
Sudah satu bulan Clarisya tidak menampakan diri setelah kejadian di panti asuhan beberapa waktu yang lalu.
Hari ini Clarisya kembali berangkat ke kampus dengan dua pangeran yang selalu setia mendampingi ia dalam keadaan apapun
"Aummmm." Suara Clarisya yang menguap disaat baru bangun dari tidur nyenyak semalam.
"Sudah pagi aja, perasaan gw tidur baru sembentar." Ucap Clarisya yang seolah waktu berjalan begitu cepat, mungkin karena Clarisya kelelahan sehingga ia menggangap waktu istirahatnya kurang.
Clarisya segera beranjak dari atas kasur empuknya, tempat yang selalu ia rindukan jika berada di luar rumah, kasur yang selalu menampung ia jika dalam keadaan lelah dan menjadi sandaran Clarisya disaat Clarisya butuh istirahat.
Dalam waktu dua puluh menit, Clarisya sudah keluar dari dalam kamar mandi, ia tampak sangat fresh ketika baru habis mandi, setelah itu ia langsung mengambil setelah pakaian untuk ia berangkat ke kampus.
Sesudah merasa ia telah selesai, Clarisya segera keluar dari dalam kamar dan menuju meja makan, ia dapat melihat kedua sahabatnya yang sedang sibuk dengan hp masing-masing dan tak menyadari kehadirannya.
"Selamat pagi sahabat-sahabatku yang terkasih." Sapa Clarisya dengan sedikit mendramatis.
"Hei sa, selamat pagi juga." Sapa balik Aldi sambil menampilkan senyum manis, senyun yang hanya diperuntukan untuk mommynya dan juga Clarisya, Meisya dan Reisya sebagai sahabatnya, tentu saja papa dan juga dua sahabat lelakinya Raihan dan Reno hanya sedikit beruntung bisa melihat senyumnya yang jarang ia perlihatkan itu.
"Selamat pagi Clarisya sayang, ayo sini sekarang mendingan kamu sarapan dulu, biar kuat nanti." Sambung Raihan yang duduk di samping kiri Clarisya, Raihan sedikit lebay menyambut Clarisya pagi ini, tentu saja kelebayan Raihan menyebar kepada Aldi dengan cepat tanpa ada yang mencegah.
"Benar apa kata Raihan, sekarang mending lu duduk dulu, gw gak mau juga nanti lu mala kecapean, dan lu juga harus sarapan sama minum vitamin habis ini." Timpal Aldi yang tertular virus posesif dari Raihan.
Clarisya yang mendengar penuturan Raihan merasa sedikit kesal, sedangkan disaat Aldi mengikuti kelakuan Raihan, Clarisya mala menepuk jidatnya.
"Huft, iya iya, tapi gak usah lebay deh pagi pagi begini." Ketus Clarisya dengan wajah yang dibuat seolah sedang cemberut.
"Ayolah Clarisya, ini bukan lebay, ingat ini bukan lebay ok, ini adalah salah satu bentuk perhatian kita sama lu, jadi catat baik baik kalau ini gak lebay." Jawab Aldi penuh ketegasan, ia tetap akan posesif pada Clarisya, tentu saja Clarisya adalah sahabat masa kecilnya jadi ia tak mau Clarisya sampai kenapa-kenapa.
"Iya iya Aldi, maaf deh maaf." Jawab Clarisya sambil tersenyum, ia merasa sangat gemas dengan tingkah kedua sahabatnya.
"Kapan sarapannya kalau gini, sekarang mending sarapan dulu, dan berhenti buat bicara ini dan itu, kalian bisa lanjutin obrolan kalian sesudah sarapan." Protes Raihan dengan tatapan kesalnya, kedua sahabatnya memang sangat menyebalkan tapi ia sangat menyayangi kedua sahabatnya.
"Iya Raihan." Jawab keduanya dengan tampang menggemaskan, rasanya Raihan ingin menarik kedua pipi sahabat-sahabatnya.
__ADS_1
Akhirnya ketiga sahabat tersebut makan dengan keadaan tenang, ketiganya sangat menghargai makanan yang sudah tersedia di atas meja, oleh karena itu ketiganya tampak tidak mengeluarkan suara sedikitpun, guna menikmati berkat makanan yang sudah tersedia di atas meja.
Sesampainya di kampus tempat ketiganya berkuliah, Aldi, Clarisya dan Raihan menjadi senter atau pusat perhatian, setelah satu bulan menghilang, akhirnya dua pangeran dan satu tuan putri kembali juga.
"Wah liat, itu bukannya Raihan, Aldi si pangeran kampus, omg akhirnya mereka kembali juga, gw kangen benget lama gak liat muka tampan mereka." Ucap salah seorang siswi yang melihat kedatangan Raihan dan Aldi.
"Wah, liat itu bukannya Aldi, akhirnya dia kembali juga ke kampus, huft sebenarnya dia kemana aja sih, ko baru kelihatan sekarang." Ucap salah seorang muridnya.
"Omg, itukan Clarisya, guys-guys coba kalian liat baik-baik, itu Clarisya, ternyata persahabat mereka sampai sekarang masih terjalin." Ucap seorang siswi yang melihat kedatangan Clarisya, Aldi dan Raihan, lily adalah wanita itu.
"Iya bener, ternyata mereka masih sahabat aja yah, gila sih persahabat mereka langgeng banget, emang mereka susah buat dipisahin." Ucap seorang siswi yang diketahui teman dari yang berkomentar sebelumnya, yang berkomentar kali ini adalah lisya.
"loh, emang kalian berdua kenal sama mereka bertiga, kok bisa sih ?" Ucap temannya yang satu memandangi Lily dam Lisya secara bergantian.
"Tentu saja kami mengenal mereka bertiga, dan saya rasa mereka juga masih mengenal kita, kebutan aku dan Lisya satu smp dengan mereka." Ucap Lily memberi tahu, jika memang ia satu sekolah dengan Clarisya, Aldi dan Raihan waktu smp.
"Wah, apa mereka sombong, mereka terlihat tidak pernah berteman dengan orang lain, mereka selalu bertiga dan tak pernah berbaur dengan anak-anak lainnya." Tanya temannya yang tak tahu menahu tentang Clarisya, Raihan dan juga Aldi.
Aldi, Raihan dan Clarisya yang mendengar itu hanya tersenyum kecil, ternyata ada teman smp mereka yang membicarakan mereka bertiga, dan Clarisya, Raihan dan Aldi tentu saja senang karena memang teman smp mereka itu hanya mengingat kebaikan mereka, karena memang mereka tak pernah mencari masalah dan selalu menjadi nomor satu dan rendah hati semasa smp.
"Hai, kalian double Li kan, senang bisa bertemu kembali." Sapa Aldi, Aldi kebetulan pernah satu kelompok dengan double Li, atau Lily dan Lisya saat lomba mata pelajaran ipa.
"Eh, hai Al, hai juga Clarisya, Raihan, senang bisa bertemu kalian kembali." Sapa balik Lisya dengan senyum.
"Hai." Singkat Clarisya dan Raihan secara bersamaan.
Double Li adalah siswi kembar di sekolah mereka waktu smp, double Li juga memiliki kepintaran yang lumayan, makanya keduanya bisa mengikuti lomba dan berpasangan dengan Aldi.
"Senang bisa bertemu kembali." Lanjut Clarisya dan Raihan secara bersamaan kembali.
"Eh, kalau gitu kita deluan yah, bye." Ucap Aldi berpamitan setelah menyapa teman lama.
"Bye." Ucap Lily dan Lisya bersamaan.
__ADS_1
Sepeninggalan Raihan, Aldi dan Clarisya, teman double Li yang bernama lia kembali heboh.
"Omg, omg please ini gak bohong kan yah, gila kita tadi sedekat itu sama mereka." Histeris Lia yang merasa senang.
"Sudah aku katakan bukan, kalau orang yang tak mengenal mereka dengan baik, pasti akan mengira jika mereka adalah orang yang sombong." Ucap Lisya.
/////
Jangan lupa buat LIKE, KOMEN DAN VOTE, ingat JANGAN LUPA BUAT **LIKE , KOMEN DAN VOTE.
Baca juga nih
>Anak orang kaya
>Menikah
>Kebahagian & kehancuran
>Goresan Takdir
> Broken Life
Bisa langsung cek di profile yah :)
_____
Follow instagram juga nih kalau pada mau hehehe
@angelicaclaudiatengker
----
Sampai jumpa di episode berikut :)
__ADS_1