku nanti oke , jadi kalau aku tertidur kamu harus membangunkan ku ." ucap Fiko sambil mencium kening Reisya , betapa terkejutnya Fiko melihat ada tiga sahabat pacarnya di sofa tapi Fiko berusaha menyembunyikannya .


"Hai , kapan kalian sampai ?" tanya Fiko berusaha tenang .


"Satu jam sebelum kau disini ." jawan Aldi .


"Bagaimana liburan kalian ?" tanya Fiko kembali .


"Lumayan ." jawab ketiganya .


"Baguslah ." jawab Fiko sambil mendaratkan bokong di sofa .


"Apa kau tidak akan memutuskan untuk berlibur ?" tanya Aldi pada Fiko .


"Oh tidak nanti saja , ohiya aku akan berlibur bersama Reisya jadi apa kalian tidak keberatan ?" tanya Fiko berbinar - binar , Clarisya , Aldi dan Reihan hanya saling tatap .


"Tidak , kami tidak keberatan ." jawab Aldi .


"Baiklah , aku minta doanya semoga dia cepat sadar ." ucap Fiko sambil tersenyum .


"Kalau di sadar 10 tahun lagi , apa kamu akan tetap setia ?" tanya Raihan penasaran .


"Kamu tidak perlu khawatir , Reisya akan segera sadar , jadi tak usah mengatakan 10 tahun ." jawab Fiko berusaha tenang .


"Carilah wanita lain , kalau Reisya tidak sadar dalam waktu dua tahun kurang ." ucap Aldi memecah keheningan membuat kedua sahabatnya kaget dan Fiko tampak emosi .


"Berhenti berbicara tidak - tidak , Reisya akan sadar aku percaya dia akan sedar sebentar lagi ." ucap Fiko naik pitam .


"Terserah kau saja , aku sudah mengatakannya ." ucap Aldi .


"Aldi , berhenti berbicara yang tidak - tidak lagi ." ucap Clarisya pada Aldi .


"Hmmm baiklah , terserah kalian saja kalau begitu ." jawab Aldi .


Tiba - tiba saja terdengar suara ...


"Aaa airr ." ucap seseorang dengan suara serak .


"Reisya ." teriak Aldi , Clarisya , Fiko dan juga Reihan bersamaan melihat orang yang mereka tunggu - tunggu untuk bangun .


"Reisya , akhirnya kamu bangun juga ." ucap Clarisya sambil memeluk erat sahabatnya .


Sedangkan Aldi dan Reihan tampak sibuk memanggil perawat , melupakan tombol merah dalam ruangan dan untuk Fiko diam membeku sambil meneteskan air mata .


Bagaimana ? apa kisah selanjutnya apakah akan sedih , atau akan ada kebahagiaan ?

__ADS_1


__ADS_2