
Apa yang sebenarnya terjadi kenapa Clarisya menangis , apa yang menbuat Clarisya sedih dalam keadaaan tidak sadar seperti ini .
"Ikut om sekarang ." ucap Frico kepada dua lelaki yang memadangi putrinya .
Siapa yang bisa menebak kemana daddy Clarisya membawa Aldi dan Raihan pada saat ini .
Dug duggg ...
Ruang oprasi , apa maksudnya semua ini ada apa ini , kenapa om Frico membawa kita ke rumah ruang oprasi , apa lagi sekarang , Rumah sakit - Clarisya pingsan dan sekarang ruang oprasi apa maksud semua ini , Aldi dan Raihan berperang dengan pikiran nya masing - masing , tiba - tiba saja dokter keluar dari ruangan tersebut .
"Dok , bagaimana keadaaanya ?" tanya Frico kepada dokter yang baru keluar .
"Pasien koma , kami sudah berusaha sekuat tenaga sekarang berdoa lah semoga Tuhan memberikan keajaiban ." ucap dokter sambil menundukan kepadala .
"Lakukan yang terbaik ." ucap Frico pada dokter tersebut .
"Kami pasti akan melakukan yang terbaik tanpa harus di minta ." ucap dokter tersebut .
"Siapa yang ada di dalam ?" tanya Aldi yang mengeluarkan suara .
"Reisya ." jawan Frico .
"Apa maksud semua ini ?" tanya Raihan yang mulai meneteskan Air mata , tadi melihat keadaan Clarisya saja sudah cukup membuat dia bergetar dan sekarang mendengar Reisya koma , apa lagi ini .
"Masuklah ." ucap Frico kepada Raihan dan Aldi .
Deg , Deggg , deg .
Ketika memasuki ruangan oprasi , mereka melihat tubuh sahabatnya terbaring lemah dan di bantu dengan alat untuk sekedar bernapas .
"Lu kenapa bisa seperti ini ? " tanya Raihan sambil menitikan air mata .
"Apa yang terjadi sama lu ." tanya Aldi .
"Bangun Reisya lu harus jelasin ke kita , lu gak boleh males jangan tidur terus ayo bangun ." ucap Raihan bergetar .
__ADS_1
"Kenapa lu gak mau merespon gw , hei ini hari ulang tahun gw ayoo bangun ." teriak Raihan yang tampak frustasi .
"Aldi apa maksudnya , kenapa dia gak mau bangun , ini hari ulang tahun gw , dia belum ucapin selamat ." tanya Raihan kepada sahabatnya .
"Reisya bangun , apa lu gak kasian sama Raihan liat sekarang dia nangis karena lu gak mau bangun dan ucapin selamat ke dia , bangun Reisya lu harus bangun , coba lu liat keadaan Clarisya juga yang tampak lemah di ruangan sebelah ." ucap Aldi terbata- bata sambil mengengam tangan Reisya .
"Sekarang kenapa lu diem aja ? apa gw buat salah sama lu , sampai lu gak mau buat dengerin kata - kata gw ." tanya Aldi dengan suara seraknya karena menangis .
"Mohon maaf pasien butuh istirahat ." ucap suster yang tiba - tiba masuk , sehingga mereka memutuskan untuk keluar , di depan ruangan tampak Clarisya yang sedang duduk diam sambil meneteskan air mata , tatapan kosong kedepan entah apa yang membuat Clarisya menangis .
"Sekarang , kita ke ruangan yang ketiga ." ucap Frico kepada putrinya dan juga Raihan dan Aldi .
Ruang mayat .
Deg , Deg , degggg dekat jantung Aldi dan Raihan serta Clarisya berjalan cepat , dan seketika seolah - olah berhenti , ayah Clarisya tetap mendorong sampai berhenti di salah satu jenasah yang di tutupi oleh kain putih .
"Buka " perintah Frico ayah Clarisya . dan membuka adalah Clarisya sendiri .
Deg deg deggggg bagai di sambar petir untuk yang kesekian kali , Ketiga sahabat itu tampak melotot melihat siapa yang berbaring ditempat itu .
"Luu kenapa Mei , kenapa lu ninggalin gw , heii kenapa Mei , kenapa ." ucap Clarisya histeris .
"Heiii bangun , kenapa lu diem ajaaa , lu gak denger ucapan gw barusan yah . " ucap Clarisya lagi dengan suara seraknya .
"Apa yang terjadi sama lu , kenapa lu harus ninggalin gw ." ucap Clarisya lagi .
Mulut Raihan dan Aldi seolah terkunci dan tak bisa mengeluarkan satu atau dua kata sekali pun .
"Bangun ." ucap Aldi datar tanpa nada tinggi .
"Bangun ." teriak Raihan karena Meisya tak merespom ucapan Aldi barusan .
"Bangun sekarang , cepet Mei bangun atau kita bakalan berhenti bersahabat . " ucap Raihan berteriak .
"Kenapa lu gak mau bangun , apa salah gw ." tanya Aldi .
__ADS_1
"Lu belum kasih ucapan selamat buat gw hari ini , sekarang gw minta hadiahnya sekarang sebagai hadiah lu harus bangun dan peluk gw ." ucap Raihan frustasi tak terima dengan keadaan .
"BANGUN MEISYA ." teriak Clarisya histeris dan tampak frustasi dengan keadaan .
"Lu harus bangun sekarang ." ucap Aldi .
Tangisan mereka pecah dan mereka bertiga berpelukan seola tak terima dengan kejadian barusan , mereka menolak takdir mereka tidak mau hal ini terjadi pada sahabatnya , tangisan dan air mata tetap tak bisa di kendalikan dan di ajak bekerja sama .
Keesokan harinya
Makam Meisya .
"Kenapa lu pergi terlalu cepat ? " ucap Clarisya yang tak berhenti menangis .
"Apa sekarang lu udah senang disana ? , apa udah puas ninggalin gw , puas Mei puas ." ucap Clarisya lagi .
"Lu udah janji buat gak ninggalin gw , apa lu lupa ?" ucap Clarisya .
"Kenapa lu harus ninggalin kita Mei , kenapa , apa gw ada salah sama lu ? " ucap Aldi sambil menangis .
"Kenapa lu ninggalin gw ? bakan lu gak ngasih selamat sama gw ." ucap Raihan yang sama tak berhenti menangis .
"Kenapa lu pergi jauh di hari ulang tahun gw Mei , apa salah gw sama lu ." ucap Raihan lagi .
"Kenapa lu tega sama kita semua , gimana kita jelasin ke Reno tentang ini ?" ucap Aldi .
Orang - orang tampak meninggalkan pemakaman tapi tidak dengan Clarisya , Aldi dan Raihan yang masih setia dan menangis , mereka masi mengenang masa - masa bersama sahabat mereka , masa yang sudah tidak mungkin untuk di ulang lagi .
"Semua tinggal kenangan Mei , sekarang lu pergi jauh , bahkan mulai hari ini kita gak bisa buat liat muka lu lagi , lu pergi ninggalin kita , apa elu udah gak sayang lagi sama kita ." ucap Clarisya lirih .
"Apa ini jalan terbaik yang lu pilih Mei , apa lu sekarang udah bahagia disana , maafin gw Mei kalau gw belum bisa buat lu bahagia , gw gak becus jagain lu Mei ." ucap Aldi sambil tersenyum paksa .
"Apa gw pernah minta sesuatu yang berlebihan sama lu , sekarang gw pengen minta satu hal sama lu , gw cuma pengen lu ucapin selamat ulang tahun Raihan , itu doang cukup , apa gak bisa Mei ? " ucap Raihan dengan air mata yang tak bisa di tahan lagi .
Segala kenangan dan pengalaman cerita canda tawa yang pernah mereka lalui , cerota yang indah , perhatian kasih sayang bersama Meisya sekarang tinggalah kenangan , sekarang hanya ada air mata yang menghiasi pipi mereka , meratapi kepergian Meisya , mulai hari ini tanggal 3 april mereka tidak bisa melihat Meisya lagi , senyuman suara dan kasih sayang semua tinggalah kenangam manis , kenamgan yang tak bisa di lupakan untuk ketiga sahabat tersebut .
__ADS_1
Okay , thorr nangis pas nuliss , terima kasih untuk waktu dan kesempatan selama ini , terima kasih sudah mau mendukung dan mensupport "Anak orang kaya ." selama ini semoga karya ini bisa selalu menemani kalian .