
Hari pertama sekolah.
Setelah melewati orientasi sekolah atau masa pengenalan lingkungan sekolah, akhirnya mereka resmi menjadi murid sekolah menengah atas.
"Eh call Meisya sama reisya yuk." Ajak aldi pada kedua sahabatnya.
"Ayo." Jawab jawab Raihan menyetujui
"Ahh gw jadi kangen mereka, eh btw sambungin ke Reno juga yah." Ucap Clarisya
Tut tut tut tut ....
"Hai Mei, Rei." Sapa mereka bertiga dengan antusias.
"Hai guys." Sapa balik Reisya dan Meisya dari seberang telepon.
"Ahhh gw kangen kalian, sekarang kalian pada ngapain ?.." Tanya Clarisya pada kedua sahabatnya dengan wajah cemberut.
"Kita lagi makan nih, eh btw coba sambung ke Reno yuk." Ajak Reisya sambil mencari-cari kontak Reno.
Tut tut tut
"Hallo." Suara Reno terdengar dari ujung telepon.
"Hai." Sapa semua bersamaan dengan antusias dan senyum lebar.
Setelah melepas rindu para sahabat kembali ke tempat mereka masing–masing ,
" sekarang kita cuma bertiga. " Ucap Clarisya dengan senyum sedikit sedih.
"Kangen sama mereka." Ucap Aldi sambil mengahlikan pandangan dia Aldi tak mau sahabatnya sedih.
"Hmmm berasa ada yang kurang " Timpal Raihan.
Lima menit kemudian ibu guru sudah masuk ke kelas, dan memulai pelajaran.
"Selamat pagi anak – anak, selamat bergabung di sekolan xx xxx, semoga kalian betah di sekolah ini. Hari ini kita akan memperkenalkan diri sekaligus memilih kepengurusan kelas." Ucap ibu guru dengan tegas dan serta penuh wibawa.
"Raihan sebagai ketua kelas." Tunjuk guru tersebut.
Clarisya sebagai sekertaris dan merangkap menjadi bendahara kelas, dan Aldi sebagai wakil, serta ketua keamanan dan tata tertib kelas." Sambung guru tersebut.
Di kelas mereka menjadi pengurus kelas yang terpilih atau di pilih, yaitu mau atau tidak tetap harus mau.
Sekolah Meisya & Reisya.
Kedatangan bapak wali kelas hari ini adalah memberi selamat serta menunjuk pengurus kelas.
"Yaitu Rendi ketua kelas
Reisya Sekertaris kelas
Meisya Bendahara
__ADS_1
Fiko ketua keamanan
Keputusan tetap tidak bisa di ganggu gugat, dan untuk pengurus kelas tolong berikan contoh yang baik kepada teman–teman kalian, terima kasih.
Untuk anak angkatan mereka meisya dan reisya termasuk kategori wanita cantik, sedangkan Rendi dan Fiko mereka cukup ganteng tapi sangat di sayangkan mereka termasuk dalam kategori bad boy.
Balik lagi ke sekolah Clarisya, Raihan, Aldi.
"Eh gimana kalau kita ke sekolah Meisya sama." Ucap Aldi.
"Clau , kita jemput mereka terus nongkrong di caffe biasa ? ..." Sambung Aldi.
"Ide bagus , gw juga pengen tau aktivitas mereka hari ini apa aja ..." Jawab Clarisya menyetujui.
"Yauda kalian kabarin mereka berdua, bilang pulang sekolah kita jemput." Ucap Raihan pada Clarisya.
"Oke." Jawab Clarisya, Aldi bersamaan.
Clarisya bergegas untuk menelpon Meisya.
"Hallo Clar ada apa." Tanya Meisya dari seberang sana.
"Hallo Mei, pulang sekolah kita jemput yah, sekalian nongkrong bareng, gimana ?." Tanya Clarisya.
"Hmm, bentar yah gw tanya Reisya dulu."
Ucap Meisya, yang mau bertanya terlebih dahulu pada Reisya.
....
"Bole, bilang aja kita pulang 15 menit lebih lama dari mereka." UReisya menyetujui serta memberi informasi jam mereka bubar sekolah.
....
"Hallo Clar, oke gw sama Reisya tunggu yah. " Ucap Meisya.
"Oke, bye Mei. " Ucap clarisya sambil memutuskan sambungan telepon.
Pulang sekolah.
"Eh bentar yah gw mau ke toilet dulu." Ucap clarisya.
"Oke, jangan lama-lama yah." Ucap Raihan.
"Siap." Jawab tegas Clarisya.
10 menit kemudian ....
"Hmm Clarisya kemana si, kok lama banget yah Al ?.
" Tanya Raihan mulai cemas pasalnya Clarisya sudah lama pamit ke toilet tapi tidak balik-balik.
"Iya, aneh juga, gimana kalau kita susul dia aja." Jawab aldi yang sama cemasnya.
__ADS_1
Yauda yuk.
Ketika mereka mau berjalan ke arah toilet Clarisya sudah keburu datang dengan senyum mengembang di pipinya.
"Maaf yah lama hehehe." Ucap Clarisya cengengesan.
"Astaga lu mau gw tinggal yah."Omel Raihan.
"Ih apa sih orang uda minta maaf, nanti cepat tua kalau marah-marah terus. " Ledek Clarisya sambil berlari karena takut kepala nya di jitak sama Raihan, sementara Aldi hanya geleng–geleng kepala melihat tingkah sahabatnya karena pemandangan seperti ini sudah biasa.
20 menit perjalanan akhirnya mereka sampai juga di sekolah Meisya dan Reisya, tampak kedua sahabat sudah menunggu di depan gerbang.
Aldi membunyikan klakson tet tet tet.
Meisya dan Reisya langsung menengok dari mana asal klakson tersebut, dan mereka melihat mobil Aldi, yah meskipun mereka punya mobil yang sama dengan model dan warna tapi mereka tetap mengingat plat mobil sahabat–sahabatnya.
"Hai."Sapa Meisya dan Reisya ketika memasuki mobil , dan mereka langsung memeluk Clarisya yang ada di tengah–tengah mereka.
" Ehmmm, jadi Clarisya doang yang di peluk, gw sama Raihan gak ni ?" Tanya aldi dengan candaanya, dan langsung di sambut gelak tawa dari ke empat temannya.
"Vidcall reno dong, biar bisa liat dia." Ucap Reisya , mengingat mereka lagi bersama, ada baiknya menelpon dan memberikan kabar kepada Reno.
Tapi sangat di sayangkan reno tak mengangkat telpon para sahabatnya, mungkin saat ini Reno lagi beristirahat pikir mereka, setelah 15 menit sampailah mereka di caffe biasa, tapi tampak caffe tersebut sedang tutup, dan akhirmya mereka pindah ke Maxx caffe.
"Gimana hari pertama kalian. " Tanya Aldi pada kedua sahabatnya .
"Kita sih tadi pengenalan temen sekelas doang, sama cerita–cerita singkat, terus gw sama Raisya kepilih jadi pengurus kelas." Ucap Meisya sedikit cemberut.
"Hahaha kok muka lu di tekuk gitu sih, emang kenapa kalau jadi pengurus kelas." Tanya Clarisya ingin tau pasalnya ketika smp, ia dan sahabat-sahabatnya adalah pengurus kelas.
"Yah gimana gak kesal coba lu bayangin aja tuh ketua kelas, cowok paling sok ganteng, terus nakal lagi, gimana coba caranya buat kerja sama, pusing gw." Jelas Meisya dengan muka frustasi nya, dan langsung menjadi bahan tawaan para sahabatnya.
"Syukur aja gw sayang sama kalian, jadi gpp deh di ketawain." Ucap Meisya stengah merajuk melihat para sahabat yang menertawai dirinya.
" Iya– iya maaf yah." Ucap Clarisya.
"Gak di maafin titik." Ucapa Meisya stengah jengkel, sehingga membuat temen–temennya tertawa lagi.
"Eh gimana sekolah kalian." Tanya Reisya yang sejak tadi diem saja.
Em gw jadi sekertaris kelas, sekaligus rekap jadi bendahara." Ucap Clarisya datar.
"Gw jadi wakil sama ketua keamanan." Ucap Aldi yang kurang setuju.
"Dan kalian dah tau lah gw yang paling ganteng ini, jadi ketua kelas hahaha." Ucap Raihan kepedeaan.
"Hahaha kok bisa si Raihan jadi ketua kelas." Tanya Meisya.
"Iya tau tu, tapi gak apa–apa biar gw belajar jadi pemimpin." Ucap Raihan serius.
"Hahaha Raihan akhirnya lu bisa jadi orang yang dewasa dan mau betanggung jawab." Jawab Clarisya bangga karna sahabat kecilnya sudah mulai menjadi pribadi yang dewasa.
Mereka sekarang sudah menjadi siswa sekolah menengah atas, dan menjadi lebi dewasa seiring berjalannya waktu, mereka tidak perna lupa untuk berbagi cerita tentang hari yang mereka lalui, sehingga mereka tidak pernah lost contact,
__ADS_1
Ada kebahagiaan nulis cerita ini, pengen punya sahabat kayak gini juga, sahabat yang selalu ada dan mendukung apa yang kita lakuin, sayang nya ini Cuma ada dalam cerita aku, aku sebagai penulis menginginkan persahabatan seperti mereka, kira – kira kalian punya sahabat kayak di cerita ini gak ?
Oke jangan lupa bantuannya dukung terus, novel ini, dan jangan pernah bosan, selalu berikan komentar positif serta kritikan membangun bukan menghina, Terima kasih atas waktu luang kalian dalam membaca novel ini,semoga novel ini bisa menjadi favorite kalian.