
Kondisi Reisya .
"Rei , kamu harus makan makan banyak ." ucap Clarisya sambil tersenyum bahagia .
"Iya Clar ." jawab Reisya pada sahabatnya sambil tersenyum juga .
"Habis ini juga lu harus istirahat oke ." ucap Clarisya .
"Tapi ..." jawab Reisya yang langsung di potong .
"Pokoknya gak ada bantahan biar lu cepet sembuh ." tegas Clarisya dengan wajah yang di buat serius .
"Uda Re , kamu ikuti saja kata Clarisya , toh juga demi kesehatan kamu kan ." ucap Aldi menasehati sambil tersenyum .
"Kamu harus cepet sembuh yah ." ucap Fiko sambil mengacak - acak kepala Reisya .
"He he he he , terima kasih ." jawab Reisya sambil mengembangkan senyum .
Tok ... tokk ....tok .
"Selamat siang ." ucap dokter tersebut .
"Siang dok ." jawab kelima orang tersebut .
"Bagaimana keadaan kamu nak Reisya?" tanya dokter .
"Baik ." jawab Reisya .
"Baiklah , perbanyak istirahat yah nak Reisya , biar bisa cepet pulih ." ucap dokter sambil tersenyum.
__ADS_1
"Siap ." jawab Reisya sambil tersenyum .
"Saya pamit undur diri ." ucap dokter tersebut .
"Terima kasih dok ." jawab kelimanya bersamaan .
"Sama - sama ." ucap dokter kemudian menghilang dari balik pintu .
Setelah dokter selesai dan makanan di habiskan oleh Reisya mereka beristirahat di sofa , sedangkan Reisya masih berbaring di tempat pasien .
Sebenarnya Reisya masih belum tidur karena merasa ada yang ganjil tapi Reisya memilih untuk memejamkan mata supaya tidak kena ceramah .
"Sebenarnya Raihan kemana yah ? kenapa dia tiba - tiba pergi tadi ." ucap Reisya dalam hati .
"Ohiya dari kemarin Meisya gak kelihatan , ahh mungkin dia lagi liburan sama orang tua ." kesimpulan yang di ambil oleh Reisya .
Sementara Clarisya ,Aldi dan Fiko kalut dalam pemikiran masing - masing , mereka sedang mempersiapkan jawaban yang pas untuk pertanyaan yang kemungkinan besar di tanyakan oleh sahabat mereka Reisya .
"Sekarang Reisya udah bangun , sebentar lagi dia selesai istirahat lalu kalau dia bertanya soal Meisya bagaimana , apa aku harus jujur tapi kalau dia dropp bagaimana yah ampun semoga saja dia tidak sedih." ucap Fiko sambil memejamkan mata .
"Sekarang lu udah bangun dari dunia tidur lu Rei , sekarang lu udah bisa bicara lagi sama kita - kita , gw bersyukur lu masih punya semangat hidup tapi sekarang gimana gw jelasin soal Meisya , Re apa lu bakalan tidur lagi kalau lu tau tentang keadaan Meisya , bagaimana ini gw bingung kalau sampe lu bangun dan nanyain soal Meisya apa yang harus gw jawab Rei , gw gmau buat lu sedih gw juga gmau bohongin lu , kenapa sekarang pilihannya sulit sekali ." ucap Fiko sambil melihat ke arah Reisya yang memejamkan mata .
Semua nya tampak tenggelam dalam pemikiran masing - masing , rasa bingung cemas bahagia menjadi satu , Reisya sudah bangun dari tidur panjang dan bakalan banyak pertanyaan yang tentunya harus di jawab oleh mereka salah satunya "Meisya dimana " yah benar saja pertanyaan itu yang buat mereka berpikir kerja , membuat perasaan mereka cemas kalau sampe Reisya mengetahui tentang keadaan Meisya . Entahlah apa mereka akan jujur atau akan menutupi kebohongan pahit ini , dan bagaiman reaksi Reisya kalau sampe tahu .
Tok . tok .. tok terdengar suara ketukan pintu , membangunkan ketiga orang yang berada di dalam .
"Masuk ." ucap Clarisya .
"Hai , bagaimana keadaan Reisya ?" tanya pria tampan yang tak lain adalah Raihan .
__ADS_1
"Dia sedang istirahat Rei ." jawab Raihan .
"Apa kalian sudah makan ?kalau belum mending sekarang kalian makan dulu jangan .. " ucap Raihan menasehati , tapi belum selesai sudah di potong lebi dulu oleh Clarisya .
"Iya , iya , iya bawel banget sih , gemes deh perhatian banget ." ucap Clarisya meledek .
"Lu kek emak - emak rempong aja dah ." ucap Aldi ikut meledek sahabatnya , sontak saja membuat Clarisya dan Fiko tertawa dan geli mendengar ucapan Aldi .
"Cihh , sana pergi makan makan karna kalian tidak boleh sakit , kita harus merawat dan menjaga Reisya bersama - sama ." sambung Raihan yang tadinya ucapan terputus .
"Hmmm baiklah , kau tunggu dsini yah ." ucap Aldi pada sahabatnya setelah berhasil mengontrol tawanya .
Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan ruang rawat inap Reisya , untuk mencari makan karena jujur saja perut mereka merasa lapar karena belum makan.
"Kita makan dimana ni ?" tanya Aldi pada sahabat - sahabatnya .
"Makan mcd yuk , gw pengen makan mcd nih udah lama gak makan mcd ." ucap Clarisya .
"Hmmm tapi ." jawab Aldi yang kurang stuju dengan makanan siap saji .
"Pleasee yah , jarang - jarang ju
ga makan mcd yah , yahhh ayolahh ." ucap Clarisya memelas dengan memasang wajah polos dengan mata yang tampak berbinar - binar .
"Sudah - sudah ayo ikutin saja anak ini dari pada ngambek ." ucap Fiko menengahi perdebatan sengit yang tidak penting antara Aldi dan Clarisya .
"Hmmm baiklah ." jawab Aldi pasrah saja kalau sudah seperti ini .
"Yeay ." jawab Clarisya merasa senang karena sahabatnya akhirnya menyetujui tanpa harus berdebat lebi panjang lagi.
__ADS_1
Yahh akhirnya mereka memutuskan untuk makan di tempat siap saji yaitu mcd yah untuk memenuhi kemauan Clarisya itu .