Anak Orang Kaya

Anak Orang Kaya
Episode 48


__ADS_3

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya dokter yang menangani Clarisya keluar dari ruangan pemeriksaan.


"Dok, bagaimana keadaan sahabat saya ?" Tanya Aldi yang sangat khawatir.


"Sahabat kalian baik-baik saja, dia hanya terlalu syok, dan untuk sekarang lebi baik dia beristirahat dan jangan membuat dia memiliki beban pikiran." Ucap sang dokter yang menjelaskan.


"Baik dok, terima kasih." Ucap Aldi yang sangat bersyukur, ia tidak bisa membayangkan jika terjadi apa-apa dengan sahabatnya Clarisya.


"Baik, kalau begitu kalian bisa tebus obatnya, ini resep obat sudah saya tulis." Ucap dokter sambil menyerahkan potongan kertas yang bertuliskan obat untuk Clarisya.


"Kalau begitu saya pamit undur diri, jika butuh bantuan kalian bisa cari saya diruangan saya." Ucap dokter kembali.


"Baik dok, terima kasih." Jawab Aldi.


Aldi dan Raihan terus mondar mandir didepan ruangan Clarisya diperiksa, mereka sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya, tapi sayang keduanya sama-sama tidak berani untuk masuk, mereka takut Clarisya akan menanyakan hal yang tidak bisa dijawab keduanya.


"Bagaimana ini, kalau nanti Clarisya bertanya, apa yang harus kita jawab." Ucap Raihan mengerang frustasi.


"Huft, gw juga gak tahu harus jawab apa kalau dia nanya sama kita, lebi baik kita cari cara biar Clarisya lupain soal hari ini." Jawab Aldi yang tak kalah Frustasi,


"Tidak mungkin, Clarisya tidak mungkin lupa, dia akan tetap menanyakan apa yang ada dikepalanya, dan kita harus menyediakan jawab." Jawab Raihan menggeleng cepat mengingat sahabat wanitanya yang memiliki sifat penasaran tinggi.


"Setidaknya untuk saat ini dia harus lupain masalah ini, lu ingat bukan kata dokter tidak boleh membebani pikiran Clarisya saat ini, bahkan dia harus istirahat total." Jawab Aldi tambah frustasi mengingat keadaan Clarisya, ia takut Clarisya akan drop jika mengetahui fakta yang tak perna ia sangka.


Tiba-tiba saja suster yang berada dalam ruangan Clarisya keluar dengan tergesa-gesa, raut wajah yang sangat panik dan terlihat khawatir menandakan ada sesuatu yang tidak beres dengan Clarisya.


"Sebaiknya kalian mencari dokter sekarang, pasien tiba-tiba saja mengalami kejang-kejang." Ucap salah satu suster, sedangkan yang lain tampak sibuk mondar mandir menyediahkan segala kebutuhan.


"Baik sus." Jawab Raihan dan langsung berlari dengan cepat menuju ruang kerja dokter tersebut.


"Kenapa dengan sahabat saya sus, apa dia baik-baik saja ?" Tanya Aldi yang bertambah khawatir.

__ADS_1


"Sebelumnya pasien sedang dalam keadaan baik-baik saya, tapi tiba-tiba saja pasien mengalami kejang-kejang." Jawab Suster dan langsung berlalu pergi.


"Tuhan, kau sudah mengambil dua sahabat wanita dalam hidupku, kau sudah mengambil Meisya dan Reisya untuk pulang ke pangkuanmu Tuhan, untuk saat ini tolong selamatkan sahabat saya Clarisya." Ucap Aldi sambil memejamkan mata menangis, ia benar-benar takut dengan keadaan Clarisya, belum juga luka dalam hatinya belum benar-benar pulih.


Tidak sampai tiga menit, Raihan sudah kembali bersama dokter, keduanya tampak sangat terburu-buru, bahkan keduanya tampak berlari bersama, sampai didepan tempat penangan Clarisya, dokter langsung masuk dan Raihan tetap diluar.


"Huft, kenapa mala jadi kayak gini." Lirih Raihan yang tampak memejamkan mata.


"Udah, lebi baik sekarang kita berdoa, muda-mudahan saja Clarisya tidak apa-apa." Ucap Aldi sambil memaksakan senyum.


Keduanya tampak sangat tegang menunggu pemeriksaan selesai, keduanya memanglah sangat menyayangi Clarisya, Mereka berdua terus berdoa untuk kesalamatan dan juga kesembuhan Clarisya.


Hampir satu jam, tapi tidak ada yang kunjung keluar dari dalam ruang perawatan.


"Rai, sebaiknya sekarang lu makan dulu." Ucap Aldi sambil menatap sahabat lelakinya.


"Gw gak bisa makan." Jawab Raihan lirih, pikirannya terus saja berputar mengenai Clarisya.


"Hmm." Dheman kecil bahkan tak bisa di dengar oleh Aldi.


Aldi meninggalkan Raihan sendiri, ia memutuskan untuk mencari sesuatu yang bisa mengganjel perut keduanya.


Menurut Aldi sendiri jika ia jatuh sakit, maka Raihan akan kesulitan untuk menjaga Clarisya sendiri, ia ingin menjaga Clarisya sampai Clarisya kembali pulih, jadi dia memutuskan untuk mencari makan, untuk dirinya sendiri dan juga untuk sahabatnya Raihan.


Sedangkan Raihan, ia tetap duduk dilantai, pikirannya sangat kacau, ia benar-benar takut terjadi apa-apa dengan sahabat masa kecilnya, ketakutan yang sangatlah besar membuat Raihan tampak seperti orang bodoh, ia sama sekali tidak memikirkan kesehatan dan kepentingan diri sendiri, pikirannya terfokus pada sahabat wanita yang kini terbaring lemah akibat syok.


"Huft, sa kenapa lu harus sakit kayak gitu sih." Keluh Raihan sambil meneteskan air mata tanpa sadar.


"Kenapa semua jadi kayak gini, apa salah kita semua sampe kita di uji kayak gini hiks." Mengucapkan dengan terbata-bata, saat ini memang Raihan sangat rapuh.


Raihan sangatlah rapuh saat ini, bagaimanapun Clarisya adalah sahabatnya sejak ia kecil, ia benar-benar takut terjadi apa-apa dengan sahabatnya, Clarisya adalah tempat Raihan berkeluh kesah, tempat sandaran Raihan saat Raihan sedih, bahkan Clarisya selalu ada dan melengkapi hari-harinya yang sangatlah sepi, Clarisya bagai cahaya yang menyinar hidup Raihan.

__ADS_1


Raihan kecil dan Raihan besar benar-benar tulus menyayangi Clarisya, karena Clarisya adalah gadis baik dan cantik, gadis yang menjadi pendampingnya disaat kedua orang tua sedang sibuk bekerja.


Flashback.


Taman hari,Raihan kecil sedang bersedih karena ia harus ditinggal kedua orang tuanya yang menjalankam perjalanan bisnis keluar negeri.


"Hiks, kenapa mereka lebih sayang sama kerjaan hiks." Tangis Raihan kecil pecah.


"Hiks hiks hiks apa mommy sudah tidak sayang lagi denganku." Ucapnya lagi dengan suara yang terbata.


"Sudah, kamu jangan menangis lagi." Ucap gadis cantik yang terlihat sangat cantik dan lucu.


"Tapi sa hiks, mereka hiks meninggalkan ku hiks." Tanginya lagi.


"Iya,iya kan ada aku, jadi jangan sedih lagi yah, nanti aku ikutan sedih loh." Sambil memasang wajah cemberut.


"Jangan sedih hikss." Ucap Raihan kecil sambil memeluk gadis kecil yang tak lain adalah sahabatnya Clarisya.


"Yah udah, sekarang hapus dulu dong air matanya, nanti kamu keliatan jelek loh." Canda Clarisya dengan nada menggoda serta menutup mulut untuk menahan tawanya.


"Hehehe, sekarang udah ketawa, berarti sekarang udag ganteng lagikan." Mengatakan sambil tersenyum pepsondent.


"Iya, iya sekarang kamu jadi terlihat ganteng, dari pada kayak tadi kan kayak badut jadinya." Canda Clarisya sambil tersenyum tulus.


"Hehehe terima kasih yah." Ucap Raihan sambil tersenyum.


"Terima kasih untuk apa ?" Tanya Clarisya kecil.


"Untuk kamu sahabat terbaikku, terima kasih yah sudah selalu ada sama aku, gak kayak orangtuaku." Sedikit lirih.


Flashback of.

__ADS_1


Sampai disini dulu yah, bye :)


__ADS_2