
Setelah dosen menutup kelas ia dengan segera meninggalkan ruangan kelas tersebut, beberapa mahasiswa yang sudah memastikan jika dosen benar-benar keluar, dengan saya nggak ikut berhamburan meninggalkan ruangan tersebut.
Begitu pula dengan Clarisya dan juga Raihan, Clarisya meninggalkan kelas sambil stengah berlari di ikuti oleh Raihan.
Reno dan juga Fiko, yang awalnya berniat an akan menghampiri Clarisya dan Raihanpun dengan segera mengikuti Clarisya.
Reno dengan cepat berlari dan juga berusaha untuk mensejajarkan kaki dengan Clarisya, sebelumnya Raihan yang ikut mengejar Clarisya harus berpisah karena mendapat panggilan darurat dari dosen.
"Clarisya." Ucap Reno memanggil nama Clarisya.
"Clarisya." Panggil Reno lagi, tetap sama Clarisya tak memberikan tanggapan.
"Clarisya." Panggil Reno lagi, tetap sama Clarisya tak memberikan respon.
__ADS_1
Karena tidak mendapatkan respon dari Clarisya, dengan segera Reno menahan dan juga memberhentikan langkah Clarisya.
Banyak yang menjadikan itu sebagai bahan tontonan, karena mereka tidak tahu apa yang akan menimpa mahasiswa baru tersebut karena di anggap berani menggangu Clarisya, dan juga mereka bertanya-tanya kemana dua lelaki tampan yang selalu bersama Clarisya.
"Maaf." Satu kata yang berhasik membuat Carisya mengeluarkan respon, Clarisya merespon dengan air mata, sehingga membuat para mahasiswa/i berada di situ merasa kaget dan juga semakin prihatin dengan nasib yang akan menimpa Reno.
"Lepas." 1 kata yang terdengar bergetar membuat Reno merasa sakit, biasanya Clarisya akan selalu memeluknya jika berpisah lama tapi ini tidak.
"Gak sya, maaf, maafin gw." Ucap Reno yang enggan melepaskan tangan Clarisya, mata Reno tampak sudah berkaca-kaca.
Lagi-lagi Reno tidak melepaskan tangan Clarisya, sehingga membuat Carisya kembali berbicara.
"Lu tahu Ren, kalau semua udah gak kayak dulu lagi, semua udah berubah hiks, lu tau Reisya hiks Reisya udah pergi jauh, Meisya juga hiks hiks." Ucap Clarisya di dalam hati, Iya tidak sanggup jika harus mengatakan langsung kepada sahabatnya.
__ADS_1
"Lepas." Terdengar suara seseorang yang menahan amarah, melihat semua kejadian itu, tatapan yang terlihat sangat sulit di artikan, orang itu adalah Aldi.
Aldi mendapat kabar jika orang yang selama ini mereka tunggu-tunggu akhirnya kembali, ia tahu jika semua tak akan seperti dulu lagi, dan juga ia tahu jika sahabatnya Clarisya pasti sudah terlebih dahulu merasa kecewa, Jujur saja ia merasa sangat merindukan sahabatnya yang satu ini tapi ia seolah masi menolak kehadiran Reno.
"Al." Lirih Reno, ia tetap tidak melepaskan tangan dari Clarisya.
"Gw mau bicara sama lu, Raihan dan Clara." Ucap Reno lagi.
"Gak ada yang perlu di bicarain sekarang, sebaiknya lu lepasin tangam Clarisya." Ucap seseorang yang baru saja selesai dari urusan darurat.
Aldi dengan cepat berjalan ke arah Clarisya dan melepas paksa genggaman tangan Reno dari Clarisya, Aldi dengan segera menarik tangan Clarisya.
Jujur saja pada saat ini Clarissa Aldi dan juga Raihan sangatlah merindukan sosok Reno, tapi setelah kepergian Reno yang hilang tanpa kabar membuat mereka khawatir dan juga kecewa.
__ADS_1
Reno saat ini sangatlah merindukan sahabat-sahabatnya, Ya sudah mengetahui sikap dua sahabat yang lainnya sudah meninggal dunia.
Reno ingin sekali memeluk 3 sahabatnya tersebut, tetapi rasanya kaki dan juga tangannya sangatlah kalau untuk melakukan hal tersebut, Iya tahu ketiga sahabatnya sangat kecewa karena ia pergi sangatlah lama dan tanpa kembali memberi kabar.