Anak Orang Kaya

Anak Orang Kaya
Eps 42


__ADS_3

Sementara Clarisya saat ini sedang merasa bersalah karena memberi makan keluarga dan sahabatnya dengan makanan yang tidak layak disebut makanan.


Supir yang melihat wajah nona mudanya sedang sedih pun ikut merasa khawatir .


"Maaf non , apa nona muda baik - baik saja .?" Tanya supir pribadi memberanikan diri.


"Baik pak , terima kasih sudah memperhatikan saya ." Jawab Clarisya dengan memaksakan senyum.


"Baik non , tapi kalau ada apa - apa non bisa cerita ke saya , mungkin saya bisa memberikan solusi ." Jawab supir pribadi merasa lega.


"Sebenarnya tadi saya memasak nasi goreng untuk kedua orang tuaku dan juga dua sahabat , tapi sayang makanan yang aku masak ternyata tak layak untuk di sebut makanan ." Ucap Clarisya dengan nada yang kecewa pada diri sendiri.


"Sudah nona muda tidak perlu bersedih , kalau nona mau saya bisa meminta istri saya untuk membantu mengajarkan memasak nasi goreng ." Tawar supir tersebut.


"Apa tidak merepotkan pak ?" Tanya Audy merasa tak enak.


"Tidak non ." Jawab supir tersebut dengan cepat.


"Baiklah , terima kasih ." Ucap Clarisya sambil tersenyum ceria.


Akhirnya Clarisya kembali ceria dan tersenyum membuat supirnya kini bernafas lega karena bisa meringankan sedikit beban majikannya.


Setelah beberapa saat akhirnya Clarisya tiba juga di kampus , Clarisya segera turun sesudah mengucapkan terima kasih dan meminta supirnya tersebut untuk berhati - hati.


"Huftt sampai juga ." Ucap Clarisya setelah mobil keluarganya keluar.


Clarisya langsung menyusuri koridor kampus untuk menuju ke kelasnya , tapi kelas seharusnya dua puluh menit lagi makanya kelas masih sepih , baru ada Clarisya dengan beberapa anak yang sudah lebih dulu masuk.


Sementara itu , tampak Raihan dan Aldi sangat cemas memikirkan sahabat mereka , mereka memutuskan untuk mencari di berbagai tempat tapi tak menemukan dan langsung menuju ke kelas karena sebentar lagi kelas akan di mulai dan mereka hanya berharap Clarisya ada di kelas , dan ternyata benar.


"Clarisya ." teriak kedua sahabatnya tak lain dan tak bukan adalah Raihan dan juga Aldi yang berteriak sehingga semua pasang mata yang ada disitu tampak menoleh dan menjadikan Aldi dan Raihan sebagai tontonan.


"Hmm ." Jawab Clarisya singkat.


"Apa sekarang lu marah?" Tanya Raihan pada Clarisya.


"Maaf ." Jawab Aldi dengan wajah yang memelas.


"Buat apa minta maaf ." Jawab Clarisya ketus.


"Soal makanan tadi pagi ." Jawab Aldi sambil menatap bola mata Clarisya.


"Hmm , huaaa maaf juga buat kalian jadi makan , makanan yang tidak layak ." Jawab Clarisya dengan wajah yang terlihat sangat sedih dan menyesal.


"Hmmm , gak apa - apa ." Jawab keduanya.

__ADS_1


"Yah sudah , sebagai gantinya aku akan traktir kalian oke ?" Usul Clarisya meminta persetujuan kedua sahabatnya.


"Baiklah ." Jawab mereka merasa lega , karena Clarisya sudah tidak telihat sedih lagi.


Kelas pun berjalan dengan lancar , Clarisya , Aldi dan Raihan memfokuskan pikiran mereka ke materi yang mereka terima , setelah hampir tiga jam mereka pun memutuskan untuk pergi ke kantin kampus.


"Mau makan apa ?" Tanya Clarisya pada kedua sahabatnya.


"Nasi goreng, jus jeruk." Jawab Aldi sambil tersenyum.


"Ayam bakar sama jus jeruk juga." Sambung Raihan menimpali ucapan Aldi.


"Baiklah, tunggu sebentar." Jawab Clarisya sambil berlalu pergi.


Setelah itu Clarisya langsung saja memesan makanan untuk kedua sahabatnya dan juga untuk dirinya sendiri . hampir lima belas menit akhirnya Clarisya kembali bergabung dengan dua sahabatnya sambil membawa makanan di bantu oleh pengurus kantin kampus.


"Thank's Clar." Ucap mereka berdua.


"Sama - sama." Jawab Clarisya sambil tersenyum.


"Makan." Ucap ketiganya kompak sebelum menyantap makanan yang ada.


Akhirnya mereka memakan makanan masing - masing dengan lahap dan tenang.


"Yah." Jawab Aldi sambil melirik sekilas ke arah Clarisya, sementara Raihan hanya melirik tanpa mengeluarkan suara.


"Gimana yah keadaan Reno?" Tanya Clarisya sambil tersenyum kecut, Clarisya sangat merindukan sahabatnya yang bernama Reno yang entah hilang kemana.


"Baik - baik aja kali." jawab Aldi datar.


"Udahlah, mungkin dia baik - baik aja, gak usah di pikirin." Jawab Raihan menimpali.


"Baiklah." Jawab Clarisya pasrah, karena kedua sahabatnya tidak ingin membahas lebi jauh lagi tentang Reno.


"Sabtu nanti, nyokap gw ultah kalian datang yah." ucap Aldi mengahlikan.


"Oke." Jawab Clarisya dan Raihan langsung menyetujui.


"Jangan lupa juga buat ajak orang tua kalian, nanti tempat sama jam gw kasih tahu lewat Chat." Ucap Aldi menimpali kembali.


setelah selesai berbincang-bincang akhirnya mereka memutuskan untuk segera ke kelas, meskipun mereka bolos jam pertama, tapi sangat tidak mungkin mereka bertiga bolos di jam kedua.


"Cla, abis ini lu mau kemana ?" Tanya Aldi.


"Gak tahu sih, emang ada apa ?" Tanya Balik Clarisya.

__ADS_1


"Enggak, gw pengen jalan aja." Jawab Aldi.


"Hmm, entahlah gw bosen gitu kalau lu mau ajak jalan." Ucap Clarisya spontan.


"Yah, gw juga sebenarnya bosan, tapi entahlah gw gabut banget." Ucap Aldi.


"Udahlah, sekali-sekali diam dirumah jangan kemana-mana." Ucap Raihan menyela pembicaraan antara Clarisya dan Aldi.


"Iya sih, sekali-sekali tapi tetap aja bosen." Ucap Clarisya.


"Gimana kalau hari ini kita belajar masak aja dirumah Aldi ?" Usul Raihan.


"Setuju." Jawab Clarisya yang bersemangat ingin belajar memasak.


"Gw setuju-setuju aja sih." Ucap Aldi yang mendapat tatapan dari kedua sahabatnya.


"Oke, karena semua udah setuju kita tinggal beli bahan-bahan buat belajar masak." Ucap Raihan sambil memainkan handphone.


Setelah perencanaan singkat antara Clarisya, Aldi dan Raihan, ketiganya langsung pulang, karena memang sudah tidak ada kelas lagi.


"Pake mobil gw aja, nanti mobil kalian minta supir yang ambil aja." Ucap Aldi.


"Yaudah." Jawab keduanya menyetujui.


Akhirnya ketiga sahabat tersebut melesat meninggalkan pekarangan kampus.


"Clarisya, kita mau beli apa saja ?" Tanya Aldi yang sudah selesai memarkirkan mobil.


"Hmm, gak tahu juga sih." Jawab Clarisya juga yang bingung mau membeli bahan apa.


"Al, lu coba telpon orang rumah aja dulu, terus tanya masakan apa yang paling mudah buat dipelajari, setelah itu lu tinggal tanya apa saja bahannya." Ucap Raihan memberi saran.


"Ohiya, bener juga, kenapa gak kepikiran dari tadi." Ucap Aldi sambil menepok jidat.


Akhirnya Aldi menelpon orang rumah untuk menanyakan jenis makanan apa yang mudah untuk dipelajari, dan menanyakan bahan-bahan apa saja yang diperlukan.


Setelah mendapatkan semuanya, mereka langsung menuju menssion Aldi untuk menjalankan plan mereka hari ini.


Ketiganya akhirnya memulai sesi belajar memasak, cukup lama ketiganya berperang di dapur dengan menggunakan celemek.


Ketiganya tampak senang meski makanan yang mereka masak kelebihan garam, tapi mereka tidak merasa kecewa sama sekali dan mala mendapatkan motivasi untuk berikut harus menjadi lebih enak dan lebi layak untuk dimakan.


Hai semua.


Anak orang kaya come back yah, ikutin terus dan jangan lupa buat tinggalin jejak, love u all :)

__ADS_1


__ADS_2