
"Omg, omg please ini gak bohong kan yah, gila kita tadi sedekat itu sama mereka." Histeris Lia yang merasa senang.
"Sudah aku katakan bukan, kalau orang yang tak mengenal mereka dengan baik, pasti akan mengira jika mereka adalah orang yang sombong." Ucap Lisya.
----
Tentu saja saat Lia berhadapan langsung dengan Clarisya, dan dua pangeran kampus tersebut, ia merasa sangat senang.
"Ternyata benar, mereka tidak sombong, ternyata selama ini aku hanya salah menilai mereka bertiga, aku tidak tahu jika mereka bertiga memiliki hati yang sangat baik seperti tadi." Ucap Lia seolah merasa bersalah karena sebelumnya sudah menilai Clarisya sebagai gadis yang sombong karena dikelilingi oleh dua pangeran.
"Hahaha, makanya sebelum kamu menilai seseorang kamu harus kenal dulu dan jangan menjudge." Ucap Lily yang merasa gemas dengan tingkah Lia yang enurutnya sangat lucu.
"Hehehe, iya aku gak lagi deh nilai orang dari cover aja." Kekeh Lia sambil menggaruk tekuk yang tidak gatal.
Lily dan Lisya adalah sepasang anak kembar, keduanya satu sekolah dengan Aldi, Raihan dan Clarisya ketiga semasa SMP, mereka berdua adalah fans dari enam sekawan tersebut, enam sekawan tersebut adalah Clarisya, Aldi, Meisya, Raihan, Reisya dan Reno.
"Eh tunggu dulu deh sya, kayaknya tadi ada yang kurang." Ucap Lily yang seolah menyadari kejanggalan.
"Hmm, maksud lu ada yang kurang apa yah, dan kurang di bagian mana juga ?" Tanya Lisya yang tidak menyadari sesuatu.
"Kok mereka cuma tiga orang, bukankah mereka berenam ?" Tanya Lily dengan tatapan bertanya-tanya.
"Eh iya, dimana Reno, Meisysa dan juga Reisya, bukankah mereka selalu bersama? " Jawab Lisya yang baru ngeh jika orang yang mereka gemari kekurangan anggota kelompok.
Lisya dan Lily tidak mengetahui jika Meisya dan Reisya sudah berpulang ke rumah bapa, dan juga Reno yang memutuskan pindah keluar negeri, karena pada saat memasuki kelas tiga smp keduanya memutuskan untuk pindah keluar negeri dan lost kontak dengan teman-teman smp.
"Lia, apa kamu melihat ketiga sahabat mereka ?" Tanya Lily yang melihat ke arah Lia.
__ADS_1
"Mereka selalu bertiga kemanapun, dan aku tidak pernah melihat ada orang lain bersama mereka, dan yang aku tahu anggota mereka memang hanya Clarisya, Aldi dan juga Raihan, tidak ada yang lain." Jawab Lia sesuai kenyataan, memang selama ini Clarisya, Aldi dan Raihan selalu bersama, dan tak ada orang lain yang bisa bergabung dengan mereka bertiga.
"No, mana mungkin, sepertinya kita ketinggalan berita deh, pasti ada sesuatu yang gak beres." Ucap Lisya menebak-nebak.
"Emang seharusnya anggota mereka ada berapa orang, bukankah mereka memang hanya beranggota tiga orang." Tanya Lia semakin penasaran.
"Waktu Smp, mereka berjumlah enam orang, yang tidak ada namanya Reisya, Meisya dan juga Reno, Reno tak kalah tampan dan gagah, Reisya dan Meisya juga mereka sama-sama cantik dan baik seperti Clarisya." Terang Lily pada Lia, Lily tentu saja menjawab rasa penasaran Lia, ia merasa kasihan dan tak mau jika sahabat barunya mala mati kepikiran.
"Tapi setahu aku, selama aku kuliah disini, dari awal mereka masuk sampai sekarang mereka memang hanya bertiga, dan lagi gw denger-denger mereka baru masuk lagi, mereka sempat kuliah online karena Clarisya yang jatuh sakit." Terang Lia, Lia memang tak pernah melihat ketiga orang yang dimaksud Lily.
Lily dan Lisya baru kembali ke Indonesia, dan secara otomatis keduanya ketinggalan banyak berita.
Sedangkan saat ini Clarisya, Aldi dan juga Raihan ketiganya sedang berjalan santai menyusuri koridor kampus, mereka menuju kelas, karena mereka memang memiliki jadwal jam 10 pagi.
Banyak yang menyapa ketiganya, baik perempuan maupun laki-laki, ketiga orang yang di sapa hanya menganggukan kepala sebagai balasan.
"Iya, lama gak ke kampus ternyata sedikit ada perubahaan yah." Jawab Raihan menanggapi ucapan dari Aldi.
"Hehehe, lagian kalian bukannya ke kampus, mala nungguin gw." Kekeh Clarisya melihat kedua sahabatnya yang terlihat lucu dan menggemaskan.
"Hei, mending kita nungguin lu, dari pada kita di kampus tapi jiwa kita di rumah sakit, sama aja boongkan." Ketus Aldi sambil menaik turunkan alisnya.
"Iya, sampe kapanpun gw gak bakalan pernah buat ninggalin lu sendirian di rumah sakit, yah meski udah banyak bodyguard tapi tetap aja, keselamatan dan kesehatan lu yang terpenting." Timpal Raihan menegaskan jika Clarisya sangat penting dan juga berpengaruh dalam diri dan juga kehidupannya secara pribadi.
"Iya iya, kalian itu memang yang terbaik deh, gak ada yang nandingin lagi." Jawab Clarisya yang langsung mencium pipi kanan Raihan dan pipi kiri Aldi.
Aldi dan Raihan yang mendapat ciuman dari Clarisya hanya tersenyum cerah, Clarisya jika sangat gemas dengan keduanya maka ia akan memberikan kecupan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Sedangkan para wanita yang melihat aksi Clarisya, kian melotot tak percaya, bagaimana bisa Clarisya mengecup pipi kedua lelaki tampan dengan entengnya, bahkan kedua pangeran tersebut tersenyum senang karena mendapat kecupan singkat dari Clarisya.
"Uhhhh, gemes banget sih sama kalian berdua." Ucap Clarisya sambil menarik pipi kanan dari Raihan dan pipi kiri Aldi.
"Awhhh, sakit sa, lepass dong." Protes Aldi yang merasa kesakitan.
"Cla, lepas nanti ganteng gw ilang, lu mau kalau sahabat paling ganteng lu ini jadi berkurang gantengnya." Protes Raihan juga dengan suara yang lumayan keras.
Para wanita yang melihat kedua pangeran menahan sakit karena ulah dari Clarisya tidak bisa berbuat apa-apa, mereka tidak ingin mengganggu Clarisya atau sekedar menegur saja.
Siapa yang berani melakukan itu pasti akan mendapat masalah dengan Aldi dan juga Raihan.
Ada juga yang memandang kasian bercampur gemas, biasanya kedua pangeran akan bersikap datar dan cool, tapi sekarang keduanya terlihat sangat lucu dan menggemaskan sambil memohon pada Clarisya untuk melepaskan tangannya.
"Hehehehe, lagian kalian berdua lucu banget sih." Ucap Clarisya dengan senyum manisnya.
Aldi dan Raihan tampak saling mengkode satu sama lain, Clarisya tampak tidak terlalu memperhatikan keduanya, ia tampak puas dan tersenyum setelah mengganggu kedua sahabatnya.
"Aha hahah ahaha haha, am pun hahaha." Tawa Clarisya yang kegelian karena kedua sahabatnya mengkelitiki ia.
"Tidak ada kata ampun lagi hahaha." Jawab Raihan sambil tertawa.
"Hahahaha berhenti berhenti hahaha." Tawa Clarisya yang tidak mereda sama sekali.
Tawa Clarisya menghiasi kelas yang belum ada dosen, banyak yang memandang lucu dan ikut tertawa melihat Clarisya tengah tersiksa karena di isengin Raihan dan Aldi.
Tapi ada juga yang memandang tak suka dengan kebahagian dan kesenangan Clarisya, yah Clarisya terlalu beruntung ia hidup berkecukupan dan selalu di dampingi oleh sahabat yang tulus menyayanginya, hanya saja ia sedikit kekurang perhatian kedua orangtuanya.
__ADS_1