
Setelah kejadian dan mendapatkan penjelasan yang bisa di terima oleh Aldi , Clarisya dan Raihan semua berjalan seperti biasa , dan untuk Reno sudah tiga bulan mereka tidak mendapatkan kabar , sekarang pada bulan april tanggal 2 adalah hari ulang tahun Raihan yang ke 17 tahun betepatan dengan hari ulang tahun perusahaan keluarga Raihan , pesta di adakan dengan sangat mewah dan banyak kolega dan rekan bisnis orang tua Raihan yang datang dan tak luapa juga sahabat Raihan yaitu Aldi , Clarisya , Meisya dan Reisya .
"Hai brooo , happy birthday . " ucap Aldi kepada sahabatnya .
"Yoi , thank u bro ." jawab Raihan kepada sahabatnya .
"Hmmm , dimana tiga boca itu ?" tanya Raihan yang merasa kurang dengan tidak adanya Meisya , Clarisya dan Reisya .
"Entah ." jawab Aldi sambil mengangkat bahu menandakan kalau dia tidak tahu .
"Bisa - bisa nya telat di hari ulang tahun gw ." ucap Raihan tampak kesal .
"Hahahah tenang dong bro lu jangan emosi ." jawan Aldi menenangkan sahabatnya .
"Hmmm brisik lu ." jawab Raihan tambah kesal .
"Maybe mereka udah di jalan , mungkin aja macet kan , makanya belum sampai - sampai ." jawab Aldi memberikan pengertian kepada sahabatnya yang tak menikmati pesta .
"Tapi kenapa perusahaan gw jadi gak enak yah ? ." tanya Raihan .
"Hmmm prasaan lu doang kali , mungkin karna demam panggung ." jawan Aldi menenangkan .
Mereka masih tidak menyadari arti perasaan tidak tenang dalam diri Raihan sehingga mereka menikmati pesta tanpa ketiga sahabat wanita tersebut , dan tanpa terasa detik , menit , jam berjalan sekarang sudah tiba di acara puncaknya .
Okay tiba pada puncak acara .
"Selamat malam , tamu undangan yang saya hormati , terima kasih atas kesempatan dan waktu yang kalian berikan , pada malam hari ini saya ingin menyampaikan kepada kalian dan memperkenalkan seseorang . " ucap Reza pratama dengan berwiba dan memiliki sikap kepemimpinan .
"Saya ingin memperkanalkan putra tunggal saya kepada rekan bisnis yang berkesempatan untuk hadir . " ucap Reza lagi .
"Silakan naik Raihan pratama ." ucap Reza dan akhirnya Raihan menaiki panggung bersama sang ayah .
"Perkanalkan ini putra saya , putra tunggal sekaligus pewaris dari perusahaan pratama company , semoga kalian bisa menghormati putra saya layaknya kalian menghormati saya sebagai pemimpin kalian . " tambah Reza dan menyerahkan kepada putra nya memberikan kesempatan untuk berbicara di depan umum tersebut .
"Terima kasih semua atas waktu dan kehadiran bapak , ibu berserta sahabat - sahabat saya yang berkesempatan untuk hadir , sekiranya di masa yang akan mendatang saya bisa menjadi pemimpin yang tegas dan berwibawa sepeti orang tua saya , saya ucapkan terima kasih dan selamat menikmati pesta malam ini . " ucap Raihan berwiba dan tegas serta aura dingin yang terpancar jelas dari wajahnya malam ini .
Setelah menyelesaikan sambutan dan perkenalan di atas panggung Raihan turun dan menghampiri kedua orang tua nya .
__ADS_1
"Hai Raihan kenapa kamu tampak tak tenang ?" tanya Reza pada putranya .
"Bisa - bisanya Clarisya , Meisya dan Reisya telat di hari ulang tahun ku ." jawab Raihan .
"Hmmmm , mungkin saja mereka terlibat macet , kan perempuan juga harus terlihat cantik di pesta mungkin saja kelamaan dandan ." jawab momynya menenangkan .
"Mereka bukan wanita yang seperti itu , mereka tidak akan telat kalau acara penting begini , dan mereka tidak pernah dadan berlebihan ." ucap Raihan menjelaskan .
"Clarisya juga sudah menelpon stengah jam sebelum acara mulai , kalau dia sudah berangkat bersama orang tua nya , dan mereka bersama Meisya dan Reisya hanya beda mobil saja ." jelas Raihan lagi .
"Coba kamu hubungin saja nak ." ucap Reza pada purtanya .
"Udah , tapi gak di angkat sama Clarisya sedangkan Reisya dan Meisya tak aktifkan ponsel mereka ." jawab Raihan .
"Hmmm ." jawab orang tuanya .
"Tapi perasaan Raihan dari tadi tidak tenang , ada apa ini mom ,dad . " tanya Raihan mulai frustasi .
"Baiklah coba sebentar aku telpon dulu ayah Clarisya , karena mereka tidak ada dari tadi tidak biasanya mereka telat dan tak memberi kabar ." ucap Reza pada istrinya yang menenangkan putranya .
Reza "Hallo"
....
....
Reza "Baiklah kami segera kesana sekarang "
"Raihan dimana Aldi ." tanya Reza dengan ekspresi tidak bisa di artikan lagi .
"Dia ada di meja nya , kenapa ?" tanya Raihan balik .
"Panggil dia sekarang ." ucap Reza tegas dan Raihan segera pergi memanggil Aldi .
"Mobil Meisya dan Reisya kecelakaan , sekarang lagi di rumah sakit ." ucap Reza datar .
"Jangan sampe Raihan tau , minta supir yang antar mereka ." ucap momy nya , sementara Reza menghubungi supir keluarga untuk mengantar putranya .
__ADS_1
Di lain sisi .
"Al , bokap w manggil elu ." ucap Raihan pada sahabatnya .
"Tumben , ada apa emangnya ." tanya Aldi penasaran kepada sahabatnya .
"Entah , ayooo sekarang ke bokap gw . " ucap Raihan . sambil berjalan ke arah papanya .
"Kalian ikut supir dady sekarang ." ucap Reza tegas tapi tidak seperti biasa .
"Ada apa ini ? " tanya Raihan .
"Kamu akan tau setelah sampai disana ." ucap Reza datar .
Aldi dan Raihan mengikuti supir yang mengantar tanpa banyak tanya sekali pun , mereka hanya diam di dalam perjalananan , supir yang biasa membawa mobil pelan - pelan kali ini menyetir dengan kecepatan di atas rata - rata , sehingga membuat Raihan kebinggungan tapi tak bertanya , Mereka perang dalam pikiran masing - masing , Raihan yang tadinya merasa ada yang salah semakin tak jelas perasaannya , sementara Aldi yang tadi tampak biasa saja sekarang tampak kalut dalam pikirannya , sehingga mereka tiba di parkiran rumah sakit , dan mengikuti supir yang telah keluar .
Deg , Deg , Deggg
Bagaikan di sambar petir , Di depan ruang vvip berdiri kaira dan Frico yang tampak sedih dan kebingungan , membuat Aldi dan Raihan tampak makin tidak enak dengan perasaan mereka .
"Om , tan , ada apa ini ? " tanya Raihan tiba - tiba , sontak saja mommy and daddy Clarisya menoleh kepada Raihan dan Aldi .
"Kenapa kalian ada disini , bukanya hari ini adalah pesta Raihan om , tan ?" kali ini Aldi yang bertanya karena semakin banyak pertanyaan di benaknya .
"Raihan ." ucap Kaira sambil memeluk Raihan dan Raihan membalas pelukan momy Clarisya karna sudah di anggap sebagai ibu kedua , Raihan menatap ke arah Frico yang tampak menundukan kepala seolah bertanya " Ada apa ini " .
"Clarisya ada di dalam ,dia pingsan ." ucap Frico yang membuat Aldi dan Raihan bagai di sambar petir yang kedua kali .
"Kenapa bisa begitu ?" tanya Aldi bergetar .
"Kalian bisa masuk dulu ." jawab Kaira .
Di dalam tampak jarum infus terpasang di tangan Clarisya yang tampak sedang dalam dunianya . Aldi dan Raihan tampak sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya yang tak sadar kan diri .
"Tiba - tiba saja Clarisya menangis dalam keadaan tidak sadar , seolah di dunia lain dia sedang menangisi sesuatu yang membuatnya sedih sampai meneteskan Air mata ."
Apa yang sebenarnya terjadi ? Ayooo dukung dan like cerita ini , agar supaya bisa baca yang selanjutnya .
__ADS_1
Serta terima kasih karena sudah mendukung karya "Anak orang kaya ."