
Caffe tempat nongkrong .
Setelah pulang sekolah kelima sahabat tersebut berkumpul di Caffe biasa mereka nongkrong , untuk makan minum dan menyemil .
"Fiko kemana kok gak jadi ikut ? " tanya Aldi pada Reisya .
"Dia ada acara keluarga mendadak , eh bukan mendadak sih dianya aja yang baru inget tadi pas di telpon sama orang tua nya ." jawan Reisya .
"Ohh pantesan , gw pikir kemana tu anak ." jawab Aldi .
"Ehh mau pada pesan apa ? nanti gw ama Aldi yang pesenin sekalian ." ucap Raihan kepada ketiga sahabatnya tersebut .
"Boleh deh , gw bakso aja sama jus jeruk ." jawab Meisya .
"Gw kwetiau ama jus jeruk ." jawab Reisya .
"Gw bakso sama ayam bakar ." jawab Clarisya
"Okay tunggu sebentar yah ." ucap Raihan sambil berlalu pergi bersama dengan Aldi .
Memesan makanan antri sekitar lima menit dan ketika mau membayar Aldi dan Raihan berebutan .
"Saya yang bayar mba ." ucap Aldi .
"Gak mba yang bayar saya ." ucap Raihan menimpah Aldi .
"Gabisa mba saya yang nyebutin jadi sayang yang bayar ." cega Aldi .
"Jadi siapa yang mau bayar ." ucap mba kasir yang mulai kebingungan .
"Saya ." jawab keduanya bersamaan .
"Mba biar saya saja yang bayar ." ucap Clarisya yang tiba - tiba datang karena melihat keributan yang di buat oleh sahabatnya .
"Tapi ... " ucap keduanya yang langsung di potong oleh Clarisya .
"Diam , malu - maluin banget ." ucap Clarisya tegas .
"Pembayaran selesai bisa tunggu di meja makan aja yah ." ucap mba kasir tersebut .
"Terima kasih ." ucap ke tiga orang tersebut .
__ADS_1
Meja
"Lu pada harus tau .. " ucap Meisya ingin memberi tahu kepada ketiga sahabatnya tetang kejadian hari ini yang langsung di cegah oleh Reisya .
"Mei . " ucap Reisya .
"Hmmm . " jawab Meisya malas .
"Cerita sekarang ." keluar deh mode galak Raihan yang di simpen rapat - rapat .
"Hmmm tadi tuh kita kena masalah di sekolah . " ucap Meisya .
"Sebentar keknya kita bahas masalah Reno dulu deh ." potong Aldi .
"Setuju ." jawab Reisya sementara sahabatnya yamg lain hanya diam dan tak merespon apa pun yang di ucapkan Aldi .
"Jadi gini , sepertinya Reno ada masalah , masa dia gak ngabarin kita sih selama dua bulan terakhir ." ucap Aldi menjelaskan .
"Iya juga yah , aneh sih biasa dia bakalan ngasih kabar paling lama satu minggu satu kali ." jawab Reisya .
"Gw udah coba buat ngehubungi dia tapi gak di respon gitu , dan gak di read bakan chat gw , telponnya juga gak di aktifin sama sosial medianya juga of ." jawab Aldi yang semakin penasaran dan menduga - duga apa yang terjadi pada sahabatnya tersebut .
"Mungkin dia lagi sibuk kali sama sekolahnya . " ucap Meisya yang tak mau memikirkan yang tidak - tidak .
"Iya mungkin Reno lagi sibuk kali , atau bisa aja handphone nya hilang dan lain - lain ." jawab Raihan menyetujui pemikiran Meisya .
"Hmmm tapi ini tetap aja aneh gak biasanya kayak gini . " jawab Aldi yang tak terima dengan pikiran Raihan dan Meisya .
"Oh iya gw inget sesuatu dan gw belum sempet cerita sama kalian semua jadi pas gw keluar negeri gw juga gak ketemu sama Reno , dan pas gw samperin ke alamat rumahnya yang disana kata orang Reno dan keluarga sudah pindah ." ucap Clarisya yang mengingat pas liburan dia mencoba memberikan kejutan tapi dia yang di beri kejutan .
"Tuhhh kan , gw bilang apa coba mana mungkin sibuk sekolah ampe lupa sahabat ." Ucap Aldi menanggapi .
"Hmmm , terus kita harus gimana ? " tanya Meisya .
"Kita tunggu satu minggu , kalau misalnya masih sama gak ada kabar sama sekali gw bakalan coba buat minta bantuan sama daddy gw , gimana ?" usul Clarisya .
"Okei kita coba tunggu Reno ngasih kabar paling lama satu minggu , tapi kalau dia gak ngasih kabar kita minta koneksi orang tua aja . " jawab Raihan menyetujui us Clarisya .
"Bener juga pasti orang tua kita tahu dimana keluarga Reno kan mereka rekan bisnis ." ucap Aldi setelah berusaha mimikir jernih .
Tapi tanpa di duga - duga disaat mereka sedang berbicara dan mencari solusi untum bisa bertemu dengan keluarga Reno ada tiga pasang mata yang melihat dan memperhatikan tapi tak mendengar karena terlalu jauh .
__ADS_1
"Cihhhh dasar cewe murahan liat aja nanti , gw bakalan buat Fiko menjauh dari lu." ucap wanita yang tak lain adalah Ulfi .
"Gw udah fotoin mereka , bisa - bisanya dia nongkrong santai sama cowo lain ." ucap temennya .
"Iya bener dasar wanita tak tau di untung , tadi dia udah buat lu malu di sekolah , sekarang waktunya lu buat ngebalas dia Ulfi , lu gak boleh diam aja . " ucap temennya lagi .
"Yukk kita buat dia malu , karena dah berani buat ngeremehin gw ." ucap Ulfi dengan senyum licik sambil berjalan ke arah lima orang yang sedang berbicara tenang tapi tampak serius .
"Haiii ****** jadi gini sifat lu di belakang Fiko . " ucap Ulfi kepada Reisya . sontak saja membuat kelima sahabat itu kebingungan .
"Haiii ulat bulu , ada apa , apa sekarang masalah lu ." jawab Meisya yang berbuah menjadi kesal karena sahabatnya di katain ****** dan mereka yang tampak tenang pun menjadi pusat perhatian aktibat ulah dari Ulfi si wanita tidak tahu malu tersebut .
"Cihh , liat aja gw bakalan laporin lu ke Fiko dan gw pastiin hubungan lu sama Fiko bakalan selsai ." ucap Ulfi lantang dengan tawa kemenangan .
"Silakan ulat bulu , kalau lu berhasil " ucap Reisya santai dengan senyum penuh misteri .
"Jangan - jangan di sekolah kalian banyak yang kampungan kayak cewe ini ." ucap Aldi merasa jijik .
"Ohh jelas enggak , di sekolah kita satu - satunya wanita yang tak tau malu cuma ulat bulu ini ." ucap Reisya menjelaskan dan mendapat siraman es jeruk untuk kedua kali dari orang yang sama pula .
Plakkk .
tamparan dari Clarisya untuk Ulfi yang sudah berani menghina dan mempermalukan sahabatnya tersebut .
"Kalau mau cari masalah lu harus liat dulu siapa lawan lu ." ucap Clarisya yang tampak emosi .
"Cihhj kalian dasar menjijikan ." jawab Ulfi yang tetap pada pendiriannya .
"Plakkkk . itu buat lu yang masih berani buat ngusik Reisya ." ucap Meisya setelah menampar Ulfi untuk kedua kalinya .
"Ingat yah lu semua , urusan ini belum selesai dan gw bakalan balas semua ini ngerti ." ucap Ulfi berteriak .
"Okay di tunggu balasannya sis ." jawab Meisya mengejek .
"Awas lu yah ." ucap Ulfi sambil menunjuk ke arah Meisya yang sudah berani menentang dan menampar dia dua kali .
"Awass apa sih , sana pergi ." ucap Meisya dan Ulfi segera pergi karna dia sudah kalah telak .
"Sekarang jelasin semua nya ." ucap Raihan yang tampak memasang mode esbatu .
Reisya dan Meisya menjelaskan semua secara singkat tentang kejadian dan masalah yang mereka hadapi di sekolah sebelum nongkrong dan membuat sahabatnya tertawa dan jijik dengan tingkah wanita yang bernama Ulfi tersebut .
__ADS_1