
Akhirnya mereka bertiga makan dengan sangat lahap dan penuh syukur seperti biasanya, mereka makan dengan makanan Indonesia yang tentu tidak kalah enak dengan masakan luar.
Untuk kalian orang Indonesia asli, pasti kalian sudah sangat mengenal makanan ini, ahh sungguh makanan ini adalah makanan sederhana, makanan rumahan dan juga makanan warteg yang sangat menggugah selera.
"Ahh, sungguh makanan makanan ini sangat enak, aku tidak menyesal jika harus menghabiskan makanan sebanyak ini." Ucap Clarisya dengan nasi yang masih tersisa di pipinya, Clarisya rupanya makan dengan sangat lahap.
__ADS_1
"Iya benar, ini adalah makanan enak." Timpal Aldi sambil menatap kedua sahabatnya secara bergantian.
"Aku sungguh tidak menyangka, jika di restaurant kalangan atas ini menyediahkan makanan khas Indonesia, rasanya juga sangat pas di lidah." Ucap Raihan yang seolah sependapat dengan kedua sahabatnya.
"Hemmm, aku juga, ahhh rasanya ini sungguh sangat kenyang, bahkan harganya tidak mahal, hanya dengan lima ratus ribu kita bisa makan sebanyak ini." Ucap Clarisya yang puas dengan harga dan rasa, rasa yang nikmat tentu saja rasa yang lebi nikmat.
"Hahaha, aku jadi lupa, kapan terakhir kali kita makan, makan seperti ini, rasanya sudah sangat lama tidak mencicipi makanan khas Indonesia." Ucap Raihan mengingat-ingat, ia dan kedua sahabatnya memang jarang mencicipi makanan khas Indonesia seperti ini.
Why masih sangat lengkap, karena dulu kebahagiaan Clarisya adalah ketika bersama-sama dengan kelima sahabatnya, why sahabat ?, jawabannya adalah karena kedua orang tua Clarisya selalu sibuk bekerja, bahkan kedua orang tua Clarisya bisa di hitung dengan jari ketika waktu berkumpul bersama Clarisya.
"Hahaha, ia benar." Ucap Aldi berusaha tertawa, ia tak mau Clarisya menyadari omongannya, yang nanti hanya membuat Clarisya bersedih.
__ADS_1
Sementara Raihan ia hanya diam, bahkan ia berhenti makan ketika mendengar ucapan sahabatnya Clarisya, bayangan mengenai masa-masa bahagia ia bersama dengan kelima sahabatnya kembali melintas.
Clarisya menyadari jika ucapannya hanya membuat moodnya dan juga kedua sahabatnya menjadi rusak, suasana bahagia tadi kini berubah menjadi sendu, tentu saja semua karena ucapan semberono dari Clarisya.
Clarisya yang mendengar Aldi berusaha mengahlikan hanya tersenyum kecil, ia tahu Aldi sangat peka dengan segala situasi.
"Ayo, cepat habiskan makanan kalian berdua, jangan sampai ada nyamuk yang menghiasi makanan kalian berdua." Ucap Aldi yang melihat kedua sahabatnya tak memberi tanggapan, lebi tepatnya Raihan yang hanya diam dan Clarisya yang hanya tersenyum kecil, senyum kesedihan tentunya.
"Eh iya, tapi mana ada nyamuk di tempat seperti ini, yang ada nyamuk mala pingsan karena suhu di ruangan ini cukup dingin." Canda Raihan, Raihan memasang wajah datar, ia juga menyadari jika ada Clarisya saat ini, ia tak mau Clarisya kembali bersedih, maka dari itu Raihan menutup kesedihannya.
"Hahaha, bukan hanya pingsan ia akan langsung mati jika suasana seperti ini." Tanggapan Clarisya, ia juga sudah mengeluarkan senyumannya.
__ADS_1
Banyak orang bilang sahabat itu adalah orang yang selalu berdiri di samping kita, karena sahabat ada dalam kondisi kita susah dan juga senang- Claudia Angelica.