
Pagi hari cerah matahari tampak sudah memberikan kehangatan untuk orang yang ada di dalam bumi tersebut.
Clarisya tampak sudah bangun dengan seulas senyum mereka di wajahnya, ia terlihat cantik, meski ia baru bangun tidur, bahkan kali ini Clarisya bangun stengah jam lebi cepat dari biasanya.
"Aummmm, selamat pagi dunia semoga kita semua bahagia hari ini." Ucap Clarisya dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
Clarisya langsung berdiri dan berjalan memasuki kamar, untuk membersihkan badan dan bersiap-siap mengganti pakaian dengan pakaian yang siap di pakai langsung ke kampus .
Outfite Clarisya kali ini .
Meskipun terlihat sederhana tapi tetap tidak menutup pesona nya ia terlihat elegan dan juga berkelas, meski hanya memakai pakaian sederhana, bahkan penampilannya itu kian membuat banyak lelaki yang kagum .
Setelah berapa menit di dapur, Clarisya akhirnya sudah selesai membuat nasi goreng untuk mommynya, daddynya dan juga untuk kedua sahabat, dirinya memilih untuk makan roti.
Semua pelayan tidak di perbolehkan membantu Clarisya, mereka hanya diam mengawasi cara Clarisya memasak yang tampak benar-benar salah, bagaimana mungkin garam yang di masukan Clarisya sangat banyak, para pembantu hanya bisa menelan saliva melihat hasil masakan dari nona muda mereka.
"Bi, sini kalian." Panggil Clarisya pada asisten rumah tangga yang tak sengaja tertangkap matanya.
"Iya nona muda, apa ada yang bisa kami bantu." Jawab ketiga pembantu tersebut sambil menundukan kepala.
"Sini, kalian harus cobain masakan ku." Ucap Clarisya dengan penuh percaya diri memperkenalkan hasil masakannya.
"Baik nona ." jawab ketiganya dengan senyum , tapi senyum keraguan yang mereka perlihatkan .
"Hmm bagaimana ?" tanya Clarisya penasaran .
"Ehemm , makanannya enak nona muda , terima kasih karena saya bole menyicipinya ." jawab pembantu A.
"Iya nona suatu kehormatan buat saya bisa mencicipi masakan nona muda ." timpal pembantu A2 .
"Saya juga demikian nona , terima kasih suatu kerhomatan buat saya ." ucap pembantu yang terakhir A3 .
"Wahh kalian jangan berlebihan , terima kasih ." jawab Clarisya dengan senyum tulus bahagia .
Ketiga pembantu tersebut merasa semakin bersalah kepada Clarisya , apa lagi setelah melihat senyum mengembang di wajah nona mereka tersebut , mereka tidak membayangkan bagaimana muka bahagia tersebut akan seperti apa kalau mengetahui rasa masakan yang sebenarnya .
Clarisya mengatur makanan di meja makan , sambil menunggu kedua orang tuanya dan juga kedua sahabatnya .
"Sayang ." sapa mommynya sambil tersenyum hangat .
"Mom , daddy ayo duduk , kita tunggu Aldi dan Raihan sebentar yah ." jawab Clarisya dengan senyum bahagia .
"Gak apa - apa kok nak , terus gimana sama kuliah kamu , apa semua baik - baik saja ?" tanya daddy Clarisya pada putrinya .
__ADS_1
"Hmmm , baik dong daddy tapi kadang suka kesel juga sama dua curut , mereka suka serem loh ." jawab Clarisya sambil cemberut .
"Serem gimana sayang , mereka kan anak baik - baik , dan ganteng juga di mana letak seremnya ?" tanya Klara yang merasa tidak ada yang aneh dengan dua sahabat putri nya .
"Iya , cowo di kampus yah ampe gak ada yang berani buat kenalan sama aku , ada sih beberapa kalau aku gak lagi bareng sama mereka berdua ." jawab Clarisya menceritakan pada kedua orang tuanya .
"Kalau begitu daddy juga setuju , mereka begitu pasti karena gak mau sahabat wanita mereka satu - satunya jatuh sama orang yang salah , daddy dukung tingkah posesif mereka ." jawab Frico yang tampak senang dengan sifat kedua sahabat putrinya .
"Ih , kok daddy mau aja sih anaknya di gituin nanti Clarisya gak ada yang mau tahu kalau gitu terus ." jawab Clarisya tak terima daddynya mendukung kedua sahabatnya , Clarisya menatap mommynya yang hanya mengangkat bahu pertanda tak mau ikut campur .
"Itu artinya mereka sayang sama kamu , dan lagian kalau ada yang serius sama kamu mereka pasti akan perjuangin kamu meski ada Aldi dan Raihan , dan kalau tak bisa melewati mereka maka itu berarti tak bisa menjadi menantuku ." jawab Frico tetap pada pendiriannya .
Tiba - tiba saja .
"Lama banget sih ." gerrutu Clarisya ketika melihat kedua sahabatnya .
"Astaga Clar , lu kan cewe kalem dikit napa ." protes Aldi yang melihat sifat sahabat perempuannya .
"Selamat pagi dulu dong , baru nyampe udah di galakin gitu ." jawab Raihan menimpali sahabatnya .
"Eh , ada om sama tante , maaf yah udah buat ribut pagi - pagi ." ucap Aldi merasa tak enak dengan kedua orang tua Clarisya .
"Pagi om , maafin Raihan juga yah ikut membuat keributan dirumah pagi - pagi ." tambah Raihan yang sama merasa tak enak dengan kedua orang tua Clarisya .
"Iya tan , terima kasih ." jawab keduanya lalu duduk .
"Wah , ternyata kita makan nasi goreng , ayo makan nasi gorengnya pasti enak ." ucap Frico mempersilakan .
Mereka memasukan makan ke dalam piring masing - masing dengan raut wajah yang bahagia .
"Makan ." ucap Frico mempersilakan .
"Makan ." jawab semuanya bersamaan .
Beberapa dekit kemudian .
Uhuk , uhuk , uhuk tiga lelaki yang sedang menikmati sarapan itu tiba - tiba saja tersendak .
"Astaga , kok kalian ini udah dewasa tapi tetap saja ceroboh ." ucap mommy Klara yang tampak menggeleng - gelengkan kepala tak percaya .
"Biiiiii ." teriak Frico yang tampak kesal dan menahan emosi .
"Maaf tuan besar , apa ada yang bisa saya bantu ." datang ketua pelayan dengan tergesa - gesa .
"Kamu mau buat saya mati ha ." hardik Frico pada pelayan tersebut .
__ADS_1
"Mohon maaf tuan , saya tidak ada maksud sama sekali ." ucap ketua pelayan terbata - bata .
"Panggil pelayan yang memasak pagi ini ." ucap Klara .
Astaga bahkan Klara melupakan kalau pagi ini putri kesayangannya yang memasak .
"Maaf nyonya tuan ." ucap ketiga pelayan tersebut dengan gugup .
"Apa kamu mau meracuni saya dengan makanan yang tak layan di sebut sebagai makan itu ha ! " bentak Frico .
"Mommy , daddy Clarisya berangkat dulu yah , Clarisya bawa supir pribadi , kalian nanti nyusul yah , byee ." ucap Clarisya seolah baik - baik saja .
Setelah suara mobil meninggalkan mension Clarisya , tampak ruang makan menjadi sangat tegang .
"Maaf tuan , nyonya yang memasak pagi tadi adalah nona muda , nona muda tidak mengijinkan kami membantu ." jelas pembantu A2 mewakili .
Deg deg deg .
Seolah keempat manusia yang ada di ruang tersebut berhenti bernafas beberapa saat .
"Clarisya ." ucap keempatnya dengan lirih .
"Maaf om tan , Raihan harus ke kampus sekarang ." ucap Raihan sambil lari tergesa - gesa meninggalkan rumah Clarisya .
"Om , tan saya juga , maaf sebelumnya ." jawab Aldi berlari menyusul sahabatnya Raihan .
"Astaga bagaimana ini sayang ." tanya Frico dengan lirih .
"Aku tak pernah membentaknya atau pun menyakiti hati putri ku tapi sekarang , apa yang baru aku lakukan ." ujar Frico tampak frustasi .
"Ahh sepertinya dia sangat kecewa saat ini , semoga Raihan dan Aldi sapat menghiburnya ." ucap Klara berusaha untuk tenang .
*Astaga kasian banget yah Clarisya , Semoga Clarisya bakalan baik - baik saja .
**Hai semua , buat kalian yang udah setia ngebaca novelku , thank ' u banget tapi saat ini aku pengen minta banget ke kalian buat VOTE AKU , please aku mohon banget buat kalian VOTE AKU , dan juga buat kalian jangan lupa buat like dan komen dalam novelku ini , harap dukungan dari kalian .
Baca juga .
"Menikah."
"Kebahagian & Kehancuran."
Bisa langsung cek di profile . Thank'u all me love u all.
Hay guys , aku stop disini dulu yah , nanti aku pasti bakalan lanjutin kok , sekarang aku masih mau fokus untuk revisi , kasih aku waktu buat revisi dulu yah , abis itu aku bakalan lanjutin :)
__ADS_1